KAMI WASPADA, KITA SEMUA PERLU WASPADA!

KAMI WASPADA, KITA SEMUA PERLU WASPADA!

Dompet Dhuafa Pendidikan melakukan langkah kewaspadaan menghadapi Covid-19 dengan menyemprotkan desinfektan ke seluruh
ruangan kelas dan kantor. Selain itu, kami juga memberlakukan sistem shift dan Work From Home untuk guru dan beberapa karyawan.

Amanah dari masyarakat harus kami tunaikan, sehingga tidak memungkinkan untuk seluruh karyawan bekerja dari
rumah secara serentak.

Sahabat Pendidikan kami akan selalu waspada, kita semua harus waspada karena Covid-19 nyata adanya dan sudah merenggut banyak korban jiwa.

Jika tidak ada hal mendesak,
sebaiknya #DiRumahAja. Jaga diri, jaga keluarga, serta tak putus berdoa agar Covid-19 segera hilang dari kehidupan kita semua.

Eduaction: Kenalkan Profesi Barista, Si MoBa Ajak Siswa Gali Potensi Diri

Eduaction: Kenalkan Profesi Barista, Si MoBa Ajak Siswa Gali Potensi Diri

 

 

Bogor – Si Mobil Baca (Si MoBa) besutan Dompet Dhuafa Pendidikan dinilai mampu membuka gerbang akses buku lebih luas untuk masyarakat, sehingga masyarakat terutama anak-anak dapat mendapatkan akses membaca buku yang lebih beragam dan berkualitas. Namun pada paktiknya Si MoBa tak hanya menyediakan ragam buku, namun juga ragam kegiatan berkualitas sebagai wahana edukasi serta rekreasi berbasis literasi.

 

Untuk menggali potensi anak-anak sejak dini, Si MoBa mengajak ratusan siswa sekolah dasar mengikuti kelas inspirasi “Mengenal Profesi Roaster dan Barista” bersama Ampas Kopi Kita dan Komunitas Batas Kota. Menurut Muhammad Iqbal, Koordinator Si MoBa, Si MoBa ingin memberikan pengalaman tak terlupakan kepada siswa usia sekolah dasar agar mereka makin semangat menggapai cita, “Zaman ini banyak profesi mumpuni, salah satunya menjadi Barista. Kolaborasi kami bersama Ampas Kopi Kita dan Komunitas Batas Kota kami yakini dapat memberikan insight baru untuk anak-anak,” jelasnya

 

Ida, Teman Si MoBa sekaligus inisiator Ampas Kopi Kita, menyampaikan jika saat ini profesi Barista menjadi profesi yang diminati anak muda khususnya kaum milenial, “profesi Barista sudah tak bisa lagi dipandang sebelah mata karena peminatan anak muda mendalami jagat kopi ada dalam tahap yang membanggakan,” papar Ida. Ia menambahkan jika ketertarikan milenial menjajaki dunia kopi dapat meningkatkan kuantitas komoditas petani kopi lokal.

Selama kegiatan berlangsung para siswa diajak berkenalan dengan bermacam peralatan membuat kopi hingga berbagai jenis kopi dan cara pengolahannya. “Indonesia memiliki beraneka jenis biji kopi, saking kayanya banyak jenis biji kopi mahal yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, karena itulah penting untuk mengenalkan kekayaan kopi Indonesia sejak dini,” tegas Ida.

 

Setelah berkeliling dari Cianten, Sukabumi, Tenjolaya, dan Bojong Sempu, Si MoBa sampai juga ke Klapanunggal, Cileungsi, Jawa Barat. Dalam eksekusi kelima ini Si MoBa masih menghadirkan bermacam aktivitas literasi menyenangkan; bukan hanya untuk anak-anak, SI MoBa turut menyelenggarakan pelatihan membuat media pembelajaran bagi guru dan masyarakat sekitar. Kedatangan Si MoBa di Klapanunggal melengkapi rangkaian perjalanan memperkenalkan literasi kepada masyarakat di 22 titik wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

 

Menurut Muhammad Iqbal, Koordinator Si MoBa, Si MoBa terus melebarkan sayapnya demi memberikan kebermanfaatan lebih luas ke masyarakat khususnya di bidang literasi. “Si MoBa mampu membuka gerbang akses buku lebih luas untuk masyarakat, sehingga masyarakat terutama anak-anak dapat mendapatkan akses membaca buku yang lebih beragam dan berkualitas. Tak hanya menyediakan ragam buku dan kegiatan berkualitas, Si MoBa juga dapat digunakan sebagai wahana edukasi serta rekreasi berbasis literasi,” ujarnya.

