Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi. Bahkan kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

 

 

Hal ini bahkan sudah terjadi dari masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu saat adanya beberapa peranan pemuda dalam meningkatkan semangat perjuangan demi mengusir penjajah dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, apa dan bagaimana pemuda seharusnya berperan sebagai kunci atau penerus bangsa Indonesia.

 

Memang ketika pernyataan peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa biasanya lebih mengarah pada masa-masa sekarang, tetapi bukan berarti peran pemuda kemerdekaan RI dimana lalu bukan merupakan sebuah penerus bangsa. Bahkan jika di pikir ulang tanpa peran pemuda di masa perjuangan dulu, maka bangsa Indonesia mungkin tidak dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini. Inilah mengapa peranan pemuda, terutama pemuda Indonesia sendiri bagi bangsa Indonesia sudah terjadi sejak dahulu dan juga tercatat didalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, mengingat kembali apa saja peranan pemuda dimasa sejarah tersebut juga penting sebelum mengetahui atau memahami peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa saat ini.

 

 

Peran pemuda dalam sejarah yang pertama bisa di lihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia. Ada pula peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang mana juga menyangkut golongan muda didalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekitar tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru pada tahun 1998 yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

 

 

Dilihat dari beberapa peristiwa sejarah yang penting untuk dikenang tersebut, memang dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia menjadi suatu titik awal dari peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda menjadi suatu tonggak bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan nasional, artinya bahwa penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional. Sebagai penerus bangsa, generasi muda berarti menanggung harga dan martabat bangsa Indonesia terutama di dunia Internasional, dimana persaingan dan penjajahan identitas bangsa dapat berlangsung di berbagai macam bidang kehidupan. Oleh sebab itulah penting pula menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda dan juga sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa saja peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, maka sebenarnya generasi muda juga menjadi komponen yang penting dan perlu dilibatkan dalam pembangunan bangsa Indonesia, baik secara nasional maupun daerah. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan dasar dari generasi muda yang sebenarnya memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif, dan juga memiliki tingkat kreativitas yang tinggi pula.

 

Kondisi tersebutlah yang membuat peranan pemuda sebenarnya penting dalam proses pembangunan bangsa Indonesia maupun sebagai penerus bangsa. Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka bangsa Indonesia pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya memiliki beberapa peranan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Beberapa peranan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Agent of Change

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan. Memang berbagai macam tantangan pastinya akan dihadapi atau dialami oleh para generasi muda, tetapi setidaknya para pemuda dapat kembali menengok pada makna sumpah pemuda atau pun makna kemerdekaan Indonesia.

 

Di mana segala tantangan yang ada akan dapat dihadapi jika perbedaan-perbedaan yang ada dapat dihadapi dengan positif dan dilakukan secara bersama-sama yang juga sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Seperti melalui upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan pada masyarakat. Salah satu kunci agar dapat sukses menjadi agent of change pastinya adalah keyakinan yang dimiliki para pemuda, maksudnya adalah para generasi muda harus yakin akan apa yang mereka miliki dan selalu melakukannya dengan baik dan benar.

 

  • Agent of Developmet

Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Artinya bahwa para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Mengapa agen pembangunan juga menjadi suatu peran penting pemuda sebagai penerus bangsa? Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia. Sebagai contoh seperti mengembangkan bidang kebudayaan daerah Indonesia, kemudian memperkenalkannya pada dunia internasional.

Bahkan agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan fisik maupun non fisik secara nasional dan daerah saja, tetapi juga menyangkut mengenai kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Artinya adalah diperlukan adanya upaya bagaimana potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda dapat dikembangkan secara bersama-sama demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia dimana sekarang maupun dimasa yang akan datang.

 

  • Agent of Modernizations

Peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya bahwa para pemuda Indonesia wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Sebagai contoh seperti perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, dimana melalui aktivitas pemuda pula bangsa Indonesia kemudian dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menjadi suatu bangsa yang tertinggal. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dan modern juga menjadikan segala pengaruh bahkan kebudayaan asing masuk lebih mudah, maka disinilah muncul tantangan bagi pemuda Indonesia untuk tetap dapat mempertahankan identitas bangsa Indonesia.

