Sob, tak terasa Ramadan tinggal menghitung hari. Sudah siapkah menyambut kedatangan bulan suci?

Selain persiapan jasmani untuk menjalankan ibadah puasa, persiapan rohani juga harus kita perhatikan. Rugi sekali jika Ramadan tahun ini hanya mendapatkan lelah dan laparnya saja, tetapi mental dan spiritual kita tak terasah.

Nah, untuk itu Dompet Dhuafa Pendidikan sudah menyiapkan amunisi pelengkap berupa e-book “Ramadan Eduaction” yang berisi kumpulan tulisan inspiratif dan aneka tips supaya Ramadan kita lebih bermakna. Selain itu kami juga menyisipkan ragam program Ramadan Dompet Dhuafa Pendidikan yang bisa Sahabat Pendidikan ikuti, dijamin seru dan bikin ketagihan!

Yuk, dapatkan e-book Ramadan Eduaction sekarang juga dengan mengeklik pranala berikut bit.ly/RamadanEduaction

Selamat menyambut Ramadan, Sob! Semoga kita bisa memanfaatkan Ramadan sebagai madrasah penempa diri menjadi lebih baik. Aamiin.

Sob ajak kerabatmu ikutan yuk!

 

Sob, membangun bisnis dari nol hingga memiliki puluhan ribu reseller siapa yang gak mau? Apalagi sebentar lagi kita akan memasuk bulan Ramadan. Meski masih pandemi namun kita dituntut tetap kreatif di segala kondisi.

 

Saatnya kita persiapkan diri karena Aksi Kebaikan akan mengadakan webinar Ruang Baik: PELUANG HASILKAN CUAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADAN

 

Tema yang menarik bukan?

 

Di Ruang Baik kali ini kami akan mengajak kamu berkenalan dengan Maulana Ishak, Direktur Utama PT. Nusantara Multi Jaya, Mitra Co-branding Dompet Dhuafa Pendidikan; yang memulai karirnya dengan membantu para petani mutiara di daerah pasca bencana, hingga bisa mendirikan perusahaannya sendiri serta memiliki puluhan ribu reseller. PT. Nusantara Multi Jaya ialah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran mutiara laut selatan terbaik di dunia.

 

Dimoderatori Zulfa Nurhikmah, Customer Relation Dompet Dhuafa Pendidikan, kamu juga akan belajar cara memulai bisnis dari nol dan tetap berjaya meskipun pandemi.

Jangan sampai ketinggalan, catat tanggal mainnya:

Hari: Jumat, 9 April 2021
Pukul: 13.30-15.00 WIB
via Zoom (pranala akan dibagikan kepada peserta yang telah mendaftar).

Untuk mendaftar sila mengeklik pranala berikut:
Bit.ly/ruangbaik

Ruang Baik terbuka untuk umum!
HTM: Berikan donasi terbaikmu ke 2881288126
BNI Syariah Dompet Dhuafa Republika
Sertakan kode 33 di belakang nominal donasi, misalnya 50.033

Jangan sampai ketinggalan, DAFTAR SEKARANG!

Informasi lengkap sila hubungi narahubung kami di 081288338840.

Saatnya sambut bulan penuh ampunan dengan hati terbuka.

Saatnya persiapkan diri sebaik-baiknya di bulan penuh pahala.

Saatnya kita sambut Ramadan dengan sukacita.

Segera hadir Ramadan EduAction Festival 2021 Dompet Dhuafa Pendidikan.

Assalamualaikum Sob!

 

 

Pasti kamu sudah nungguin pengumuman lanjutan kan? Tenang Sob, setelah melewati ragam proses ini dan itu, sore ini kami  mengumumkan nama-nama yang LOLOS Seleksi Akademik SNB SMART Ekselensia Indonesia tahun pelajaran 2021/2022.

Pengumuman ini bukan kaleng-kaleng karena semua berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 029/SMART/Pcl/Seleksi/III/2021 tentang Penetapan Hasil Seleksi Nasional Beasiswa ya Sob.

 

Daripada berlama-lama kuy cek pengumuman yang lolos dan juga jadwal wawancara di bawah ini:

INI DIA NAMA-NAMA YANG LOLOS SMP

INI DIA NAMA-NAMA YANG LOLOS SMA

 

Berikut jadwal wawancaranya ya:

JADWAL WAWANCARA SMP

JADWAL WAWANCARA SMA

 

 

Kami ucapkan selamat untuk kamu yang lolos Seleksi Akademik SNB SMART Ekselensia Indonesia tahun pelajaran 2021/2022. Tetap semangat ya!

