Sob kamu pasti tahu deh kalau Rasulullah adalah contoh sosok motivator yang dapat menjalankan perannya sebagai Rasul, kepala keluarga, pedagang, dan guru bagi umat Muslim tanpa menomorduakan salah satunya, maka patut jika kita menjadikan beliau sebagai motivator dalam beribadah.

 

Allah senantiasa dekat dengan para hamba-Nya, Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman pada-Nya, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa yakin dalam menjalani hidup dan yakin akan kehidupan di akhirat nanti, berikut 17 Ayat Al-Qu’ran tentang motivasi :

1. QS At Taubah : 40

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. Ketika menghadapi suatu ujian, tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya dan mengambil pelajaran darinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya.

 

2. QS Al Baqarah : 155 – 156

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kita kembali”.  Sabar bukan hal yang mustahil untuk dimiliki semua mukmin, ketika ditimpa suatu ujian kadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan takdir. Ingatlah bahwa segala ujian pasti ada hikmah di dalamnya.

 

3. QS Yusuf : 87

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”.  Harapan selalu ada bagi orang yang percaya, hadapi setiap tantangan dalam hidup dengan niat mencari ridho-Nya, lakukan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa. bahaya putus asa dalam Islam sudah jelas di dalam Alquran, berarti ia bukan termasuk golongan orang beriman.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. Orang mukmin senantiasa berharap hanya kepada Allah, bukan kepada orang lain atau berbangga diri berharap sepenuhnya dari diri sendiri. Dalam setiap kepentingan hendaknya melibatkan Allah dengan memohon kemudahan dan keberkahan dari-Nya.

 

5. QS Al Mukmin : 60

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. Setiap kali memiliki hajat atau menginginkan sesuatu hendaknya mengusahakan dengan sungguh sungguh dan meminta pada Allah untuk mengabulkan hajat anda. Allah senang pada hamba-Nya yang senantiasa berdoa, karena doa menghubungkan langsung antara seorang hamba dengan Allah.

 

6. QS Al Imran : 139

Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia mendapat anugrah dari Allah berupa kelebihan dan kelemahan masing masing. Berpikir negatif terhadap diri sendiri menandakan kurang nya rasa syukur. Maksimalkan kelebihan yang Haqers punya untuk kebaikan dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

 

7. QS Al Baqarah : 186

Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.  Ikuti perintah Allah dan syariat Islam dalam kehidupan sehari hari agar anda berada pada jalan yang lurus, senantiasa yakin kepada Allah bahwa setiap insan yang diciptakan memiliki peran dan bermanfaat untuk orang lain.

 

8. QS Al Baqarah : 286

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. Jelas sekali dalam firman tersebut Allah senantiasa mengasihi hamba-Nya, tidak akan diberikan ujian jika hamba-Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.

 

9. QS. Al Imraan : 200

Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. Allah memerintahkan kepada orang orang beriman untuk senantiasa berusaha dalam kesabaran dan keyakinan. keutamaan sabar dalam Islam memang sangat dianjurkan.

 

10. QS. Al Insyirah : 5

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jika seorang hamba menghadapi sebuah ujian dan menghadapinya dengan ikhtiar dan doa serta dalam kesabaran, maka Allah akan menunjukkan baginya petunjuk berupa jalan keluar atau kemudahan atas kesulitan yang dialaminya, seusai dari selesainya ujian tersebut akan lebih menguatkan tingkat keimanannya.

 

Demikian pembahasan tentang ayat Al-Qur’an yang mengandung motivasi, amalkan setiap ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar kita senantiasa memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia dengan kualitas keimanan yang lebih baik. 

Sob, Iduladha merupakan momen pengingat betapa pentingnya melakukan kurban untuk membantu sesama dan pengingat tentang bentuk pengorbanan serta ketakwaan kita pada Allah Swt., sebab rida Allah  ialah tujuan tertinggi selama hidup di dunia.

 

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan kamu yang telah memercayakan 27 kambing dan 1 sapi untuk kami kelola. Di momen Iduladha yang dilaksanakan pada 20 Juli 2021 lalu Alhamdulillah sebanyak 334 penerima manfaat telah menerima daging kurban.