 

“Kelebihan Si MoBa ialah memberikan pelatihan pengembangan diri kepada masyarakat agar lebih berdaya. Si MoBa juga digadang dapat memberikan dampak baik secara konsisten karena memberikan alternatif terhadap solusi peningkatan kualitas literasi di masyarakat,” pungkas Iqbal. (AR)

Ih Kamu Porno Sob!

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

SALAH satu godaan berat bagi remaja adalah pornografi. Apalagi di zaman gadget sekarang ini. Konten pornografi bisa disebar dengan mudahnya melalui smartpone. Kabarnya, remaja sekarang tahu pertama kali pornografi dari gadget yang disebar teman sekolahnya. Bahaya banget ‘kan? Bisa jadi awalnya tidak berniat, tapi karena dapat kiriman temannya, rasa ingin tahunya menggedor-gedor akal sehatnya. Ayolah, sekadar ingin tahu aja kayak gimana sih film porno itu?

Di sinilah terjadi pertarungan batin antara menolak dan menuruti. Tidak sedikit remaja yang berkompromi dengan dirinya. Lalu, membuka dan menonton konten porno tersebut. Padahal, perlu dicatat sama kamu, sekali kamu melihat film porno pasti kamu bakal ingin menonton yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Gradasinya pun bakalan meningkat. Awalnya mungkin setengah porno, meningkat menjadi porno, lalu kamu ingin melihat segala jenis film porno. Karena, yang biasa-biasa buat kamu sudah nggak ngefek lagi. Ini harus kamu sadari, bro.

Efek dari menonton film porno, remaja terbangkitkan libidonya. Ini membuat remaja pusing untuk menyalurkannya. Pilihannya onani. Kalau sudah berulangkali onani, bisa dipastikan remaja akan kecanduan pornografi. Karena, pornografi menimbulkan sensasi dalam otaknya. Otak memproduksi hormon dopamine yang memberikan sensasi melayang layaknya orang mengonsumsi narkoba.

Padahal, bahayanya adalah otak bisa mengalami kerusakan akibat terpapar pornografi. Bahaya lebih serius lagi, ternyata kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba. Hasil riset menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat terpapar pornografi terus menerus bisa bersifat permanen sebagaimana otak yang rusak akibat benturan kecelakaan.

Tidak cukup sampai di sini mudharatnya, tidak sedikit remaja yang kemudian melampiaskan libidonya ke pacarnya. Ini lebih berbahaya lagi. Ini sudah tindakan kriminal. Saya berkali-kali menerima konseling remaja yang pacaran sampai kebablasan. Bahkan, ada yang sampai ketagihan. Bisa jadi pemicunya adalah pornografi. Otak remaja sudah demikian kotor terpapar pornografi, sehingga di otaknya terekam, “Bukan pacaran namanya jika tidak making love.”

Kasus-kasus remaja pacaran yang saya tangani memang diawali dari remaja cowok. Si remaja cowok yang otaknya sudah terpapar pornografi mendesak pacarnya untuk ML. Awalnya, si cewek menolak. Namun, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit, si cewek luluh juga oleh bujuk rayu dan desakan si cowok. Terjadilah perbuatan nista itu. Perbuatan yang nikmatnya sesaat, tapi deritanya berkepanjangan. Masa depan pun seketika runyam. Bahkan, bisa terasing dan terkucilkan di tengah pergaulan masyarakat.

Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Remaja keren itu bukan hanya dia yang tidak pacaran, tapi juga menjauhi pornografi. Sayang sekali potensi otak kamu yang luar biasa itu menjadi tumpul akibat terpapar pornografi.

