Ramadan, Bulan yang Istimewa

Oleh: Retno, Guru SMART

Ramadan adalah bulan yang paling istimewa.

Alhamdulillah, Ramadan sudah di depan mata. Bagaimana tidak dicinta, bagaimana tidak dirindu, bagaimana tidak istimewa, pada bulan ini Allah melipatgandakan amalan dan pahala untuk makhluk-Nya. Saat semua segera berlomba mendekatkan diri pada Allah, hening, syahdu, terasa teduhlah yang tercipta. Di antaranya juga terasa benang-benang riang dan gembira seiring kalimat-kalimat kecintaan pada Allah, kitab Allah, serta Rasul Allah.

Tak terkecuali pula pada siswa SMART. Hari sibuk siswa SMART akan lebih sibuk daripada biasanya. Di pojok masjid, di sudut taman bundar, di bilah anak tangga, di teras laboratorium, di antara rak buku perpustakaan, di antara pergantian pelajaran, tidak hanya pelajaran atau masalah dunia yang mereka tuntaskan. Terkadang satu atau dua siswa menyempatkan diri menuntaskan tilawah agar target Ramadan ini segera dapat dilampaui.

“Siapa yang sudah khatam?”

“Saya, Zah.”

“Saya, Zah.”

“Saya, Zah.”

Bangga, kadang malu bukan main kalau mengetahui capaian tilawah mereka. Baru seminggu Ramadan, banyak yang sudah khatam, bahkan sudah mulai khataman berikutnya. Siswa SMART memang paling bersemangat amalan tilawah dan tasmi.

Kalau tentang puasa, tidak perlu ditanya. Siswa SMART sudah terbiasa puasa sunnah pada Senin dan Kamis. Puasa sebulan insya Allah bukan hambatan. Mereka dapat melewati pelajaran dengan penuh tawa atau menuntaskan proyek serta produk dengan memuaskan.

Lelah, iya. Setiap hari demikian pun saat Ramadan mereka mulai dengan ibadah qiyamul lail. Setelah sahur, mereka melanjutkan dengan tilawah menunggu azan subuh. Sholat subuh berjamaah disambung dengan zikir pagi. Kemudian, mereka mulai persiapan sekolah atau kembali bertilawah sambil menunggu antre kamar mandi.

Letih, iya. Biasanya mereka membebaskan rasa letih dan lelah itu bada sholat jamaah zuhur dan tilawah. Saat itu suasana masjid akan hening. Sebagian besar siswa bukan ke mana-mana. Mereka tetap di masjid, hanya mimpi mereka sudah sampai ujung dunia. Mungkin menjadi seseorang yang membahagiakan keluarga dan kedua orang tua mereka, mungkin menuntaskan keinginan untuk bertualang ke pantai yang belum pernah dikunjungi, atau sedang menebar kebaikan kepada yang membutuhkan, begitu mungkin mimpi mereka saat istirahat siang di tengah ibadah puasa.

Gampang-gampang, susah ya, dalam menyadarkan dari mimpi mereka. Kalau sudah bangun pun, terkadang ada beberapa yang masih termangu-mangu, membawa badan yang lemas. Kalau sudah demikian, kelas perlu ice breaking. Alhamdulillah kalau ada games, akan lebih cepat lagi mereka tersadar. Sesudah itu, mereka tertawa, ceria, dan siap untuk belajar.

Bada sholat berjamaah ashar dan zikir sore merupakan waktu bebas mereka. Jika ada yang masih lelah, mereka menutup mata kembali. Namun, tak sedikit yang beraktivitas kembali. Ada yang bertilawah dan bertasmi, setoran dengan ustaz. Ada yang kembali ke kelas untuk berbagai keperluan. Ada yang menyelesaikan tugas. Ada yang sedang menutup nilai dengan remedial. Ada yang membantu mempersiapkan buka bersama kalau kelasnya mengadakan buka bersama dengan teman satu angkatan. Ada yang persiapan lomba untuk lomba dari sekolah di luar SMART. Ada pula yang berlatih untuk penampilan di dalam maupaun di luar SMART.

Nah, inilah yang istimewa dari kegiatan siswa SMART pada bulan Ramadan.

Sudah tahu, kan kalau ada sebagian siswa SMART yang berbakat di bidang kesenian? Ada yang terampil menari saman serta tari indang. Ada yang pandai memainkan musik ensambel dan musik hadrah atau marawis. Bahkan, ada yang piawai bermain musik perkusi dengan alat musik barang bekas. Kelompok musik ini terkenal dengan sebutan trashic atau trash music.

“Zah, sudah ada undangan?”

“Kapan diundang lagi, Zah?”

“DD ada acara, Zah?”

Pertanyaan-pertanyaan itu sering mereka tanyakan kalau sudah lama tidak ada undangan untuk tampil, terutama undangan pada kegiatan DD. Memang selain terampil, mereka juga jago menampilkan kepiawaian mereka, baik pada acara SMART, DD Pendidikan, DD, maupun undangan dari sekolah atau lembaga yang lain.