 

Terima kasih telah memberi senyum terindah unuk 28 santri eTahfizh, 166 siswa SMART Ekselensia Indonesia, 110 masyarakat di lingkungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, dan 30 panitia kurban. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala berlipat ganda, aamiin.

Di tengah ujian pandemi ini kami mengajak kamu semua untuk terus bersyukur sebab masih diberikan kesempatan bertemu Hari Raya Iduladha, masih bisa mencicipi manisnya berkurban, bersedekah serta berbagi.

 

 

Sob, Iduladha mengajarkan kita bahwa ibadah kurban ialah bentuk pengorbanan dan ketakwaan kita pada Allah Swt. Sebab rida Allah  adalah tujuan tertinggi selama kita hidup di dunia.

 

 

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa juga ingin mengucapkan banyak terima kasih, karena Sahabat Pendidikan telah memercayakan pengelolaan hewan kurbannya kepada kami. Terima kasih, meski kondisi ekonomi sedang tak pasti namun Sahabat Pendidikan tetap memiliki semangat berbagi, InsyaAllah kami akan menyalurkan daging kurban kepada mereka yang berhak.

 

 

Semoga pandemi lekas berlalu dan semoga Allah memberikan kita kesabaran, kekuatan, dan keluasan rezeki. Aamiin.

 

 

Selamat Iduladha 1442 Hijriah Sob!

Sob esok hari kita akan melaksanakan Salat Iduladha 1442 Hijriah. Namun sepertinya kita harus legowo untuk melaksanakan salat di rumah saja sebab pandemi belum jua usai. Bahkan pemerintah melalui Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama, telah mengeluarkan himbauan berupa Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

 

Menurutnya surat edaran tersebut bertujuan mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Apalagi saat ini penularan virus corona di Indonesia masih tergolong tinggi. Selain menghimbau salat di rumah saja, ia  meminta masyarakat tidak mendatangi lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban.

 

Nah buat yang  yang ingin melaksanakan salat Iduladha di rumah saja bisa mengikuti tata cara salat Iduladha di bawah ini ya.

  1. Membaca niat salat Iduladha

Salat Iduladha diawali dengan membaca niat. Jika dilafalkan, bunyinya seperti di bawah init:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini (makmuman/imaaman) lillahi ta’alaa.

Artinya: “Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum/imam] karena Allah ta’ala”.

  1. Mengucapkan takbiratul ihram: Allahu Akbar;
  2. Meletakkan tangan di atas pusar (sedekap);
  3. Membaca doa iftitah;
  4. Membaca takbir sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama, dan di sela-sela takbir membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar”.

  1. Membaca surah Al-Fatihah;
  2. Membaca satu surat Al-Qur’an, dianjurkan membaca surah al-A’lâ;
  3. Rukuk sambil membaca tasbih: Subhaana rabbiyal ‘adzimi (3x);
  4. Bangun dari rukuk (iktidal);
  5. Sujud pertama;
  6. Duduk di antara dua sujud;
  7. Sujud kedua;
  8. Bangun dari sujud yang kedua sambil mengucapkan: Allahu akbar;
  9. untuk rakaat kedua sila membaca takbir sebanyak lima kali dan di sela-sela takbir membaca tasbih sebagaimana pada rakaat pertama;
  10. Membaca surah Al-Fatihah
  11. Membaca satu surat Al-Qur’an, dianjurkan membaca surah al-Ghâsyiyah;
  12. Rukuk sambil membaca tasbih: Subhaana rabbiyal ‘adzimi (3x);
  13. Bangun dari rukuk (Iktidal);
  14. Sujud pertama;
  15. Duduk di antara dua sujud;
  16. Sujud kedua;
  17. Duduk tasyahud akhir
  18. Mengucapkan salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri.

Semoga Iduladha tahun ini tetap memberikan banyak hikmah ya Sob meski hanya dilaksanakan di rumah saja , sebab di saat pandemi begini ada baiknya kita lebih menjaga diri dan orang-orang yang kita sayangi.

