Jaga Diri, Tahan, Supaya Puasamu Berkah

Sob tahukah kamu kalau selama Ramadan kita kudu banget menjaga diri agar puasa kita berkah dan mendapatkan pahala berlimpah. Hanya saja sebagai pelajar kadang kita suka bertingkah nyeleneh yang tanpa disadari dapat membuat pahala puasa kita berkurang, bahkan menguap entah ke mana. Sayang banget kan kalau sampai seperti itu. Nah supaya puasa kita tetap dalam jalur yang baik, yuk kita menjaga yang perlu dijaga.

 

“Hah maksudnya bagaimana?” Langsung simak saja video di bawah ini ya. Tetap semangat puasanya Sob.

Selamat Kepada 50 Siswa Terpilih Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

Selamat Kepada 50 Siswa Terpilih Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

SMART Ekselensia Indonesia (SMART) baru saja menyelesaikan Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) untuk mencari siswa terbaik sebagai penerima manfaat program ini. Seleksi sendiri merupakan rangkaian proses yang dirancang untuk menjadi saringan paling efektif, guna memastikan para penerima manfaat SMART benar-benar layak. Hal tersebut dilakukan karena dana SMART berasal dari zakat masyarakat, sehingga harus dipastikan sampai kepada yang berhak.
SNB sendiri telah dimulai dari tujuh bulan lalu, tepatnya sejak November 2018. Rangkaian panjang proses seleksi tersebut meliputi publikasi, pendaftaran, seleksi berkas, test akademik, psikotes, home visit, rapat penentuan akhir dan pengumuman. Adapun sistem seleksi yang digunakan adalah sistem gugur, setiap pendaftar yang tidak lolos pada satu tahap, tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya.
Dari 360 pendaftar yang masuk, SMART hanya menerima 40 siswa untuk jenjang SMP. Sedangkan untuk  SMA hanya 10 anak yang diterima dari 174 pendaftar. Para siswa tersebut mewakili semua wilayah seleksi, yaitu Sumatera utara, Riau, kepri – batam, kepri – natuna, Sumatera Barat, jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, banten, jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah – semarang, jawa tengah – Purwokerto, yogyakarta, Jawa Timur, Malang, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT, Maluku, sabah, Serawak
Selamat kepada para siswa baru Angkatan 16! Selamat datang di keluarga besar SMART Ekselensia Indonesia! Selamat menjadi calon pemimpin bangsa ini, dan selamat menebar kemanfaatan yang lebih luas!
Informasi lebih lanjut kunjungi www.smartekselensia.net atau kontak ke 08812374484 atau 08128833840 (Markom Dompet Dhuafa Pendidikan)

Bingung Sama Target Ramadan? Baca Tulisan Ini Sob!

Bingung Sama Target Ramadan? Baca Tulisan Ini Sob!

 

Wah gak kerasa ya Sob dua hari lagi kita akan bertemu lagi dengan Bulan Ramadan. Nah kalau boleh tau target Ramadan kamu apa nih Sob?

 

Memang gak mudah membuat target selama bulan Ramadan Sob, tapi gak ada salahnya juga kalau kita mulai menyusun strategi agar Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika kamu masih bingung menyusun target Ramadan, kami punya tujuh tips jitu supaya target Ramadanmu tercapai. Yuk simak tulisan di bawah.

 

1. Berpuasa Penuh Satu Bulan Ramadan

Karena hukumnya wajib maka sudah seharusnya kita melaksanakan puasa Ramadan sebulan penuh, sesibuk dan sebanyak apapun PR kita kecuali jika ada kondisi yang mengharuskan untuk tidak berpuasa. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

2. Melaksanakan Salat Malam Setiap Hari

Melaksanakan salat malam selain berpahalan, juga baik untuk kesehatan badan. Oleh karena itu Rasulullah Saw. Pernah bersabda, “Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala Allah semata, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

3. Melaksanakan Itikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridhaan Allah Swt. dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan selama ini. Iktikaf ada baiknya diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridho Allah Swt. I’tikaf dianjurkan dilaksanakan jelang sepuluh hari terakhir Ramadan

 

4. Mencari Lailatul Qadr

Di sepuluh hari terakhir Ramadan kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dikarenakan adanya Lailatul Qadar atau malam kemuliaan, malam yang lebih mulia dari 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.

