Kak Haikal Ingin Lebih Produktif di Masyarakat

Sudah sepatutnya pemuda memiliki tekad kuat untuk mengubah bangsanya ke arah lebih baik, hal tersebut dikarenakan pemuda merupakan motor penggerak kemajuan bangsa. Hanya saja sebagai motor penggerak rasanya tak cukup jika pemuda tak berperan aktif dalam kegiatan sosial serta kerelawanan, aktif dalam kegiatan sosial dan kerelawanan menjadi upaya menumbuhkan kepekaan dan kepedulian.

Itulah yang dilakukan Haikal Ramadhan, alumni SMART angkatan 9 dan mahasiswa Universitas Tidar Magelang jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia yang menyisihkan waktu, pikiran, dan tenaganya membersamai Si Mobil Baca (Si MoBa).

Menurut Haikal rasa penasaran yang besar membawanya kepada rentetan pertanyaan seputar Si MoBa, dengan penuh keberanian ia mendatangi kantor sekretariat Si MoBa di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Pendidikan Bogor, Jawa Barat. “Program yang ditawarkan Si MoBa membuat saya ingin terlibat di dalamnya. Meski memiliki embel-embel perpustakaan keliling tetapi Si MoBa terlihat berbeda karena mampu mendekatkan masyarakat memperoleh akses informasi dan program literasi aplikatif yang dapat diterapkan di masyarakat,” kata Haikal.

Selama tiga hari mengikuti kegiatan bersama Si MoBa di Cianten, Jawa Barat, ia mengaku mendapatkan ilmu baru seputar siasat jitu mendongeng, aktvitas literasi yang menyenangkan, permainan interaktif dan banyak insight positif lain yang memperkaya pengetahuannya di bidang literasi. “Ingin lebih produktif di masyarakat menjadi target saya setelah mengikuti Si MoBa wara wiri di Cianten,” tegasnya.

Si MoBa merupakan perpustakaan keliling yang diinisiasi karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau serta mendapatkan aksesibilitas terhadap perpustakaan dan manfaat program Gemari Baca, walaupun baru seumur jagung program ini diharapkan menjadi alternatif upaya dan solusi peningkatan kualitas literasi di masyarakat.

“Dengan program sekeren ini saya harap Si MoBa bisa terus melaju kencang hingga ke berbagai pelosok negeri, semakin banyak yang dapat terlibat dan dilibatkan, semakin banyak pula manfaat yang dapat di rasakan dari adanya Si MoBa ini,” tukas Haikal. (AR)

Dilarang Membanding-Bandingkan Hidup ah

Privilege. Isu ini kembali jadi trending gegara pelantikan staf khusus  Presiden Jokowi beberapa waktu lalu lho Sob. Seperti yang kita tahu, salah satu staf yang dilantik adalah Putri Tanjung, yang notabene merupakan anak dari pengusaha terkenal, Chairul Tanjung. Banyak orang yang menganggap bahwa pencapaian Putri Tanjung menjadi staf khusus presiden di usianya yang baru 23 tahun, tidak lepas dari kenyataan dari garis keturunan yang ia miliki.

Memang apa sih privilege? Berdasarkan Cambridge Dictionary, privilege memiliki arti keuntungan yang hanya dimiliki seseorang atau sebagian kelompok, biasanya karena posisi atau kekayaan mereka. Seperti apa bentuk privilege? Ya macam – macam. Sekolah ke luar negri tanpa mikir biaya, itu privilege. Lulus kerja langsung dimodalin buat usaha, itu privilege. Punya tempat nyaman buat tidur malam hari ini, itu privilege.

Privilege itu nyata. kita bisa menjadi yang sekarang juga tidak terlepas dari privilege yang kita miliki. Kalau tidak memiliki akses pendidikan hingga jenjang sarjana, kita mungkin tidak bisa mendapat pekerjaan yang kita inginkan.

See, kita semua tahu bahwa keberhasilan dan pencapaian dalam hidup bukan hanya karena kerja keras, melainkan ada hak – hak istimewa yang kita dapatkan secara cuma-cuma –yang tidak ada hubungannya dengan apa yang telah kita perbuat.

