Asal Yakin Semua Hal Bisa Kamu Raih Sob!

 

 

“Berawal dari sebuah mimpi yang dituliskan di sebuah kertas ketika masih menjadi maba, dan kini mimpi tersebut nyata adanya dan gelar Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni 2019 itu pun dinobatkan padanya”.

 

 

Halo Sob! Perkenalkan nama saya Muhammad Ikrom Azzam, saya  lahir di Jakarta pada 02 April 2000, anak pertama dari empat bersaudara. Saya adalah alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan IX. Dua tahun yang lalu, pada saat mengikuti masa pengenalan akademik sebagai mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta (UNJ), saya pernah menuliskan sebuah impian di sebuah kertas. Ketika itu, panitia meminta untuk menuliskan tiga impian sebelum resmi menjadi mahasiswa di UNJ. Tak banyak berpikir panjang, saat itu segera saja saya tuliskan impian yang ingin dicapai dari dahulu, yakni: Selama kuliah ingin sekali rasanya bisa keluar negeri naik pesawat, ingin memenangkan berbagai macam perlombaan antar universitas dan menjadi Mahasiswa Berprestasi UNJ. Impian yang agak mustahil sebenarnya bisa saya capai pada saat itu, tapi tekad kuat membuat saya ingin merealisasikan impian tersebut. Alhasil dengan beraninya saya menempelkan kertas impian tersebut di lemari buku asrama.

 

 

Awal perjuangan belajar di kehidupan perkuliahan dimulai ketika masuk semester pertama, kesan manis dan pahit terhampar di masa ini. Awalnya merasa kewalahan dengan pembelajaran yang saya ikuti di perkuliahan karena merasa salah jurusan semakin menguat tiap harinya. Terlebih lagi karena memang dasar pelajaran yang belum banyak di bidang bahasa Arab membuat saya seringkali kesulitan. Tapi komitmen membuat saya terus berusaha, meskipun berat akan saya hadapi dengan kemampuan terbaik. Yang terpenting sudah berani mencoba.

 

 

Kesulitan pembelajaran selama kuliah pernah membuat hampir putus asa dan memutuskan mengubur jauh-jauh tiga mimpi di atas. Tapi rasa-rasanya akan sangat sayang sekali jika saya harus berhenti dan kerja keras yang sudah saya lakukan sampai saat ini, beasiswa demi beasiswa yang saya dapatkan sejak SMP hingga kuliah saat ini tak sepatutnya  manfaatnya berhenti hanya untuk saya, tapi sudah seharusnya terus dilanjutkan manfaatnya ke banyak oranglah yang memacu semangat saya untuk terus berusaha, belajar, dan bekerja keras untuk menggapai semua mimpi-mimpi saya. Pada saat semester dua, entah kenapa rasa optimis untuk tetap berjuang dan berprestasi kembali semakin memuncak. Karena itulah saya mulai mengikuti beragam perlombaan di beberapa PTS dan PTN di wilayah Jabodetabek, nasional, dan memberanikan diri untuk mengikuti perlombaan internasional.

 

 

Selama proses mengikuti dan memenangi berbagai perlombaan di bidang public speaking, literasi, dan penelitian Ilmiah selama semester dua dan semester tiga berkuliah di UNJ. Alhamdulillah semua prestasi saya mampu mengantarkan menjadi peserta termuda pada seleksi pemilihan Mahasiswa Berprestasi di UNJ pada 2019. Tak ada yang menyangka memang, mahasiswa semester tiga yang sebenarnya agak salah jurusan kuliah ini karena dasar bahasa Arabnya yang belum banyak dibandingkan mahasiswa pendidikan bahasa Arab UNJ lainnya mampu diamanahkan untuk mewakili prodi ke tingkat fakultas dan universitas sebagai mahasiswa berprestasi. Bukan sebuah undian berhadiah saya bisa terpilih menjadi Perwakilan Prodi Pendidikan Bahasa Arab maju pada pemilihan mahasiswa berprestasi karena pada saat itu syarat utamanya adalah harus punya IPK sementara di atas 3,5 dan Alhamdulillahnya IPK sementara saya dari semester 1-3 masuk syarat kualifikasi tersebut yakni 3,65 dan memiliki poin lebih karena punya 9 prestasi individu tingkat nasional, 1 prestasi kelompok tingkat nasional, dan 2 prestasi Internasional selama berkuliah dari semester 1-3 kuliah di UNJ.