 

5. Memperbanyak Sedekah dan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah, di bulan ini Allah Swt. melipatgandakan pahala dari kebaikan yang kita perbuat, maka tidak ada salahnya jika kita berbagi kepada sesama dengan bersedakah dan memberi makan orang berpuasa. Rasulullah Saw. Bersabda,“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

 

6. Memperbanyak Membaca Al Quran dan Mengkhatamkan Al-Quran

Ada baiknya kita meluangkan waktu dan mengkhususkan membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari sehingga bisa mengkhatamkan Al-Qur’an. Rasulullah Saw. bersabda, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan al-Qur’an dengannya.” (HR. Bukhari)

 

7. Membayar Zakat

Zakat dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Nah jangan lupa ingatkan kakak atau keluarga di rumah tentang pentingnya mengeluarkan zakat fitrah ya Sob.

 

Mengejar target di atas bukan berarti kita meninggalkan ibadah lain seperti melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah. Mudah-mudahan target yang telah disebutkan diatas tercapai. Dan disaat kita selesai berpuasa di bulan Ramadan secara penuh, mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang semakin bertaqwa ya Sob. Aamiin.

 

Program Sedekah CATCHPLAY dan DD Pendidikan untuk Anak-Anak Marginal

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah di bidang sosial dan pendidikan yang harus diselesaikan. Sinergi dari banyak pihak diperlukan untuk mengentaskan rangkaian permasalahan tersebut, karena membawa negeri ini kepada kejayaannya menjadi tanggung jawab bersama.

CATCHPLAY bermitra dengan Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) menggagas program bertajuk #SedekahSeruCATCHPLAY sebagai upaya menyelesaikan satu dari sekian banyak pekerjaan rumah di negeri ini. Program Sedekah Seru CATCHPLAY berlangsung selama bulan Ramadan 2019, dimulai pada 1 Mei 2019 dan akan berakhir pada 9 Juni 2019.

Melalui program tersebut, CATCHPLAY, perusahaan penyedia layanan streaming film, akan mendonasikan sebesar Rp3.000,00 dari tiap transaksi koleksi single rental-nya.Selanjutnya donasi tersebut akan disalurkan DD Pendidikan untuk SMART Ekselensia Indonesia

Program Sedekah Seru CATCHPLAY juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat  dalam bidang pendidikan dan sosial demi kualitas hidup masyarakat marjinal lebih baik. CATCHPLAY dan DD Pendidikan memiliki komitmen untuk memasifkan program ini melalui ragam kanal yang dimiliki masing-masing pihak.

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak signifikan terutama bagi para penerima manfaat DD Pendidikan dan mampu menginspirasi masyarakat untuk bergerak membangun bangsa sehingga problematika sosial negeri ini akan lebih cepat terentaskan.

“Saat kita berbagi, ada cahaya kehangatan yang terus menerangi dan membuat hidup lebih berarti. Cahaya ini akan lebih terang saat Ramadan. Kami bersyukur, tahun ini kami bisa berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa Pendidikan, dan berbagi sinar bulan suci bersama movie lovers Indonesia,” jelas Roy Soetanto, Chief Marketing Officer, APAC, CATCHPLAY tentang program ini.  “Kami berinisiatif mengadakan #SedekahSeruCATCHPLAY yang bertujuan membuka cara baru bersedekah untuk anak-anak yang masih belum bisa mengenyam pendidikan yang layak. Tak ada kebaikan sia-sia. Kami berharap, program ini membawa perubahan pada mereka sekecil apa pun kontribusi kami, melalui Dompet Dhuafa Pendidikan,” ungkapnya lebih lanjut.