Privilege yang dimiliki orang jelas berbeda-beda bentuk dan tingkat levelnya. Saat kita melihat orang dengan tingkat privilege di atas kita, ya wajar saja untuk merasa iri. Kita sendiri terkadang masih suka berkhayal kalau orang tua kita bisa se-tajir itu, mungkin kita bisa kuliah ke luar negri seperti Maudy Ayunda tanpa repot-repot ikut pendaftaran beasiswa. Masih bisa hidup layak pula! Tapi toh iri juga tidak membawa kita ke mana-mana kan Sob? Tidak bakal mengubah apa-apa juga. Jadi, daripada energi kita habiskan buat iri, akan lebih baik kalau diarahkan untuk fokus ke tujuan pribadi saja. Tujuan hari ini, tujuan buat besok. Saya suka menghibur diri, bahwa setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik yang kita mampu untuk menjalani hidup.

Saatnya berpikir bahwa setiap orang punya benchmark masing-masing. Dengan modal yang dia punya, seharusnya dia bisa meraih tingkat atau hasil yang seberapa. Bisa jadi seseorang (A) terlihat sudah sukses bagi orang lain (B), karena  benchmark B lebih rendah dari A. Seharusnya dengan modal yang A miliki, dia bisa meraih lebih dari itu. Benchmark ini yang sangat absurd dan abstrak untuk dilihat dan diukur dalam hidup. Kadang kita lebih suka mengartikannya dalam bentuk uang dan materi. Tapi untuk ketenangan hidup, alangkah baiknya kita fokus ke benchmark kita, ke hidup kita, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain.

Mengerti bahwa privilege itu ada dan sebagian dari kita memilikinya, membuat kita seharusnya mau mengakui bahwa sebuah kesuksesan –apapun definisi dan bentuknya, bukan hanya dibangun dengan keringat dan air mata kita, namun juga ada faktor ‘untung’ dan hak cuma-cuma. Dengan begitu, akan membuat kita semakin bijak untuk tidak meremehkan atau merendahkan orang lain yang menurut kita (manusia yang suka khilaf untuk sombong) tidak sesukses kita.

Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemarin

Manusia dari hari ke hari selalu bergerak, ada yang bergerak maju, ada yang jalan di tempat ada juga yang bergerak mundur. Pergerakan ini ditentukan berdasarkan kebiasaan sehari-hari manusia itu sendiri. Bila kebiasaannya baik maka akan menuntun manusia itu untuk bergerak maju. Begitu sebaliknya, bila kebiasaan itu buruk maka cenderung menuntun manusia untuk bergerak mundur/stagnan. Pergerakan manusia dalam hidup ini bermula karena manusia mencoba untuk memenuhi kebutuhan fundamentalnya. Kebutuhan fundamental manusia ada 3. Pertama need of social; kebutuhan untuk bersosial. Kedua need of religion; kebutuhan untuk beragama. Ketiga adalah need of achievement, yaitu kebutuhan untuk bisa mencapai sesuatu. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi maka manusia akan naik level ke proses aktualisasi diri.  Proses aktualisasi diri membutuhkan manusia yang berkualitas, manusia yang memiliki kebiasaan yang apik. Lantas, kebiasaan yang apik itu seperti apa? Kebiasan yang apik itu dibentuk dengan cara yang bagaimana?

Jawabannya, kebiasaan yang apik itu mengajak manusia untuk keluar dari Zona Nyamannya/ Comfort Zone. Dan Cara membentuk kebiasaan baik itu adalah dengan memahami cara keluar dari Comfort Zone. Mengapa harus keluar dari Zona Nyaman? Padahal Zona Nyaman adalah tempat ternyaman manusia, dan tempat yang ‘memungkinkan’ manusia memperoleh kebahagiaan.

Eits, Zona Nyaman bisa jadi memberikan kebahagiaan, namun itu bersifat sementara. Manusia perlu keluar dari Zona Nyamannya. Ingat, manusia perlu keluar dari Zona Nyaman.

Zona Nyaman itu sebenarnya apa sih?

Zona Nyaman adalah sesuatu kegiatan yang sudah kebiasaan di masa lalu kita, sehingga kegiatan itu sudah jadi kegiatan yang biasa (alam bawah sadar). Zona nyaman, memberikan kenyamanan bagi manusia yang sudah sering melakukan kegiatan tersebut. Jadi seorang manusia yang berada di Zona Nyaman akan selalu melakukan kegiatan yang sama setiap harinya. Kegiatan yang sama setiap harinya menandakan bahwa manusia itu tidak berkembang, tidak ada target/tujuan baru dalam hidupnya. Kondisi ini berbahaya, karena membuat manusia sulit bergerak ke proses aktualisasi diri, karena sudah nyaman dengan kegiatan-kegiatan yang itu-itu saja, yang tidak memberikan pembentukkan diri yang lebih baik. Logikanya jika manusia itu hanya melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, maka pergerakan manusia itu akan sama setiap harinya, atau bisa dibilang stagnan. Maka, kata motivasi “Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemarin” tidak akan tercapai jika hanya berada di Zona Nyaman. Oleh karena itu, manusia harus keluar dari Zona Nyamannya, dan Menantang diri sendiri untuk melakukan kegiatan baru yang positif dan menjadikannya Habit/Kebiasaan baru yang akan membentuk diri jadi lebih baik.