Imam Waqi’ (gurunya Imam Asy-Syafi’i) sudah menasihatkan bahwa ilmu itu cahaya Allah. Dan, cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Sekolah kamu nggak bakalan sukses dan berhasil meraih prestasi jika kamu dekat-dekat dengan pornografi. Kamu akan terlena dan terlalaikan oleh bayang-bayang pornografi. Kamu akan sulit untuk fokus belajar. Sulit untuk mengingat dan memahami pelajaran. Karena, fungsi berpikir otak kamu tercemar oleh pornografi.

Karena itu, jauhi pornografi. Jangan ada kompromi untuk coba-coba melihat pornografi. Jangan berikan celah sekecil apapun bagi setan untuk memerangkapmu dalam candu pornografi. Jika sudah kecanduan, tidak mudah mengobatinya. Perlu kesungguhan ekstra dan proses untuk bisa lepas dari jerat candu pornografi. Energi dan waktu kamu akan terkuras karenanya.

Padahal, jika kamu tidak pernah berkompromi dengan pornografi, kamu bisa memanfaatkan waktu dan energimu untuk melukis masa depanmu. Sayangi dirimu. Lebih baik manfaatkan otak kamu untuk membaca, menelaah, mengamati, memikirkan, merenungkan ilmu dan semesta ini. Kelak kau akan menjadi remaja keren karena ilmu dan akhlakmu.

,

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

 

 

Bogor –  SMART Ekslensia Indonesia adakan Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART 2020 yang dilaksanakan di Lembaga Pengembangan Insani, Parung, Jawa Barat, pada Sabtu (23/02). Kegiatan ini merupakan program sekolah yang dilakukan setiap tahun.

 

Sebanyak 88 peserta yang terbagi atas 62 orang peserta SMP dan 26 orang peserta SMA memadati ruangan kelas yang telah disediakan panitia. Selama tes berlangsung para peserta akan mengerjakan tiga jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, pendidikan agama Islam, dan matematika; sementara untuk SMA mengerjakan lima jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, pendidikan agama Islam, dan matematika.

“Tes akademik akan dibagi ke dalam dua sesi. Empat jam di sesi pertama untuk SMP dan SMA, dan tiga jam di sesi kedua khusus untuk SMA,” ucap Novi, Panitia SNB SMART 2020.

Ia menambahkan jika Tes Akademik ini adalah salah satu rangkaian SNB SMART yang dilaksanakan serentak. Selain Jabodetabek, tes juga juga dilaksanakan di beberapa daerah mitra yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah berjenjang SMP dan SMA di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami dan berjiwa pemimpin yang siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.  Untuk mewujudkan visi tersebut, SMART Ekselensia Idonesia menyediakan kurikulum yang dirancang secara berjenjang selama lima tahun, tiga tahun SMP dan dua tahun SMA dengan program Sistem Kredit Semester (SKS) dan pendidikan kepemimpinan. (AR)

 

, ,

Ini Dia AKtivitas Dompet Dhuafa Pendidikan yang Penting Kamu Tahu!

Tak terasa bulan pertama di 2020 sudah terlampaui. Apa saja kegiatanmu di bulan Januari lalu Sob?
Kegiatan kami cukup padat di awal tahun ini, nah semua kegiatan tersebut bisa kamu lihat di bawah ya Sob
Jika ditanya “buat apa sih, awal tahun sudah banyak aktivitas?”  Karena masalah
pendidikan di negeri kita kan juga nggak pakai libur. Maka
sebagai lembaga yang berkhidmat pada kemajuan pendidikan Indonesia, Dompet Dhuafa Pendidikan berupaya
memberikan kontribusi terbaik terhadap pengentasan masalah tersebut.
Terima kasih atas dukunganmu untuk program dan aktivitas yang kami lakukan Sob. Sungguh dukungan Sahabat Pendidikan sangat berarti. Mari kita kembali bersinergi memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan negeri ini.

Penyakit Apa yang Viral Hayo? Intip yuk Sob

Virus, virus apa yang viral?

Apalagi kalau bukan virus corona?