CATCHPLAY, tak seperti penyedia video-on-demand lain, menawarkan film blockbusterHollywood terbaru, tiga bulan setelah tayang di bioskop. Cakupan jenis filmnya amat beragam, mulai dari pemenang Oscar, film inspiratif penuh pujian kritikus, laga, blockbuster, indie, art house, hingga film lokal besutan para sineas anak bangsa, yang cocok dinikmati seluruh anggota keluarga.

Narahubung: Nurhayati Rospita Sari-SPV Marketing Komunikasi (0878 8791 2000)

,

Tak Perlu Khawatir, UNBK 2019 Pasti Berlalu!

Rasanya baru kemarin kami melihat kakak-kakak Angkatan 10 sibuk belajar mempersiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tetiba saja UNBK 2019 sudah datang mengetuk pintu kamar asrama kami. Siap tidak siap kami harus siap.

Oh iya sekadar informasi untuk kalian, Ujian Nasional (UN) tahun ini kami masih menggunakan sistem berbasis komputer alias UNBK seperti tahun sebelumnya. “Lalu apa sih UNBK?” Mungkin sebagian dari kamu  belum tahu apa itu UNBK, UNBK adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer atau biasa juga disebut Computer Based Test (CBT) di mana sistem pelaksanaannya menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada 2014 secara daring (online.pen) dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada 2015 lalu akhirnya dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-daring yaitu soal dikirim dari peladen (server.pen) pusat secara daring melalui jaringan (sinkronisasi) ke peladen lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh peladen lokal (sekolah) secara luring (offline.pen). Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari peladen lokal (sekolah) ke peladen pusat secara daring. Yang jelas kami telah mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang berhubungan dengan ujian penentu nasib kami di masa depan ini.

Sebelum UNBK datang kami telah menyiapkan banyaaaaak hal supaya kami bisa menaklukan ujian yang (masih) menjadi momok bagi pelajar di Indonesia ini. Walau terlihat seperti belajar melulu, tetapi kami menyisihkan waktu untuk bersantai juga kok, bahkan mungkin terlalu santai hehe. Mulai hari ini, Senin (01/04) hingga Kamis (04/04) plus tambahan hari Senin nanti (08/04) kami akan berjuang dan bertarung dengan gigih.

Berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tak ada ritual apel pagi bersama karena jadwal UNBK dibagi menjadi dua shift yakni pukul 07.30-09.30 untuk Kelompok 1 dan pukul 10.30-12.30 untuk Kelompok 2. Bahkan teman-teman kami yang ujian di shift 2 masih bisa menyetrika baju dahulu Sob.

“Lalu kenapa dikelompokkan begitu sih?” Karena mencegah terjadinya keriuhan dan koneksi internet yang kurang stabil, oleh karenanya ujian dibagi menjadi dua bagian.

Nah tahukah kamu kalau setiap tahunnya SMART (Alhamdulillah) berhasil meluluskan semua muridnya dengan rerata capaian sekitar 97% diterima di PTN kenamaan. Karena itulah banyak pihak yakin kalau UNBK 2019 mampu membuat SMART meluluskan semua siswa-siswanya dan masuk PTN favorit, aamiin.

Ada 40 siswa yang mengikuti UNBK, selama empat (plus satu) hari kami akan berjuang menyelesaikan mata pelajaran yang  di-UNBK-kan. Untuk mata pelajaran yang diujikan sendiri antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Lalu ada satu hari khusus untuk mata pelajaran pilihan yakni Biologi, Fisika, dan Kimia untuk jurusan IPA. Ekonomi, Geografi, Sosisologi untuk jurusan IPS.

Sob merasa gak sih kalau setiap tahunnya banyak lho teman-teman kita yang stres menjelang dan saat ujian tiba, pun kami merasakan hal yang sama. Selain (mungkin) karena kurangnya persiapan dan kesiapan, bisa juga karena tuntutan nilai lumayan tinggi. Kami ada beberapa tips nih untuk kalian agar tidak stres menghadapi UNBK tahun depan:

  1. Kamu harus siap lahir batin! Jangan anggap UNBK sebagai momok menakutkan, anggap saja ulangan biasa dengan soal yang lebih menantang.
  2. Persiapkan mental dan diri sebaik mungkin, karena yang tahu kapasitasmu kan hanya kamu.
  3. Banyak-banyak berdoa karena kekuatan doa itu maha dahsyat.
  4. Jangan lupa sarapan sebelum ke sekolah, karena sarapan terbukti mampu menambah daya konsentrasi.
  5. Percaya diri dan jangan pernah menyontek!
  6. Kerjakan soal yang menurut kamu paling mudah.