 

 

Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi, saya harus sering berlatih dan mempersiapkan mental karena aspek yang diujikan dalam pemilihan mahasiswa berprestasi meliputi kemampuan bahasa Inggris, kemampuan komunikasi, nilai IPK yang setinggi mungkin (rata-rata IPK di atas 3,5), memiliki karya ilmiah yang solutif, memiliki kepribadian yang baik dan lolos tahap wawancara psikologi. Saya selalu menekankan pada diri bahwa kalah menang itu biasa, yang penting ialah tetap semangat. Setiap mengikuti seleksi menjadi mahasiswa berprestasi di UNJ, saya selalu menyempatkan diri berdoa, berharap menjadi yang terbaik, dan tak lupa meminta restu orangtua. Meskipun saya pada saat itu masih semester tiga, dan harus bersaing dengan kakak kelas saya dari jurusan lainnya di Fakultas Bahasa dan Seni tak membuat gentar karena saya percaya bisa mengejar cita-cita selama kuliah sesuai impian di kertas lemari saya sebagai pemacu agar terus menampilkan yang terbaik. Alhamdulillah, “Kun FA Yakun” Allah menakdirkan saya menjadi Juara dua Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni di UNJ setelah melewati proses seleksi di Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni 2019 secara ketat dan kompetitif. Tangis haru dan sujud syukur saya panjatkan Kepada Allah Swt. di depan panggung pada saat prosesi pembagian hadiah pemilihan mahasiswa berprestasi, sungguh terharu karena mampu merealisasikan mimpi yang di catatan kala itu, tak sia-sia usaha keras pada awal menjadi mahasiswa baru. Meskipun pada awalnya tidak ada yang pernah percaya bahwa mahasiswa semester 3 tanpa dasar pelajaran Bahasa Arab dan sering mengira kalau ia salah masuk jurusan kuliah namun dengan semangat dan tekad ia mampu melawan semua keterbatasan.

 

 

Terima kasih atas segala doa, dan dukungan yang diberikan terkhusus untuk orang tua, para donatur, ustaz ustazah SMART Ekselensia Indonesia, dan para dosen di UNJ sehingga gelar dan kepercayaan menjadi Mahasiswa Berprestasi ini mampu saya raih dan semoga bisa jadi motivasi bagi adik-adik kelas dan kamu semua ya Sob supaya berani menuliskan mimpi dan berusaha melawan semua keterbatasan dengan tekad dan keyakinan yang besar bahwa kita mampu meraih segala mimpi yang kita harapkan. Aaamin. Semangat Berprestasi!

 

SMART Mewadahi Usahaku Menjadi Orang yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Oleh Vikram Makrif

Alumni SMART Angkatan IX, Undip Jurusan Sastra Indonesia 2017

 

 

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang diamalkan

Sebaik-baik harta adalah harta yang disedekahkan

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat

 

Berawal dari tiga kalimat di atas,aku bertekad untuk menjadi manusia  yang baik dengan cara menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.  Selama ini aku telah menerima banyak manfaat dari harta yang baik yaitu harta yang diberikan oleh para donatur Dompet Dhuafa dengan keikhlasan  hati mereka. Aku merupakan salah satu anak yang mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan yakni bersekolah gratis selama 5 tahun untuk  jenjang  SMP dan SMA di sekolah SMART Ekselensia Indonesia.

 

Bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia telah mejadikanku anak yang berpendidikan dan berguna untuk orang lain. Karena dengan bantuan tersebut tersebarlah kebaikan yang kuterima. Namun bagiku Kebaikan tidak boleh putus di penerima manfaat sepertiku saja, tetapi kebaikan harus terus mengalir kepada setiap manusia yang berada

disekitarku.

 

Tiga Kalimat di atas merupakan motivasiku untuk terus berbuat kebaikan. Aku berkeinginan memiliki ilmu yang baik dengan mengamalkan ilmu yang telah diberikan oleh SMART kepadaku. Aku juga bertekad menjadi manusia yang baik dan bermanfaat untuk orang-orang disekitarku serta berkontribusi untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dengan generasi yang berpendidikan dan memiliki ilmu yang bermanfaat.

 

Selama ini tak banyak kontribusi yang kupersembahkan untuk negeri ini.  Tak banyak pula kebermanfaatan yang kuberikan untuk orang lain disekitarku. Namun dengan keinginan  yang kuat, aku berusaha untuk dapat berguna untuk orang lain dan berkontribusi sebaik yang kubisa walau hanya sedikit manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain sekitarku.

