STOP Narkoba!

Oleh: Wildan Khoirul Anam, Alumni SMART Angkatan 8, berkuliah di UNPAD

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, zat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Pecandu narkotika atau biasa disebut junkies bertebaran di muka Bumi, termasuk di Indonesia. Dan apakah para junkies menyebabkan masalah bagi negara? Dari sudut pandang mereka, mereka tidak merugikan siapapun secara langsung. Mereka mamakai narkoba dan itu merugikan diri mereka sendiri. Namun, lain halnya jika kita berbicara tentang perdaran narkotika di Indonesia. Jelas itu merupakan masalah negara.

Menurut hasil pengungkapan Polri dalam Data Tindak Pidana Narkoba Tahun 2007-2011, data kasus narkoba berdasarkan jenis dari tahun 2007 hingga 2011 berjumlah total kasus 138.475 kasus dengan jenis Ganja, Heroin, Hashish, Kokain, Kode’in, Morfin, Ekstasi, Shabu (Meth), Daftar G, Benzodiazepine, Barbiturate, Ketamine, dan Miras. Kasus terbanyak terjadi pada 2009, kasus paling sedikit adalah untuk jenis morfin, hanya satu kasus dan itu pun hanya pada 2008.

Jika dilihat dari data di atas, kasus narkoba di Indonesia sudah sangat parah. Jika keadaan seperti ini terus menerus berlanjut, mau jadi apa generasi mendatang? Apakah masih ada generasi harapan bangsa yang kita nantikan? Ataukah hanya ada generasi pecandu narkoba yang akan memimpin Indonesia di masa mendatang? Oleh karena itu, pemberantasan narkoba perlu dilakukan. Namun bagaimana caranya? Itulah pertanyaan besar bagi kita. Bagaimana cara memberantas narkoba?

Sebenarnya sulit bagi pihak berwajib untuk menangani narkoba tanpa bantuan dari masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat punya kewajiban untuk ikut serta mencegah dan memberantas narkoba. Bagaimana cara masyarakat melakukannya? Dengan memastikan bahwa semua anggota keluarganya tidak tersentuh narkoba, sebenarnya cara itu sudah efektif jika semua keluarga melakukannya. Berapa orang di Indonesia yang tidak memiliki keluarga? Mungkin hanya segelintir yang sama sekali tidak memiliki keluarga.

Namun bagaimana jika cara tersebut tidak efekif? Apa yang harus dilakukan? Pertanyaan bagus. Apa yang harus dilakukan? Seperti yang disebutkan dalam UUD nomor 5 tahun 1997 pasal 54 tentang peran serta masyarakat. Disebutkan pada ayat satu bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu mewujudkan upaya pencegahan penyalahgunaan psikotropika sesuai dengan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Dan ayat dua yang berbunyi masyarakat wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang bila mengetahui tentang psikotropika yang disalahgunakan dan/atau dimiliki secara tidak sah.

Saya punya cara yang cukup mantap namun sangat berisiko dan mungkin sudah sering dilakukan oleh pihak berwajib untuk menangkap para pengedar dan pecandu narkoba. Cara tersebut saya beri nama “Bos Pengkhianat”. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Siapkan satu orang polisi yang sudah siap fisik dan mental. Untuk selanjutnya si polisi akan kita sebut dengan “The Actor”.
  2. Jadikan “The Actor” tersebut agen narkoba dan ketika dia sudah mendapat banyak klien, biarkan! Tunggu waktu.
  3. Klien “The Actor”akan semakin banyak seiring berjalannya waktu dan secara bertahap dia akan menjadi agen besar.
  4. Di dunia per-narkobaan “The Actor” akan bertemu banyak orang yang terkait sindikat narkoba.
  5. Lalu tinggal menunggu waktu sampai “The Actor”bertemu bos narkoba di Indonesia. Dan kalau beruntung, dia bisa bertemu “pemain-pemain besar” dunia.
  6. The Actor” berteman dengan bos itu lalu mereka pun jadi teman akrab.
  7. Ketika si bos akan pensiun, dia akan menyarahkan tahtanya pada“The Actor” selaku teman dekatnya. Dan ketika dia mendapatkan tahtanya, maka dia mendapat data agen-agen dan bandar-bandar di Indonesia.
  8. Dan saat itulah saatnya membuka aib per-narkobaan di Indonesia. Terbongkarlah semua rahasia yang tersimpan. Dan langkah selanjutnya setelah menangkap para junkies tersebut adalah eksekusi massal.