Oleh: Ahmad Faisal, Alumni SMART Angkatan 13

 

Mengubah takdir bukanlah jawaban dari semua keputusasaan, namun kita bisa merekonstruksi kembali masa lalu yang kelam untuk mimpi di masa depan. Meski sulit namun patut kita coba. Di tulisan ini aku tertarik menengok kembali jejakku yang sedikit tak terarah hingga aku bisa merekonstruksi kembali masa laluku.

 

Namaku Ahmad Faisal, pada 2003 silam aku lahir di Kobbae, daerah terpencil di Sulawesi Selatan, aku hidup bersama orang tua dan lima saudara. Saat aku menempuh sekolah menengah pertama di situlah aku paham arti susah dan penuh kendala.

 

Walaupun uang bukanlah segalanya, akan tetapi aku merasa gara-gara uang ibuku stres memikirkan biaya sekolahku. Aku merasa egois, seolah keuangan di rumah hanya untuk biaya sekolahku saja. Namun aku tak berputus asa, aku mulai bergerilya mencari beasiswa yang sesuai. Rasanya ingin menyerah karena sulit sekali, tapi Alhamdulillah Allah mempertemukanku dengan SNB SMART Ekselensia Indonesia di Instagram. Bahagia? Jelas, dan di saat bersamaan aku merasa tertantang. Akhirnya kuberanikan diri mengikuti ragam prosesnya. Iya proses demi proses serta persyaratan aku penuhi tanpa terkecuali Masa-masa itu seakan-akan seru untuk dikenang kembali. Proses seleksi SNB memang panjang tapi aku tertantang untuk terus melaju dan bersaing.

 

Selama proses seleksi berlangsung aku berusaha mencari tahu tentang SMART, aku yakin bisa lolos, yakin sekali. Meski begitu ekspektasiku tidak terlalu tinggi,  karena aku merasa SMART terlalu wah untuk seorang Ahmad Faisal. Namun takdir berkata lain, Allah merestuiku untuk bersekolah di sana. Aku mengucap syukur tanpa henti maka melengganglah aku ke Bogor. Ini kali pertama aku ke Jawa Barat dan kali pertama aku merantau. Aku bertekad menata diri di sini hingga bisa berkata:

 

“Aku tak menyesal sekolah di SMART”.

 

Saat orang bertanya, apa yang telah kamu dapatkan di SMART selama dua tahun? Jangan heran kalau aku tidak bisa berkata-kata. Memang kesannya melebih-lebihkan tetapi memang kenyataannya begitu. Di sini aku belajar arti saling menghargai, saling menyayangi sebagai saudara meski beda ibu dan bapak, belajar bagaimana mengendalikan diri, dan belajar berpikir dewasa.

 

Aku tidak perlu membahas tentang akademik SMART, karena sudah jelas kurikulum SMART tergolong sangat baik. Apalagi prestasi-prestasinya. Alhamdulillah di SMART aku bisa berprestasi bersama sahabatku, Wildani Fadhillah. Kami berdua menjadi peraih silver medals dalam Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) 2020.

 

Aku sangat berterima kasih kepada guru-guruku di SMART, berkat keuletan dan kesabaran para guru aku bisa lolos Breda University of Applied Sciences, Belanda. Sebuah berkah yang tak pernah kusangka bisa berkuliah di Belanda.

 

Bersekolah di SMART menjadi revolusi terbesar dalam hidupku. Doakan aku ya.

 

 

Ingat Sob Ukuran Passion Tak Melulu Kesenangan Pribadi

Oleh: Yonatan Y. Anggara

 

Semoga kita akan sadar kalau ukuran passion bukan hanya tentang suatu hal yang kita senangi. Passion tidak lantas berhenti pada titik kulminasi yang banyak di bangga bangga kan di media sosial saat ini: pencapaian. Semoga kita akan mengerti bahwa passion berbeda dengan titik nyaman. Bisa jadi, passion justru tumbuh dari sesuatu yang di paksakan. Sesuatu hal yang dulu nya sangat tidak mungkin untuk kita kerjakan.

