Sob kamu perlu tahu kalau banyak cara bisa kita lakukan untuk mengetuk Pintu Langit agar Allah mau menerima ibadah kita, salah satunya dengan bersujud.

“Hah bersujud? Kenapa?”

Iya sujud. Selain menjadi salah satu rukun salat dan sarana bagi kita berbicara kepada Sang Khalik, ternyata sujud merupakan sarana komunikasi mujarab; sebab ketika bersujud hampir tiada hijab yang menghalangi komunikasi antara kita dengan Allah. Sujud juga menjadi momen pas untuk memanjatkan doa serta memohon ampunan.

Supaya sujud kita lebih bermakna, saatnya panjatkan doa ini  ketika bersujud

اللهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ‎

Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii lilladzii khala-qohuu, wa shawwa-rohuu, wa syaqqo sam’ahuu wa basharahuu, tabaarokallahu ahsanul kholiqiin.

 

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mu lah aku menyerahkan diriku. Dan Engkaulah Rabb-ku. Wajahku bersujud kepada Zat yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baikkanlah bentuknya. Dan Yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat. Maka Maha Suci Allah, sebaik-baiknya pencipta.

 

 

Oleh: Wayan Muhammad Yusuf, Alumni SMART Angkatan 8, Saat ini berkuliah di Universitas Brawijaya

 

 

Asrama. Sekolah. Asrama. Sekolah. Asarama lagi. Sekolah lagi. Yah begitulah keseharian kami di SMART Ekselensia Indonesia. Dikatakan bosan, gak juga. Tapi dibilang gak bosan, namun tak dapat digambarkan. Hampir lima tahun saya berada di SMART, selama di sini saya cukup mengerti arti jauh dari keluarga dan arti “terkekang” dalam aturan. Di tulisan ini saya tak akan bercerita tentang suka duka selama di SMART atau suka duka ketika jauh dari keluarga, melainkan tentang peta. Hah? Peta? Hubungannya apa coba? Ada, pasti ada.

 

Saya teringat cerita seorang guru, kata-katanya yang paling saya ingat adalah: “Nasihat (aturan) itu ibarat sebuah peta”. Tuh kan ada hubungannya sama peta. Lalu maksudnya bagaimana? Begini, SMART itu tak seperti sekolah lain pada umumnya dan kami yang ada di sini bisa dikatakan tidak seperti anak-anak di luar pada umumnya. Di sini kami harus taat pada aturan ini dan aturan itu. Terus kalo tak taat aturan dihukum? Paling dibotaki dan ujung-ujungnya dikeluarkan dari SMART. Eh lupa kok malah dijawab duluan. Saya lanjutkan dulu ya pesan guru saya: “Mungkin saat ini orang yang kita nasihati tidak mengikutinya. Ibarat orang akan terus berjalan tidak pada tempatnya, tapi apa yang membedakan antara orang yang dinasihati dan yang tidak? Bedanya –kalau misalnya- orang yang diberi peta ingin selalu berjalan pada tempatnya dan menjadi lebih baik, maka dia hanya perlu melihat peta tersebut. Berbeda dengan orang yang tak mempunyai peta, dia pasti bingung untuk mengambil jalan yang mana jika ia ingin berubah haluan.

 

Benar gak? Masih belum percaya? Saya paparkan beberapa pengalaman saya ya, saya mengenal seorang teman di SMART EI, di akhir semester ia menyatakan ingin berubah dan memutuskan untuk menghafal beberapa juz Al-Quran. Lalu kenapa dia memilih untuk menghafal Al-Qur’an? Jawabannya karena ia ingat nasihat yang disampaikan guru Al-Qurannya tentang keutamaan menghafal Quran, Quran itu diibaratkan peta yang akan membimbing kita semua ke jalan yang lebih baik. Dengan Quran juga kita takkan mudah tersesat karena Quran akan selalu memandu kita.

 

Sekarang sudah mengerti dong korelasi antara nasihat dengan peta? Di SMART mereka yang menurut akan aturan merupakan orang-orang yang mengikuti peta, mereka ingin menjadi lebih baik dan baik lagi walau mungkin terbersit perasaan jenuh. Sedangkan mereka yang dibotaki atau bahkan dikeluarkan dari SMART merupakan orang-orang yang tidak mengikuti atau bahkan menolak menggunakan peta.

