Belajar Dari Nabi Yunus yuk Sob!

 

Kata Yunus Alaihissalam pada Tuhannya. Berkali kali dia terpekur menangisi kelemahanya, mengakui telah berbuat aniaya. Dalam perut ikan Nun dan dihimpit dengan gelap yang berlapis itu dia berkali-kali mengakui ini salahku ini salahku!

 

Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaKa, innii kuntu minazhaalimiin. Tiada ilah sesembahan haq selain engkau. Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya” (Q.s Al-Anbiyaa 21: 87) Perkataan inilah yang dikatakan Yunus. Perkataan pengakuan penuh iba. Perkataan yang kelak di gelari oleh Ibn Taimiyah dengan ‘‘diantara seagung-agung doa di dalam Al-Qur’an’’. Sebuah perkataan yang terus diperdengarkan hingga semesta sirna.

 

Maka doa Yunus yang tidak rinci bahkan tidak tergambar apa yang dipintanya ini dijawab oleh Allah dengan lipatan-lipatan karunia. Yunus hanya mengakui ini salahku, aku yang mendzholimi diriku sendiri, namun Allah yang maha menguatkan mengulurkan pertolonganNya.

 

Bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan. Namun diantar sampai daratan yang bukan sembarang daratan. Imam ibn katsir begitu kata Ustadz Salim A. Fillah mengutip tafsir bliau yang mengetengahkan riwayat dari Ka’b Al-Ahbar dan ibn Abbas ‘’Yunus dibaringkan di hamparan yang kemudian ditumbuhi tanaman dari jenis yaqthin’’. Kata ibn Abbas, pohon yaqthin adalah qar’u dari jenis labu yang tak disukai lalat dan serangga sehingga dia menaungi Yunus hingga terjaga.

 

Karena waktu yang panjang di tengah samudera, saat tiba di daratan Yunus pun sakit. ‘’Keadaanya saumpama burung yang kehilangan bulunya’’ ujar ibn Mas’ud. ‘’Bliau bagaikan ’’ Kata Ibn Abbas ‘’Bayi yang baru dilahirkan ; ringkih,tak terlindung, rumih dan rentan’’. Maka setelah ia sadar, ia memakan buah dengan sejuta khasiat itu. Sekejap mata sehat lah dia.

 

Ternyata lipatan karunia itu belum selesai. Tatkala tubuh Yunus sudah bugar dan ia  kembali ke Ninawa, betapa terkejutnya ia. Sebab, seluruh kaumnya justru telah beriman kepada Allah. Bahkan jumlah mereka lebih dari 100.000 orang kiranya.

 

Betapa berkah doa Yunus. Doa yang menyelamatkan dirinya dari kegelapan, menghantarkannya ke daratan, menyehatkan tubuh ringkihnya hingga menjadi anugerah hidayah bagi begitu banyak manusia dari kaumnya. Jalan kebaikan yang Yunus bawa berjaya justru dikala dirinya merasa berdosa. Jalan kebaikan yang Yunus bawa berjaya tatkala dirinya menunduk mengakui ini salahku, aku yang mendzhalimi diriku. Jalan kebaikan yang Yunus bawa berjaya tatlkala ia merasa tidak punya daya upaya.