Semoga tips di atas membantumu.

 

Kami mohon doamu ya, semoga kami bisa mengerjakan soal dengan baik, mendapatkan nilai yang baik, dan bisa masuk PTN yang kami inginkan. Kami juga mendoakan agar kalian semua juga lulus dengan nilai terbaik aamiin! Doakan kami juga ya Sob! (AR)

,

Yuk Selami Dalamnya Al-Quran Supaya Hidup Lebih Hidup

Yuk Selami Dalamnya Al-Quran Supaya Hidup Lebih Hidup

 

Halo Sob, Assalamualaikum. Wah kita bertemu lagi di postingan terbaru nih. Maaf ya kalau kami jarang mengunggah tulisan atau informasi seputar SMART, maklum banyak sekali tugas yang harus kami kerjakan. Sebagai permintaan maaf, kami ingin bercerita seputar pengalaman kami para siswa Kelas 4 IPS yang mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan kemarin.

Jadi Sob, dulu Syaikh Thanthawi, guru besar Al-Azhar Kairo mengulas dalam tafsirnya Al Jawahir, bahwa Al Qur’an memuat lebih dari 750 ayat tentang alam semesta, dan hanya sekitar 150 ayat fikih. Namun, ulama telah menulis ribuan kitab fikih, tetapi nyaris tidak memperhatikan serta menulis kitab tentang alam raya dan isinya.

Hal ini jelas membuat banyak orang bertanya-tanya (termasuk kami yang awam) tentang korelasi sains dan ayat Al-Qur’an dengan hidup manusia. Sebagai pelajar kami haus sekali akan ilmu pengetahuan, dan untuk mencari jawaban di atas akhirnya pada Kamis (28/03) kami mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan bersama Dr. Agus Purwanto, Kreator SMA Trensains (SRAGEN & Jombang), dengan pembahasan Nalar Ayat-Ayat Semesta yang diadakan di Aula Al insan Dompet Dhuafa Pendidikan, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Pak Doktor Agus, umat dan para ulama banyak menghabiskan waktu untuk membahas persoalan fikih, dan sering sekali berseteru serta bertengkar karenanya. Mereka lalai atas fenomena terbitnya matahari, beredarnya bulan, dan kelap-kelipnya bintang. Mereka abaikan gerak awan di langit, kilat yang menyambar, listrik yang membakar, malam yang gelap gulita, dan mutiara yang gemerlap. Mereka juga tak tertarik pada aneka tumbuhan di sekitar, binatang ternak, maupun binatang buas yang bertebaran di muka bumi, dan aneka fenomena serta keajaiban lainnya. Padahal di dalam Al-Quran semua sudah dijelaskan secara detail tanpa ada satu unsur pun terlewat di dalamnya.

“Apakah sains tidak relevan dalam Islam? Padahal dalam sejarah keilmuan tercatat bahwa sains modern merupakan sumbangan para ilmuwan muslim terhadap peradaban dunia, terutama ketika Eropa berada dalam dark age,” paparnya.

Selama tiga jam kami dikenalkan dan diajak menyelami ayat-ayat semesta di dalam Al Qur’an. Ia menambahkan jika Al-Qur’an dan sains telah melahirkan ilmuan-ilmuan besar seperti Al-Biruni ahli fisika dan kedokteran, Al-Razi ahli kimia, Al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Haitsam ahli optik, serta nama-nama seperti Ibnu Sina, Ibnu Farabi, Ibnu Khaldun, Al-Kindi, Ibnu Batutah, Ibnu Rusyd, Al-Saghani, dan masih banyak nama besar lainnya. Wih bangga sekali kami mendengar nama-nama tokoh ini disebut, bikin semakin semangat untuk belajar5.