 

Nah untuk adik-adik kelas saya di SMART, SMART bukanlah penjara; aturannya juga bukanlah kungkungan, walaupun terkadang aturannya terkesan “memaksa” namun dari sanalah kalian akan mampu untuk menggambarkan petamu sendiri walau mungkin saat ini kalian tidak mengerti, namun di masa depan pastilah sangat berguna.

Inilah SMART, Sekolah Kebanggaan Kami

 

Pada dasarnya pendidikan merupakan hak asasi semua warga negara Republik ini. Tanpa terkecuali bagi anak-anak marjinal. Kondisi ekonomi yang membelit keluarga menghilangkan kesempatan mereka untuk sekolah. Cita-cita yang lazim diinginkan anak-anak seusia mereka pun seolah tidak berhak diraih. Padahal, mereka juga mengharapkan kehidupan layak seperti anak-anak lainnya. Inilah kondisi yang pahit dirasakan oleh anak-anak marjinal di tanah air. Panggilan untuk mengangkat bakat dan harkat anak-anak marjinal itulah yang melatari lahirnya SMART Ekselensia Indonesia.

Bakat dan harkat anak-anak marjinal itu dapat diangkat ke permukaan apabila pendidikan yang diberikan kepada mereka dilakukan dengan baik dan benar. Kehadiran SMART tidak ingin sekadar menjadi sekolah bebas biaya namun abai pada soal kualitas. Selain akses pendidikan yang tidak merata, kualitas guru yang rendah melengkapi potret gelap dunia pendidikan kita. Tidak heran bila dunia pendidikan kita tertinggal jauh dibandingkan negaranegara maju. Karena kualitas gurunya rendah, tidak aneh bila kualitas anak didiknya pun tidak berbeda jauh.

Wajah pendidikan di tanah air juga masih dihiasi kenyataan bahwa siswa dibebani untuk lebih mengejar capaian-capaian akademis. Tidak banyak sekolah yang memilih untuk mengedepankan pembangunan karakter siswa. Akibatnya, maraklah fenomena sontek massal dalam pelaksanaan Ujian Nasional, tawuran antarpelajar, penggunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

Menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, sekolah butuh guru yang berkualitas dalam pengajaran sekaligus juga mampu menjadi model bagi siswa. Dua hal ini mutlak adanya untuk membentuk karakter dan prestasi siswa, tidak terkecuali anak-anak marjinal. Sejak didirikan, para pengelola SMART optimis bahwa SMART merupakan modal dasar yang penting untuk memberikan nilai dan karakter kepada anak-anak marjinal. Dalam kondisi pendidikan nasional jauh dari ideal untuk menanamkan nilai dan karakter, SMART memilih untuk membina siswa lulusan SD. Selain sudah bisa dilatih untuk tidak bergantung kepada orangtua masingmasing, siswa pada usia ini lebih mudah dibina sehingga nilai dan karakter dapat tertanam sejak dini.

Pembinaan nilai dan karakter diutamakan karena lulusan SD yang masuk SMART memang dipersiapkan untuk mengikuti program akselerasi. Setamatnya dari jenjang SMA, pendidikan bagi mereka masih berlanjut. Mereka tidak dicetak untuk hanya berpuas diri karena mampu lulus SMA, kemudian menjadikannya sebagai modal untuk mencari pekerjaan. Sebaliknya, mereka justru dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bonafide di dalam dan luar negeri. Untuk membina dan menempa nilai dan karakter sekolah kepada siswa, SMART didesain sebagai sekolah berasrama (boarding school). Sistem sekolah berasrama cocok untuk mengondisikan para siswa agar fokus menggapai mimpimimpinya.

Melalui sekolah berasrama, siswa tidak sekadar dibina secara nilai dan karakter, namun juga disiapkan untuk menempuh pendidikan akselerasi, yakni menyelesaikan jenjang pendidikan SMP SMA selama lima tahun. Siswa ditempatkan di asrama karena akan memudahkan dalam pengayaan materi pelajaran. Saat yang sama, lebih efektif dan efisien secara waktu karena konsentrasi mereka dilatih agar terpusat pada aktivitas belajar.