 

Berada di SMART selama lima tahun, sudah banyak ilmu yang kudapatkan, mulai dari ilmu dunia sampai ilmu tentang akhirat.  Ilmu-ilmu itu tidak akan berarti jika tidak kuamalkan dan tidak akan bermanfaat bila tidak kusebarkan dan kuajarkan pada orang lain.

 

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan yang mengajarkannya

Jampang Mengaji merupakan program Asrama SMART Ekselensia Indonesia yang bertujuan untuk membimbing anak-anak sekitar Desa Jampang agar lebih cinta terhadap Alquran. Hadits Rasul meyatakan “Sebaikbaik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan yang mengajarkannya”. Seperti  yang  termaktub dalam hadis tersebut, aku ingin menjadi manusia yang baik, aku ingin belajar Alquran dan mengajarkannya.

 

Aku merasakan kebahagian tersendiri saat dapat mengajar dan yang kuajarkan bersemangat dalam mempelajari  ilmu Alquran. Mengajar adalah salah satu kegiatan yang aku sukai. Mengajar apapun itu, asalkan dengan mengajar tersebut aku dapat bermanfaat untuk orang lain.  Entah itu mengajarkan pelajaran sekolah seperti matematika, fisika, bahasa, biologi atau yang lain seperti menjahit, silat, dan sebagainya. Semua hal yang berhubungan dengan mengajar akan aku lakukan dengan senang hati dan semampuku tentunya.

 

Salah satu kegiatan mengajar dibidang non akademik yang dulu aku lakukan adalah mengajar  pramuka untuk penggalang di SDN Jampang 04. Berbekal modal pelatihan KMD (Kursus Mahir Dasar) untuk menjadi seorang pembina pramuka yang diberikan oleh SMART, aku mencoba untuk terus dapat menyebarkan ilmu yang kumiliki kepada orang yang berada disekitarku yaitu mengajar pramuka kepada para murid kelas 4 dan 5 SDN Jampang  04 setiap Sabtu. Membina Pramuka di SDN Jampang 04 membuatku dapat mewujukkan tekadku untuk mengamalkan ilmu yang kumiliki kepada masyarakat disekitarku.Keinginanku membina pramuka di SDN Jampang 04 adalah untuk membentuk karakteryang baik bagi para peserta didik.

 

Kegiatan mengajar tidak harus selalu diwujudkan mejadi seorang pembina ataupun pengajar.  Tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk menjadi  seorang duta yang dapat memberikankan pengetahuan baru untuk masyarakat. Aku tidak hanya mengajar di satu tempat, karena jika aku hanya mengajar di satu tempat sama maka kebermanfaatan hanya terbatas di tempat itu saja. Maka dari itu aku memutuskan untuk menjadi Duta Gemari Baca 2016 agar aku dapat memberikan pengetahuan baru ke berbagai tempat dan berbagai golongan.

 

Duta Gemari Baca ini bertugas untuk menyebarkan informasi  tentang literasi kepada semua orang dan mengajak orang lain untuk senang membaca. Aku sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari Duta Gemari Baca yang dibentuk oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Menjadi Duta Gemari Baca membuatku merasa menjadi orang yang berguna untuk mengajak orang lain mengenal dan menyukai literasi.

 

Beberapa kegiatan yang kulakukan selama menjadi Duta Gemari Baca adalah memberikan  pengetahuan baru dan mengajak anak-anak disekitar daerah Bogor untuk mencintai literasi dan gemar membaca. Selain itu, ada pula kegiatan membuka Pojok Baca di Jalan Duren, Depok pada September lalu. Pojok Baca yang dibuat para Duta Gemari Baca tersebut diharapkan menumbuhkan rasa cinta anak-anak yang berada di Desa Jalan Duren semakin gemar membaca .

 

Alhamdulilah dengan berbagai kegiatan yang aku lakukan di SMART dapat mewadahi usahaku untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga kebaikan dan kebermanfaatan akan terus mengalir kepada sebanyak mungkin orang membutuhkannya. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.