Kelemahan dari teknik tersebut adalah keadaan si polisi penyamar dan waktu. Cara ini akan memakan waktu yang lama namun hasilnya tidak main-main. Dan jika si polisi tergelincir sedikit saja maka dia akan menjadi di luar kendali. Namun tak masalah kita punya data pribadinya karena dia dulu seorang polisi. Saya mendapat ide ini dari film kesukaan saya yang berjudul “Homefront” yang diperankan oleh idola saya, Jason Statham.

Delapan langkah mematikan yang telah saya paparkan mungkin terdengar sangat fiksi. Namun tidak salah untuk dicoba. Dan ketika semua langkah berjalan sukses, kehidupan “The Actor” mungkin agak sedikit terganggu oleh penghianatan yang dilakukannya. Namun sebenarnya dia telah berjasa besar dan mungkin dia bisa mendapat gelas “Pahlawan Negara”.

Tak Mungkin Salah Ukur, Allah Maha Baik

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

Rasa Khawatir yang Kudu Kamu Hapus

Sob sebelum memasuki krisis paruh hidup atau dikenal dengan istilah quarter life crisis adalah suatu fase hidup (usia 20-30 tahun) di mana pada fase ini, seseorang akan merasa dipersimpangan jalan yang membuatnya dilema dalam menentukan arah karena dihadapkan dengan berbagai tuntutan. Hal ini menyebabkan sering kali individu bersangkutan merasa tertekan dan stress dengan berbagai pilihan yang memiliki konsekuensi tersendiri seperti dari bangku perguruan tinggi menuju masyarakat, mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau rencana lainnya.  Kondisi ini pada akhirnya membuat banyak penulis menjelaskan saran untuk menghadapi tekanan dan stress yang semakin hari semakin tinggi, salah satunya Mark Manson.

 

 

Dalam buku international best seller berjudul Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (terjemahan indonesia), Mark Manson menjelaskan bagaimana seni untuk mengabaikan tekanan dan tuntutan dewasa ini. Berdasarkan uraiannya, Manson berpandangan bahwa hidup terkadang memang menyebalkan. Banyak keinginan yang tidak tercapai, seperti kita bukanlah seorang yang populer di kampus, belum memiliki pasangan, tidak terlalu kaya, dll. “Namun, apa yang salah dengan itu?” “Bukankah hal tersebut tidak mempengaruhi apapun?” Maksud Manson, kita tentu masih tetap bisa berkarya dan hidup seperti biasa. Perasaan inferior yang didapat dari tekanan tren media sosial atau masyarakat sering kali membuat kita menciptakan parameter palsu dimana hidup bahagia adalah seperti hidup orang lain, meskipun pada faktanya, hidup orang lain tidak sesempurna yang kita kira.  Oleh karena itu menurut Manson, “peduli amat dengan semua hal-hal keren versi masyarakat?” “Kita sejatinya dapat hidup dengan parameter dan kebahagiaan kita sendiri”.“Jadi, masa bodo sajalah!”

 

 

Meskipun menarik dan solutif, permasalahan yang diajukan oleh Manson dengan quater life crisis sangat berbeda. Manson dengan seni bersikap masa bodoh versinya, menyorot tekanan tren di masa kini sebagai masalah. Sehingga, solusi yang diajukan yakni menyadari kepalsuan dari tren dan mulai menerima hidup yang lebih realistis guna mencapai kebahagian. Namun, dalam krisis paruh hidup, yang membuat individu merasa tertekan bukan tren dimasa kini, melainkan tekanan dari kemungkinan  yang akan terjadi di masa depan. Rasa khawatir tentang pekerjaan, pendidikan, atau bahkan pasangan hidup, tentu saja tidak dapat diabaikan dengan masa bodoh. Maksud penulis, “bagaimana mungkin bersikap masa bodoh tentang masa depan?” Oleh sebab itu, pada tulisan ini, penulis mencoba menguraikan bagaimana seni untuk bertindak masa pintar (sebagai anti-thesis masa bodoh) versi filsafat stoisisme, khusus bagi siapa saja yang sedang menghadapi quater life crisis.

 

 

Filsafat Stoisisme ; Sebuah Pengantar

Filsafat Stoisisme adalah aliran filsafat Yunani-Romawi yang pada awalnya dikembangkan oleh masyarakat Stoa melalui kombinasi filsafat Plato dan Aristoteles dengan etika versi Stoa. Inti dari dasar pemikiran stoisisme yaitu bagaimana mengendalikan afeksi manusia dan alam serta bagaimana menanggung penderitaan dengan tenang dan hidup bahagia dengan melakukan kebajikan. Berbeda dengan filsafat Plato dan Aristoteles yang lebih menekankan rasionalisme dan empirisme, stoisisme justru menekankan metafisisme (ketuhanan). Filsafat Stosisme dimulai dari 3 abad sebelum masehi dan terus berkembang hingga 3 abad setelah masehi. Adapun tokoh-tokoh Stosisme yakni Zeno (generasi awal), Saneca (generasi tengah), hingga generasi akhir (Marcus Aurelius).