 

  • Membangun Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, wajib berpendidikan juga penting untuk ditanamkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah terpencil di pulau-pulau yang tersebar diseluruh pelosok bangsa Indonesia. Kondisi tersebut juga sudah termasuk dalam upaya para pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dalam usahanya membangun pendidikan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

 

  • Memiliki Semangat Juang yang Tinggi

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanamnya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa sekarang maupun masa terdahulu. Hal yang dapat dilakukan adalah seperti selalu berusaha sebaik mungkin untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia, menghilangkan jiwa mudah menyerah, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, dan lain sebagainya. Terlebih lagi semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional, seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan bangsa Indonesia. Walaupun kegagalan sering dialami oleh para pemuda Indonesia, tetapi perlu diingat kembali untuk tidak mudah menyerah karena sebenarnya kegagalan merupakan suatu awal dari kebangkitan dan juga kesuksesan. Tidak lupa pula, semangat yang tinggi ini juga dapat diraih dengan terus menerapkan makna sumpah pemuda dan juga makna kemerdekaan Indonesia.

 

 

Itulah dia beberapa peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang penting untuk dipahami dan juga diupayakan untuk dilakukan demi kebaikan bangsa Indonesia sendiri, baik masa masa dahulu, sekarang, maupun di masa depan. Dari beberapa peranan tersebut juga dapat disimpulkan bahwa memang benar pemuda merupakan suatu tonggak atau kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia, oleh sebab itulah pemuda dianggap sebagai suatu penerus bangsa, terutama bagi bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya peran pemuda yang signifikan, seperti peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, dapat menjadi suatu langkah atau pintu awal bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih maju dan berkembang lagi dimasa yang akan datang, terlebih di mata dunia. Demikian ulasan mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, semoga bermanfaat.

Alhamdulillah esok kita semua sudah mulai melaksanakan puasa Ramadan lho, itu tandanya malam ini kita akan melaksnakan salat Tarawih di masjid dengan tetap menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan ketat atau salat di rumah saja. Tapi kita harus tahu, berdasarkan HR. Tirmidzi, “Sesungguhnya siapa saja yang salat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan salat semalam suntuk”.

Kita perlu tahu kalau ternyata keutamaan salat Tarawih mengikuti tiga pembagian hari di bulan Ramadan. Pada sepuluh hari pertama Ramadan dikenal dengan rahmat, sebab Allah banyak menurunkan rahmat kepada siapa saja yang taat beribadah. Sedangkan pada sepuluh hari kedua disebut dengan magfirah atau ampunan dari Allah. Konon sesiapa yang banyak beribadah dan memohon ampunan di bulan Ramadan akan diampuni dosa-dosanya oleh Yang Maha Kuasa. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” – HR. Bukhari dan Muslim. Sementara itu, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan dikenal dengan penghindaran dari siksa api neraka. Umat Islam berkesempatan menyucikan diri dengan berdoa dan beribadah sebanyak-banyaknya pada malam-malam terakhir ini. Di malam-malam terakhir ini pula terdapat malam seribu bulan atau malam lailatul qadr.

 

Namun sayangnya, setiap tahun selalu saja ada kebingungan tersendiri terkait jumlah rakaat dalam salat Tarawih. Eits tapi tak perlu bingung karena kami akan membahas berapa jumlah maksimal rakaat dalam salat Tarawih.

 

Hampir semua ulama mengatakan, tidak ada batas maksimal untuk jumlah rakaat salat tarawih. Diantara dalil yang menunjukkan tidak ada batas untuk jumlah rakaat Salat Tarawih adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw. mengenai tata cara salat malam. Kemudian beliau menjelaskan,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Salat malam itu dua raka’at-dua rakaat. Jika kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaat, untuk menjadi witir bagi salat-salat sebelumnya.” (HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)

 

Lalu Pilih 11 atau 23?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tatkala Umar mengumpulkan manusia dan Ubay bin Kaab sebagai imam, dia melakukan salat sebanyak dua puluh rakaat kemudian melaksanakan witir sebanyak tiga rakaat. Namun ketika itu bacaan setiap rakaat lebih ringan dengan diganti rakaat yang ditambahkan. Karena melakukan semacam ini lebih ringan bagi makmum daripada melakukan satu rakaat dengan bacaan yang begitu panjang”(Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

Praktik di atas menunjukkan bahwa jumlah rakaat bukan acuan utama penilaian. Karena semua kembali kepada mana yang lebih berkualitas. Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. al-Mulk: 2).

