Baik-Baik Jaga Teman

Maraknya kasus bunuh diri yang menjadi pemberitaan hangat belakangan ini, menjadi PR penting bagi pemerintah maupun masyarakat  agar lebih aware untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar orang terdekat kita tak menjadi salah satu korban yang mungkin saja nekat melakukan hal yang serupa. Kasus bunuh diri yang marak ini tidak lepas dari permasalahan pribadi yang dialami korban sehingga memiliki kebuntuan untuk terus melanjutkan hidup mereka.

Kasus bunuh diri harus menjadi perhatian penting di dunia. Pasalnya, sudah ada lebih dari 800 ribu kasus bunuh diri terjadi didunia, yang berarti ada 1 orang yang meninggal dunia per 40 detik di dunia menurut pengetahuan dari Benny Prawira Siauw, Kepala Komunitas Into The Light Indonesia. Di Indonesia sendiri, sudah terjadi lebih dari 8.580 kasus bunuh diri sejak tahun 1990-2016 dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam kasus bunuh diri di Indonesia bahkan di Dunia sebagian besar berakibat dari Mental Illness. Secara luas, mental illness mempunyai makna yang luas yaitu gangguan kejiwaan yang mempengaruhi pemikiran, perasaan dan perilaku manusia mulai dari yang skala kecil hingga besar. Dalam skala kecilnya, penyebab bunuh diri yang menjadi bagian dari Mental Illness yaitu Depresi. Fun Fact-nya, Depresi lebih banyak menyerang usia remaja atau di usia awal 20-an.

Depresi dapat muncul dari berbagai faktor, terlebih di usia remaja yang notabennya belum terlalu bisa mengendalikan emosi dan diri mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang rentan depresi yaitu kesepian, trauma masa kecil baik akibat pelecehan atau yang lainnya, masalah keuangan, keluarga atau yang paling marak terjadi saat ini yaitu kasus bullying. Tak jarang kita dengar kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh kasus Bullying. Hal ini membuktikan bahwa bullying bukan kasus yang main-main.

Bullying juga sangat rentan terjadi kepada remaja usia anak sekolah, jadi sering usia remaja yang belum bisa mengendalikan emosinya memiliki depresi yang berlebih. Hal ini menjadi salah satu akibat besarnya angka bunuh diri bagi seseorang apalagi remaja.

Untuk mengatasi hal itu, merupakan peran penting bagi kita untuk dapat mencegah orang-orang yang terkena mental illness / depresi. Kita harus mengetahui apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh orang-orang yang terkena depresi atau jika kita mencurigai orang terdekat kita yang rentan terkena depresi. Sulitnya, tak semua orang yang terkena depresi / mental illness menunjukkan gejala yang semestinya.

Beberapa gejala yang mungkin saja tampak bagi mereka yang menderita mental illness atau depresi yaitu merasa sedih berlebihan, cenderung lebih emosi dari biasanya dan melakukan kekerasan, merusak diri sendiri, lebih murung, menarik diri dari lingkungan sosial, kekhawatiran berlebih, dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini sering menjadi gejala yang mengantarkan orang cenderung kearah depresi dan bukannya tidak mungkin jika tidak diatasi secara cepat dan baik akan berujung kearah bunuh diri.

Sebagai makhluk sosial, kita harus selalu punya sikap peduli terhadap sesama, apalagi untuk kasus yang satu ini. Kasus depresi yang berujung bunuh diri bukanlah hal yang remeh, karena semakin kita membiarkan tentu akan semakin banyak korban yang berjatuhan. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini dengan selalu memperhatikan orang-orang sekitar kita yang mungkin saja rentan terkena depresi.

Hal utama yang bisa kita lakukan yaitu mempelajari apa saja mengenai mental illness / depresi berlebih, mengetahui lebih dahulu mengenai depresi, kita akan memiliki langkah-langkah efektif yang bisa kita terapkan kepada mereka penderita depresi. Selain itu, kita juga harus selalu mencari tahu kabar dari orang-orang yang mungkin saja terkena hal tersebut. Dengan kita selalu menjaga komunikasi dengan mereka, kita akan terus mengetahui kabar dari mereka.

Kita juga harus selalu mendengarkan curhatan dari teman yang cenderung mengalami depresi, apa yang mereka alami sehingga cenderung merasakan hal tersebut. Jika depresi yang diderita teman kita cenderung lebih berat dari biasanya, kita juga punya kewajiban untuk mendampingi atau membawa mereka untuk melakukan pengobatan kepada seseorang yang lebih ahli dibidangnya.

Untuk itu, dari beberapa tulisan diatas kembali lagi bahwa kita harus tetap aware dan memperhatikan lingkungan sekitar kita agar dapat menghindari penyebab-penyebab dari mental illness apalagi yang cenderung untuk melakukan tindakan bunuh diri.