 

 

Semoga kita akan paham bahwa passion adalah sesuatu hal yang menjadikan kita bermanfaat. Artinya passion tidak melulu tentang ketertarikan kita. Passion adalah hadiah dari ketekunan dan kedisiplinan kita. Semoga kita akan paham bahwa passion adalah sesuatu yang amat kita cintai. Bukan karena kita menyukai atau tertarik denganya, melainkan karena sesuatu itu kita lakukan dengan mengharap ridho Allah semata. Lakukanlah setiap kebaikan dengan penuh ketulusan niat, niscaya passion akan tumbuh beriring dengan kebahagiaan yang semakin melapangkan hati.

 

 

Seperti halnya Abdurahman Bin Auf yang tidak ragu membantu banyak urusan umat muslim. Menyumbangkan harta-hartanya untuk umat. Mungkin sebelum Rasul ada, ia tidak punya passion memberi semenakjubkan itu. Setelah islam datang, Ada suatu hal yang jauh lebih penting dari sekadar passion.

 

 

Seperti halnya Utsman bin Affan yang dengan cekatan memutar otak mengatasi kekeringan waktu itu. Kapitalisasi sumur oleh Yahudi akhirnya disudahi oleh 152 juta harta Utsman. Dengan santainya ia memberikannya pada masyarakat. Mungkin sebelum datang risalah Islam ia tidak punya passion problem solving seperti itu. Setelah Islam datang, ada yang jauh lebih penting dari sekedar passion.

 

 

Seperti halnya Abu bakar yang dengan yakinya merogoh uang sekitar 143 juta hanya untuk menebus budak hitam bernama Bilal yang sedang ditindih batu besar di padang pasir yang panas. Mungkin sebelum datangnya Muhammad itu tidak pernah punya passion take care. Namun setelah Islam datang, ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar passion.

 

 

Ada yang jauh lebih penting dari sekadar passion, yaitu menjadi bermanfaat

ADA KABAR GEMBIRA NIH SOB!

 

Alhamdulillah, berkat doa dan dukunganmu, tahun ini sebanyak 22 siswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 13 berhasil lolos seleksi PTN impian mereka.

Berikut daftar nama siswa yang lolos ya Sob:

SNMPTN:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Abdul Rahman Aziz, Arsitektur Lansekap IPB
2. M. Iqbar Ba’asyir, Teknologi Industri Pertanian IPB
3. M. Husain Haikal, Manajemen Sumberdaya Lahan IPB
4. M. Raihan Syaikhul Huda, Komunikasi Pengembangan Masyarakat IPB
5. Fashhan Firyal Fahrezy, Ilmu Keperawatan UNPAD
6. Mohammad Giofany, Sastra Inggris UNPAD
7. M. Qais Fathin, Ilmu Pemerintahan UNPAD
8. Sadianto, Teknik Pertambangan Institut Teknologi Sumatera.

 

SPAN PTKIN:

 

 

1. Muhammad Asdar, IAIN Kendari jurusan S1 Pendidikan Agama Islam
2. Muhammad Rafiq, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung jurusan S1 Komunikasi Penyiaran Islam
3. Rahmat Hidayat, IAIN Surakarta jurusan S1 Hukum Keluarga Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SBMPTN:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Abdullah Azzam, Teknik Mesin-Universitas Andalas
2. Ahmad Faisal, Kedokteran Hewan-Universitas Padjadjaran
3. Akbar Ridho Rifai, Keperawatan- UPN Veteran Jakarta
4. Faiz Aufal Huda, Kesejahteraan Sosial-Universitas Haluoleo
5. Izat Hamdanil, Desain Komunikasi Visual- Universitas Negeri Makasar
6. L. M. Fathul Karim, Hubungan Internasional – Universitas Mataram
7. Muhamad Rais Mochtar, Pendidikan Sosiologi – Universitas Pendidikan Indonesia
8. M. Malik Firdaus, Ilmu Perpustakaan – Universitas Indonesia
9. Rangga Prasetyo, Ekonomi Pembangunan – Universitas Sumatera Utara
10. Rotua Rahmad Rajana Soleh, Manajemen Komunikasi – Universitas Padjadjaran
11. Salim Rahman, Ilmu Komunikasi – Universitas Diponegoro

 

 

 

 

Kami mohon doamu ya Sob untuk tujuh belas 17 kakak kelas kami lainnya yang masih harus berjuang melewati Ujian Mandiri.