Penerapan program SKS di SMART dapat dilakukan karena dalam setiap pelajaran memuat materi esensial dan non-esensial, sebagaimana yang diatur dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Nasional. Dengan menerapkan skala prioritas di antara materi esensial dan non-esensial, pemberian pelajaran dapat diefisiensikan sekaligus diefektifkan. Dengan demikian, masa pendidikan yang umumnya enam tahun dapat ditempuh dalam waktu lima tahun tanpa ada pengurangan kualitas pengajaran ataupun prestasi akademis peserta didik. Ringkasnya, program akselerasi di SMART bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar siswa secara lebih komprehensif dan optimal, serta mengembangkan kreativitas siswa secara optimal.

 

Siswa SMART berasal dari seluruh penjuru tanah air. Mereka dipersatukan oleh kesamaan latar belakang ekonomi keluarga. Keragaman menjadi niscaya seiring bertemunya anak-anak berbakat itu di SMART. Menghadapi perbedaan suku, bahasa, bahkan karakter, SMART memiliki kiat-kiat khusus untuk mendayagunakannya sebagai sebuah kekuatan. SMART membiasakannya semua warganya untuk bersikap toleran dan saling menghargai perbedaan yang ada. Dalam pembelajaran, siswa selalu diingatkan dan disadarkan bahwa mereka adalah orang Indonesia yang memiliki kewajiban menjaga harkat dan martabat sebagai bangsa yang besar. Siswa juga belajar untuk menghargai adat istiadat tempatnya berasal. Rasa keindonesiaan yang kental dalam lingkungan SMART membuat mereka siap menghadapi kehidupan global yang tanpa sekat seperti saat ini. Efek teknologi yang sangat pesat menjadikan batas-batas geografis sebuah negara tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk dapat menjalin hubungan, termasuk pada siswa yang berlatar belakang dari keluarga marjinal.

Kesadaran ini dibangun di SMART untuk memberikan pemahaman kepada setiap siswa bahwa mereka bukan saja pantas maju sebagai warga Indonesia, tapi juga sebagai warga dunia. Dengan demikian, siswa SMART mampu menjadi pemimpin global dengan tetap memegang warna keindonesiaannya

 

Pada awal berdiri, SMART sudah berkreasi mengembangkan program khas yang diimplementasikan di sekolah dan akan dikontribusikan bagi dunia pendidikan di tanah air. Bentuknya berupa pembentukan karakter, kepemimpinan, wirausaha, program kemandirian, program interaktif dengan masyarakat, serta penanaman disiplin. Saat awal berdiri, para siswa SMART sudah dicitakan tidak hanya menduduki kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) berkelas di tanah air, namun juga di kampus-kampus mancanegara. Untuk mencapainya, siswa SMART sudah dikondisikan dengan penggunaan dwibahasa (bilingual). Tidak ada yang salah dengan mendorong anak-anak marjinal untuk terus menggapai impiannya yang setinggi langit sekalipun. Terbukti siswa-siswa dari pelbagai penjuru tanah air itu mampu menembus ketatnya persaingan menjadi mahasiswa kampus negeri favorit. Sampai saat ini, SMART masih mempertahankan tradisi setiap tahun lulusannya 100 persen dapat menembus PTN terbaik dan berakreditasi A. Atas capaian yang ada itu, segenap jajaran di SMART tidak ingin berpuas diri. Masih ada capaian yang perlu dituju: menjadikan SMART sebagai Sekolah Kelas Dunia (World Class School).

Untuk menjawab visi menjadi Sekolah Kelas Dunia, SMART membuat beberapa strategi, yakni menyiapkan SDM berkualitas dan berdaya saing global, menjalankan sistem pendidikan terbuka dan diakui dunia, menyiapkan fasilitas dan teknologi yang bernuansa budaya global, menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing global, serta membangun jaringan dengan seluruh pemangku kepentingan. []

 

Alhamdulillah, hari gajian yang ditunggu telah tiba. Sudah siap check out keranjang belanja yang mana nih Sob?

Jangan boros-boros ya Sob, tapi kalau kebutuhannya sudah dipenuhi. Jangan lupa berdonasi, supaya hidup makin berkah dan kita bisa terus bergandengan tangan membentang kebaikan untuk pendidikan Indonesia lebih baik

Yuk donasi sekarang juga ke nomor rekening BSI 2881 2881 26 a.n. Yys Dompet Dhuafa Republika.
Informasi dan konfirmasi donasi melalui wa.me/6281288338840

Semoga kebaikanmu diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala. Aamiin.

 

Bogor – Hingga detik ini sampah masih menjadi momok menakutkan, terlebih total produksi sampah nasional di Indonesia tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton atau setara dengan rata-rata 0,68 kilogram sampah per hari untuk setiap penduduk. Masalah sampah adalah tantangan yang harus segera diselesaikan.