 

Sob! Alhamdulillah sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Bulan yang Allah janjikan sepanjang harinya penuh dengan keberkahan. Untuk memasuki bulan yang mulia ini, tentu kita harus punya persiapan yang matang

 

Ramadan bukan hanya seremoni, ia bukan siklus yang datang kemudian pergi. Siapa yang bisa menjamin jika umur kita bisa sampai di Ramadan nanti? Ayo buat Ramadan kali ini lebih bermakna dan terencana!

 

Untuk menemanimu menyambut dan menjalani Ramadan, yuk unduh Handbook Ramadan 1442H yang InsyaAllah bermanfaat dan dapat menambah kualitas ibadah kita di Ramadan nanti.

 

Untuk mengunduh sila klik di sini: http://etahfizh.org/handbookramadan1442h/

 

Bagikan seluas-luasnya dengan menyebarkan pesan ini ke sahabat, kerabat, tetangga, kenalan, dan mereka yang kamu sayangi ya.

Semoga kita bisa bertemu Ramadan dalam keadaan sebaik-baik iman, aamiin.

Sob, pada 1 Maret lalu Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menerima informasi adanya dua kasus positif COVID-19 dengan mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7. Dua kasus tersebut merupakan hasil temuan dari 462 sampel yang diperiksa. Mutasi virus Corona B.1.1.7 sebelumnya pertama kali diumumkan di Inggris pada Desember 2020.

 

Mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike dari virus yang menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran sehingga penularannya akan lebih cepat dibanding varian yang lama. Kecepatan penularan mutasi virus tersebut tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit, namun penelitian terkait varian baru ini terus dilakukan.

 

Para peneliti yang mendalami virus Corona B.1.1.7 mengonfirmasi bahwa efektivitas inokulasi terhadap virus masih ada di level yang bisa diterima sehingga sejauh ini belum mengganggu kinerja vaksin. Sahabat Baik tak perlu panik dan kudu tenang, hanya saja juga harus tetap waspada meskipun tingkat keganasan varian baru virus COVID-19 ini belum diketahui.

 

Pokoknya jangan lupa disiplin & perketat menerapkan protokol kesehatan, memperkuat upaya 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) demi mencegah varian baru corona B117 meluas, dan jaga kesehatan diri sendiri beserta orang tersayang.

 

Meskipun saat ini kemampuan berliterasi masyarakat Indonesia masih di bawah rata-rata dan kemampuan membacanya hanya mampu bertengger di angka 30 persen saja*, bukan berarti kita hanya berdiam diri.

 

Dompet Dhuafa Pendidikan melalui Jaringan Sekolah Indonesia (JSI), program yang peduli akan kualitas pendidikan Indonesia menginisasi program Si Mobil Baca (Si MoBa).

 

Si MoBa merupakan perpustakaan keliling yang dihadirkan karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau serta mendapatkan aksesibilitas terhadap perpustakaan dan manfaat program Gemari Baca yang digaungkan JSI. Si MoBa telah berkeliling di beberapa titi di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan menyasar sekolah dan masyarakat daerah marginal.

 

Si MoBa bukan sekadar perpustakaan keliling semata, melainkan pengimplementasian sisi lain literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, melalui program pemberdayaan dan sarana penyembuhan trauma (trauma healing) atas masalah apapun yang sedang dihadapi masyarakat.

 

Si MoBa menjadi jawaban mengatasi rendahnya kemampuan literasi masyarakat Indonesia dengan menyediakan wadah serta sarana pendidikan menyenangkan, wahana edukasi serta rekreasi berbasis literasi, dan wahana belajar untuk meningkatkan kemampuan diri dan minat baca masyarakat,

 

Terus dukung para Pejuang Pendidikan meningkatkan budaya literasi ke berbagai pelosok nusantara.

 

Kirimkan donasi terbaikmu melalui

2881288126

BNI Syariah Dompet Dhuafa Republika

(Sertakan kode 19 di belakang nominal donasi)

Misalnya 100.019

 

 

*Berdasarkan hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis The Organisation flor Economic Cooperation and Development (OECD). Menurut skor tersebut, saat ini, kemampuan berliterasi masyarakat Indonesia (khususnya pelajar) berada  di bawah rata-rata), dengan skor 371 dari 487.