 

 

Dari pekembangannya selama ratusan tahun, Stosisme waktu demi waktu membentuk asumsi-asumsi dasar. Setidaknya, terdapat 3 asumsi dasar Stosisme yang relevan dengan konteks krisis paruh hidup. Asumsi dasar pertama yaitu dunia berjalan dengan pola-pola tertentu, walaupun dalam praktiknya tidak selalu sama. Di setiap pola ini, selalu ada Tuhan yang meliputi. Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebutnya hukum alam atau Sunnatullah. Pola-pola yang sudah ditetapkan ini, membuat setiap makhluk, termasuk manusia memiliki perannya sendiri. Asumsi kedua, karena dunia berjalan berdasarkan hukum yang ditetapkan Tuhan, maka tidak semua keadaan yang terjadi dapat ditentukan manusia. Terakhir, untuk dapat hidup dengan tentang, manusia harus berdamai dengan alam dan dirinya sendiri.

 

 

Seni Untuk Bertindak Pintar Amat

Masih segar di dalam pikiran, ketika penulis tengah menghadapi masa kelulusan dan menuju perguruan tinggi. Masa itu memberikat efek khawatir yang tidak tergambarkan. Perasaan takut apakah dapat lulus pada PTN yang diinginkan, apakah dapat memperoleh beasiswa, apakah dapat menjalani studi dengan nilai yang memuaskan, dan lainnya selalu berkecamuk di pikiran. Namun, seiring berjalan waktu, semua kekhawatiran dan ketakutan hilang. Kini, penulis mendapati bahwa empat tahun sudah berlalu dan penulis telah lulus dari perguruan tinggi. Memang, terdapat kekhawatiran yang benar-benar terjadi. Akan tetapi, dalam prosesnya terdapat skenario yang juga tidak terduga sehingga dapat masa sulit dapat dilalui. Ini berarti, setiap kekhawatiran dan ketakutan yang kita alami hari ini, sebetulnya adalah hasil dari olah pikiran yang tidak pada tempatnya. Masa depan adalah sesuatu yang ada diluar jangkauan manusia. Namun, ketika masa itu datang, manusia akan selalu beradaptasi dengan sendirinya, sebagaimana penulis dan pembaca beradaptasi dengan segala hal yang ada pada hari ini. Dalam mengahadapi quater life crisis,individu harus menyadari bahwa segala kekhawatiran dimasa depan akan terselesaikan di tempatnya yaitu di masa depan. Setiap hari, memiliki penyelesaian tersendiri. Jadi, tenanglah

Kesuksesan Bukan Hanya Dibangun dari Keringat dan Air Mata

Privilege. Isu ini kembali jadi trending gegara pelantikan staf khusus  Presiden Jokowi beberapa waktu lalu lho Sob. Seperti yang kita tahu, salah satu staf yang dilantik adalah Putri Tanjung, yang notabene merupakan anak dari pengusaha terkenal, Chairul Tanjung. Banyak orang yang menganggap bahwa pencapaian Putri Tanjung menjadi staf khusus presiden di usianya yang baru 23 tahun, tidak lepas dari kenyataan dari garis keturunan yang ia miliki.

 

Memang apa sih privilege? Berdasarkan Cambridge Dictionary, privilege memiliki arti keuntungan yang hanya dimiliki seseorang atau sebagian kelompok, biasanya karena posisi atau kekayaan mereka. Seperti apa bentuk privilege? Ya macam – macam. Sekolah ke luar negri tanpa mikir biaya, itu privilege. Lulus kerja langsung dimodalin buat usaha, itu privilege. Punya tempat nyaman buat tidur malam hari ini, itu privilege.

 

Privilege itu nyata. kita bisa menjadi yang sekarang juga tidak terlepas dari privilege yang kita miliki. Kalau tidak memiliki akses pendidikan hingga jenjang sarjana, kita mungkin tidak bisa mendapat pekerjaan yang kita inginkan.

 

See, kita semua tahu bahwa keberhasilan dan pencapaian dalam hidup bukan hanya karena kerja keras, melainkan ada hak – hak istimewa yang kita dapatkan secara cuma-cuma –yang tidak ada hubungannya dengan apa yang telah kita perbuat.