 

 

Mengejawantahkan hal tersebut Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) dan Dompet Dhuafa Volunteer (DD Volunteer) berkolaborasi mengadakan World Clean Up Day (WCD) 2021. WCD ialah gerakan sosial terbesar di dunia yang menggerakkan masyarakat di banyak negara terlibat aktif dalam menjaga dan membersihkan bumi dari tumpukan sampah.

 

 

“Di Indonesia WCD dimulai pada 2018 dan tercatat menjadi negara dengan jumlah relawan terbanyak  yakni 7.6 juta orang,” ujar Pandu Satrio, Pelaksana WCD 2021. “Tahun ini WCD difokuskan pada aksi pilah sampah dari sumbernya yang diikuti 203 siswa SMART Ekselensia Indonesia serta santri eTahfizh, 135 insan Dompet Dhuafa, 50 relawan DD Volunteer dan umum. Aksi pilah sampah dilakukan sesuai protokol kesehatan dan dibatasi jumlah pesertanya mengingat saat ini pandemi masih membersamai,” tambahnya.

 

 

Guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan lingkungan, LPI DD dan DD Volunteer menggelontorkan berbagai aktivitas menarik dan inspiratif di antaranya Aksi Gerakan 5R (Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin), Aksi Pilah Sampah dari Rumah bersama relawan DD Volunteer, Aksi Bebersih Kantor, Aksi Bebersih Sekolah & Susur Sungai, dan Webinar “WCD from Home: Aksi Kelola Sampah dari Rumah” yang akan digawangi Agustina, Ketua WCD Indonesia; Tyasning Permanasari, Kepala Seksi Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia; Aang Hudaya, Global Ecobrick Alliance, Inisiator Bank Sampah SPIRIT LPI DD; Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa; dan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, Direktur LPI DD.

 

 

Pandu menuturkan, rangkaian aktivitas WCD akan dilakukan luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan juga daring. “Ini adalah momentum terbaik memberikan gambaran tentang kondisi kebijakan dan regulasi persampahan di Indonesia, kami juga ingin meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengedukasi mereka tentang aksi cegah, pilah, dan olah sampah dari rumah,” jelasnya. (AR).

 

 

 

 

Sepilu hidup seperti paku

Kadang hidup terasa ngilu

Walaupun itu memang perlu

Agar hidup lebih berlaku

 

Sepilu hidup seperti paku

Menghadapi hidup penuh kelu

Walaupun kadang penuh tipu

Tapi hidup terasa seru

 

76 tahun, sudah barang tentu tak muda lagi.

76 tahun, Indonesia berjibaku dengan ragam perubahan di sana sini.

76 tahun, dan Indonesia masih berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyatnya hingga saat ini.

Meski telah merdeka, namun jangan terlena. Sebab kemerdekaan tidak didapat secara cuma-cuma. Kemerdekaan adalah bukti bahwa perjuangan pahlawan itu nyata. Kemerdekaan adalah bentuk penghambaan tertinggi kita pada Tuhan Yang Maha Esa. Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang kembali sekuat tenaga.

HUT Ke-76 Republik Indonesia. Meski pandemi masih membersamai, semoga bangsa ini semakin kuat. Semoga toleransi, persatuan, kesatuan, dan kemajuan tak sekadar pemanis semata.

Waktunya bangkit dan songsong Indonesia lebih baik. Merdeka!

Sob, 1 Muharam merupakan pengingat perjalanan Rasulullah saw. dan para Sahabat dari Mekah ke Madinah. Ada tiga hal yang bisa kita maknai dari perjalanan tersebut lo antara lain:

1. Berhijrah seperti hijrahnya Nabi Muhammad untuk menyebarkan dan menguatkan tonggak kebangkitan Islam
2. Berjuang seperti perjuangan Nabi Muhammad dan para Sahabat dalam menyiarkan Islam dengan sabar meski banyak tantangan serta rintangan
3. Introspeksi diri atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama setahun ke belakang.

Saatnya jadikan awal Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dengan semangat baru dan ajang mempertebal iman, memperbanyak ibadah, sekaligus pembiasaan diri berbuat baik demi meraih rida Allah Swt. Aamiin
.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” – Q.S Al-Baqarah: 218.