Terkhusus pada bulan Ramadan, para siswa yang berbakat ini hampir selalu tampil. Biasanya mereka mengisi acara dalam kegiatan safari Ramadan DD. Mungkin penampilan ensambel, mungkin tari saman, namun lebih sering trashic yang diminta tampil, bahkan sampai dua atau tiga kali tampil.

Tidak mengherankan jika diiyakan, pertanyaan mereka akan berubah.

“Tampil kapan, Zah?”

“Tampil di mana, Zah?’

“Acaranya apa, Zah?”

Kalau sudah demikian, mereka akan sibuk latihan. Alhamdulillah, mereka sudah paham kalau mereka harus latihan. Mereka juga disiplin berlatih walaupun sedang berpuasa.

Terbayang, bukan? Tanpa puasa saja, badan sudah letih setelah seharian belajar di sekolah. Rasanya pasti letih bukan main kalau masih harus berlatih tari saman. Kaki ditekuk, badan menopang, tangan dihentak, dan teriakkan wibawa tari saman. Demikian diulang sampai kompak dan sempurna.

Yang berlatih trashic juga tidak dapat santai. Tertinggal satu ketukan saja, musik mereka tidak akan kompak. Kalau sudah begitu, lagu harus diulang. Tidak sekadar pukul yang keras atau serasikan dengan melodi, mereka juga sempat variasikan gaya supaya jadi ciri khas band mereka.

Beda lagi, nih cerita dari tim ensambel. Mereka hanya latihan bersama pada hari libur sekolah. Jadwal ini menyesuaikan jadwal Bunda Ery sebagai pelatih tim ensambel.

Tahulah mood ketika hari libur, rasanya ingin bebas rebahan, apalagi pada hari libur. Alhamdulillah, sebagaian besar anggota tim hadir. Namun, tampaknya mereka menggunakan sisa tenaga. Karena sangat lelah, lama kelamaan, mereka berlatih sambil merem melek, sandar ke dinding, lama-lama tertidur. Ada pula yang pasrah rebah di karpet ruang musik. Setelah dibangunkan, lanjut tiup rekorder lagi, lanjut gesek biola lagi lanjut pukul bass lagi. Demikian sampai latihan berakhir.

Yang lucu sewaktu Bunda Ery kehilangan salah seorang pemukul gambang.

“Gambang? Mana gambang, ya?”

Karena tidak ada sahutan, saya dan siswa yang lain turut membantu.

“Jevin! Jevin!” Sambil celingak-celinguk, bahkan ke luar.

Ternyata, Jevin, siswa Kelas IX SMP SMART ini ditemukan sedang asik bermimpi sambil rebahan di antara kaki gambang sehingga tidak terlihat.

Jerih payah latihan itu terbayar ketika tampil. Alhamdulillah, sejauh ini para siswa dapat menampilkan yang terbaik untuk pada tamu. Seperti misalnya keriuhan trashic dapat mengundang kerumunan. Suara berisik di tengah mal itu membuat para pengunjung mal penasaran. Lalu, mereka datang ke asal suara dan menikmati alunan musik bersama.

Demikian pula dengan penampilan tari saman. Penampilan para siswa selama ini selalu menarik perhatian. Bukan saja kenyataan bahwa mereka adalah laki-laki yang dapat menari saman bersama, tetapi juga variasi gerak, suara, serta kekompakan para siswalah yang membuat mereka selalu menjadi pusat perhatian.

Tentu saja para siswa memperoleh banyak hal dari kegiatan ini. Di antara pengalaman tampil di panggung, mereka dapat bertemu dengan orang banyak orang. Selain itu, mereka dapat pergi ke tempat yang belum pernah ditemui, sampai mendapati menu buka puasa yang tidak biasa.

“Bunda pasti menegur kalau tahu saya minum minuman bersoda untuk buka.” Ujar Agung, siswa Kelas XII SMA SMART yang sekarang sudah lulus dan diterima di salah satu perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan, sewaktu mendapatkan takjil sore itu.

Kurang dan lebih dari pelaksanaan tiap kegiatan selalu para siswa syukuri. Alhamdulillah, mereka bahagia setelah tampil. Mungkin karena membuat bahagia orang lain yang menyaksikan mereka, mereka juga mendapatkan yang serupa. Berharap, pengalaman yang membahagiakan ini akan membawa berkah sehingga menambah istimewa bulan Ramadan.

Apapun itu, Ramadan tetap bulan yang paling istimewa.

Ramadan ini barangkali akan berbeda. Kalaupun Ramadan ini para siswa belum dapat beraksi di panggung dan membahagiakan pengunjung, tak apa. Jika Ramadan ini tak ada kemeriahan, rasanya Ramadan tetap istimewa.

Malahan, siswa SMART dapat beribadah dengan lebih khusyuk. Ada banyak waktu lebih sehingga lebih banyak lagi kesempatan mendekatkan diri kepada Allah. Ramadan ini kurang istimewa apa, coba?