 

Salah satu di antara faktor yang menentukan kualitas adalah kekhusyukan. dan salah satu faktornya adalah kondisi makmum. Karena itu, Syaikhul Islam menyimpulkan, yang paling afdal adalah menyesuaikan kondisi makmum. Ia mengatakan:

“Yang paling afdal, berbeda-beda sesuai kondisi orang yang salat. Jika mereka bisa diajak berdiri lama, maka tarawih dengan sepuluh rakaat dan tiga rakaat setelahnya lebih bagus. Seperti yang dilakukan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di bulan Ramadan dan di luar Ramadan. Namun jika mereka tidak kuat berdiri lama, tarawih dua puluh rakaat lebih afdhal” (Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

 

Sayangnya, banyak praktik yang kurang maksimal di sekitar kita nih. Sebagian masjid yang tarawih 23 rakaat, sangat tidak thumakninah. Bahkan ada yang selesainya kurang dari setengah jam. Sementara mereka yang salat sebelas rakaat, selesai selama setengah jam. Masalah jumlah, jangan sampai mengorbankan kualitas ya, karena thumakninah bagian dari rukun salat.

Memang tidak mudah membuat target selama Ramadan, tapi tidak ada salahnya untuk mulai menyusun strategi agar Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika kamu masih bingung menyusun target Ramadan, semoga tujuh hal di bawah ini bisa menjadi referensi capaian target Ramadan kita ya

 

1.Berpuasa Penuh Satu Bulan Ramadan.

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

2.Melaksanakan Salat Malam Setiap Hari

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala Allah semata, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

3. Melaksanakan Itikaf.

Itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridaan Allah Swt. dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan selama ini. Iktikaf ada baiknya diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridho Allah Swt.

 

Itikaf dianjurkan dilaksanakan jelang sepuluh hari terakhir Ramadan, hal ini sesuai dengan Hadis riwayat Aisyah r.a.: “Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).

 

4. Mencari Lailatulkadar.

Rasulullah saw. bersabda, “(Waktu datangnya) Lailatulkadar diperlihatkan kepadaku. Kemudian salah seorang keluargaku telah membuyarkan konsentrasiku, (sehingga) aku pun lupa darinya, maka carilah ia pada sepuluh (malam) terakhir.” (HR. Muslim).

 

Lailatulkadar atau malam kemuliaan ialah malam yang lebih mulia dari 1000 tahun atau setara dengan 83 tahun 4 bulan. Sebagaimana firman Allah Swt

 

. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ .وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ .تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ .سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5).

 

5. Memperbanyak Sedekah dan Memberi Makan Orang yang Berpuasa.

Rasulullah saw. Bersabda,“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).

 

6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an dan Mengkhatamkan Al-Qur’an.

Rasulullah saw. bersabda, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan Al-Qur’an dengannya.” (HR. Bukhari) Khususkan untuk membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari sehingga bisa mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu bulan.

 

7. Membayar Zakat.

Zakat dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya).Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci,subur,berkat dan berkembang.Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat terbagi atas dua jenis yakni:

 

1.Zakat Fitrah. Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

 

2. Zakat Maal (harta) Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. Perlu diingat sahabat bacaan madani. Mengejar target yang diatas bukan berarti kita meninggalkan ibadah yang lain. Seperti melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah. Mudah-mudahan target yang telah disebutkan diatas tercapai. Dan disaat kita selesai berpuasa si bulan Ramadan secara penuh, mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang bertaqwa. Aamiin.

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

Ngapain ngaji?” merupakan pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh orang awam, jangankan orang awam, dulu, akupun akan menanyakan hal yang sama Sob. Ngaji, membaca Alquran, menelaah Alquran, atau hal berbau Islami lainnya bukankah tidak diwajibkan secara turun-temurun? Kebanyakan orang dewasa hanya menekankan pada salat dan puasa, maka agama Islam yang dianut hanya seputar “Yang penting salat dan puasa” padahal, mengkaji Alquran dan Islam tidak sesempit itu.

 

 

 

Sebuah hadis berkata, “Apabila telah kamu taklukkan akhirat, maka dunia akan merunduk”. Hal ini yang sering tidak disadari oleh seseorang, khususnya umat muslim sendiri. Banyak muslim dan muslimah yang memandang sebelah mata tentang agamanya sendiri, menoleh tidak acuh pada fitnah yang terjadi pada umat ini,  men-judge penampilan takwa seperti jenggot, celana cingkrang, dan jilbab lebar, menganggap hal tersebut adalah hal yang aneh dan merupakan gerakan islam radikal yang membahayakan (Syukri, 2019).