Sob kamu pasti tahu deh kalau Rasulullah adalah contoh sosok motivator yang dapat menjalankan perannya sebagai Rasul, kepala keluarga, pedagang, dan guru bagi umat Muslim tanpa menomorduakan salah satunya, maka patut jika kita menjadikan beliau sebagai motivator dalam beribadah.

 

Allah senantiasa dekat dengan para hamba-Nya, Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman pada-Nya, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa yakin dalam menjalani hidup dan yakin akan kehidupan di akhirat nanti, berikut 17 Ayat Al-Qu’ran tentang motivasi :

1. QS At Taubah : 40

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. Ketika menghadapi suatu ujian, tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya dan mengambil pelajaran darinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya.

 

2. QS Al Baqarah : 155 – 156

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kita kembali”.  Sabar bukan hal yang mustahil untuk dimiliki semua mukmin, ketika ditimpa suatu ujian kadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan takdir. Ingatlah bahwa segala ujian pasti ada hikmah di dalamnya.

 

3. QS Yusuf : 87

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”.  Harapan selalu ada bagi orang yang percaya, hadapi setiap tantangan dalam hidup dengan niat mencari ridho-Nya, lakukan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa. bahaya putus asa dalam Islam sudah jelas di dalam Alquran, berarti ia bukan termasuk golongan orang beriman.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. Orang mukmin senantiasa berharap hanya kepada Allah, bukan kepada orang lain atau berbangga diri berharap sepenuhnya dari diri sendiri. Dalam setiap kepentingan hendaknya melibatkan Allah dengan memohon kemudahan dan keberkahan dari-Nya.

 

5. QS Al Mukmin : 60

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. Setiap kali memiliki hajat atau menginginkan sesuatu hendaknya mengusahakan dengan sungguh sungguh dan meminta pada Allah untuk mengabulkan hajat anda. Allah senang pada hamba-Nya yang senantiasa berdoa, karena doa menghubungkan langsung antara seorang hamba dengan Allah.

 

6. QS Al Imran : 139

Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia mendapat anugrah dari Allah berupa kelebihan dan kelemahan masing masing. Berpikir negatif terhadap diri sendiri menandakan kurang nya rasa syukur. Maksimalkan kelebihan yang Haqers punya untuk kebaikan dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

 

7. QS Al Baqarah : 186

Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.  Ikuti perintah Allah dan syariat Islam dalam kehidupan sehari hari agar anda berada pada jalan yang lurus, senantiasa yakin kepada Allah bahwa setiap insan yang diciptakan memiliki peran dan bermanfaat untuk orang lain.

 

8. QS Al Baqarah : 286

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. Jelas sekali dalam firman tersebut Allah senantiasa mengasihi hamba-Nya, tidak akan diberikan ujian jika hamba-Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.

 

9. QS. Al Imraan : 200

Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. Allah memerintahkan kepada orang orang beriman untuk senantiasa berusaha dalam kesabaran dan keyakinan. keutamaan sabar dalam Islam memang sangat dianjurkan.

 

10. QS. Al Insyirah : 5

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jika seorang hamba menghadapi sebuah ujian dan menghadapinya dengan ikhtiar dan doa serta dalam kesabaran, maka Allah akan menunjukkan baginya petunjuk berupa jalan keluar atau kemudahan atas kesulitan yang dialaminya, seusai dari selesainya ujian tersebut akan lebih menguatkan tingkat keimanannya.

 

Demikian pembahasan tentang ayat Al-Qur’an yang mengandung motivasi, amalkan setiap ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar kita senantiasa memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia dengan kualitas keimanan yang lebih baik. 

Sob, Iduladha merupakan momen pengingat betapa pentingnya melakukan kurban untuk membantu sesama dan pengingat tentang bentuk pengorbanan serta ketakwaan kita pada Allah Swt., sebab rida Allah  ialah tujuan tertinggi selama hidup di dunia.

 

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan kamu yang telah memercayakan 27 kambing dan 1 sapi untuk kami kelola. Di momen Iduladha yang dilaksanakan pada 20 Juli 2021 lalu Alhamdulillah sebanyak 334 penerima manfaat telah menerima daging kurban.

 

Terima kasih telah memberi senyum terindah unuk 28 santri eTahfizh, 166 siswa SMART Ekselensia Indonesia, 110 masyarakat di lingkungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, dan 30 panitia kurban. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala berlipat ganda, aamiin.