 

 

 

 

 

,

Wow Ini Dia Pengumuman Seleksi Nasional Beasiswa SMART 2020

Assalamualaikum, selamat malam Sob!

 

Buat kamu yang udah menantikan Pengumuman Seleksi Nasional Beasiswa SMART 2020 langsung aja yuk unduh berkasnya di bawah ini!

 

 

Unduh di sini Sob!

 

 

Adakah namamu di sana?

 

 

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

SEKILAS TENTANG SMART EKSELENSIA INDONESIA

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah Leadership Boarding School untuk tingkat SMP/ SMA yang didanai oleh lembaga zakat, yaitu  Dompet Dhuafa. SMART yang merupakan sekolah model telah berdiri sejak 29 Juli 2004 dengan menerima siswa lulusan Sekolah Dasar/ sederajat dari seluruh Indonesia. Siswa yang direkrut merupakan siswa terbaik yang memiliki tingkat intelektual tinggi, tetapi  memiliki keterbatasan dalam finansial.

Semenjak berdiri, khusus SMA menggunakan program akselerasi.  Sekarang akselerasi sudah dihapus, tetapi SMART masih melaksanakan program percepatan dengan mengadakan program SKS (Sistem Kredit Semester). SMA SMART Ekselensia Indonesia sudah memperoleh izin untuk menyelenggarakan program SKS dari provinsi Jawa Barat pada Oktober 2018 dengan nomor : 819/17/88-set-Disdik.

Selama kurun waktu 15 tahun berbagai prestasi nasoinal telah diraih oleh SMART Ekselensia Indonesia, baik di bidang akademik maupun nonakademik.  SMART Ekselensia Indonesia pun telah mampu meluluskan siswa ke Perguruan Tinggi Terkenal di Indonesia, seperti : Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Andalas (Unand), Universitas Hasanudin (Unhas), serta beberapa perguruan tinggi negeri lainnya.  Selama kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tersebut para alumni masih mendapat bimbingan dari guru di SMART Ekselensia Indonesia agar tetap terjaga perilaku dan juga prestasinya selama di kampus.

Untuk menambah kebermanfaatan, pada tahun pelajaran 2019/2020 SMART Ekselensia Indonesia mencoba untuk melakukan terobosan dengan menerima siswa lulusan SMP atau sederajat. Pada tahun pelajaran 2020/2021 SMART kembali membuka pendaftaran bagi lulusan SMP untuk melanjutkan di SMA SMART Ekselensia Indonesia.

Untuk menunjang pembelajaran di SMART Ekselensia Indonesia, maka siswa-siswa difasilitasi oleh sarana prasarana seperti:

  1. Pusat Sumber Belajar
  2. Laboratorium komputer
  3. Laboratorium IPA
  4. Ruang kelas
  5. Asrama sebagai tempat tinggal siswa
  6. Lapangan olahraga
  7. Sarana Ekstrakurikuler

VISI MISI SMART EKSELENSIA INDONESIA

Visi

Menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdaya guna

Misi

  1. Menyelenggarakan sekolah menengah berkualitas bagi masyarakat marginal
  2. Melahirkan lulusan kepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdaya guna
  3. Mewujudkan pengembangan SDM berdaya saing global

PRESTASI 2018-2019

TINGKAT SMP

  • Medali Emas SMI Open 2018 kelas 1, 2 SMP Tingkat Nasional- Perguruan Silat Satria Muda
  • Medali Emas Silat Tingkat JABODETABEK Banten- TAPCA
  • Juara 1 Lomba OSMAHA Tingkat Nasional- Al Kausar Boarding School
  • Juara 2 Caraka Lomba PASKIBRA Tingkat Nasional- SMPN 17 Tangerang Selatan
  • Juara 2 CCI Tingkat Jabodetabek Sukabumi- MAN 1 Kota Bogor
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba English Broadcasting Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Story Telling Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 1 Lomba Musical Poem Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Painting Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Olimpiade IPS Tingkat Provinsi- SMAN 1 Parung
  • Medali Emas Silat BNN CUP 2 Tingkat Nasional- Kostrad Depok

TINGKAT SMA

  • Juara 3 Lomba Debat Bahasa Indonesia Wonderkind Festival Tingkat Jawa Barat- Darul Quran Mulya
  • Juara 1 Lomba Matematika Festival Dwiwarna Tingkat Jabodetabek- SMA Dwiwarna
  • Finalis Lomba MHQ Tzorfas 2018 Tingkat Nasional- SMA ICM Serpong
  • Juara 1 Lomba Silat Tingkat Jabodetabek Banten- Tapca- Februari 2019
  • Juara 2 Lomba Da’i Muda Tingkat Nasional- Al Kausar Boarding School
  • Juara 3 LCC Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Al Kahfi Boarding School
  • Juara 1 Lomba Teen Science Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 2 Lomba Board Art Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 2 Lomba Pidato Islami Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 1, 2, dan 3 Lomba Fun Run Tingkat Nasional- Insan Cendikia Madani Gunung Geulis
  • Medali Emas (1) Silat Kategori Fight Tingkat Jawa Barat- Puma Open Cup
  • Medali Emas (2) Silat Tingkat Nasional- Perisai Diri Jakarta