 

 

 

Padahal, mereka hanya belum merasakan manisnya Islam, iman, dan apa efeknya yang terjadi pada diri mereka. Hal ini akan lebih mudah diterima apabila mereka merasakannya pada perubahan di dunia nyata.

 

 

 

Islam sebagai rahmatan lil a’lamin, agama yang memudahkan umatnya, yang setiap prosesnya dihitung sebagai pahala, akan mudah dipelajari bagi siapapun, bahkan umat non islam sekalipun. Jangan sampai karena minder kepada seseorang, teman, hingga sahabat yang pemahaman dan ilmu agamanya lebih baik, kita enggan mempelajari islam. Sebaliknya, seseorang yang pemahaman agamanya merasa sudah di atas rata-rata pun bukan jaminan akan masuk surga. Selama napas ini masih berhembus, masih ada kemungkinan untuk berbelok kearah kemaksiatan maupun kebaikan. Oleh karena itu, dakwah hadir untuk menjawab itu semua, menjaga seluruh umat islam tetap berada di jalan kebaikan dengan cara hubungan dua arah, baik pendakwah maupun yang didakwahinya akan mendapatkan efek penjagaan yang sama.

 

 

 

Namun karena cara yang dianggap kuno, kurang kekinian, terlalu mengikat sehingga membuat seseorang yang baru mau berhijrah sulit untuk mempertahankan keistiqomahannya. Pertanyaan “Ngapain ngaji?” adalah maksud dari tulisan ini untuk membedah alasan-alasan, kenapa? Why? Ketika seseorang sudah mengetahui strong why-nya, maka ia akan kembali pada track-nya saat godaan lalai muncul (Siauw, 2013). Yang pertama adalah alasan menuntut ilmu, dalam bahasa formalnya, aspek pendidikan. Yang kedua adalah meningkatkan rasa persaudaraan antar muslim dan muslimah.

 

 

 

Alasan menuntut ilmu

Seperti yang ada di dalam buku Fiqih Prioritas karya Dr. Yusuf Al-Qardawy, ilmu merupakan prioritas dibandingkan dengan amal. Contohnya, seseorang yang tidak mengetahui bacaan salat dan langsung mengkuti gerakan salat tidak akan diterima salatnya. Hal ini dapat dianalogikan ketika manusia hidup di dunia, ilmu tentang dunia telah lengkap dipaparkan islam melalui Alquran dan sunnahnya. Lemahnya ilmu dalam paparan Fathi Yakan di buku Robohnya Dakwah di Tangan Dai dapat menimbulkan penyakit hati sehingga menurunkan kualitas ketakwaan atau ketakutan dalam melakukan dosa.

 

 

 

Meningkatkan rasa persaudaraan

Dalam analogi setan ibarat serigala dan domba adalah manusia, maka serigala akan lebih mudah menerkam domba sendiri dengan domba yang selalu bersama kawan-kawannya. Hal ini dapat dipahami, bawha seseorang yang senantiasa berjalan bersama-sama, mengaji, menuntut ilmu akan lebih sulit digoyahkan dibandingkan seseorang yang hanya beribadah, wirid, dan sholat sendiri. Seperti di dalam hadis. “Seorang mukim bagi mukmin yang lain laksana bangunan yang saling mengukuhkan antara sesamanya.” (HR. Bukhari) (Yakan, 2009).

 

 

 

Memang, dalam berukhuwah, semua tidak akan lezat, kadang terasa pahit, asam, namun juga manis dan gurih. Rasa pahit dan asam akan selalu muncul jika kita tidak bisa menetralisirnya sendiri. Berjalan bersama-sama berarti harus menerima kekurangan antar kawan, memaklumi kelalaian yang terjadi, kekhilafan yang terungkap, karena bangunan dakwah bukanlah bangunan para malaikat. Benar, bahwa mayoritas pendakwah adalah orang yang  sudah memahami agama atau dalam proses tersebut, namun manusia tetaplah manusia yang tabiatnya adalah pelupa sehingga selalu ada celah ketidaksempurnaan. Tetapi hal ini pun bukan pembenaran bahwa kelalaian tersebut bisa dilakukan berulang-ulang. Salah satu nikmatnya berukhuwah adalah seseorang bisa saling mengingatkan satu sama lain tanpa merasa disakiti ataupun menyakiti karena hal tersebut adalah untuk kebaikan masing-masing.