Semoga mereka dapat diterima di kampus terbaik sesuai cita-cita yang diinginkan.Aamiin

 

 

SMART Ekselensia Indonesia bekerjasama dengan NICE (NAMA Integrated Center for Excellence) mengadakan kegiatan Bright Boot Camp dengan tema utama “Smart Life Plan”. Kegiatan yang dihelat baru-baru ini dilaksnaakan selama tiga hari di aula Masjid Al-Insan LPI. Boot camp ini dilakukan secara hybrid satu hari daring dan dua hari luring. Pelaksanaan boot camp tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah.

 

Boot camp kali ini berbeda dengan sebelumnya, biasanya Boot camp tahun-tahun sebelumnya diikuti oleh siswa kelas 11 SMA, pada kesempatan kali ini boot camp diikuti oleh siswa kelas 8 SMP sebanyak 35 siswa. NICE sebagai penyelenggara kegiatan boot camp menghadirkan dua trainer yakni kak Uju Suli yang ternyata penerima manfaat BAKTI NUSA angkatan 5 dan kak Anggun sebagai mentor dan dua pendamping.

Di hari pertama siswa diminta mengisi pre test secara daring melalui LMS, setelah mengisi LMS para siswa kemudian mengikuti pembukaan boot camp dilanjut dengan materi pertama tentang hakikat penciptaan, para peserta masig-masing diminta menuliskan tujuan dari penciptaan, ada dua peserta yang diminta mempresentasikan hasil dari tulisannya. Siswa yang mewakili presentasi yaitu Bilal dan Raffa Al-Fayed, Bilal menjelaskan bahwa tujuan penciptaan adalah untuk beribadah sesuai dengan firman Allah dalam surat adz-Zariyat ayat 56 dan menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 30. Kemudian mentor menjelaskan tentang hakikat dan tujuan penciptan ada empat yaitu BAIK (Beribadah, Amr Ma’ruf Nahi Munkar, Indahkan semesta, Khalifah) Materi selanjutnya sebagai penutup  adalah mengenal diri sendiri dan lingkungan, mentor meminta para peserta menuliskan sejauh mana mereka mengenal dirinya masing-masing.

Pelaksanaan boot camp hari kedua dilakukan luring. Materi disuguhkan secara menarik serta apik, sesekali diselingi permainan agar peserta selalu antusias dan membosankan. Peserta diajak mengenal diri melalui materi mengenal potensi diri agar para siswa mampu menggali potensi yang mereka miliki. Menurut para pemateri kecerdasan dibagi menjadi kecerdasan majemuk, linguistik, matematis, sosial, musical, Kinestis, Interpersonal, dan Intraersonal, untuk memaksimalkan potensi kecerdasan tersebut  maka para siswa harus paham formula POWERS, Percaya diri, Orang yang tepat, Waktu yang terarah, Enrichment Effect, Reppetition, Share and speak. Para siswa diminta menuliskan potensi, minat dan bakat yang dimiliki kemudian disampaikan ke teman masing-masing. Kegiatan hari kedua ditutup dengan mengisi refleksi melalui LMS secara daring.

 

Di hari ketiga mentor memberikan materi “SMART Life Plan”, para siswa diminta menuliskan cita-cita dan pencapaian dalam kurun waktu lima tahun beserta langkah-langkah realistis. Setelah menuliskan cita-cita, para siswa mempresentasikannya di depan teman-temannya. Ada yang ingin menjadi Hafiz Al-Qur’an, ada yang ingin masuk Akademi Militer, ada yang ingin menjadi juara olimpiade matematika dan kebumian, menjadi pemain futsal handal, menjadi gamers, dan content creator. Di akhir kegiatan para siswa mengaminkan cita-cita yang akan mereka gapai.