Namun proses membentuk Kebiasaan baru yang baik atau istilahnya adalah keluar dari Zona Nyaman tidaklah mudah.

Zona Nyaman, memiliki dua hal yang akan memberontak habis-habisan jika, manusia ingin keluar dari Zona ini. 2 hal ini akan menarik lagi niat manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru yang positif. 2 hal ini adalah Inner Voice dan Sensasy Phisiology. Inner Voice adalah suara-suara dair dalam diri manusia yang akan memberi tahu manusia jika akan melakukan hal-hal baru. Inner voice ini akan berbicara ke kita untuk mengurungkan niat mengerjakan kegiatan baru. Contoh inner voice; Jika kita ingin merubah kebiasaan bangun siang (jam 11), jadi bangun pagi (jam 5) maka Inner Voice akan berbisik, “Udah tidur aja dulu baru jam 4 ini, masih sejam lagi jam 5.” Pas lihat jam eh tiba-tiba sudah jam 8, dan kita ingin segera bangun, tapi Inner Voice akan berbisik lagi, “Udah tidur lagi aja dulu, ini hari libur loh, gak papa kita tidur lebih lama. Kasihlah tubuhmu istirahat yang cukup” Dan akhirnya Habit baru untuk bisa bangun pagi jam 5, tidak terlaksana, karena ada si Inner Voice ini. Contoh lagi, jika kita ingin mengubah kebiasaan agar tidak mengerjakan tugas mepet waktu/deadliner, maka kita akan berusaha untuk mencicil tugas itu dari jauh-jauh hari sebelum waktunya tugas dikumpulkan. Namun, inner voice akan muncul dan berbisik, “Loh, ini kan baru tanggal 9, masih tujuh hari lagi kok tugasnya dikumpulkan, masih lama. Udah kamu nyelesain yang lain aja dulu. Tuh lihat tuh, temen kamu ngajak belanja. Udah belanja aja dulu, toh kebutuhan kamu udah pada habis kan. Tenang tujuh hari masih lama” Dan sampai deadline tugas, tugasnya belum selesai dikerjakan. Dan Habit baru untuk tidak jadi deadliner tidak terbentuk.

Hal satu lagi yang ada di Zona Nyaman yang menghalangi manusia untuk membentuk Habit baru, yaitu Sensasy Phisiology. Sensasy Phisiology itu adalah sesuatu yang membuat kita gak bisa, dan membuat kita merasa sungkan untuk melakukan habit baru..

Dua hal itu, sulit untuk dihindari karena itu melekat di setiap zona nyaman manusia. Lalu, Trik untuk menghadapi 2 hal ini adalah dengan tidak membangunkan mereka. Dan membiarkan mereka yang secara tidak sadar sedang kita bawa ke habit baru yang kita rencanakan.

Sejatinya, zona nyaman memberikan tiga prinsip;

Setiap manusia merasa nyaman dengan zona nyamannya
Setiap manusia merasa terganggu dengan kebiasaan baru
Setiap manusia yang memaksa melakukan ketidaknyamanan akan menghasilkan kenyamanan di masa depan

Maka, dapat dikatakan sebuah perubahan habit/ keluar dari Zona Nyaman jika ada perbedaan kegiatan pada proses sebelum dan setelah. Indikator perubahan ada tiga:

Yang awalnya gak dilakukan, jadi dilakukan (0)
Ada nilai tambah. Awalnya tidak melakukan akhirnya melakukan. (+)
Terjadi pengurangan dari hal-hal destruktif (-)

Nah, kabar baiknya kebiasaa baru dapat dinobatkan sebagai Habit baru jika Habit itu bertahan minimal dalam 21 hari.

Agar bisa mempertahankannya dalam 21 hari, maka perlu untuk tidak membangunkan dua hal tadi, Inner voice dan sensasa phisiology. Maka habit baru perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Prinsipnya adalah “Think Big Start Small. Bisa karena Biasa, Biasa karena Pembiasaan.” Oleh karena itu, yuk semangat berubah untuk masa depan yang lebih cerah.