 

Privilege yang dimiliki orang jelas berbeda-beda bentuk dan tingkat levelnya. Saat kita melihat orang dengan tingkat privilege di atas kita, ya wajar saja untuk merasa iri. Kita sendiri terkadang masih suka berkhayal kalau orang tua kita bisa se-tajir itu, mungkin kita bisa kuliah ke luar negri seperti Maudy Ayunda tanpa repot-repot ikut pendaftaran beasiswa. Masih bisa hidup layak pula! Tapi toh iri juga tidak membawa kita ke mana-mana kan Sob? Tidak bakal mengubah apa-apa juga. Jadi, daripada energi kita habiskan buat iri, akan lebih baik kalau diarahkan untuk fokus ke tujuan pribadi saja. Tujuan hari ini, tujuan buat besok. Saya suka menghibur diri, bahwa setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik yang kita mampu untuk menjalani hidup.

 

Saatnya berpikir bahwa setiap orang punya benchmark masing-masing. Dengan modal yang dia punya, seharusnya dia bisa meraih tingkat atau hasil yang seberapa. Bisa jadi seseorang (A) terlihat sudah sukses bagi orang lain (B), karena  benchmark B lebih rendah dari A. Seharusnya dengan modal yang A miliki, dia bisa meraih lebih dari itu. Benchmark ini yang sangat absurd dan abstrak untuk dilihat dan diukur dalam hidup. Kadang kita lebih suka mengartikannya dalam bentuk uang dan materi. Tapi untuk ketenangan hidup, alangkah baiknya kita fokus ke benchmark kita, ke hidup kita, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain.

 

Mengerti bahwa privilege itu ada dan sebagian dari kita memilikinya, membuat kita seharusnya mau mengakui bahwa sebuah kesuksesan –apapun definisi dan bentuknya, bukan hanya dibangun dengan keringat dan air mata kita, namun juga ada faktor ‘untung’ dan hak cuma-cuma. Dengan begitu, akan membuat kita semakin bijak untuk tidak meremehkan atau merendahkan orang lain yang menurut kita (manusia yang suka khilaf untuk sombong) tidak sesukses kita.

Kita Menanggung Harga dan Martabat Bangsa Indonesia

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi. Bahkan kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

 

 

Hal ini bahkan sudah terjadi dari masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu saat adanya beberapa peranan pemuda dalam meningkatkan semangat perjuangan demi mengusir penjajah dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, apa dan bagaimana pemuda seharusnya berperan sebagai kunci atau penerus bangsa Indonesia.

 

Memang ketika pernyataan peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa biasanya lebih mengarah pada masa-masa sekarang, tetapi bukan berarti peran pemuda kemerdekaan RI dimana lalu bukan merupakan sebuah penerus bangsa. Bahkan jika di pikir ulang tanpa peran pemuda di masa perjuangan dulu, maka bangsa Indonesia mungkin tidak dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini. Inilah mengapa peranan pemuda, terutama pemuda Indonesia sendiri bagi bangsa Indonesia sudah terjadi sejak dahulu dan juga tercatat didalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, mengingat kembali apa saja peranan pemuda dimasa sejarah tersebut juga penting sebelum mengetahui atau memahami peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa saat ini.

 

 

Peran pemuda dalam sejarah yang pertama bisa di lihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia. Ada pula peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang mana juga menyangkut golongan muda didalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekitar tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru pada tahun 1998 yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

 

 

Dilihat dari beberapa peristiwa sejarah yang penting untuk dikenang tersebut, memang dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia menjadi suatu titik awal dari peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda menjadi suatu tonggak bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan nasional, artinya bahwa penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional. Sebagai penerus bangsa, generasi muda berarti menanggung harga dan martabat bangsa Indonesia terutama di dunia Internasional, dimana persaingan dan penjajahan identitas bangsa dapat berlangsung di berbagai macam bidang kehidupan. Oleh sebab itulah penting pula menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda dan juga sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa saja peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, maka sebenarnya generasi muda juga menjadi komponen yang penting dan perlu dilibatkan dalam pembangunan bangsa Indonesia, baik secara nasional maupun daerah. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan dasar dari generasi muda yang sebenarnya memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif, dan juga memiliki tingkat kreativitas yang tinggi pula.

 

Kondisi tersebutlah yang membuat peranan pemuda sebenarnya penting dalam proses pembangunan bangsa Indonesia maupun sebagai penerus bangsa. Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka bangsa Indonesia pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya memiliki beberapa peranan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Beberapa peranan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Agent of Change

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan. Memang berbagai macam tantangan pastinya akan dihadapi atau dialami oleh para generasi muda, tetapi setidaknya para pemuda dapat kembali menengok pada makna sumpah pemuda atau pun makna kemerdekaan Indonesia.