SMART Ekselensia Indonesia

Dompet Dhuafa Pendidikan

Jln. Raya Parung- Bogor km.42, Desa Jampang, Kec. Kemang, Kab. Bogor 16310

Telp. (0251) 861 2044 / 861 0817 / 861 0818

Website: www.smartekselensia.net

e-mail: snb.smart.ekselensia@gmail.com

 

Kamu Maksa Mudik? Kami Aja Nggak!

Mudik merupakan tradisi Lebaran yang telah berlangsung lama di Indonesia, saking mendarah dagingnya mudik menjadi hal sacral yang rutin dilakukan setiap Lebaran menjelang. Tapi di kala pandemi begini mudik tak bisa lagi menjadi opsi, lalu kenapa kita tak perlu mudik tahun ini?

Kita Bisa Menjadi Kurir Penyebaran COVID-19

Covid-19 dikenal sebagai virus yang menyebar melalui droplet melalui kontak jarak dekat. Karena penularannya yang mudah ini, masyarakat dianjurkan untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing saat di tempat umum. Karena itulah pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini.

Andai nekat pulang kampung bagaimana?

Isolasi Diri

Secara resmi kamu telah menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan), kalau sudah di kampung halaman lakukan karantina mandiri selama dua minggu, tetap lakukan physical distancing dan jaga kebersihan

 

Lebaran tahun ini yuk tahan dulu keinginan mudiknya, sayangi diri dan keluarga kita di kampung halaman.

,

Asyiknya Aktivitas Ramadan Bersama Al-Qur’an  

Oleh: Unang, Guru SMART

 

Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan perantara malaikat Jibril alahi salam, mukjizat secara lafadznya, dan berpahala bagi yang membacanya.

 

Allah Subhanahu wata’ala memuliakan apa dan siapa saja yang berinteraksi dengan Al- Quran. Sebagaimana Allah memuliakan nabi Muhammad saw dikarenakan diturunkannya Al-Qur’an kepada beliau. Allah Swt berfirman:

 

“Katakanlah (Muhammad), seseungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa” (QS. Al-Kahfi : 110)

 

Dalam tafsir Al-Baghawi (Ma’alim Tanzil), Ibnu Abbas berkata terkait ayat di atas: Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah saw sifat tawadhu’, maka dari itu Allah memmerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengatakan bahwa sesungguhnya aku (Muhammad) hanya manusia seperti kalian akan tetapi aku diberikan kekhususan dengan diturunkannya wahyu (Al-Qur’an), dan Allah memuliakan aku dengannya (Al-Qur’an) , diwahyukan kepadaku sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa.

 

Begitupun Allah SWT memuliakan malaikat Jibril alaihi salam, salah satunya dikarenkan malaikat Jibril ditugaskan oleh Allah Swt untuk menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) kepada Nabi Muhammad saw. Allah SWT banyak mensifatkan malaikat Jibril dalam Al-Qur’an:

إِنَّه لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ (19) ذِى قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ (20)

“Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arsy.” (QS. At- Takwir : 19-20)

 

Begitupula denga bulan Ramadhan, Allah menjadikan bulan ramadahan menjadi bulan yang istimewa selain dengan puasa Ramadhan, juga salah satunya diturunkannya Al-Qur’an di bulan tersebut.

 

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil).,,” (QS. Al-Baqarah : 185)

Malam diturunkannya Al Quran, menjadi malam yang terbaik, lebih baik dari pada seribu bulan yaitu lailatul qadar.

إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

 

“ Sesungguhnya kami  telah menurunkannya (Al-Qur’an ) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr : 1-3)

 

Para sahabat ridwanullahi alaihim menjadi generasi yang terbaik dikarenakan mereka berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aqidah, ibadah, dan muamalah. Rasulullah saw bersabda :

 

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.” (HR. Ahmad)

 

Bulan ramadhan merupakan momentum untuk kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, sebgaiman Rasulullah saw di bulan ramadhan beliau mentalaqikan bacaan Al-Qur’an kepada malaikat Jibril. Para sahabat ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga hari, bahkan ada yang mengkhatamkannya dalam sehari semalam. Begitupun para ulama, salah satunya Imam as-Syafi’i beliau mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ramadhan sebanyak enam puluh kali.