,

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

 

 

Bogor –  SMART Ekslensia Indonesia adakan Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART 2020 yang dilaksanakan di Lembaga Pengembangan Insani, Parung, Jawa Barat, pada Sabtu (23/02). Kegiatan ini merupakan program sekolah yang dilakukan setiap tahun.

 

Sebanyak 88 peserta yang terbagi atas 62 orang peserta SMP dan 26 orang peserta SMA memadati ruangan kelas yang telah disediakan panitia. Selama tes berlangsung para peserta akan mengerjakan tiga jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, pendidikan agama Islam, dan matematika; sementara untuk SMA mengerjakan lima jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, pendidikan agama Islam, dan matematika.

“Tes akademik akan dibagi ke dalam dua sesi. Empat jam di sesi pertama untuk SMP dan SMA, dan tiga jam di sesi kedua khusus untuk SMA,” ucap Novi, Panitia SNB SMART 2020.

Ia menambahkan jika Tes Akademik ini adalah salah satu rangkaian SNB SMART yang dilaksanakan serentak. Selain Jabodetabek, tes juga juga dilaksanakan di beberapa daerah mitra yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah berjenjang SMP dan SMA di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami dan berjiwa pemimpin yang siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.  Untuk mewujudkan visi tersebut, SMART Ekselensia Idonesia menyediakan kurikulum yang dirancang secara berjenjang selama lima tahun, tiga tahun SMP dan dua tahun SMA dengan program Sistem Kredit Semester (SKS) dan pendidikan kepemimpinan. (AR)

 

,

Saatnya Aku Kamu Aksi Seperti Kak Palupi

Saatnya Aku Kamu Aksi Seperti Palupi

Mungkin tak pernah terbayangkan bagi anak-anak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, akan memiliki sebuah perpustakaan yang nyaman. Ya, sebuah perpustakaan yang menyenangkan untuk membaca atau pun bermain, kini hadir bagi mereka. Fun Garden of Literacy (FGL) telah membuatkan Pojok Baca ramah anak untuk anak-anak dan warga Pekojan.
FGL didirikan pada 28 Juni 2016 oleh Palupi Mutiasih, mahasiswi PGSD Universitas Negeri Jakarta dan sekarang sedang melanjutkan studi Pasca Sarjana Jurusan Magister Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia. Oleh Palupi, FGL diarahkan menjadi sebuah taman literasi yang seramah mungkin untuk anak-anak. Di dalamnya ada kegiatan membaca buku, permainan edukatif, dongeng, kreasi, panggung boneka, dan lain sebagainya. Jangkauan aktivitasnya tidak hanya di Pekojan saja, namun melingkupi beberapa wilayah lain di Jakarta.
FGL menjadi sarana bagi Palupi untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya setelah dinobatkan sebagai Duta Gemari Baca, Dompet Dhuafa Pendidikan. Tugas utama Duta Gemari Baca adalah membudayakan literasi di tengah masyarakat. Sebelumnya, Palupi dan kawan-kawannya mengikuti workshop secara intensif sebagai bekal melaksanakan tugas tersebut.
“Awalnya kehadiran FGL ini dianggap aneh. ‘Apaan sih, ngajak anak-anak baca, dongeng, dan nggak dibayar lagi’, mungkin itu yang terlintas di benak masyarakat Pekojan waktu itu,” kenang Palupi. Namun itu tak membuat Palupi menyerah. Ia pun berupaya menarik minat masyarakat dengan berbagai cara.
Menggaet relawan adalah salah satu caranya. Relawan-relawan ini difokuskan untuk aktivasi Pojok Baca dan menjalankan kegiatan literasi. “Awalnya hanya ada 3 founder, sekarang sudah ada 25 relawan. Di setiap kegiatan yang kami laksanakan, ada sekitar 100 anak yang ikutan,” papar Palupi bangga.
Sejak tahun 2019, FGL melebarkan sayap kegiatannya tidak hanya untuk anak-anak. “Kami mulai mengadakan workshop untuk guru-guru PAUD di Pekojan, juga untuk orang tua. Materinya tentang bagaimana bercerita dan membacakan buku untuk anak. Sehingga semua pihak sama-sama aware bahwa membacakan buku itu penting bagi anak-anak,” terang Palupi.
Keberadaan FGL tidak hanya dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Pekojan, namun Palupi sendiri pun merasakan. Dirinya merasa bahwa FGL adalah tabungan energi positifnya. Saat menemui kesulitan dalam menjalankan FGL maupun dalam kehidupan pribadinya, tabungan itu kemudian cair untuk Palupi.
“Bentuknya bantuan, tapi bukan dari mereka yang terbantu, tapi dari orang lain. Sejak mendirikan FGL, saya lebih mudah mendapatkan beasiswa, mudah lanjut jenjang S2, mengikuti workshop, dan sebagainya,” ujar Palupi.
Beasiswa yang didapatkan Palupi tersebut adalah Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dari Dompet Dhuafa Pendidikan. Beasiswa ini diberikan kepada para aktivis kampus yang memiliki program sosial kemasyarakatan secara nyata. Palupi mendapatkan BAKTI NUSA pada tahun 2017 lalu. Selain mendapatkan dana untuk mendukung keberlangsungan FGL, Palupi juga mendapatkan pembinaan intensif bagaimana membangun kepemimpinan di tengah masyarakat.
Kiprah Palupi untuk warga dan anak-anak Pekojan ini selayaknya menjadi inspirasi bagi para pemuda yang lain. “Akan lebih baik jika energi positif para pemuda digunakan untuk kembali pada masyarakat. Karena mereka benar-benar membutuhkan anak muda untuk membuat perubahan dan inovasi,” pungkasnya.
, ,