 

 

 

Allah sendiri yang menjamin bahwa Ia lebih menyukai orang-orang yang berjalan bersama seperti barisan rapi yang diabadikan dalam Quran surah As- Saff ayat 4 yang bunyinya,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

 

 

 

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

 

 

 

Ketika ditanya “Ngapain ngaji?” atau menanyakan kembali kepada diri sendiri ditengah goncangan godaan setan, selain jawaban mutlak “Ingin masuk surga” kita bisa menambahkan alasan menuntut ilmu dan rasa persaudaraan ini di dalam jawaban “Ngapain ngaji?” ini.

 

 

 

Daftar pustaka :

Qardhawi Y. 2004. Fiqh Prioritas. Surakarta: Era Inter Media.

Quran Tajwid dan Terjemah. 2006. Jakarta: Maghfirah Pustaka

Siauw F. 2013. How to Master Your Habits. Jakarta: Al Fatih Press.

Syukri M, Karimah S. 2019. Nota Kontan untuk Tuhan. Jakarta: Elex Media.

Yakan F. 2009. Robohnya Dakwah di Tangan Dai. Surakarta: Era Inter Media.

Bulan Ramadan sudah di depan mata, kalau kemarin kita telah membahas keistimewaan Ramadan, maka sekarang kami ingin mengajak Sob untuk menilik lagi apa saja yang telah kita persiapkan untuk menyambut bulan penuh rahmat ini. Di bawah ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum Ramadan datang, yuk simak:

  1. Berdoa kepada Allah

Berdoalah agar Allah Swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan lebih baik dari Ramadan tahun lalu sesuai hadis: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadan (HR. Ahmad).

 

  1. Bersyukur Atas Nikmat yang Allah Beri

Diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah serta ketaatan. Dan atas semua nikmat tersebut, kita wajib mensyukurinya seperti yang dijelaskan dalam surat Ibrahim ayat 7 berikut:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

 

  1. Bergembiralah Menyambut Kedatangan Bulan Ramadan

Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para Sahabat setiap kali datang bulan Ramadan;

Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Karena sesungguhnya, kegembiraan hati itu adalah sebagai perwujudan rasa suka-cita dan penuh pengharapan atas kedatangannya.

 

  1. Persiapkan Keimanan

Mempersiapkan ruhiyah dapat kita lakukan dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas, serta mempertebal keimanan dengan banyak membaca buku-buku yang mengupas tentang “Keutamaan Ibadah di Bulan Ramadan”.

Allah Swt. menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9)

Di samping itu, untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang “Ramadan”, baiknya lebih sering menghadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Dengan demikian, secara mental kita akan siap untuk melaksanakan segala ibadah dan ketaatan pada bulan Ramadan.

 

  1. Persiapkan Pengetahuan

Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu, termasuk ilmu tentang ibadah puasa Ramadan agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. Pelajarilah hukum-hukum dan ketentuan syar’i tentang amalan ibadah di bulan Ramadan.

Untuk itu kita bisa mengkaji Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq, Fiqih Puasa-nya Dr. Yusuf Qardahawi, dan lain-lain. Pemahaman ilmu syar’i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama(Muttafaq ‘Alaih)

Sehingga, jangan pernah terpikirkan oleh kita untuk menyia-siakan waktu yang Allah berikan kepada kita. Karena “Waktu itu ibarat pedang, bila ia tidak kau pergunakan dengan baik maka ia akan membunuhmu“.

 

  1. Persiapkan Fisik

Ramadan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Hal ini perlu diperhatikan karena Ramadan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Di bulan Ramadan, diharapkan kita tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

Karena, “Tubuh yang kuat itu dilahirkan dari jiwa-jiwa yang sehat“.

 

  1. Persiapkan Keuangan

Persiapan keuangan yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, kue-kue lezat untuk Idul Fitri dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan.

Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakatnya. Bahkan, jika kita mampu ber-Umrah di bulan Ramadan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

 

  1. Mengisi Ramadan dengan Ketaatan

Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadan sangat singkat, karena itu hiasi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ber’amal di bulan puasa akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. berkali-kali lipat, bahkan hingga 700 kali lipatnya.