 

Di mana segala tantangan yang ada akan dapat dihadapi jika perbedaan-perbedaan yang ada dapat dihadapi dengan positif dan dilakukan secara bersama-sama yang juga sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Seperti melalui upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan pada masyarakat. Salah satu kunci agar dapat sukses menjadi agent of change pastinya adalah keyakinan yang dimiliki para pemuda, maksudnya adalah para generasi muda harus yakin akan apa yang mereka miliki dan selalu melakukannya dengan baik dan benar.

 

  • Agent of Developmet

Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Artinya bahwa para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Mengapa agen pembangunan juga menjadi suatu peran penting pemuda sebagai penerus bangsa? Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia. Sebagai contoh seperti mengembangkan bidang kebudayaan daerah Indonesia, kemudian memperkenalkannya pada dunia internasional.

Bahkan agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan fisik maupun non fisik secara nasional dan daerah saja, tetapi juga menyangkut mengenai kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Artinya adalah diperlukan adanya upaya bagaimana potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda dapat dikembangkan secara bersama-sama demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia dimana sekarang maupun dimasa yang akan datang.

 

  • Agent of Modernizations

Peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya bahwa para pemuda Indonesia wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Sebagai contoh seperti perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, dimana melalui aktivitas pemuda pula bangsa Indonesia kemudian dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menjadi suatu bangsa yang tertinggal. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dan modern juga menjadikan segala pengaruh bahkan kebudayaan asing masuk lebih mudah, maka disinilah muncul tantangan bagi pemuda Indonesia untuk tetap dapat mempertahankan identitas bangsa Indonesia.

 

  • Membangun Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, wajib berpendidikan juga penting untuk ditanamkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah terpencil di pulau-pulau yang tersebar diseluruh pelosok bangsa Indonesia. Kondisi tersebut juga sudah termasuk dalam upaya para pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dalam usahanya membangun pendidikan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

 

  • Memiliki Semangat Juang yang Tinggi

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanamnya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa sekarang maupun masa terdahulu. Hal yang dapat dilakukan adalah seperti selalu berusaha sebaik mungkin untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia, menghilangkan jiwa mudah menyerah, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, dan lain sebagainya. Terlebih lagi semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional, seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan bangsa Indonesia. Walaupun kegagalan sering dialami oleh para pemuda Indonesia, tetapi perlu diingat kembali untuk tidak mudah menyerah karena sebenarnya kegagalan merupakan suatu awal dari kebangkitan dan juga kesuksesan. Tidak lupa pula, semangat yang tinggi ini juga dapat diraih dengan terus menerapkan makna sumpah pemuda dan juga makna kemerdekaan Indonesia.

 

 

Itulah dia beberapa peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang penting untuk dipahami dan juga diupayakan untuk dilakukan demi kebaikan bangsa Indonesia sendiri, baik masa masa dahulu, sekarang, maupun di masa depan. Dari beberapa peranan tersebut juga dapat disimpulkan bahwa memang benar pemuda merupakan suatu tonggak atau kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia, oleh sebab itulah pemuda dianggap sebagai suatu penerus bangsa, terutama bagi bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya peran pemuda yang signifikan, seperti peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, dapat menjadi suatu langkah atau pintu awal bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih maju dan berkembang lagi dimasa yang akan datang, terlebih di mata dunia. Demikian ulasan mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, semoga bermanfaat.

Motivasi Motivasi Motivasi

Sob kamu pasti tahu deh kalau Rasulullah adalah contoh sosok motivator yang dapat menjalankan perannya sebagai Rasul, kepala keluarga, pedagang, dan guru bagi umat Muslim tanpa menomorduakan salah satunya, maka patut jika kita menjadikan beliau sebagai motivator dalam beribadah.  

Allah senantiasa dekat dengan para hamba-Nya, Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman pada-Nya, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa yakin dalam menjalani hidup dan yakin akan kehidupan di akhirat nanti, berikut 17 Ayat Alquran tentang motivasi :

1. QS At Taubah : 40

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. Ketika menghadapi suatu ujian, tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya dan mengambil pelajaran darinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya.  

2. QS Al Baqarah : 155 – 156

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kita kembali”.  Sabar bukan hal yang mustahil untuk dimiliki semua mukmin, ketika ditimpa suatu ujian kadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan takdir. Ingatlah bahwa segala ujian pasti ada hikmah di dalamnya.  