Ini Dia AKtivitas Dompet Dhuafa Pendidikan yang Penting Kamu Tahu!

Tak terasa bulan pertama di 2020 sudah terlampaui. Apa saja kegiatanmu di bulan Januari lalu Sob?
Kegiatan kami cukup padat di awal tahun ini, nah semua kegiatan tersebut bisa kamu lihat di bawah ya Sob
Jika ditanya “buat apa sih, awal tahun sudah banyak aktivitas?”  Karena masalah
pendidikan di negeri kita kan juga nggak pakai libur. Maka
sebagai lembaga yang berkhidmat pada kemajuan pendidikan Indonesia, Dompet Dhuafa Pendidikan berupaya
memberikan kontribusi terbaik terhadap pengentasan masalah tersebut.
Terima kasih atas dukunganmu untuk program dan aktivitas yang kami lakukan Sob. Sungguh dukungan Sahabat Pendidikan sangat berarti. Mari kita kembali bersinergi memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan negeri ini.

Nilai Yang Tak Ternilai

20 Februari 2020. Pagi ini syahdu, mendung ditemani rintik hujan membersamai derap langkah para mujahid ilmu di tatar cendekia.

 

Hujan di pagi hari tak menyurutkan sedikitpun semangat kami dalam melakukan aktivitas berbau pendidikan, salah satunya Apel Pagi. Di saat orang lain memilih menarik lagi selimutnya dan meneruskan mimpi indah, para pembelajar sejati di SMART tetap semangat menyongsong pagi.

 

Apel pagi yang biasanya dilaksanakan di lapangan kali ini harus menerima nasibnya ketika dilaksanakan di lapangan. Kenapa dan untuk apa Apel Pagi diadakan? Kan bisa kalau Apel Pagi ditiadakan saja karena hujan.

 

اذا عرفت بعد السفر فالستعد

 

“Jika kamu sungguh telah mengetahui jauhnya perjalanan, maka bersiaplah (siapkan segala sesuatu) dengan baik”.

 

Karena kami sadar langkah kami masih terlalu pagi untuk kami hentikan, ungkapan dari pepatah arab itu mengajarkan kepada kami untuk menyiapkan perjalanan belajar dengan baik.  Dengan Apel Pagi, kami tanamkan nilai Disiplin.

 

Siswa dan guru secara khidmat, rapi dan tertib mengikuti kegiatan apel pagi.K ami tanamkan nilai-nilai disiplin bukan hanya dengan memberi contoh tapi menjadikan setiap hela nafas dan gerak kami qudwah bagi siapapun. Semoga berdirinya kami (siswa dan guru) pagi ini menjadi saksi dan pemberat amal baik kami dihadapan Rabb Jalla Jalaluh. Allahumma Aamin

 

Harta, ilmu, pangkat dan jabatan hakikatnya semua titipan yang kelak pada saatnya akan ditanggalkan.

 

-Asep Rogia_

Guru Bahasa Arab SMART

 

Kita Kudu Paham Finansial Sejak Dini lho Sob!