Virus yang muncul 31 desember 2019 langsung menjadi topik hangat di bagian berita belahan dunia manapun. Nggak heran sih, karena memang peran media sosial dari hari ke hari semakin besar. Mungkin ketika ada wabah semacam ini terjadi, bahkan belum sampai ditetapkan sebagai wabahpun, seluruh dunia bisa tahu dalam waktu kurang dari satu jam.

Merasakan ketegangan virus corona di dunia nyata ibarat menjadi pemeran film di film-film yang mengangkat wabah virus, penyakit, dan sejenisnya sebagai salah satu konflik di dalamnya, bukan? let’s say, film I Am a Legend, Contagius, Train to busan, dan masih banyak lagi. Parno. Seluruh dunia gempar. Ditambah efek live report keadaan wuhan, tempat terjadinya outbreak pertama kali, persis seperti film scene resident evil yang sangat sepi dan menyeramkan. Hal ini semakin menambah insecuritas semua orang. Tapi, bagaimana perasaan tenaga kesehatan sendiri? Terkhususnya, pandangan penulis sendiri.

Kami yang sudah sering terpapar pasien TB, membantu lahiran ibu hepatitis B positif, melakukan vaksin pada anak dengan ibu HIV positif adalah “makanan“ sehari-hari. Apakah karena itu kami jadi kebal dan tidak parno? Kami bukannya tidak parno, tapi, bagaimana cara kami membantu pasien jika sebelum membantunya saja sudah takut duluan? Karena, kami tau konsepnya, asalkan imunitas kami bagus, maka virus maupun bakteri yang datang akan kalah dengan sel imun kita. Bukannya karena kami sehat lalu kami kebal dengan penyakit yaa.. kami pastilah lebih rentan berisiko tertular saat mengobat pasien dengan TB, HIV, hepatitis B, bahkan corona dibandingkan tenaga non kesehatan, yang bisa kami lakukan adalah menjaga diri sendiri seperti menjaga tubuh tetap sehat, memakai alat pelindung diri, dan berhati-hati ketika bersentuhan dengan pasien.

Risiko tertular tetap ada, bahkan tidak usah di rumah sakit sekalipun. Seseorang yang berinteraksi dengan orang lain pada hari-harinya juga berisiko tertular-entah virus apa yang ada pada lawan bicaranya atau orang yang bertemu dengannya, jika memang dia tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik, maka akan sakit juga.

Sakit, musibah, ujian, bahkan kematian sekalipun tidak akan bisa kita hindari. Sehingga, tidak perlu takut akan tertular, tertimpa, atau meninggal tiba-tiba, yang Maha kuasa tahu hamba yang perlu mendapatkan ujian, penggugur dosa, yang sesuai dengan kemampuan hamba-hambanya.

Hikmah yang didapatkan dari viralnya corona ini bisa menjadikan seseorang lebih concern terhadap kesehatannya sendiri, cuci tangan, makan-makanan yang sehat, olahraga. Dan juga mengingat kematian, sakit, musibah, dan ujian.

Seaman apapun tempat perlindungan jika waktunya meninggal ya akan meninggal juga. Jika waktunya corona masuk indonesia, ya akan masuk juga. Tapi kepada siapa tertularnya tergantung masing-masing. Bisa jadi kan corona telah menginfeksi tetangga atau orang yang berseliweran di jalan dan kita menghirup bersinnya? Bisa jadi. Tapi, untuk tahu siapa yang tertular tetap menjadi kehendak-Nya. Hal yang bisa kita lakukan selain menjaga diri sendiri adalah dengan berdoa 😊

INI DIA PENGUMUMAN SELEKSI LOLOS ADMINISTRASI SNB SMART 2020

INI DIA PENGUMUMAN SELEKSI LOLOS ADMINISTRASI SNB SMART 2020

 

Setelah melewati serangkaian seleksi, ini dia nama-nama yang lolos seleksi administrasi SNB SMART 2020. Berkasnya bisa kamu unduh di bawah ini ya Sob!