 

  1. Sambut Ramadan Penuh Tekad

Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan Taubat dan bulan Maghfirah. Dengan keluasan rahmat Allah, kita jadikan bulan Ramadan untuk memohon maaf serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadan karena Iman dan ketaqwaan, maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya di masa lalu” (HR. Bukhori-Muslim)

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31].

 

  1. Membuka Lembaran Baru Lebih Baik

Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru, lembaran kehidupan yang lebih baik, yang lebih bersih dan lebih bermakna tentunya. Karena orang yang beruntung adalah “Seorang yang mendapati keimanannya hari ini lebih baik dari kemarin”.

Semoga Allah Swt. menyambut langkah kita dengan berlari, dengan segenap curahan rahmat-Nya dan menjadikan kita sebagai hamba yang lebih baik, aamiin.

 

 

 

Sob, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. “Kenapa selalu ditunggu-tunggu?” Hal tersebut dikarenakan bulan ini memiliki keistimewaan seperti di bawah ini:

Ramadan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an


Ramadan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadan. Allah Swt. berfirman: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” – QS. Al-Baqarah: 185.

Sebab itulah pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an dengan intensitas tak terbatas karena di bulan Ramadanlah Al-Quran diturunkan.

Bulan Penuh Keberkahan


Bulan ini disebut juga dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini didasarkan pada dalil hadis Rasulullah saw.:”Sungguh telah datang kepada kalian bulan penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian” – HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

 

Malam Lailatulkadar


Keistimewaan bulan Ramadan lainnya adalah hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan yaitu malam Lailatulkadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah Swt. berfirman:”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatulkadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” – QS.Al Qadr:1-3.

 

Bulan Pengampunan Dosa Maghfirah


Bulan Ramadan merupakan bulan penghapusan dosa. Rasulullah saw. bersabda: ”Salat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim).

Melalui berbagai aktivitas ibadah di bulan Ramadan Allah Swt. akan menghapuskan dosa kita sebagaimana sabda Nabi saw.: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt., maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”- HR.Bukhari dan Muslim. Sebab itulah di Bulan Ramadan ada baiknya kita memperbanyak ibadah.

 

Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup


Kemuliaan Bulan Ramadan ialah pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Allah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga melalui serangkaian ibadah dan amal shalih yang bisa dilakukan selama bulan Ramada

 

 

 

 

 

 

Sesuatu yang besar pastilah berawal dari kecil. Sebab semua bertahap. Ibarat mendaki dimulai dari bawah, hingga akhirnya sampailah di puncak tertinggi. Dia yang saat ini berada di puncak pastilah pernah berada di bawah. Semua memang di mulai dari bawah, dari tingkatan terendah. Seperti bayi yang kemudian tumbuh besar dan menjadi dewasa. Semua pernah berada di bawah, tidak ada sukses yang datang dengan tiba-tiba. Semua memerlukan proses. Benar bukan? Tidak ada sesuatu pun yang instan di dunia ini. Tidak ada hal yang besar dengan tiba-tiba. Hal besar pastilah datang dari hal kecil. Sebab semua pastilah melewati sebuah tahapan yang dinamakan proses, termasuk kamu. Jadi sudah siapkah kamu untuk berproses? Setiap pribadi itu unik. Setiap individu itu luar biasa. Sebab kalian tidak pernah terlahir sia-sia. Tidak ada insan yang diciptakan dengan sia-sia. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan alasan yang tidak jelas.

 

 

Kita memang tidak dilahirkan dengan sempurna, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ketidak-sempurnaan bukan alasan merasa rendah apalagi tidak berdaya. Karena semua manusia diciptakan sama, sama-sama terlahir sepaket. Lengkap dengan kekurangan serta kelebihan masing-masing. Kamu mungkin pernah merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, lalu berpikir bahwa kamu tidak berhak untuk bermimpi. Merasa tidak pantas bahkan tidak punya hak sama sekali untuk bermimpi. Benar? Jika diam-diam jawabmu adalah iya. Maka bacalah tulisan ini sampai selsai. Jangan di skip, apalagi di close. Sebab melalui tulisan ini saya akan berusaha menyadarkanmu bahwa tidak peduli siapa kamu, kamu tetap berhak melangitkan mimpi. Karena sejatinya setiap dari kita punya kesempatan yang sama, sama-sama berhak bermimpi. Merajut asa, menggapai prestasi.