 

Sob pernah mendengar pepatah “banyak jalan menuju Roma” dong? Nah pepatah kudu banget kita sematkan dalam pikiran sebagai pemantik semangat agar kita tetap fokus berkarya dan berkembang. Sebagai milenial perubah masa depan bangsa, sudah sepatutnya kita tak henti berinovasi sesuai bakat dan peminatan masing-masing. Seperti Jerome Polin, si jagoan matematika yang juga selebgram dan peraih beasiswa di Waseda University, Jepang. Ternyata Jerome Polim memiliki rahasia supaya bisa langgeng mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Yuk ah baca di bawah sini

 

1. Berkomitmen mau belajar giat untuk mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya. Komitmen dan konsistensi dalam mengejar mimpi adalah kunci utama dalam menggapai tujuan lho Sob. Karena atas dasar keyakinan tersebut kita bisa membuka diri dan percaya akan kemampuan diri. Ketekunan dan kerajinan juga diperlukan untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya agar mampu membuka jalan beasiswa.

2. Pantang menyerah, berusaha mampu menyelesaikan soal yang sulit. Habiskan seluruh jatah kegagalanmu, maka selanjutnya kamu akan memetik buah kesuksesan. Jangan takut dan jangan merasa lelah, cari teman sesama pejuang untuk sama2 menjalani hari dalam rangka berproses mencari beasiswa.

3. Tangkap peluang dan berani mencoba.
Bung Karno pernah berkata, bermimpilah setinggi langit. Maka jika gagal kamu akan jatuh di antara para bintang. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dan buka jaringan seluas-luasnya. Dengan cara ini pintu beasiswa akan bisa datang dari mana saja.

4. Gak hanya berusaha, berdoa juga penting. Tuhan adalah penentu segalanya. Percaya pada kekuatanNya, dan yakin pada takdir terbaik yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karena usaha tanpa berdoa akan celaka, dan berdoa tanpa berusaha akan sia-sia.

5. Bersungguh-sungguh dalam bekerja keras demi mencapai target.
Lakukan setiap rinci proses beasiswa dengan teliti dan semangat. Persiapkan jauh – jauh hari, ambil banyak referensi, dan bayangkan target itu ada di depan matamu. Karena usaha maksimal, tidak akan mengkhianati hasil.

 

Tetap semangat Sob, kamulah pemenangnya. Maka taklukkan dunia, dengan prestasi supaya dapat beasiswa 😇

Sob, ada kabar baik nih dari SMART! Apakah itu? Yap, waktu pendaftaran Seleksi Nasional Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia kami PERPANJANG sampai 8 Februari 2021 lhooooo!


Jangan lupa daftarkan dirimu segera ya Sob.


Informasi lebih lengkap saila klik tautan ini >>  http://bit.ly/FormSNBSMP2021 (SMP)⁣ dan ini >> http://bit.ly/FormSNBSMA2021 (SMA)

 

Untuk informasi lebih lanjut sila hubungi 08128996939 (hanya Whatsapp)⁣

Kami tunggu ya!

Ide Hebat dari Watt

 

KAMU?

0 watt

1 watt

5 watt

20 watt

50 watt

100 watt -lampu

 

 

 

Hidup atau mati

Keringat bercucuran dari tubuhnya

Teriak keras pada dunia

Sampai nyawa pun rasa tercekat

Hidup

Tampaklah senyum di bibirnya

Bahagia penuh pada hatinya

Walaupun mati di depan mata

Bahagia

Guru terbaik sepanjang masa

Walaupun dia pernah terluka

Senyum bahagia tetap ada

 

Manfaat Menghafal Alquran yang Perlu Kamu Tahu Sob

  Sob seperti yang kita tahu kalau Alquran merupakan mukjizat terbesar Rasulullah saw. yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Bukan hanya menjadi pedoman hidup, ternyata Alquran juga dapat memberikan banyak keberkahan dalam hidup. Tahukah kamu Sob jika ada kajian baru yang membuktikan tentang pengaruh menghafal Alquran terhadap kesehatan? Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, Guru Besar Psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, Arab Saudi,  meneliti dua kelompok responden; mereka terdiri dari mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz dan kelompok mahasiswa Al Imam Asy-Syathibi, yang mana dari kedua kelompok tersebut berjumlah sama yakni 170 responden. Ia menyebutkan bahwa kondisi sehat secara psikologis dapat dinyatakan dengan adanya keselarasan psikis individu. Menurutnya terdapat tiga faktor utama yang digunakan untuk dapat mendefinisikan kesehatan psikologis seseorang, yakni dari aspek agama (spiritual), sosiologis, dan jasmani. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah kesehatan psikis dari Sulaiman Duwairiat, terdiri dari 60 unit. Berdasarkan hasil penelitian ini, menyatakan bahwa terdapat korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis. Mahasiswa yang unggul dalam hafalan Alquran memiliki perbedaan tingkat kesehatan psikis yang sangat jelas. Berikut manfaat-manfaat yang dapat dirasakan dari menghafal Alquran:
  1. Pikiran yang jernih.
  2. Kekuatan memori.
  3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
  4. Senang dan bahagia.
  5. Terbebas dari takut, sedih, dan cemas.
  6. Mampu berbicara di depan publik.
  7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
  8. Terbebas dari penyakit takut.
  9. Dapat meningkatkan IQ.
  10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
Karena Allah Swt. berfirman: بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ “Sebenarnya, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim” (QS. Al ‘Ankabut: 49). Disadur dari: Islampos.com