Manusia yang sehat tentu memiliki berbagai perencanaan hidup yang baik. Ia tentu memiliki rencana untuk menjadikan tiap waktu yang dimilikinya menjadi bernilai. Beribadah, mencari nafkah, bersilaturrahim, membantu siapapun kapanpun dan di manapun, dan banyak peluang kebermanfaatan lainnya. Rasa-rasanya, sebelum membantu kehidupan ummat yang banyak ini, diperlukan kesiapan diri yang tidak sedikit. Seseorang dengan niat dan rencana mulia tadi harus lebih dulu selesai dengan kehidupan pribadinya sendiri. Mulai dari diri sendiri, keluarga kecil, hingga keluarga dan orang-orang terdekatnya yang adalah tanggung jawabnya.

Maka selain mendahulukan ruhiyah dan mental dalam berdakwah, finansialpun harus telah tercukupi. Akan sangat baik rasanya jika memiliki passive income sebelum berdakwah. Selain kebutuhan keluarga tercukupi, dapat lebih hemat waktu untuk leluasa berdakwah. Ditambah, bisa mandiri dalam membiayai dakwah itu sendiri. Belum lagi bonus-bonusnya bisa mempekerjakan banyak orang. Menjadi media sambungan Allah dalam melimpahkan rezeki. Aamiin yaaAllah yaaRobbal ‘aalamiin.

Balik lagi, finansial menjadi salah satu indikaor penting dalam berdakwah. Kesehatan keuangan menjadi penting, terlebih sebagai #1 Financial Check Up untuk merefleksi apakah diri memiliki hutang kepada orang lain, apakah pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, apakah memiliki dana darurat, pun dana tabungan untuk masa depan. Menurut Mba Prita dari ZAP Finance di acara Sharia Investment Week yang saya ikuti sekitar 1 minggu yang lalu, terdapat 5 Hak Alokasi Rezeki sesuai hadist Rasulullah saw. sebagai wujud #2 Pengelolaan Arus Kas.

  1. Hak Orang Lain (Zakat)
  2. Hak Hidup Masa Sulit (Assurance)
  3. Hak Hidup Hari Ini (Present Consumption)
  4. Hak Hidup Masa Depan (Future Spending)
  5. Hak Masyarakat  (Investment)

Adapun berikut saran  7 Pos Pengeluaran bulanan bersumber gaji dengan acuan 5 hak di atas:

  1. Zakat, Sedekah, dan Sosial (5%)
  2. Dana Darurat (5%)
  3. Premi Asuransi (5%)
  4. Biaya Hidup Bulanan dan Cicilan (60%)
  5. Nabung Pembelian Besar (5%)
  6. Investasi Masa Depan (10%)
  7. Gaya Hidup dan Hiburan (10%)

Terakhir, harus ada #3 Perencanaan Keuangan yang matang dalam sebuah keluarga.

  1. Menetapkan Mimpi
  2. Hitung Kebutuhan
  3. Susun Strategi
  4. Pahami & Pilih Produk Keuangan
  5. Implementasi
  6. Monitor & Evaluasi

Maqashid Asy-Syariah dalam buku al-Mutasyfa oleh Imam Ghazali menyatakan pentingnya menjaga keimanan, kehidupan, akal, keturunan dan harta. Inilah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga semua nikmat Allah. Berfokus untuk menjaga sumber finansial agar sesuai syariat islam juga harus selalu dilakukan.

Bismillaah, semoga kita bisa menjadi muslim kaya muslim berdaya seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat rasulullah lainnya. Aamiin yaaAlllah yaaRobbal ‘aalamiin!

Perjuangan Jangan Pernah Dianggap Enteng

Perjuangan Jangan Pernah Dianggap Enteng

Oleh: Abdul Rozak

 

Sesuatu yang besar pastilah berawal dari kecil. Sebab semua bertahap. Ibarat mendaki dimulai dari bawah, hingga akhirnya sampailah di puncak tertinggi. Dia yang saat ini berada di puncak pastilah pernah berada di bawah. Semua memang di mulai dari bawah, dari tingkatan terendah. Seperti bayi yang kemudian tumbuh besar dan menjadi dewasa. Semua pernah berada di bawah, tidak ada sukses yang datang dengan tiba-tiba. Semua memerlukan proses. Benar bukan? Tidak ada sesuatu pun yang instan di dunia ini. Tidak ada hal yang besar dengan tiba-tiba. Hal besar pastilah datang dari hal kecil. Sebab semua pastilah melewati sebuah tahapan yang dinamakan proses, termasuk kamu. Jadi sudah siapkah kamu untuk berproses? Setiap pribadi itu unik. Setiap individu itu luar biasa. Sebab kalian tidak pernah terlahir sia-sia. Tidak ada insan yang diciptakan dengan sia-sia. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan alasan yang tidak jelas.

