Bagi Rapor Penuh Keceriaan di Bulan Ramadan

Bagi Rapor Penuh Keceriaan di Bulan Ramadan

 

Suara ustaz asrama membangunkan kami yang terlelap dengan sangat nyenyak untuk santap sahur, beliau membangunkan kami dengan lembut agar kami segera menuju ke Ruang Makan SMART, setelahnya ia meminta kami untuk bersegera ke masjid demi meluruhkan kewajiban utama sebagai seorang muslim. Lantunan ayat suci mengalun dengan indah, menenangkan hati dan pikiran kami yang beberapa hari terakhir gelisah karena dibayang-bayangi nilai rapor.

 

***

Hari ini kami akan mereportase kegiatan bagi rapor di SMART Ekselensia Indonesia. Bagi rapor di SMART sama seperti bagi rapor di sekolah lain, namun yang membedakan ialah tidak hadirnya orangtua kami pada prosesi sakral ini. Agak sedih, namun orangtua kami pasti sudah tahu kalau anaknya akan mendapatkan nilai yang baik.  Agar maksimal, bagi rapor dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 siang, ada beberapa kelas yang digunakan dalam proses bagi rapor tahun ini dan masing-masing kelas diisi oleh wali kelas sesuai kelas serta angkatannya masing-masing.

Sebelum rapor dibagikan setiap angkatan dari setiap kelas dipanggil ke dalam kelas untuk diberikan pengarahan seputar hasil yang tertulis di rapor. Ini merupakan pemanasan agar kami tak kaget dengan hasil yang kami dapat nantinya, setelah selesai kami dipersilakan keluar kelas untuk menunggu giliran.  Kami mengantre dan mengular di depan kelas berharap cepat dipanggil masuk ke dalam ruangan kelas lagi. Satu per satu nama kami dipanggil, di dalam kelas wali kelas telah menunggu dengan senyuman super manis, walau deg-degan namun kami harus menghadapi hasil jerih payah belajar selama ini.

Dengan sabar wali kelas kami memaparkan hasil belajar kami secara sistematis dan runut, jika ada yang kurang bagus beliau akan menasihati sekaligus memberikan solusi agar nilai kami bisa meningkat di semester yang baru. Alih-alih takut dan sedih jika ada nilai yang kurang baik, kami malah semakin termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Guru kami memang pandai membesarkan hati. Beliau juga mengingatkan agar kami tidak terlena jika ada banyak nilai yang bagus, karena khawatir malah menurunkan prestasi belajar semester depan.

Di depan kelas teman-teman yang belum dipanggil (dan masih menunggu dengan wajah khawatir) secara otomatis akan “merebut” rapor teman yang telah lega dengan hasil rapornya, mereka akan membandingkan nilai siswa A dengan siswa B atau dengan dirinya sendiri. Setelahnya pasti ada kalimat “Aaargh nilaiku untuk mata pelajaran ini turun” terlontar dari mulut mereka. Lucu dan seru hihi.

Bisa dibilang jika penilaian rapor di SMART berbeda dengan sekolah lain, di SMART ada dua penilaian yang dijadikan indikator. Pertama penilaian dari guru-guru sekolah alias penilaian dari mata pelajaran sehari-hari; dan kedua penilaian dari wali asrama alias penilaian yang dinilai dari aspek kejujuran, kesantunan, kesungguh-sungguhan, kedisplinan, dan kepedulian

Gegap gempita dan euforia bagi rapor kian terasa ketika seluruh siswa telah menerima rapornya masing-masing. Ada yang senang, ada yang sedih, ada yang saling hibur, namun ajaibnya semua terlihat sumringah. Makin sumringah karena per hari ini kami sudah libur, iya Sob liburan Lebaran. Oh iya tahun ini kami bisa pulang kampung setelah Lebaran lho, sungguh bahagia, walaupun tak semua siswa bisa pulang karena beberapa terbentur harga tiket yang tinggi.

 

Biarlah nilai rapor kali ini menjadi pelajaran yang berharga untuk kami agar makin giat dalam belajar dan makin cerdas dalam membagi waktu  untuk semester mendatang.

 

Liburaaaaan kami datang! Kampung halaman tunggu kamiiii! (AR)