Jaya Terus Anak IPS!

Oleh: Reza Bagus Yustriawan
Alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan IX, Mahasiswa Sosiatri FISIP UGM 2017

Anak IPS? Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata IPS? Nakal? Suka tawuran? Kumpulan begundal? Kalau ya, berarti pikiranmu sudah terkontaminasi dengan “pepatah”  orangtua zaman dulu. Memang, kata siapa semua anak IPS itu begundal? Anak IPS itu seharusnya dihormati tahu, karena anak IPS gemar melestarikan budaya Indonesia melalui beragam ilmu sosial yang diajarkan para guru tercinta.

Namun, suka duka sebagai anak IPS yaa banyak juga sih, diantaranya, dicap kalau mereka yang masuk jurusan IPS itu tak elok dan akan sulit mencari pekerjaan di masa depan. Padahal nih yaa, tanpa kehadiran anak IPS, mungkin anak cucu kita tak akan tahu Tari Saman asal Aceh, Kujang, Rencong, Sejarah Indonesia, bahkan sejarah aku dan dia. Ini bercanda hehe.

Walau begitu, ada enaknya juga jadi anak IPS, misalnya, tak perlu berurusan dengan angka-angka ajaib, tak perlu mencari bilangan-bilangan rumit, dan tak perlu berpikir terlalu banyak (maksudnya tak perlu berurusan dengan kimia, matematika, fisika, dan pelajaran eksakta lainnya). Jadi, kalau belajar yaa gitu-gitu aja, enak, nyantai, nggak perlu kalkulator, nggak perlu ngitung-ngitung pergerakan setiap benda di bumi. Palingan ngitung-ngitung cuma dipake sekali-kali­—misal di kantin, ngitung utang—.

Hayoo… Ngaku…

Kalau nggak enaknya jadi Anak IPS juga banyak, salah satu yang paling gue keselin itu kita harus ngapalin nama-nama orang luar yang nggak jelas. Ada juga tanggal-tanggal. Boro-boro nginget tanggal lahir orang, tanggal lahir orang tua aja nggak tau, ya nggak?? Ngaku lho!! Ngaku!! Sedangkan, tanggal peristiwa kesaktian aku saja, aku nggak inget, apalagi hari kesaktian pancasila??

Jangan dikira jadi anak IPS itu nggak ribet. Mungkin selama ini banyak yang bilang kalau yang ribet itu cuma anak IPA doang, harus bawa termometer lah, labu melerleyer lah, spiritus lah. Eh!! Jangan salah!! Anak IPS juga ribet, malah lebih ribet, disuruh bawa peta lah, buat peta lah, menggali fosil lah, buat peta sambil menggali fosil lah, berkomunikasi dengan manusia-manusia purba lah. Ribetan mana hayo??

Yaa, ribet dua-duanya lah.

Aku sebenarnya agak resah, soalnya IPS di Indonesia dianggap tempatnya anak-anak buangan.

Aku nggak setuju!!

Pertama, karena aku juga anak IPS. Kedua, yaitu kalau nggak ada IPS nggak ada psikolog, kalau nggak ada psikolog nggak ada yang bisa nolongin orang stres, kalau terlalu banyak orang stres semua jadi stres, kalau semua orang stres entar mati. Wahhh!!! Kalau nggak ada anak IPS ujung-ujungnya nyawa semua orang mati. Ngeri banget kan akibatnya??

*Ngaco

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

SALAH satu godaan berat bagi remaja adalah pornografi. Apalagi di zaman gadget sekarang ini. Konten pornografi bisa disebar dengan mudahnya melalui smartpone. Kabarnya, remaja sekarang tahu pertama kali pornografi dari gadget yang disebar teman sekolahnya. Bahaya banget ‘kan? Bisa jadi awalnya tidak berniat, tapi karena dapat kiriman temannya, rasa ingin tahunya menggedor-gedor akal sehatnya. Ayolah, sekadar ingin tahu aja kayak gimana sih film porno itu?