 

Di SMART Ekselensia Indonesia, kami membiasakan siswa untuk berinterkasi dengan Al-Qur’an setiap harinya. Ada program wajib menghapal setiap 3 kali dalam sepekan dengan target minimal ½ juz tiap semester. Jadi siswa diwajibkan menghapal minimal 5 juz selama sekolah di SMART. Selain program regular, ada juga program takhassus yaitu siswa yang mempunyai bakat dalam menghapal melebihi rata-rata, mereka dibimbing untuk bisa menghapal Al-Qur’an 30 juz. Peserta program takhassus diambil perwakilan setiap angkatannya. Tujuan dari program ini adalah sarana untuk mengeimbangi keilmuan siswa, selian cerdas secara pengetahuan keilmun umum juga crdas secara spiritual dan tentunya untuk mendapatkan kemulian di sisi Allah Swt baik di dunia maupun diakhirat.

 

Upaya membiasakan siswa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak hanya di sekolah, begitu juga di asrama. Ada juga program untuk memurajaah (mengulang) hapalan. Di bulan Ramadhan kali ini siswa tetap berada di asrama, yang semula dijadwalkan untuk pulang kampung, qadarullah harus di tunda dikarenakan adanya penyebaran wabah covid-19. Maka dari itu, ramadhan kali ini siswa dianjurkan untuk lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an mengingat kemuliaan dan kekhususan bulan ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

 

Ketika sudah terbiasa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka bukan hal yang berat untuk bisa lebih giat untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak mungkin di bulan Ramadan. Mudah-mudahan Allah Swt memberikan kita kemudahan untuk bisa memfokuskan diri membaca, mentadabburi Al-Qur’an di Ramadan kali ini.

 

 

,

Orang Tuamu Perlu Tahu Sob!

Tunjangan Hari Raya (THR) akan selalu diidentikan dengan Hari Raya, ketika THR sudah masuk rekening maka dapat dipastikan banyak hal ingin segera diborong. Benar tidak? Pertanyaannya, THR kira-kira buat apa saja ya? Lalu bagaimana cara memanfaatkan uang THR secara bijak? Kami harap strategi berikut bisa membantu agar bisa menggunakan THR sebaik mungkin.

1. Buat Lebaran

Lebaran sudah dekat maka Haqers bisa membuat rancangan pengeluaran khusus Lebaran sedini mungkin. Jangan sampai lebih menuruti keinginan pribadi untuk berbelanja di luar rancangan pengeluaran yang telah dibuat.

2. Melunasi Kewajiban

Jika memiliki hutang atau melunasi kewajiban lainnya ada baiknya Haqers memprioritaskan uang THR untuk menutup semuanya. Haqers harus ingat ketika kita meninggal kelak dan membawa hutang maka kita akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid. Wallahualam.

3. Buat Bersedekah

Kalau anggaran Lebaran dan THR Haqers berlebih ada baiknya memanfaatkan uang THR untuk keperluan produktif dengan bersedekah atau berdonasi. Dengan melakukan dua hal tersebut maka Haqers telah berinvestasi jangka panjang di dunia dan di akhirat.

Nah Sahabat Pendidikan juga bisa berbagi dengan mendukung program pendidikan bagi anak marjinal melalui nomor rekening 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Dompet Dhuafa Republika sertakan kode 24 di belakang nominal donasi, misalnya Rp 100.024.

Taubat yuk Sob

Syair Abu Nawas (Al I’tiraf) – Fathur | Lirik

Wahai Tuhanku,
aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka.

Maka berilah aku taubat (ampunan)
dan ampunilah dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa yang besar.

Dosaku bagaikan bilangan pasir
maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

Umurku berkurang setiap hari
sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

Wahai, Tuhanku
Hamba-Mu yang durhaka telah datang kepada-Mu
dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu.

Maka jika Engkau mengampuni, Engkaulah pemilik ampunan
tetapi jika Engkau menolak, kepada siapa lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Kepada siapa lagi kami dapat meminta?

Masih mungkinkah kami bertemu Ramadan-Mu di tahun depan?
Sudah maksimalkah ibadah serta taubat kami?

Atau sia-sia terlewatkan begitu saja?

,

Ada e-Book Kece Untukmu Sob!

Assalamualaikum, yuk tambah pengetahuan dengan mengunduh materi-materi terbaru dari para pegiat pendidikan Indonesia. Ada pembahasan menarik tentang kepemimpinan, parenting, sampai bagaimana langkah kita menghadapi Covid-19 yang ditulis oleh Ust. Harry Santosa, Sri Nurhidayah, Ivan Ahda, Asep Sapa’at, dab Guru Agung Pardini lho. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan bonus Guide Book Ramadan Sekolah Guru Indonesia. WOW KEREN KAN!