Sob sebagai millenial kemampuan hardskill saja tidak cukup lho, harus juga diimbangi dengan keterampilan khusus untuk menunjang kemampuan kita. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, bapak Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa sumber daya manusia menentukan kemajuan suatu negara. Apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, dan berikut adalah keterampilan yang harus pemuda masa kini kuasai:

 

1. Critical thinking
Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran. Hari gini, percuma kalau hanya pintar tapi nggak kritis.

 

2. Creativity
Kreativitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan untuk mengembangkan sesuatu hal yang menjadi lebih baik. Kreativitas mampu melahirkan inovasi-inovasi baru. Salah satu contoh adalah Korea Selatan yang memiliki income tinggi karena kreativitasnya yang muncul dari motivasi ingin mengalahkan Jepang.

 

3. Communication
Mengkomunikasikan Pikiran, ide, dan gagasan kita lainnya memiliki peran sangat penting pada proses produksi informasi. Terutama tentang sains dan teknologi agar dapat diterima publik secara benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Percuma kita gagasan/pemikiran kalau tidak dikomunikasikan. Gak akan ada yang paham dan tahu dong hehe.

 

4. Collaboration
ini lah kekuatan yang bisa membangun Indonesia. Menurutnya, kelemahan Indonesia adalah kurang berkolaborasi. Kita lemah ketika berkelompok. Karena itu memerlukan kerjasama dan mengerti satu sama lain.

Nah sebagai Pemuda Indonesia yang luar biasa, Mari kita bersama-sama memantaskan diri dengan terus mengasah kemampuan berketerampilan kita. Karena masa depan banga, berada di tangan kita, Sudah Siap?

 

Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang. Tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun). Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70%, sedangkan 30%-nya merupakan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu bonus demografi atau kutukan demografi. Bonus demografi dapat tercapai jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara. Sebaliknya, kutukan demografi akan terjadi jika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif ini justru tidak memiliki kualitas yang baik sehingga menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara.

Indonesia Emas 2045 telah menjadi impian besar untuk membentuk Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Tanah ibu pertiwi, seperti isu ekonomi, kesenjangan, korupsi dan kemiskinan. Kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 berada pada kualitas sumber daya manusianya, terutama pemuda. Pada 30 tahun mendatang, generasi muda yang kali ini masih menduduki bangku sekolah akan menjadi garda terdepan pembangunan bangsa ini, baik itu sebagai pengambil keputusan atau pelaksana diberbagai bidang. Oleh karena itu, generasi pemuda harus menaikkan nilai sumber daya manusianya sehingga dapat menghasilkan kader terbaik bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Berdasarkan riwayat perjuangan bangsa Indonesia, pemuda menjadi salah satu pionir dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan bangsa. Lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908 merupakan tombak dari kebangkitan nasional karena Budi Utomo merupakan awal kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghapus perjuangan yang bersifat kedaerahan dan mulai bergerak bersama sebagai rakyat Indonesia. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928, Soegondo membacakan pidato sumpah pemuda untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.  Tak hanya itu, pada tahun 1998, pergerakan mahasiswa mampu meruntuhkan kekuasaan orde baru selama 32 tahun sehingga berhasil membawa bangsa ini pada periode reformasi. Ketiga hal tersebut menjadi bukti bahwa pemuda dapat menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi yang terjadi. Hampir diseluruh perjalanan bangsa ini peran pemuda tidak pernah absen dalam percaturan gejolak bangsa.