Di sinilah terjadi pertarungan batin antara menolak dan menuruti. Tidak sedikit remaja yang berkompromi dengan dirinya. Lalu, membuka dan menonton konten porno tersebut. Padahal, perlu dicatat sama kamu, sekali kamu melihat film porno pasti kamu bakal ingin menonton yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Gradasinya pun bakalan meningkat. Awalnya mungkin setengah porno, meningkat menjadi porno, lalu kamu ingin melihat segala jenis film porno. Karena, yang biasa-biasa buat kamu sudah nggak ngefek lagi. Ini harus kamu sadari, bro.

Efek dari menonton film porno, remaja terbangkitkan libidonya. Ini membuat remaja pusing untuk menyalurkannya. Pilihannya onani. Kalau sudah berulangkali onani, bisa dipastikan remaja akan kecanduan pornografi. Karena, pornografi menimbulkan sensasi dalam otaknya. Otak memproduksi hormon dopamine yang memberikan sensasi melayang layaknya orang mengonsumsi narkoba.

Padahal, bahayanya adalah otak bisa mengalami kerusakan akibat terpapar pornografi. Bahaya lebih serius lagi, ternyata kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba. Hasil riset menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat terpapar pornografi terus menerus bisa bersifat permanen sebagaimana otak yang rusak akibat benturan kecelakaan.

Tidak cukup sampai di sini mudharatnya, tidak sedikit remaja yang kemudian melampiaskan libidonya ke pacarnya. Ini lebih berbahaya lagi. Ini sudah tindakan kriminal. Saya berkali-kali menerima konseling remaja yang pacaran sampai kebablasan. Bahkan, ada yang sampai ketagihan. Bisa jadi pemicunya adalah pornografi. Otak remaja sudah demikian kotor terpapar pornografi, sehingga di otaknya terekam, “Bukan pacaran namanya jika tidak making love.”

Kasus-kasus remaja pacaran yang saya tangani memang diawali dari remaja cowok. Si remaja cowok yang otaknya sudah terpapar pornografi mendesak pacarnya untuk ML. Awalnya, si cewek menolak. Namun, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit, si cewek luluh juga oleh bujuk rayu dan desakan si cowok. Terjadilah perbuatan nista itu. Perbuatan yang nikmatnya sesaat, tapi deritanya berkepanjangan. Masa depan pun seketika runyam. Bahkan, bisa terasing dan terkucilkan di tengah pergaulan masyarakat.

Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Remaja keren itu bukan hanya dia yang tidak pacaran, tapi juga menjauhi pornografi. Sayang sekali potensi otak kamu yang luar biasa itu menjadi tumpul akibat terpapar pornografi.

Imam Waqi’ (gurunya Imam Asy-Syafi’i) sudah menasihatkan bahwa ilmu itu cahaya Allah. Dan, cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Sekolah kamu nggak bakalan sukses dan berhasil meraih prestasi jika kamu dekat-dekat dengan pornografi. Kamu akan terlena dan terlalaikan oleh bayang-bayang pornografi. Kamu akan sulit untuk fokus belajar. Sulit untuk mengingat dan memahami pelajaran. Karena, fungsi berpikir otak kamu tercemar oleh pornografi.

Karena itu, jauhi pornografi. Jangan ada kompromi untuk coba-coba melihat pornografi. Jangan berikan celah sekecil apapun bagi setan untuk memerangkapmu dalam candu pornografi. Jika sudah kecanduan, tidak mudah mengobatinya. Perlu kesungguhan ekstra dan proses untuk bisa lepas dari jerat candu pornografi. Energi dan waktu kamu akan terkuras karenanya.

Padahal, jika kamu tidak pernah berkompromi dengan pornografi, kamu bisa memanfaatkan waktu dan energimu untuk melukis masa depanmu. Sayangi dirimu. Lebih baik manfaatkan otak kamu untuk membaca, menelaah, mengamati, memikirkan, merenungkan ilmu dan semesta ini. Kelak kau akan menjadi remaja keren karena ilmu dan akhlakmu.

Assalamualaikum Sob,

 

Saat ini  Abdullah Azzam Arafa siswa Ekselensia Tahfizh School Dompet Dhuafa Pendidikan Angkatan 2 sedang mengikuti Lomba English Speech #L2CFH2021 yang diadakan oleh Telkom University. Kami meminta bantuanmu untuk like dan share sebanyak-banyaknya supaya Azzam bisa melaju cepat menggapai impiannya dalam Preserving Mother Languages and Improving Foreign Languages ​.

 

Kamu cukup klik video di bawah ini ya

Semoga kebaikanmu dibalas berlipat ganda kebaikan 🤲