 

Yuk segera unduh dan donasi di:

 

Kami juga mengajakmu berbagi kebahagiaan dengan siswa yatim dan marjinal dengan berdonasi baju lebaran untuk mereka melalui tautan http://etahfizh.org/campaigns/baju-lebaran/⁣

 

, ,

Kudu Sinergi Supaya Pendidikan Berarti

 

Oleh: Syahrizal Rachim

Alumnis SMART Angkatan 9 berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

 

Pendidikan merupakan salah satu sasaran pokok pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada kehidupan sekarang ini semua orang berkepentingan terhadap jalannya pendidikan karena pendidikan merupakan wadah pembinaan  tenaga kerja, dapat untuk menambah lapangan pekerjaan, serta  untuk memperoleh status tertentu dalam masyarakat. Dunia. pendidikan sekarang ini dihadapkan pada tantangan kemajuan zaman. Dengan adanya kemajuan zaman ini, banyak aspek‐aspek kehidupan yang berubah dan bergeser. Oleh karena itu, mau tidak  mau paradigma dan sistem pendidikan harus disesuaikan dengan  tuntutan zaman. Tentu saja perubahan tersebut diharapkan dapat  menuju pendidikan masa depan yang lebih baik.

Perubahan pendidikan yang pertama berkaitan dengan sistem pendidikan, yakni sistem pendidikan tradisional direformasi menjadi sistem pendidikan empowering of people. Hal ini dilakukan karena pendidikan gaya lama (tradisional) menganggap siswa sebagai objek yang harus menerima apa saja yang diberikan guru, sistem pendidikan empowering of people tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan masyarakat.

Reformasi yang kedua berkaitan dengan orientasi pendidikan.  Pendidikan sekarang ini harus berorientasi pada dunia kerja, sehingga penekanannya tidak semata‐mata pada aspek kognitif, namun juga pada aspek‐aspek kepribadian lainnya yang justru lebih penting, seperti aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, pendidikan sekarang ini harus betul‐betul berorientasi pada life skill. Sekarang sudah saatnya menyiapkan peserta didik melalui pendidikan dengan pola, konsep, dan model baru yang dapatmengembangkan kepribadian. Pendidikan harus membantu  pengembangan peserta didik dalam konsep life skill yang  menyiapkan peserta didik agar memiliki kecakapan hidup yang  bermakna dan berguna di kemudian hari. Dengan adanya orientasi, paradigma, dan sistem pendidikan yang baru diharapkan dapat mengatasi masalah pengangguran yang saat ini merupakan salah satu dari berbagai masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

Berbagai cara telah diupayakan oleh pemerintah melalui dunia pendidikan, diantaranya dengan dikembangkannya pendidikan yang bercirikan keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dan dikembangkannya pendidikan berbasis kompetensi. Cara‐cara tersebut menunjukkan bahwa pendidikan yang dilaksanakan harus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga keterserapan lulusan oleh dunia kerja menjadi tinggi. Oleh karena itu, pendidikan harus memperhatikan kompetensi yang ada pada dunia kerja untuk dikembangkan dalam pembelajaran, sehingga  peserta didik memiliki kompetensi seperti harapan dunia kerja.  Dengan demikian, pendidikan saat ini harus berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja atau dunia usaha.

Pentingnya Akreditasi Perguruan Tinggi

Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi. Bentuk penilaian mutu eksternal yang lain adalah penilaian yang berkaitan dengan akuntabilitas, pemberian izin, pemberian lisensi oleh badan tertentu. Ada juga pengumpulan data oleh badan pemerintah bagi tujuan tertentu, dan survei untuk menentukan peringkat (ranking) perguruan tinggi.[1]

Akreditasi merupakan suatu proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan suatu upaya BAN-PT untuk menilai dan menentukan status mutu program studi di perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil, akreditasi merupakan status mutu perguruan tinggi yang diumumkan kepada masyarakat. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi adalah sebagai berikut:[2]

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.

Menilik Mutu Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan lembaga pelaksana fungsi Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengelola Iptek pada bidang studi yang dikelolanya.[3] Untuk menopang dedikasi dan fungsi tersebut, perguruan tinggi harus mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara berkelanjutan, baik yang berkenaan dengan masukan, proses maupun keluaran program akademik dan layanan yang diberikan kepada masyarakat selaras dengan bidang studi yang dikelolanya.

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, perguruan tinggi harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu internal. Untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal telah dilaksanakan dengan baik dan benar, institusi tersebut harus diakreditasi oleh lembaga penjaminan mutu eksternal. Dengan sistem penjaminan mutu yang baik dan benar, perguruan tinggi akan mampu meningkatkan mutu, menegakkan otonomi, dan mengembangkan diri sebagai penyelenggara program akademik/ profesional sesuai dengan bidang studi yang dikelolanya, dan turut serta dalam meningkatkan kekuatan moral masyarakat secara berkelanjutan.

Guna mendukung penjaminan mutu perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berkewajiban melakukan akreditasi bagi semua program studi beserta semua institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dan berbagai pertimbangan, Kemdikbud memberikan tanggung jawab pelaksanaan akreditasi program kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Akreditasi institusi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen institusi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, guna menentukan kelayakan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program akademiknya. Kriteria untuk mengevaluasi dan menilai komitmen tersebut dijabarkan dalam sejumlah standar akreditasi beserta parameternya.