 

 

Saat merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Merasa tidak berguna, lantas berpikir tidak ada harapan. Kamu mungkin melupakan sesuatu. Mau tahu apa? Kamu adalah makhluk dari Sang Kuasa. Tuhan tidak akan diam, Dia akan selalu bersama hambaNya yang mau berjuang dengan sebenar-benarnya perjuangan. Usaha yang selalu melibatkan Sang Kuasa tidak akan pernah jadi sia-sia. Tidak percaya? Buktikan sendiri! Dan jadilah bagian dari seorang yang telah memetik keajaiban. Keajaiban datang dari ketidak-mungkinan. Kamu masih punya Tuhan, Dia akan selalu membersamaimu. Ingat baik-baik. Lagipula apa kamu tahu? Dia yang saat ini adalah siapa, berada di posisi teratas, di puncak tertinggi pun pernah menjadi bukan siapa-siapa. Mereka pernah berada di posisimu saat ini. Merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa. Merasa tidak berdaya dalam menghadapi setiap rintangan. Mereka yang saat ini berhasil menyandang gelar sukses adalah dia yang berhasil menapik semua ragu, menghapus takut, serta mengalahkan gelisah kemudian bertindak sebagai bagian dari usaha.

 

Orang sukses adalah dia yang selalu melangitkan harapan dalam doa terbaik, percaya akan setiap ketentuan Sang Kuasa. Meyakini dengan segenap hati apa yang telah Tuhan tentukan adalah yang terbaik. Orang sukses adalah dia yang tidak pernah menyerah. Melakukan segala cara terbaik. Dia tidak sampai di posisi ini dengan cuma-cuma, pernah merasakan pahit serta asam-manisnya berjuang. Bahkan bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana tidak enaknya bertemu kegagalan. Tapi apa dia menyerah? Tidak, dia sama sekali tidak pernah menyerah. Jatuh, kemudian bangkit lagi, jatuh, bangun. Begitu terus sampai keberhasilan datang menghampiri. Begini, ya… Sebelum menjadi orang tua, Ayah dan Ibumu pastiah pernah merasakan menjadi anak. Pendidik pastilah pernah menjadi peserta didik. Sebelum menjadi tenaga pengajar, seorang pengajar pastilah pernah menjadi pelajar. Guru pernah berada di posisi sebagai murid. Seorang pemimpin besar bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. Mereka yang saat ini berada di atas, di puncak. Tidaklah melewati semua dengan mudah. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil melewati semua, segala rintangan dalam jalan yang membawa mereka menemukan keberhasilan. Sukses adalah hadiah dari kegigihan serta tekad mereka yang begitu kuat. Jangan lihat mereka yang sekarang. Tapi cobalah untuk melihat bagaimana mereka terdahulu.

 

Perjuangan serta pengorbanan yang telah mereka lalui tidak bisa dianggap remeh, apalagi enteng. Semua tidak pernah mudah, selalu ada rintangan di setiap langkah. Bahkan terkadang mereka harus mencari jalan yang baru. Belajarlah dari kegigihan serta ketangguhan mereka. Ketangguhan saat bangkit ketika terjatuh, kala memilih tetap melangkah di saat harus melewati jalan terjal. Saat memutuskan untuk tetap melangkah meski harus tertatih. Milikilah tekad kuat serta semangat membara seperti mereka. Tidak harus melewati jalan yang sama memang, tapi setidaknya contohlah mereka dalam berproses menjadi manusia hebat.

 

Ramadan akan segera menyapa, apakah kita telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya? Sebelum Ramadan tiba ada baiknya kita mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Kami memiliki beberapa tips persiapan yang dapat kita lakukan menjelang Ramadan nanti:

  1. Menjalani puasa di hari biasa

Bagi yang tidak terbiasa, puasa sebulan penuh akan cukup menyulitkan. Agar Sahabat Pendidikan tidak kaget, yuk coba melakukan puasa sunah Senin Kamis atau Puasa Daud. Kami yakin jika rutin dilakukan, menjalani puasa di bulan Ramadan akan terasa mudah.

  1. Menyelesaikan Qadha Puasa

Puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib, hanya saja ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak menjalankan puasa dan menggantinya di bulan lain. Hanya saja Sahabat Pendidikan tidak boleh lupa untuk membayar hutang puasa terseut sebelum Ramadan tiba

  1. Mengurangi camilan

Mengurangi camilan konon sangat membantu seseorang dalam mengatur pola makan. Hal tersebut membuat seseorang mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, sehingga ketika berpuasa, tidak akan sering merasa lapar.