SMP

PENGUMUMAN SELEKSI ADMISTRASI SMP-_SNB_2020 (1)

 

SMA

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI SMA_SNB_2020 (1)

4 Catatan GM Pendidikan Dompet Dhuafa untuk Kebijakan BOS

4 Catatan GM Pendidikan Dompet Dhuafa untuk Kebijakan BOS

JAKARTA – Sabtu (15/2), bertempat di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, MNC Trijaya menghelat gelar wicara akhir pekan bertajuk Polemik. Tema yang diangkat pada gelar wicara tersebut adalah “Skema Dana BOS, Kenapa Diubah?” Sederet ahli dan praktisi pendidikan pun diundang untuk berdiskusi bersama pada acara tersebut. GM Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, Asep Sapaat, turut hadir mengungkapkan gagasannya.
Selain Asep, empat narasumber lainnya adalah Ade Erlangga Masdiana (Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud), Ledia Hanifa Amaliah (Anggota Komisi X DPR RI), Kresnadi Prabowo Mukti (Kasubdit Dana Alokasi Khusus Nonfisik, DJPK, Kemendikbud), dan Didi Suprijadi (Ketua PB PGRI Masa Bakti XXI & Pembina Federasi Guru dan Tenaga Honorer Swasta Indonesia).
Pada diskusi interaktif tersebut, Asep memaparkan empat catatan pentingnya terkait kebijakan dana BOS saat ini. Pertama, Asep menyoroti tentang penggunaan dana BOS yang mayoritas masih bersifat fix cost. Menurutnya, dana BOS selayaknya tidak hanya menjadi biaya reguler yang dikirim dan digunakan sampai habis.
“Dana BOS mesti dipahami sebagai biaya investasi yang mesti diukur capaian perubahan yang dikehendaki dari kebijakan tersebut. Oleh karena itu, mestinya ada parameter perubahan yang terukur sebagai dampak dari kebijakan dana BOS ini,” ujar Asep.
Kedua, dirinya memberikan catatan tentang dana BOS yang langsung ditransfer ke sekolah. Menurut Asep, hal ini menjadi ujian penting terhadap kepemimpinan dan kemampuan manajerial kepala sekolah untuk mengelola dana BOS. Terutama pengelolaan untuk kebutuhan peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik.
“Dari aspek kepemimpinan, apakah kepala sekolah memiliki integritas agar tak ada penyelewengan? Selain itu, kredibilitas kepala sekolah juga diuji dalam konteks pemanfaatan BOS untuk meningkatkan capaian kinerja sekolah dalam berbagai aspek. Seperti hasil belajar peserta didik, pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan, kualitas pembelajaran, dan sebagainya,” lanjut Asep.
Ketiga, Asep juga mengomentari tentang kebijakan meningkatkan persentase porsi anggaran untuk gaji guru honorer. Menurutnya, kebijakan tersebut tak otomatis akan menyejahterakan guru honorer. “Guru honorer akan sejahtera jika kebutuhan pokok hidupnya terpenuhi dan pengembangan dirinya sebagai guru profesional terus berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Asep.
Terakhir, Asep mengutarakan gagasannya tentang kriteria sekolah penerima dana BOS. Gagasannya ini didasari oleh studi Reeves (2006) tentang posisi dan pemetaan sekolah. Reeves mengungkapkan ada empat kategori sekolah. Kategori pertama disebut sebagai Sekolah Beruntung. Sekolah ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi, namun tak memiliki strategi penentu hasil. Akibatnya, sekolah seperti ini sulit mengulang keberhasilan di masa silam.
Kategori kedua adalah Sekolah Kalah, yaitu sekolah dengan tingkat keberhasilan rendah dan tak memiliki strategi penentu hasil. Berikutnya, Sekolah Belajar. Sekolah ini memiliki tingkat keberhasilan rendah, namun sudah memiliki strategi penentu hasil. Sekolah Belajar berpotensi untuk terus berkembang di masa mendatang.
Kategori terakhir dinamai Reeves dengan Sekolah Memimpin. Sekolah dalam kategori ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi yang diraih karena efektivitas strategi penentu hasil. Menurut Asep, sekolah-sekolah yang layak menerima dana BOS adalah mereka yang masuk dalam kategori Sekolah Memimpin ini.
Dirinya pun kemudian menjelaskan tentang konsekuensi logis yang harus dilakukan oleh kepala sekolah pada kategori ini, setelah menerima dana BOS. “Konsekuensi logisnya, kepala sekolah di kategori Sekolah Memimpin mesti melakukan alih pengetahuan dan keterampilan kepada Sekolah Kalah, Sekolah Belajar, dan Sekolah Beruntung,” papar Asep.
Dalam fase tertentu, menurut Asep, jika ketiga sekolah lainnya sudah memiliki kapasitas kepala sekolah dan sistem yang mapan dalam pengelolaan program dan anggaran sekolah, dana BOS bisa ditransfer langsung. “Intinya, kita tak bicara soal besaran dana dan juknis penyaluran BOS, tetapi membangun kapasitas institusi sekolah dalam mengelola dana tersebut,” pungkas Asep. (NRS)
,