Akreditasi perguruan tinggi cukup beralasan dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara pendidikan tinggi kepada stakeholders yaitu masyarakat pengguna lulusan tentang keadaan dan upaya penyelenggara pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan untuk tiap satuan pendidikan yang bersangkutan.

Di samping itu, melalui akreditasi beberapa manfaat diraih institusi perguruan tinggi, yaitu:[4]

  1. Memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, sertapengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Urgensi Membangun Kerja Sama Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Pengembangan pendidikan tinggi perlu memperhatikan prioritas kebutuhan dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Pada sisi lain, pemerintah daerah dapat berperan menunjang pengembangan pendidikan tinggi, khususnya kegiatan perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dapat terlaksana apabila ada upaya nyata untuk mendorong kerjasama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Keberhasilan pemerintah daerah di berbagai sektor meningkatkan kemampuan bangsa dalam mengatasi masalah-masalah nasional, dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing bangsa di tingkat internasional.[5]

  1. Peran Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Kesenjangan Antardaerah

Peran pendidikan tinggi dalam mengatasi kesenjangan antar daerah dapat ditempuh melalui beberapa program kegiatan perguruan tinggi, antara lain: melalui program pendidikan guru, yang diharapkan mampu mengatasi kesenjangan mutu pendidikan; melalui program pengembangan sumber daya manusia termasuk pegawai pemerintah daerah, yang diharapkan mampu mengembangkan mutu pengelolaan sumber daya daerah, termasuk meningkatkan sumber daya alam yang potensial; melalui program penelitian, yang diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan, potensi sumber daya, dan prioritas pembangunan daerah; melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sesuai dengan prioritas daerah yang bersangkutan.

  1. Peningkatan Kualitas SDM Pemerintah Daerah

Kerjasama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mencerdaskan masyarakat tidak saja terbataspada peningkatan kualitas guru tetapi juga dalam upaya mengembangkan kemampuan pegawai pemerintah daerah. Peningkatan kualitas pegawai pemerintah daerah tersebut dapat ditempuh melalui berbagai skema kerjasama, yaitubaik melalui jalur program pendidikan formal, maupun melalui berbagai program pelatihan  yang bisa disediakan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah. Skema kerjasama ini dilaksanakan dengan target untuk mencapai tingkat kualitas kemampuan pegawai sesuai dengan standar kompetensi SDM secara nasional maupun internasional.

Peningkatan kesejahteraan melalui program pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi di suatu daerah baik negeri maupun swasta diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah melalui kegiatan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dengan menitikberatkan pada potensi dan kebutuhan daerah setempat. Kegiatan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat tersebut dapat diarahkan pada penyelesaian masalah suatu daerah yang langsung bermanfaat pada masyarakat. Kegiatan tersebut dapat dibiayai oleh perguruan tinggi, dana rutin pemerintah maupun oleh sponsor. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana bagi perguruan tinggi guna melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut mengingatkan pada konsep “link and match”, konsep kerjasama berdasarkan asas kesesuaian dan saling menguntungkan.

Keberlanjutan Pembiayaan

Tanggung jawab Pembiayaan Sektor Pendidikan Dalam peraturan perundangan, biaya peningkatan sektor pendidikan, termasuk biaya peningkatan sektor pendidikan, termasuk bagi pendidikan tinggi merupakan komitmen dan tanggung jawab pemerintah (pusat dan daerah) serta masyarakat. Jika pemerintah daerah, meyakini peran pendidikan tinggi semakin penting dan relevan dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, maka langkah pemerintah daerah mengalokasikan dana bagi kerjasama dengan pendidikan tinggi perlu didukung. Perlu diketahui bahwa perguruan tinggi otonom memerlukan dukungan pembiayaan partisipatif dari berbagai sumber daya keuangan, baik dari pusat, daerah, masyarakat maupun industri yang akan dikelola secara sinergis.

Alokasi pembiayaan kerjasama pemerintah daerah dan perguruan tinggi apabila pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pendidikan tinggi, maka berbagai program kerjasama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat dikembangkan melalui berbagai skenario alokasi anggaran dan kegiatan sebagai berikut:[6]

  1. Alokasi anggaran ditujukan kepada program yang diprioritaskan, misal: program peningkatan SDM guru-guru dan program studi lanjut staf pemerintah daerah.
  2. Alokasi anggaran diberikan kepada institusi, misalnya dalam kasus kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pemerintah daerah bisa langsung mengalokasikan dana kepada perguruan tinggi.
  3. Alokasi anggaran ditujukan langsung kepada masyarakat atau individu-individu di daerah tertentu, misalnya berupa beasiswa kepada para mahasiswa daerah setempat, atau model-model lain dalam menggalang dana masyarakat maupun industri melalui peran pemerintah daerah sebagai leading sector dalam pembangunan daerah

Target Kondisi Di Masa Depan

Peningkatan pendidikan untuk mengatasi kesenjangan antar daerah di masa depan, perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus berperan secara proaktif dan partisipatif untuk menciptakan sinergi dalam mengurangi kesenjangan antar wilayah terutama kesenjangan dalam hal kualitas pendidikan masyarakat dan kesenjangan pembangunan daerah.