 

Di  hari terakhir boot camp, sebagai kenang-kenangan para siswa memberikan kejutan untuk kakak-kakak mentor berupa doodle yang dibingkai rapi beserta banner yang sudah ditanda tangani. Kegiatan boot camp sangat berkesan bagi para siswa, mereka lebih memahami jati diri, pontensi yang dimiliki, dan cita-cita yang terarah.

 

Sebuah Sentilan Pembangkit Rasa Syukur

Oleh: Muhammad Wahyudin Nur

Alumni SMART Angkatan 8 Berkuliah di UNPAD Jurusan Sastra Arab

Berangkat dari sebuah ayat,

“Diwajibkan atas kamu berperang,padahal itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui”

Al Baqarah : 216

            Hidup itu gak melulu seperti yang kita mau, seperti sebuah peribahasa yang sering kita dengar atau baca,”Man Proposes, GOD Disposes”. Kita bisa saja membuat  rencana-rencana cantik yang sekilas  membuat hidup kita terasa indah,namun kehendak Allah kadang merubah semua rencana-rencana cantik tersebut. Sebagaimana ayat di atas, ayat yang tak bosan-bosannya teman sekamar saya di Asrama SMART Ekselensia Indonesia, kamar Hammas lantunkan, boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita, dan boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita. Ayat tersebut benar benar menyentuh hati saya ketika saya lulus dari SMART Ekselensia Indonesia.

            Rencana yang saya buat begitu Indah kala itu, betapa cantiknya ketika membayangkan lulus SNMPTN di sebuah perguruan tinggi ternama di Bogor, mempelajari Ilmu Komputer yang saat itu sangat saya gema,tetapi sebuah keputusan pahit hadir menampar saya terbangun dari angan angan indah tersebut, PLAK! Wahyuddin tidak diterima di kampus tersebut melalui jalur undangan. Saat itu saya begitu yakin dengan nilai-nilai saya, luar biasa, pelajaran besar. Kejadian tersebut begitu menampar saya dan menciptakan galau berkepanjangan. Hingga tersadar , ketika tidak lulus SNMPTN atau jalur undangan, saya harus berjuang untuk SBMPTN atau jalur tes tulis dan jalur mandiri di PTN-PTN incaran saya.

            Belajar dan berdoa agar Allah berikan   yang terbaik adalah usaha terbaik yang bisa saya lakukan. Atas izin Allah saya mendapat kesempatan untuk mencoba SBMPTN di tahun kemarin, dan Alhamdulillah atas izin Allah, lagi-lagi saya tidak diterima. Setelah pengumuman SBMPTN, hari setelahnya adalah pengumuman dari salah satu  jalur mandiri yang saya ikuti, dan hasilnya pun serupa.

            Singkat cerita, selain SBMPTN saya mengikuti 5 ujian mandiri untuk meraih PTN sebagai jenjang selanjutnya dari pendidikan saya saat itu, dan semua gagal. Sedih adalah hal yang saya rasakan, saya kecewa dengan diri saya, mungkin begitu pula dengan SMART, dan begitu pula dengan keluarga saya. “Kemarin belajarnya gimana??” “Doanya kurang kamu,” semua ujian mandiri sudah habis, dan saya  langsung mencari ‘tempat menetap’ bagi saya setelah lulus SMA ini.

 Sesuai dengan rencana yg saya buat apabila tidak lulus di PTN manapun, saya akan menghafal Al-Qur’an, sesuatu yang gagal saya lakukan dalam 5 tahun masa pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia. Saya mencari-cari rumah tahfidz yang menerima santri lulusan SMA, dari mulai program 10 bulan, 1 tahun, 2 tahun, saya coba kirim berkas, dan Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mencoba seleksi beasiswa menghafal di sebuah rumah tahfidz baru, yang baru saja didirikan. Seleksi kala itu adalah berupa kecepatan menghafal, satu jam per halaman. Saya gagal, saya hanya menyelesaikan setengah halaman dalam satu jam. Saya pun mulai pesimis dan mulai menyusuri google untuk mencari rumah tahfidz lain karena selain yang satu itu, dua rumah tahfiz yang saya daftar kala itu, sudah tutup. Alhasil,rumah tahfidz selain itu, tidak ditemukan. Pada saat itu sya benar benar pasrah kepada ketentuan Allah‘azza wa jalla. Setelah menunggu sekian hari, Alhamdulillah rumah tahfidz tersebut mau menerima saya.