Kita memang tidak dilahirkan dengan sempurna, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ketidak-sempurnaan bukan alasan merasa rendah apalagi tidak berdaya. Karena semua manusia diciptakan sama, sama-sama terlahir sepaket. Lengkap dengan kekurangan serta kelebihan masing-masing. Kamu mungkin pernah merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, lalu berpikir bahwa kamu tidak berhak untuk bermimpi. Merasa tidak pantas bahkan tidak punya hak sama sekali untuk bermimpi. Benar? Jika diam-diam jawabmu adalah iya. Maka bacalah tulisan ini sampai selsai. Jangan di skip, apalagi di close. Sebab melalui tulisan ini saya akan berusaha menyadarkanmu bahwa tidak peduli siapa kamu, kamu tetap berhak melangitkan mimpi. Karena sejatinya setiap dari kita punya kesempatan yang sama, sama-sama berhak bermimpi. Merajut asa, menggapai prestasi.

Saat merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Merasa tidak berguna, lantas berpikir tidak ada harapan. Kamu mungkin melupakan sesuatu. Mau tahu apa? Kamu adalah makhluk dari Sang Kuasa. Tuhan tidak akan diam, Dia akan selalu bersama hambaNya yang mau berjuang dengan sebenar-benarnya perjuangan. Usaha yang selalu melibatkan Sang Kuasa tidak akan pernah jadi sia-sia. Tidak percaya? Buktikan sendiri! Dan jadilah bagian dari seorang yang telah memetik keajaiban. Keajaiban datang dari ketidak-mungkinan. Kamu masih punya Tuhan, Dia akan selalu membersamaimu. Ingat baik-baik. Lagipula apa kamu tahu? Dia yang saat ini adalah siapa, berada di posisi teratas, di puncak tertinggi pun pernah menjadi bukan siapa-siapa. Mereka pernah berada di posisimu saat ini. Merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa. Merasa tidak berdaya dalam menghadapi setiap rintangan. Mereka yang saat ini berhasil menyandang gelar sukses adalah dia yang berhasil menapik semua ragu, menghapus takut, serta mengalahkan gelisah kemudian bertindak sebagai bagian dari usaha.

Orang sukses adalah dia yang selalu melangitkan harapan dalam doa terbaik, percaya akan setiap ketentuan Sang Kuasa. Meyakini dengan segenap hati apa yang telah Tuhan tentukan adalah yang terbaik. Orang sukses adalah dia yang tidak pernah menyerah. Melakukan segala cara terbaik. Dia tidak sampai di posisi ini dengan cuma-cuma, pernah merasakan pahit serta asam-manisnya berjuang. Bahkan bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana tidak enaknya bertemu kegagalan. Tapi apa dia menyerah? Tidak, dia sama sekali tidak pernah menyerah. Jatuh, kemudian bangkit lagi, jatuh, bangun. Begitu terus sampai keberhasilan datang menghampiri. Begini, ya… Sebelum menjadi orang tua, ayah dan ibumu pastiah pernah merasakan menjadi anak. Pendidik pastilah pernah menjadi peserta didik. Sebelum menjadi tenaga pengajar, seorang pengajar pastilah pernah menjadi pelajar. Guru pernah berada di posisi sebagai murid. Seorang pemimpin besar bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. Mereka yang saat ini berada di atas, di puncak. Tidaklah melewati semua dengan mudah. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil melewati semua, segala rintangan dalam jalan yang membawa mereka menemukan keberhasilan. Sukses adalah hadiah dari kegigihan serta tekad mereka yang begitu kuat. Jangan lihat mereka yang sekarang. Tapi cobalah untuk melihat bagaimana mereka terdahulu.

Perjuangan serta pengorbanan yang telah mereka lalui tidak bisa dianggap remeh, apalagi enteng. Semua tidak pernah mudah, selalu ada rintangan di setiap langkah. Bahkan terkadang mereka harus mencari jalan yang baru. Belajarlah dari kegigihan serta ketangguhan mereka. Ketangguhan saat bangkit ketika terjatuh, kala memilih tetap melangkah di saat harus melewati jalan terjal. Saat memutuskan untuk tetap melangkah meski harus tertatih. Milikilah tekad kuat serta semangat membara seperti mereka. Tidak harus melewati jalan yang sama memang, tapi setidaknya contohlah mereka dalam berproses menjadi manusia hebat.

