Bandung Penuh Kesan

fb_img_14832587882845259

Namaku Muhammad Fahri, saat ini aku duduk di Kelas XII jurusan IPS. Diantara anak SMART yang lain,mungkin hanya aku yang pulang kampungnya tidak terlalu jauh. Sementara yang lain bertolak ke Padang, Medan, Surabaya, Papua, dan lainnya; aku harus berpuas diri dengan berjalan kaki pulang ke rumah. Iya rumahku dan SMART memang tidak terlalu jauh, hanya beberapa meter saja.

Kadang aku kesal karena sering diledek, tapi aku tidak menanggapinya dengan serius karena aku tak ingin  hubungan baik yang telah terbangun rusak karena amarah. Pada liburan Pulang Kampungnya SMART tahun ini aku telah mengagendakan beberapa hal, aku tak mau menyia-nyiakan Pulang Kampungku yang terakhir ini.

“Pulang Kampung terakhir?”  Kamu tidak salah membaca kok, tahun ini memang Pulang Kampung terakhir untukku dan teman-temanku yang duduk di kelas XII, tahun depan insha Allah kami telah lulus dari SMART.

Aku dan beberapa alumni Angkatan 8 telah merencanakan perjalanan ke Bandung, maka pada Minggu pagi (01/01) aku berangkat menuju Bandung menggunakan travel. Selama di perjalanan aku memikirkan teman-temanku di kampung halamannya masing-masing; ada rasa kangen, ada rasa sedih karena aku dan mereka terpisah jarak dan waktu, namun aku bersyukur terlahir di zaman modern karena berkomunikasi dapat dilakukan di mana pun via daring.

Setelah mengawang-ngawang, beberapa menit kemudian aku terlelap. “Dek dek, sudah sampai,” tepuk supir travel membangungkanku dengan halus. Aku terhenyak, ternyata aku tertidur dengan sangat pulas, Alhamdulillah akhirnya sampai juga aku di Kota Kembang.

Berbekal pesan di LINE dari kakak kelas, aku mengikuti rute ke Universitas Padjajaran (UNPAD) yang terletak di Jatinangor. Di sana kakak kelasku, Cecep dan Wildan, telah menanti kedatanganku. Jika ingat UNPAD maka aku ingat akan impianku. UNPAD merupakan kampus impianku, mimpiku terbentang di kampus yang penuh dengan mojang dan jajaka berprestasi tersebut. Pun kedua kakak kelasku, UNPAD merupakan impian mereka dan Alhamdulillah keduanya diterima di sana melalui jalur SBMPTN, Kak Cecep mengambil jurusan hukum sedangkan Kak Wildan mengambil jurusan ilmu komunikasi.

Agenda kami yang pertama kala itu yakni bersilaturahmi ke rumah Ustazah Tri Artivining alias Zah Vivi. Zah Vivi, sebutan sayang kami untuk beliau, merupakan guru IPS SMP di SMART. Beliau orang yang sederhana, murah senyum, dan juga gigih dalam mengajarkan banyak ilmu. Sayang, Zah Vivi memutuskan untuk menyudahi masa kerjanya sebagai guru pada pertengahan 2014 lalu karena harus ikut suami hijrah ke Bandung. “Sedih?” Itu sudah pasti, namun tidak banyak yang bisa kami perbuat selain mendoakan dari jauh, karena hanya itu yang bisa kami lakukan. Seperti menjadi sebuah kebiasaan, tiap tahun pada momen pulang kampung  para siswa SMART dan para alumni berinisiatif untuk mengagendakan sowan ke tempat beliau untuk melepas rasa rindu.

screenshot_20170101-152300

Di rumah Zah Vivi banyak hal kami bicarakan, mulai dari kegiatan di sekolah/kampus hingga membicarakan buah hati Zah Vivi yang lucu. Kami sangat senang sekali, ditambah kami disuguhi masakan Zah Vivi yang selalu menggiurkan. Waktu berlalu dengan sangat cepat, tak terasa sudah saatnya kami berpisah dengan Zah Vivi, sebelum Maghrib tiba kami sudah berpamitan dan kembali bergerak menuju Jatinangor. Malam itu aku menginap di tempat Kak Wildan, esok hari kami akan berwisata ke Curug  Cinulang, Bandung Timur.

***

Angin berhembus menerpa wajahku, Kak Wildan memacu motornya dengan sangat cepat, aku takut masuk angin hehe. Pagi itu (02/01) kami berangkat pagi-pagi agar tempat wisata yang kami kunjungi tak terlalu penuh, perjalanan lumayan memakan waktu karena rasanya tak kunjung sampai. Oh iya sekadar informasi untuk kalian, Curug Cinulang alias Curug Sindulang merupakan tempat wisata alam yang terletak di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Bandung Timur dan berbatasan dengan Kabupaten Sumedang. Curug Sindulang selalu dipenuhi oleh wisatawan baik lokal dan juga mancanegara karena populer dengan wisata alamnya yang indah serta unik.

fb_img_14832588031518339

Dengan merogoh kocek Rp 5000, kamu sudah bisa menikmati suasana Curug Sindulang yang asri, sejuk, dan segar. Pokoknya sangat pas untuk kamu yang ingin menghilangkan penat dari kesibukan di sekolah. Kami tiba di Curug Sindulang sekitar pukul 08.30 dan antreannya telah mengular, padahal kami sengaja datang sebelum tempat wisatanya dibuka. Setelah dibuka kami segera merangsek menuju air terjun yang sedari tadi memikat mata ini, “BYUUR” cipratan besar air mengenai wajahku dan terdengar gelak tawa di sebrang sana, hmmm aku dikerjai oleh Kak Wildan dan Kak Cecep. Kami semua kegirangan bermain air bak anak kecil yang baru pertama kali kenal air. Aku takjub karena airnya begitu jernih, bersih, dan dingin, jika kelak kamu ke Bandung jangan lupa mampir ke Curug Sindulang ya.

screenshot_20170101-152306

Selagi asyik menikmati keindahan Curug Sindulang, aku melihat para wisatawan yang membuang sampah sembarangan. Aku dan Kak Cecep serta Kak Wildan hanya bisa saling tatap sembari memungut sampah-sampah yang berserakan, kami tidak habis pikir kenapa mereka bisa seenaknya mengotori tempat wisata yang bagus begini. Kami ingin menegur, tetapi apalah daya kami yang berjumlah sedikit. Kami hanya bisa melakukan aksi nyata, kami tak masalah dipandang aneh karena memunguti sampah, kami hanya tak ingin alam rusak  karena ulah tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab.

fb_img_14832588085742396

Lepas Asar kami pulang dan kembali menuju Jatinangor. Sepanjang jalan kami berdiskusi seputar pengalaman kami di Curug Sindulang, akhirnya kami bertekad untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam jika berkunjung ke tempat wisata. Aksiku dan kakak-kakak kelasku di Curug Sindulang membuatku makin optimis untuk terus menginspirasi orang lain melalui tindakan nyata membuang sampah.

fb_img_14832588208754177

Pulang Kampungnya SMART tahun ini sangat berkesan untukku, banyak pelajaran hidup berharga kudapatkan baik dari kakak-kakak kelasku, Zah Vivi, dan kunjunganku ke Curug Sindulang.

***

Bandung (03/01/2016)

 

Salam Hangat,

Fahri

#PulangKampungnyaSMART