Dimulailah perjalanan baru saya dalam menghafal Al-Qur’an. Bukan sekadar membaca tulisan tulisan berbahasa Arab, menghafalnya, lalu menyetorkannya. Mungkin itu yang pertama kali saya lakukan di awal perjuangan menghafal Al-Qur’an, mengejar target, tamat secepat cepatnya, namun setelah menghafal Al-Qur’an sekian juz, hidayah Allah datang.

“Menghafal AlQur’an bukan masalah cepat cepat seperti balap motor, tapi seperti acara Rangking 1 di teve, siapa yg paling lama bertahan dengan AlQur’an, dialah pemenangnya” ucap seorang ustaz di rumah tahfiz saya.

Mulailah saya membaca dan mencoba memahami tiap pesan cinta yang Allah sampaikan untuk hamba-Nya yang mau membaca kalam-Nya.Tak jarang Allah menghantam hati saya dengan kalam-Nya, membuat saya tersadar bahwa selama ini, saya berjalan di atas kesesatan. Allah membuka mata hati saya lewat sebuah training yang sangat terkenal di Indonesia, Private Class Pola Pertolongan Allah. Pesan cinta Allah tidak hanya Ia sampaikan lewat kitab suci-Nya, tapi dalam setiap masalah yang saya hadapi, Allah lampirkan pesan cintaNya. Saat itu saya masih mengidamkan PTN, dan Allah mengembalikan saya kepada kejadian yang lalu ketika tak ada satupun PTN yang berhasil saya raih untuk membaca pesan cintaNya. Kenyataannya, pada saat itu, Allah hendak memanggil saya untuk bermesraan barang sejenak denganNya dan memahamiNya.

8 bulan sudah saya menghafal Al-Qur’an, lalu Allah pertemukan saya dengan SBMPTN lagi.Tepat setahun yang lalu, dia menjadi sumber sakit hati terbesar saya seumur hidup. Namun kali ini, saya benar benar ingin mencobanya kembali. Kali ini, niat saya berubah, saya tidak meminta kepada Allah agar dapat kuliah di mana pun seperti doa saya tahun lalu, saya tidak memaksa Allah untuk memasukkan saya di PTN favorit seperti tahun lalu, do’a saya kali ini,

“Allah, hamba-Mu ini sekarang akan menghadapi ujian yang akan merubah banyak hal, suasana hati, ukhuwah, dan sebagainya. Allah, untuk kali ini, hamba ikhlas apabila tidak dapat PTN yang hamba idamkan sejak dahulu karena hamba sudah memiliki-Mu yang  dengan sangat baik memberikan cinta-Mu pada hamba. Allah, satu hal yang hamba tidak mau terjadi setelah keputusan hasil dari ujian ini diumumkan,dan hamba sangat tidak mau ini terjadi, hamba tidak ingin ada pihak yang kecewa dengan keputusan-Mu nanti, hamba tidak ingin ada ukhuwah yang rusak karena keputusan-Mu kelak, hamba tidak ingin mengecewakan lembaga SMART Ekselensia Indonesia yang telah dengan sangat baik membina hamba atas izin-Mu selama 5 tahun. Hamba mohon pada-Mu ya Rabb, apapun keputusan-Mu, tempatkanlah hamba dalam ridho-Mu, tempatkanlah hamba dalam cinta-Mu, ya Rabb, Engkau yang Maha Penyayang, perkenankanlah ya Rabb”

Yaa kira-kira begitulah isi do’a saya beberapa bulan yang lalu, ada yang gak saya tulis, itu pribadi, hehe. Alhamdulillah, setelah SBMPTN berlalu saya masih dihantui perasaan takut tidak diterima karena ikut tes juga agak maksa minta izinnya ke pihak rumah tahfiz saya, dan teman-teman yang lain gak ada yang se keras saya maksa ke pak direkturnya. Setelah melalui masa penantian hasil sambil menambah nambah hafalan yang belum disetorkan, Alhamdulillah, atas do’a orang-orang yang mendo’akan saya, dan tentu atas kasih sayang Allah, Allah takdirkan saya untuk melanjutkan hidup yang telah Allah amanahkan kepada saya di jurusan Sastra Arab, Universitas Padjajaran.