3. QS Yusuf : 87

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”.  Harapan selalu ada bagi orang yang percaya, hadapi setiap tantangan dalam hidup dengan niat mencari ridho-Nya, lakukan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa. bahaya putus asa dalam Islam sudah jelas di dalam Alquran, berarti ia bukan termasuk golongan orang beriman.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. Orang mukmin senantiasa berharap hanya kepada Allah, bukan kepada orang lain atau berbangga diri berharap sepenuhnya dari diri sendiri. Dalam setiap kepentingan hendaknya melibatkan Allah dengan memohon kemudahan dan keberkahan dari-Nya.  

5. QS Al Mukmin : 60

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. Setiap kali memiliki hajat atau menginginkan sesuatu hendaknya mengusahakan dengan sungguh sungguh dan meminta pada Allah untuk mengabulkan hajat anda. Allah senang pada hamba-Nya yang senantiasa berdoa, karena doa menghubungkan langsung antara seorang hamba dengan Allah.  

6. QS Al Imran : 139

Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia mendapat anugrah dari Allah berupa kelebihan dan kelemahan masing masing. Berpikir negatif terhadap diri sendiri menandakan kurang nya rasa syukur. Maksimalkan kelebihan yang Haqers punya untuk kebaikan dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.  

7. QS Al Baqarah : 186

Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.  Ikuti perintah Allah dan syariat Islam dalam kehidupan sehari hari agar anda berada pada jalan yang lurus, senantiasa yakin kepada Allah bahwa setiap insan yang diciptakan memiliki peran dan bermanfaat untuk orang lain.  

8. QS Al Baqarah : 286

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. Jelas sekali dalam firman tersebut Allah senantiasa mengasihi hamba-Nya, tidak akan diberikan ujian jika hamba-Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.  

9. QS. Al Imraan : 200

Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. Allah memerintahkan kepada orang orang beriman untuk senantiasa berusaha dalam kesabaran dan keyakinan. keutamaan sabar dalam Islam memang sangat dianjurkan.  

10. QS. Al Insyirah : 5

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jika seorang hamba menghadapi sebuah ujian dan menghadapinya dengan ikhtiar dan doa serta dalam kesabaran, maka Allah akan menunjukkan baginya petunjuk berupa jalan keluar atau kemudahan atas kesulitan yang dialaminya, seusai dari selesainya ujian tersebut akan lebih menguatkan tingkat keimanannya.

 

Demikian pembahasan tentang ayat Al-Qur’an yang mengandung motivasi, amalkan setiap ayat tersebut dalam kehidupan sehar hari agar kita senantiasa memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia dengan kualitas keimanan yang lebih baik. Sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel saya ini. Sekian semoga bermanfaat.

Kesehatan Keuangan itu Penting

Manusia yang sehat tentu memiliki berbagai perencanaan hidup yang baik. Ia tentu memiliki rencana untuk menjadikan tiap waktu yang dimilikinya menjadi bernilai. Beribadah, mencari nafkah, bersilaturrahim, membantu siapapun kapanpun dan di manapun, dan banyak peluang kebermanfaatan lainnya. Rasa-rasanya, sebelum membantu kehidupan ummat yang banyak ini, diperlukan kesiapan diri yang tidak sedikit. Seseorang dengan niat dan rencana mulia tadi harus lebih dulu selesai dengan kehidupan pribadinya sendiri. Mulai dari diri sendiri, keluarga kecil, hingga keluarga dan orang-orang terdekatnya yang adalah tanggung jawabnya.

 

Maka selain mendahulukan ruhiyah dan mental dalam berdakwah, finansialpun harus telah tercukupi. Akan sangat baik rasanya jika memiliki passive income sebelum berdakwah. Selain kebutuhan tercukupi, dapat lebih hemat waktu untuk leluasa berdakwah. Ditambah, bisa mandiri dalam membiayai dakwah itu sendiri. Belum lagi bonus-bonusnya bisa mempekerjakan banyak orang. Menjadi media sambungan Allah dalam melimpahkan rezeki. Aamiin yaaAllah yaaRobbal ‘aalamiin.

 

Balik lagi, finansial menjadi salah satu indikator penting dalam berdakwah. Kesehatan keuangan menjadi penting, terlebih sebagai #1 Financial Check Up untuk merefleksi apakah diri memiliki hutang kepada orang lain, apakah pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, apakah memiliki dana darurat, pun dana tabungan untuk masa depan. Menurut Mba Prita dari ZAP Finance di acara Sharia Investment Week yang saya ikuti sekitar 1 minggu yang lalu, terdapat 5 Hak Alokasi Rezeki sesuai hadist Rasulullah saw. sebagai wujud #2 Pengelolaan Arus Kas.