Mendukung pengembangan sektor ekonomi, sosial, dan budaya pengembangan perguruan tinggi diharapkan juga dapat menunjang upaya pemerintah daerah dalam pembangunan daerah, antara baik dalam pengembangan sektor-sektor ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Hal itu dilakukan dengan pengembangan relevansi dan kompetensi perguruan tinggi dengan memperhatikan prioritas kebutuhan daerah dan potensi unggulan daerah.

Peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian semua pihak dalam memasuki era globalisasi ini. Terlebih dalam suasana multidimensi, masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persaingan bebas, untuk itu isu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki. Agar tidak tertinggal dengan masyarakat dan bangsa di dunia, maka peningkatan pendidikan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan potensi dasar yang dimiliki masyarakat dan bangsa Indonesia.  Peningkatan kualitas pendidikan akan memiliki makna bagi perbaikan kualitas Indonesia secara keseluruhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi. Pedoman Penilaian Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. Buku I. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2011.

Tim Pusat Data Statistik Pendidikan. Analisis Kualitas Program Studi Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pencapaian Koridor Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013.

Abduh Syamsir. Strategi Membangun Kerjasama Perguruan Tinggi Dengan Pemerintah Daerah. 2013.

[1] Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi. Pedoman Penilaian Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. Buku I. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2011.

[2] Tim Pusat Data Statistik Pendidikan. Analisis Kualitas Program Studi Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pencapaian Koridor Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Hlm. 23.

[3] Ibid. Hlm. 25.

[4] Ibid. hlm. 27.

[5] Abduh Syamsir. Strategi Membangun Kerjasama Perguruan Tinggi Dengan Pemerintah Daerah. 2013.

[6] Tim Pusat Data Statistik Pendidikan. Op.cit. hlm. 78.

Ayo Sob Lebih Rajin Ibadahnya!

Alhamdulillah kita telah memasuki sepertiga akhir Ramadan, tak terasa Ramadan akan meninggalkan kita. Meski Ramadan mulai beranjak pergi namun kita bisa memaksimalkan waktu yang ada dengan melakukan lima kegiatan di bawah ini.

1. Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan
Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dilakukan dengan mengajak keluarga untuk meningkatkan kualitas ibadah. Hal ini menunjukkan kesungguhan untuk mendapatkan keutamaan di sepuluh malam terakhir Ramadan.

2. Memperbanyak bersedekah
Rasulullah dikenal sebagai seorang yang pemurah. Ia juga sangat dermawan dengan menyedekahkan hartanya. Saat Ramadan, tingkat kedermawanan beliau bertambah dari sebelumnya. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibn Abbas ra, “Baginda Rasulullah saw. adalah orang yang amat pemurah. Pada bulan Ramadan beliau menjadi lebih pemurah lagi” (Mutaffaq ‘alaih).

3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Ada banyak keutamaan membaca Al-Qur’an, terlebih pada bulan Ramadan. Beberapa keutamaan itu diantaranya adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah. Membaca Al-Qur’an juga memperoleh dua pahala yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya: “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi ta’at, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala” (Hadits Muttafaq alaih).

4. Memperbanyak Salat Malam
Di bulan Ramadan selain diwajibkan untuk berpuasa sehari penuh, malamya kita disunahkan melakukan Salat Malam yang dikenal dengan Salat Tarawih. Selain memperoleh pahala, Salat Tarawih juga akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

5. Iktikaf
Iktikaf saat pandemi ada baiknya sementara dilakukan di rumah, kalaupun harus ke masjid jangan lupa social distancing dan gunakan masker.

Sebuah Refleksi Untukmu

Kau tau bukan? Segala sesuatu yang pernah disinggahi selalu ada cerita yang tertinggal, menyisahkan rindu yang hanya bisa terbungkam. Dan benar saja, tidak setiap temu akan memahat kisah yang bahagia, akan tetapi setiap kisah yang bahagia terpahat dari pertemuan antar manusia karena dan/atau oleh Tuhannya.

 

Dulu orang yang sedang patah hati pernah menuahkan kebenciannya akan sebuah temu. Katanya, temu itu memilukan. Hanya sekejap saja, setalahnya menyisahkan sesak yang teramat tidak menenangkan, aah menggelisahkanlah pokoknya. Tapi menurutku dia hanya salah persepsi. Bukankah temu adalah cara terbaik untuk menuntaskan rindu.

 

Ya tapi itulah adanya, temu mempunyai makna bagi masing-masing tuannya. Begitu juga temu bagiku, candu yang tak bisa dielakkan dan aku suka itu. Akan selalu ada bahagia yang menyeruak setelah temu menghadirkan raganya.

 

Lalu tanyaku, bagaimana kesiapanmu untuk bertemu dengan-Nya dan dirinya?