Ada banyak tantangan yang akan  dihadapi oleh generasi muda dalam merealisasikan Indonesia Emas 2045 salah satunya ialah memperbaiki Moral dan Karakter Bangsa. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Pertukaran informasi dapat berupa pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan lain-lain. Hal itu dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Dan generasi muda harus dapat memfilter semua informasi yang masuk. Agar tidak tergerus nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur bangsa ini bagaimana budaya ketimuran tetap menjadi identitas kita sebagai bangsa yang mengedepankan moral.

Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter setiap individu. Perbedaan antara orang — orang yang menerima pendidikan dengan orang — orang yang tidak pernah mengenal pendidikan sangat terlihat dengan jelas. Orang yang terdidik akan mengetahui bagaimana cara bersikap dalam masyarakat, bagaimana menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan, dan memiliki pola pikir yang luas, kritis, serta logis. Selain itu, pendidikan juga bisa menjadi wadah utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan negara. Pemuda Indonesia merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Pemuda merupakan aset masa depan Indonesia. Sudah sepatutnya sebagai pemuda memberikan inovasi dan kontribusi untuk memajukan bangsa. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi yang dapat menangani berbagai permasalahan di negara ini salah satunya di ranah pendidikan.

Kelak saat masa itu telah tiba, kita bermimpi wajah Indonesia telah berubah sedemikian rupa. Pendidikan merata di seluruh pelosok nusantra, kesenjangan pembangunan antara jawa dan pulau-pulau lain sudah tiada lagi, masyarakat sudah dapat mengakses kesehatan secara gratis dan merata, pertumbuhan ekonomi tumbuh pesat sehingga rakyat makmur sejahtera dan juga Indonesia digdaya di mata dunia.

Setiap orang punya perjuangannya masing-masing yang menempa dirinya hingga sampai pada hari ini. Bahkan sejatinya hidup kita hanyalah perjuangan tiada henti untuk mencapai sebuah tujuan. Tahun 2020 harus dijadikan menjadi salah satu tahun perjuangan. Memaknai setiap kegagalan sebagai ajang mawas diri. Berusaha ‘nyabar-nyabarin’ diri berharap dapet support terbesar dari ‘shelter’ kita.

 

“Sesungguhnya, pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan”.

 

Perjuangan yang kita tempuh,akan menuntut diri kita melipatgandakan daya tahan dan kesabaran, menguatkan dan membersihkan niat. Meyakini bahwa kekuatan terbesar ada di dalam hati, bukan fisik kita. Ada hati yang harus terus dibersihkan dan dikuatkan. Bukan berarti tidak boleh lelah, yang ada tidak boleh menyerah.

 

Memaknai perjuangan sebagai batu loncatan untuk mewujudkan mimpi. Satu mimpi terwujud, akan membuka gerbang mimpi yang lain. Selalu ada hal yang memacu kita untuk bergerak. Maka berusahalah untuk ‘nyabar-nyabarin’ diri. Maka benarlah “bersama kesulitan ada kemudahan” artinya, kita sudah dibersamai dan akan selalu dibersamai. Kemudahan itu telah ada sejak kita ditimpa kesulitan, tinggal bagaimana usaha kita untuk menemukan kemudahan itu.

 

Berbicara tentang ini, saya terinspirasi dari buku dr.Davrina yang berjudul “Trias Muslimatika” bagaimana agar kita menghadapi ketidaksempurnaan dalam hidup dan senantiasa memperbaiki seumur hidup dengan ‘percaya’.

 

Percaya, bahwa dibalik setiap perjuangan, pasti ada proses menempa yang luar biasa. Hasil ‘ditempa’ dapat menjadi pelajaran agar tetap fokus pada goal-goal yang diinginkan. Belajar untuk failing forward, setiap ada hal yang membuat kita jatuh, kita akan terjatuh ke depan dan membuat kita melangkah lebih jauh.

 

Life doesn’t get easier or more forgiving, we get stronger and more resilient” – Steve Maraboli.

 

Resiliensi, artinya ketika kita ‘jatuh’ dalam hidup, kita bisa kembali dalam bentuk yang lebih kuat. Hasil ‘ditempa’ berkali-kali adalah bentuk perjuangan  yang menumbuhkan resiliensi secara perlahan pada diri kita. Bukan hanya sanggup menghadapi kegagalan, tetapi berani mengevaluasi dan mengambil pelajaran agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

 

Percaya, bahwa semakin panjang dan sulitnya perjuangan, maka akan sebanding dengan panjang dan banyaknya kemudahan yang didapat suatu saat nanti. Memasuki awal tahun, masa juang yang baru, dan kemudian mulai menata perjuangan (lagi).