 

Pokoknya Kudu Bertekad untuk Tidak Melakukannya Lagi

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Dosa pandangan kita, dosa pendengaran kita, dosa lisan kita, dosa tangan kita, dan dosa-dosa lainnya yang pernah kita lakukan. Bahkan sehari pun kita tidak bisa lepas dari berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Dosa dan maksiat adalah tabiat manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Ayat diatas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus ke dalam dosa agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sekalipun dosa anak adam sangat banyak, namun kasih sayang Allah jauh lebih luas terhadap hambaNya.

Amalan-amalan Penghapus Dosa

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Majmu’ Al Fatwa memberikan nasihat indah tentang amalan-amalan yang dapat menjadi penghapus dosa.  Beliau berkata, dosa dapat terhapus oleh beberapa hal:

  1. Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari kata at-tauba yang dimaknai ‘kembali’. Orang yang bertaubat artinya ia kembali/berpaling dari dosanya [1]. Sementara secara syar’iy taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan memperbaiki amalnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadhan [2] mengatakan “Taubat yang diperintahkan Allah Ta’ala adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat”:

  1. Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  2. Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan.
  3. Berhenti dari perbuatan maksiat.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.
  5. Taubat dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis
  6. Istighfar

Istighfar meskipun tampak sama dengan taubat, namun hakikatnya berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara taubat dan istighfar diantaranya:

Pertama: Taubat terdapat batas waktu, sementara istighfar tidak. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah meninggal dapat dimohonkan ampunan, adapun taubat tidak lagi diterima tatkala nyawa sudah sampai pada kerongkongan.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hashr :10).

Kedua: Taubat hanya bisa dilakukan oleh pelaku dosa itu sendiri, sementara istighfar dapat dilakukan oleh pelaku dosa dan juga orang lain untuknya. Oleh karena itu seorang anak dapat memohonkan ampunan untuk orang tuanya.

Ketiga: Taubat disyaratkan harus berhenti dari dosa yang dilakukan sementara istighfar tidak disyaratkan demikian. Terdapat perselisihan ulama dalam hal ini, namun ada kesimpulan yang sangat baik dari Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah dalam permasalahan ini [3]. Beliau menjelaskan bahwa istighfar ada dua keadaan:

  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini sebagaimana istighfarnya malaikat untuk orang-orang yang duduk di tempat sholat selama wudhunya belum batal maupun istighfar seorang anak untuk orang tuanya.
  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh diri sendiri. Istighfar bagi diri sendiri bermanfaat meski belum bertaubat, namun dengan syarat istighfar yang ia lakukan semata-mata karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Amal Shalih

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Hadis ini menunjukan bahwa apabila hamba terjatuh dalam perbuatan dosa, maka hendaklah ia bersegera menghapusnya dengan taubat dan melakukan amal shalih. Dosa yang dibiarkan lama mengendap dalam diri karena tidak segera ditaubati, dikhawatirkan akan menjadi sebab lahirnya perbuatan dosa-dosa lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Washiyah Sughro [4] menjelaskan bahwa amalan shalih yang dapat menghapus dosa terbagi menjadi dua:

Pertama: Amal shalih yang dapat menghapus dosa tertentu saja. Contohnya yakni pembayaran diyat bagi jamaah haji yang melanggar larangan-larangan ihram.

Kedua: Amal shalih yang dapat menghapus dosa secara umum. Contohnya yakni puasa di bulan Ramadhan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  1. Musibah menghapuskan dosa

Musibah yang menimpa seorang muslim akan menjadi penghapus dosa baginya apabila ia bersabar dan menerima musibah yang menimpanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba itu buruk, namun akan jauh lebih buruk apabila ia tidak mau bertaubat atas dosa yang telah dilakukan. Maka hendaklah kita mempergunakan waktu yang kita miliki untuk banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan banyak amal kebaikan.

Ditulis oleh: Yuli Widiyatmoko

_________________________________________________________________________

Referensi:

[1]        Prof. DR. Shalih Ghanim as-sadlan, At-Taubatu Ilallâh, Maknâhâ, Haqîqatuhâ,
Fadhluhâ, syurutuhâ
, hlm. 10.

[2]       Ibnu Faris, Mu’jam Maqâyis al-Lughah, 1/357.

[3]        Ahmad Anshori. 2017. “Perbedaan Istighfar dan Taubat”. Diakses melalui
https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html pada 09 Januari 2019.

[4]       Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Washiyah Sughro.