WALLAHI, saya melihat dengan jelas pertolongan Allah pada kejadian ini. Kejadian ini membuat saya semakin melek dengan nyatanya cinta Allah pada hamba-Nya. Sastra Arab bukanlah bagian dari mimpi saya tahun lalu, rencana saya pun bukan disitu melainkan di psikologi, beberapa bulan yang lalu saya serahkan semua buku-buku yang menunjang untuk latihan SBMPTN kepada saudara dan teman saya karena saya sudah gak yakin untuk dapat ikut serta di SBMPTN 2017. Alhamdulillah, Allah beri saya sebuah buku kumpulan soal SOSHUM untuk belajar seharga Rp 50.000. Murah, bukan? Ketika SMA basic saya SAINTEK, dan Allah tuntun saya ke arah SOSHUM, saya buka buku soal-soal SOSHUM itu, Alhamdulillah ketika tes, ada beberapa materi yang dahulu saya pelajari selama duduk di kelas 10, dan atas izin Allah, saya diterima di Universitas Padjajaran dengan Pertolongan Allah.

 

Lepas SMART Aku Harus Apa?

Oleh: Muhammad Fatih Daffa Alumni SMART Angkatan 8, Saat Ini Berkuliah Di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan School of Life Science and Technology Engineering Program

Kuliah. Masa perubahan status, siswa menjadi ‘maha’siswa. Ya, kini aku adalah seorang mahasiswa. Saat paling tepat untuk membentuk diri, menentukan seperti apa diriku ke depannya. Bertansformasi, layaknya sebuah gerabah yang baru keluar dari cetakannya. Sukses terbentuk menjadi sebuah kendi yang indah, atau pecah karena tak mampu bertahan dalam tungku pembakaran. Masa-masa akhir di kelas XII di SMART, walaupun nilai Ujian Nasionalku tidak cukup memuaskan. Meskipun aku tidak lolos dalam SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur undangan. Aku merasa sangat bersemangat. Seorang remaja yang selama lima tahun terakhirnya selalu diawasi, dibina, diatur, dan didukung, akan tiba saat baginya dilepaskan menuju fase kehidupan selanjutnya. Mengawasi dan mengatur setiap hal yang dilakukan diri.

 

Mencari dukungan dan membuat dukungan untuk diri agar bisa menemukan jalan terbaik bertahan di jalan itu. Kini aku berada di posisi itu. Saat aku bebas mengatur diri, memilih tempat, mencari suasana. Terkadang kebebasan tersebut untuk membuat diriku berada di lingkungan yang baik. Namun, terkadang pula kebebasan tersebut hanya untuk membuat diriku nyaman. Entah apakah itu baik atau buruk. Sangat sulit, benar-benar sulit. Itu yang saat ini kurasakan, betapa aku merindukan saat-saat ketika berada di SMART. Bahkan, aku juga sangat merindukan saat-saat ketika aku bersama teman-temanku merasakan pelatihan dari KOPASSUS.

 

Melakukan posisi taubat (tanyakan pada yang pernah merasakan selainku hehe). Saat itu mungkin fisikku mendapatkan hal “istimewa”, namun aku merasa saat itu lebih baik dari saat ini. Kenyataan adalah kenyataan. Hanya Allah swt. dan diriku yang mampu mengubah takdir dan nasibku. Guruku di SMART selalu menyampaikan ini: “Tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha, hasil itu hak prerogatifnya Allah swt”. Untuk setiap orang yang membaca tulisan ini. Kusampaikan padamu, “Hiduplah sesukamu. Namun ingatlah, hal yang baik hanya untuk orang yang baik”. Sekian.