  1. Hak Orang Lain (Zakat)
  2. Hak Hidup Masa Sulit (Assurance)
  3. Hak Hidup Hari Ini (Present Consumption)
  4. Hak Hidup Masa Depan (Future Spending)
  5. Hak Masyarakat  (Investment)

Adapun berikut saran  7 Pos Pengeluaran bulanan bersumber gaji dengan acuan 5 hak di atas:

  1. Zakat, Sedekah, dan Sosial (5%)
  2. Dana Darurat (5%)
  3. Premi Asuransi (5%)
  4. Biaya Hidup Bulanan dan Cicilan (60%)
  5. Nabung Pembelian Besar (5%)
  6. Investasi Masa Depan (10%)
  7. Gaya Hidup dan Hiburan (10%)

Terakhir, harus ada #3 Perencanaan Keuangan yang matang dalam sebuah keluarga.

  1. Menetapkan Mimpi
  2. Hitung Kebutuhan
  3. Susun Strategi
  4. Pahami & Pilih Produk Keuangan
  5. Implementasi
  6. Monitor & Evaluasi

Maqashid Asy-Syariah dalam buku al-Mutasyfa oleh Imam Ghazali menyatakan pentingnya menjaga keimanan, kehidupan, akal, keturunan dan harta. Inilah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga semua nikmat Allah. Berfokus untuk menjaga sumber finansial agar sesuai syariat islam juga harus selalu dilakukan.

 

Bismillaah, semoga kita bisa menjadi muslim kaya muslim berdaya seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat rasulullah lainnya. Aamiin yaaAlllah yaaRobbal ‘aalamiin!

,

Iya SMART Emang Beda Sob!

 

Oleh : Imtinanika Syahara, Guru SMART

 

WFH atau kependekkan dari Work From Home adalah sebuah istilah lama yang tenar kembali setelah merebaknya pandemi covid-19 atau virus corona. Virus yang datang tak diundang ini membuat pemerintah harus menerapkan kebijakan WFH bagi para karyawan untuk bekerja di rumah saja dalam rangka meminimalisir penyebarannya.

 

Dompet Dhuafa Pendidikan adalah sebuah lembaga yang turut serta menerapkan sistem WFH bagi para karyawannya. Namun, tidak seperti kebanyakan lembaga atau perusahaan lain yang menerapkan WFH full bagi seluruh karyawannya, sebagian dari karyawan lembaga DD Pendidikan masih tetap harus bekerja seperti biasanya. Hal ini dikarenakan lembaga ini memiliki beberapa jaringan program yang salah satunya adalah SMART Ekselensia Indonesia, sebuah sekolah kepemimpinan berasrama 5 tahun yang notabene siswanya berasal dari masyarakat marginal dari seluruh wilayah Indonesia.

 

Terdapat 192 siswa SMART yang sampai detik ini masih berada di asrama. Mereka tidak diperkenankan keluar dari area asrama sebagai zona aman mereka. Mereka pun harus menghadapi kenyataan tak bisa pulang kampung menikmati hari raya bersama keluarga setelah satu tahun lalu mengalami perubahan kebijakan.

 

Bagaimana dengan proses KBM di SMART? Di tengah maraknya aplikasi meeting online yang sedang naik daun sebagai media tatap muka virtual, guru dan siswa SMART urung melakukannya. Namun semangat memfasilitasi siswa SMART belajar masih membumbung tinggi.

 

Kami menggantikan proses itu dengan proses penugasan. Jadwal dirancang tidak sepadat biasanya, hanya 2 mata pelajaran dalam sehari. Itupun dalam kurun waktu belajar yang cukup pendek, hanya satu jam untuk satu pelajaran dengan bobot penugasan yang disesuaikan. Sisanya anak-anak beraktifitas sesuai minat mereka, ada yang memilih untuk berolahraga, menyalurkan hobi memasaknya, berkreasi diruang jahit, bereksplorasi mencukur rambut teman-temannya, nonton TV, membaca novel atau komik favoritnya atau ada juga yang memilih rebahan sekedar leyeh-leyeh sembari bercerita bersama teman-teman.

 

Kami hanya datang disaat piket saja, sisanya mengikuti kebijakan bekerja di rumah. Guru piket mendistribusikan tugas pada ketua kelas dan mengumpulkannya kembali serta meletakan di meja guru pengampu untuk nanti diperiksa setelah jadwal piketnya ke sekolah tiba. Kami tak bisa dengan leluasa berinteraksi dengan siswa seperti biasanya. Aturan physical distancing harus diterapkan. Memakai masker, menjaga jarak aman dan rajin mencuci tangan. Setidaknya itu upaya yang bisa kami lakukan agar semua tetap aman.