Pendaftaran Seleksi Nasional Beasiswa SMART MASIH KAMI BUKA SOB!

Di luar perkiraan kami, minat pendaftar SMART Ekselensia Indonesia (SMART) membludak. Bahkan di hari jelang penutupan masih ada yang ingin mengirimkan berkas pendaftaran.
Terima kasih banyak atas antusiasme terhadap Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART. Terima kasih juga kepada Sahabat Pendidikan untuk dukungan dan kerjasamanya menyebarkan informasi seleksi ini.
Untuk mewadahi antusiasme dan minat terhadap SMART, maka kami memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran hingga 10 Februari 2020. Pendaftaran bisa dilakukan secara daring (online) dengan tiga cara:
1. Scan barcode yang ada di poster.
2. Daftar langsung di http://bit.ly/SNBSMART2020
3. Segera kontak 081288338840
Jangan lewatkan kesempatan ini! Jangan lupa juga untuk  menyebarkan informasi SNB SMART ke berbagai penjuru ya! Terima kasiiih!
,

Serunya BRIGHT BOOT CAMP

Sebagai sekolah kepemimpinan, SMART Ekselensia Indonesia selalu berusaha mewadahi kemampuan memimpin para siswanya lho Sob. Nah pada Senin hingga Rabu (03-05/02) kemarin SMART mengirimkan dua siswa terbaiknya, Muhammad Iqbar Baasyir dan Nabil Rizky Habibi, pada perhelatan BRIGHT BOOT CAMP yang diadakan di Bogor, Jawa Barat.

 

 

 

BRIGHT BOOT CAMP adalah kegiatan bagi para Ketua Organisasi Siswa yang terpilih dari setiap sekolah penerima manfaat NAMA Global Initiative Program. Sebanyak 24 sekolah di Jawa Barat mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membantu siswa menemukan bakat dan minat mereka.

 

 

 

“Senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini karena saya bisa merancang jalur impian saya kelak dan membuat tujuan hidup yang positif,” ujar Muhammad Iqbar Baassyir, Ketua OSIS SMART.

 

 

 

Selama tiga hari keduanya dibimbing agar bisa menyelami potensi diri, mengelola emosi dengan baik, dan mengembangkan rasa percaya diri. Menurut Iqbar, ia dan Nabil belajar banyak seputar pengembangan diri dan pemaksimalan kemampuan dalam memimpin sebuah organisasi. “Meski aktivitasnya padat hingga satu hari penuh, tetapi kami bisa menikmati setiap materi karena dibawakan dengan sangat menyenangkan,” kata Nabil yang saat ini menjabat Ketua Forum OSIS se-Bogor.

 

 

 

 

Setelah mengikuti BRIGHT BOOT CAMP Iqbar dan Nabil memiliki harapan besar mengembangkan organisasi yang mereka pimpin ke arah lebih baik. Sebagai bukti keseriusan mereka, Iqbar dan Nabil selalu aktif dalam forum, mereka tak sungkan melayangkan ide-ide hebatnya ke permukaan.

 

 

 

“Saya dan Nabil akan terus menggali potensi diri dan organisasi kami supaya bisa lebih baik dan bisa memberi manfaat bagi warga sekolah dan juga sekitar,” tukas Iqbar.