Belajar Pengendali Mikro (Microcontroller) Untuk Anak SMP

Oleh: Ari Kholis Fazari

Beberapa bulan yang lalu, siswa SMART Ekselensia Indonesia diramaikan dengan aksi robotika oleh klub robotika yang sengaja diundang untuk menampilkan hasil karya robotikanya. Dari peristiwa itu, saya melihat betapa besarnya antusiasme siswa SMART ketika melihat karya-karya robotika. Nurani saya pun mulai bertanya, “Kapan kira-kira siswa SMART tahu alur kerja dari robotika tersebut?”

Jika antusiasme ini diaplikasikan ke dalam tahap berikutnya, saya yakin siswa-siswa SMART akan punya karya robotika sejenis, bahkan mungkin lebih hebat dibandingkan yang telah mereka saksikan. Jalan menuju ke sana memang panjang dan akan banyak aral menerjang, namun tahap pertama bisa mereka raih jika ada ekstrakurikuler robotika di sekolah yang dikeloloa lembaga nirlaba ini. Tidak harus menghadirkan kembali tim robotika di atas agar para siswa meraih tahap pertama ini. Di SMART Ekselensia, ada seorang guru yang cukup paham materi robotika sejenis, yaitu saya sendiri: Ari Kholis Fazari.

Gayung pun bersambut ketika akhirnya Wakasek Bidang Kesiswaan melihat rona siswa yang begitu berharap bisa meniru para aksi tim robotika tersebut. Tidak sedikit siswa yang mengajukan kepada Pak Eko, Wakasek Bidang Kesiswaan, agar mulai tahun pelajaran 2014-2015 diadakan ekskul robotika. Dan Ekskul robotika pun dimulai di bawah bimbingan guru TIK SMART Ekselensia Indonesia.

Di ekskul ini siswa belajar komponen-komponen elektronika, mulai dari cara pengenalan resistor, transistor, dioda dan lain-lain. Tidak ingin berhenti di situ, suatu hari saya berinisatif mengembangkan lagi komponen yang ada karena saya yakin siswa bisa. Saya mencoba mengajarkan pengendali mikro (microcontroller).

Pengendali mikro adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program di dalamnya. Pengendali mikro umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu, dan unit pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalamnya.

Perkembangan pengendali mikro sendiri sangat pesat, mulai dari microprosessor MCS-51, microcontroller AT-Mega, dan microcontroller terbaru, yaitu Arduino Uno. Lantas apa yang dimaksud dengan Arduino Uno? Arduino Uno adalah salah satu dari pengendali mikro yang memiliki kelebihan dibanding pengendali mikro sebelumnya. Dalam pengendali mikro ini sudah terdapat rangkaian pengonversi rangkaian analog to digital atau ADC. Fitur ini mempermudah kita dalam membuat rangkaian elektronika, seperti sensor suhu, pengendali lampu merah, bahkan rangkaian robotika.

Alhamdulillah, antusiasme siswa semakin besar ketika saya mengajarkan materi ini. Semangat mereka begitu terlihat saat menyimak materi maupun praktik. Bahkan ada siswa yang sudah menunggu di ruangan praktik sebelum saya datang. Beberapa siswa pun tidak sungkan bertanya ketika mengalami kesulitan.

Adapun hambatan dalam menyampaikan materi ini adalah ketika saya harus menyamakan antara persepsi saya dan persepsi mereka. Hal yang lumrah karena kita tahu siswa yang saya hadapi ini yaitu siswa SMP yang tentu saja belum mampu bernalar seperti orang dewasa. Akan tetapi, saya yakin mereka adalah siswa yang sangat cerdas. Butki nyatanya adalah mereka sudah bisa membuat simulasi rangkaian, lampu flip-flop, simulasi lampu merah, sensor suhu dll. Setelah satu bulan saya mengajarkan ini, saya berharap semoga suatu hari nanti siswa SMART bisa mengakplikasikan ilmu ini dengan tepat. Saya pun berangan-angan agar suatu saat nanti para siswa marjinal ini bukan sekadar berkarya, namun mampu berlomba dan menjadi juara untuk lomba-lomba robotika.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.