 

SMART memang beda!!! Setidaknya itu yang selalu dirasakan. Di sini bukan tempatnya guru pencari perhatian, di sini bukan tempatnya guru penggila jabatan. Di sini adalah tempatnya guru yang senang membagikan kebersamaan.

 

Tuntutan wali murid (orang tua) yang menyerahkan sepenuhnya  tanggung pendidikan anaknya  di sekolah kepada gurunya tak pernah kami rasakan, melainkan kamilah yang berperan menggantikan posisi mereka baik di sekolah maupun di asrama. Beragamnya komentar mereka dengan segala beban tugas yang harus dikerjakan anak-anaknya dirumah pun tak kami dapatkan. Yang ada adalah titipan doa-doa tulus sepenuh hati agar anak-anak dan kami gurunya selalu dilindungi Allah swt dimanapun berada.

 

Kotak bingkisan menjelang ramadhan dari wali murid pun tak pernah kami khayalkan, yang ada justru momen bisa berbagi dengan anak-anak lah yang kami selalu rindukan.

Rinduku Sampai di Tahun Depan Duhai Ramadan

Oleh: Amalia Fauziah, Teman Si MoBa

 

Apa yang kau rindukan dari Ramadan?

 

Merindukan suara sahut-menyahut nan syahdu dari langgar, musala, dan masjid.

Merindukan kebersamaan yang hadir dalam sahur, buka bersama, dan tarawih.

Merindukan ketenangan saat iktikaf, Salat Malam, dan tilawah yang panjang.

 

Apa yang kau rindukan dari Ramadan?

 

Aku merindukan semangat nan bergairah untuk berlomba-lomba dalam memberi takjil, sedekah, juga zakat.

Aku merindukan juga merindukan ramainya sepertiga malam yang riuh dengan lantunan Al-Qur’an.

 

Namun, tahukah kamu?

 

Aku pun menyukai Ramadan kali ini yang lebih tenang, lebih lirih, dan lebih syahdu.

Aku yang tidak berkejar-kejaran waktu dengan macet selepas pulang kerja,

Aku yang dapat berbagi dalam bentuk apapun, terutama do’a yang lebih pasrah,

Mungkin Allah meminta kita mencukupkan dengan kesibukan dan kefanaan dunia,

dan menyadari bahwa semua hal rapuh yang kita bangun bisa hancur seketika.

 

Semoga Ramadhan ini bukan Ramadhan terakhir.

 

Semoga Allah masih memberikan kita waktu dan kesempatan untuk bertemu dalam kebaikan di tahun depan.

 

Sungguh Seru Tapi Nyata

Lebaran menjadi momen paling ditunggu umat muslim di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, sebab saat perayaan Lebaran lah tradisi-tradisi unik naik ke permukaan. Sahabat Pendidikan pasti penasaran kan dengan tradisi unik Lebaran di Indonesia? Berikut empat tradisi Lebaran yang bisa kita temui di Indonesia.

1. Beli baju baru
Salah satu tradisi yang rutin dilakukan orang Indonesia saat menjelang Lebaran ilah membeli baju baru. Tak perlu heran jika mendapati pusat perbelanjaan besar bak pasar rakyat karena pengunjungnya tumpah ruah memenuhi tiap sudut lokasi diskon di sana. Tapi di saat pandemic begini ditahan dulu keinginannya ya.

2. Mudik
Untuk para perantau Lebaran menjadi momen sakral untuk pulang ke kampung halaman setelah sekian lama tak menemui sanak saudara. Pulang ke kampung halaman alias mudik menjadi tradisi yang pasti dilakukan setiap menjelang Lebaran. Hanya saja tahun ini tak banyak yang bisa dilakukan karena ada larangan mudik karena pandemic.

3. Takbiran keliling
Malam menjelang Lebaran ialah malam paling dinanti, suasana di jalanan terlihat sangat meriah dengan takbiran keliling. Anak-anak hingga orang dewasa turut memeriahkan kegiatan ini sembari memekikkan kalimat takbir sebagai tanda kemenangan keesokan hari.

4. Halalbihalal
Halalbihalal atau saling mengunjungi sanak saudara dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan menjadi tujuan dari Lebaran itu sendiri. Sebagai hari suci, Idul Fitri akan terasa sia-sia jika tidak saling meminta maaf dan saling memaafkan. Selain untuk ajang maaf-maafan, Halalbihalal juga menjadi ajang silaturahmi untuk saling mengunjungi tetangga dan anak saudara. Dari momen inilah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Meskipun Halalbihalal hanya bisa dilakukan daring (online) mudah-mudahan tak mengurangi kuatnya silaturahmi.