  1. Persiapan Khatam Al-Qur’an

Banyak orang yang menjadikan bulan Ramadan sebagai waktu untuk mengkhatamkan Al-Quran. Karenanya mulailah menghitung berapa banyak ayat atau juz yang harus dibaca setiap hari agar selesai tepat ketika Ramadan berakhir.

  1. Kurangi berperilaku buruk

Puasa juga menjadi tempat seseorang untuk melakukan hal-hal baik. mulai dari menjaga sikap, perkataan, dan perbuatan. Alangkah baiknya, hal tersebut mulai kita lakukan sejak saat ini bahkan setelah Ramadan usai.

  1. Persiapkan Harta

Bulan Ramadan adalah ladangnya pahala dan penebusan dosa. Selain melakukan ibadah salat atau puasa, banyak hal yang dapat dilakukan untuk berbuat kebaikan. Contohnya, membayar zakat, infaq, dan bersedekah. Tidak harus banyak, tetapi niat yang ikhlas dan tulus karena Allah ta’ala.

  1. Olahraga

Mulailah berolahraga utuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh kamu. Ketika puasa, seseorang akan mudah lemas dan jatuh sakit jika tidak diimbangi pola makan yang sehat dan tentunya berolahraga yang cukup.

 

“Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” – (QS.94:5) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Fa-inna ma’al ‘usri yusran

Quran Surah Al Insyirah di atas menjadi janji Allah bahwa ketika manusia merasakan kesulitan, ada kemudahan bersamanya. Namun tergantung bagaimana sang manusia bersikap terhadap takdirnya. Berburuk atau berbaik sangkakah ia. Karena lagi, Allah tergantung prasangka hambanya.

 

Dalam kehidupan, tentu banyak pertimbangan yang diperhitungkan. Termasuk pada saat manusia melakukan berbagai usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup terlebih dengan cara berdagang seperti ajaran Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam. Berdagang dalam skala besar di zaman sekarang bisa diartikan dengan telah mendirikan perusahaan yang usahanya bergerak dalam berbagai bidang baik tergolong Fast Moving Consumer Goods (FMCG) maupun di industri lainnya seperti properti, obat dan kesehatan, kecantikan, dan lain sebagainya. Keadaan sebuah usaha/bisnis tak mungkin mulus meroket begitu saja. Ia pasti ada menanjak dan berkelok. Hal ini sesuai dengan teori Product Life Cycle yang menjelaskan bahwa secara garis besar, siklus hidup suatu produk terbagi dalam introduction, growth, maturity, dan termination/decline.

 

Dalam keadaan tertentu, tentu sang pemilik usaha / bisnis harus memutar otak untuk berusaha menstabilkan usahanya. Untuk itu, Strategic Management oleh Fred R David dengan buku terbarunya pada tahun 2017 wajib diperhitungkan guna menyeleksi strategi terbaik bagi perusahaan / produk yang dijadikan sumber usaha. David (2017) menyimpulkan manajemen strategik menjadi tiga tahapan yang adalah Formulasi Strategi, Implementasi Strategi, hingga Evaluasi Strategi. Hal ini tergantung dari kondisi perusahaan dan usaha-usaha yang telah diupayakan.

 

Namun untuk fokus pada penelitian permasalahan dan solusinya, batasan fokus pada formulasi strategi patut diperhitungkan. Formulasi strategi sendiri terbagi dalam tiga tahapan antara lain:

  1. The Input Stage (Tahap Input / Masukan)
  2. The Matching Stage (Tahap Pencocokan)
  3. The Decision Stage (Tahap Pengambilan Keputusan)

 

Input Stage yang dimaksud lebih kepada tahap meneliti keadaan internal dan eksternal perusahaan dengan tiga pilihan alat yakni Internal Factor Evaluation Matrix (IFE), External Factor Evaluation Matrix (EFE), dan Competitive Profile Matrix (CPM). Sementara Matching Stage bisa menggunakan lima pilihan alat di antaranya Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) Matrix, Strategic Position and Action Evaluation (SPACE) Matrix, Boston Consulting Group (BCG) Matrix, Internal-External (IE) Matrix, dan Grand Strategy Matrix. Ditutup dengan alat terakhir dari tahap terakhir yang adalah Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Adapun semua alat ini memiliki kelebihan tersendiri sesuai kebutuhan dan keadaan perusahaan.

 

Selamat bebenah!