Dalam penjelasannya Pak Doktor Agus menekankan bahwa sesungguhnya Islam dan Al-Quran tidak pernah bertentangan apalagi bermusuhan dengan sains. Dalam buku Ayat- Ayat Semesta yang ia karang, dan lewat diskusi produktif pendidikan ia ingin menunjukkan bagaimana Al-Quran justru menjadi sumber dari sains modern. Sains dikonstruksi berdasarkan inspirasi wahyu Allah Swt. dalam bangunan ilmu pengetahuannya.

“Al-Qur’an tidak sekadar menjadi basis nilai. Di dalamnya mengandung 800 ayat tentang alam, sains, juga teknologi. Maka, Al-Qur’an bisa menjadi epistemologi dalam ilmu, sumber inspirasi dalam kehidupan. Penting diingat jika kita lupa pada sang pencipta maka hidupnya tak akan seimbang. Karena dalam hidup yang utama adalah Allah, maka penting bagi manusia untuk selalu membangkitkan kesadaran akan kebesaran-Nya dalam setiap aktivitas,” tutupnya.

Selesai mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan, pengetahuan kami seputar Al-Quran semakin bertambah. Bukan itu saja, kami semakin yakin kalau Al-Quran itu benar-benar pedoman hidup tiada duanya. MasyaAllah. (AR).

BElajar Bahasa Asing

Mengasah Kemampuan Bahasa Inggris

Nama saya Rizki Idsam Matura . Kata ‘matura’ dalam nama saya bukanlah nama marga atau nama keluarga, melainkan sebuah singkatan yang menurut penuturan Ibu adalah “Menyumbangkan Tenaga Untuk Rakyat”. Sebuah singkatan yang sangat berat untuk dipikul oleh seorang anak kampung yang sekadar bermimpi ke kota pun tak berani. Hingga suatu ketika mau atau tidak mau saya harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Suatu hari, ketika asyik bermain kelereng, saya dipanggil Abang. Dia menanyakan apakah saya ingin melanjutkan pendidikan di luar Lampung. Sontak saya kaget. Bermalam semalam di rumah teman saja saya tidak berani, apalagi untuk tinggal dalam waktu lama di lingkungan yang tidak saya kenal.

Saya pun bertanya terlebih dahulu kepada Ibu, apakah saya diizinkan untuk pergi dan apakah saya kira-kira kuat untuk hidup tanpa didampingi keluarga. Dengan tenang, Ibu mengatakan kalau saya diizinkan. Beliau juga memberikan kepada saya kekuatan untuk berani merantau. Akhirnya dengan semangat menggebu-gebu saya mengiyakan ajakan Abang saya untuk sekolah di Jawa.

Tidak seperti yang saya perkirakan, seleksi untuk menjadi bagian dari sekolah itu sangat sulit. Selain itu, banyak peserta yang menjadi saingan saya. Seleksi awal yang dilakukan adalah seleksi administratif. Tanpa piagam, tanpa sertifikat, dan tanpa nilai yang menonjol, saya memberanikan diri untuk mengikuti seleksi awal. Satu-satunya kebanggaan saya adalah selalu menjadi tiga besar di kelas.

Alhamdulillah, saya berhasil lolos dalam tahap awal dan siap mengikuti seleksi bidang studi yang diadakan di Ibu Kota. Dalam seleksi inilah saya baru mengenal nama sekolahnya, yaitu SMART Ekselensia Indonesia. Ternyata, setelah bertanya lebih lanjut, saya mengetahui bahwa sekolah ini merupakan salah satu jejaring dari Dompet Dhuafa. Sebelum mengenal SMART, saya terlebih dahulu mengenal Dompet Dhuafa dari programnya yang ada di kabupaten saya, yaitu Kampung Ternak.

Setelah lolos tes bidang studi dan seleksi-seleksi tahap selanjutnya, saya diterima menjadi salah satu bagian dari Siswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 4. Kelulusan saya ini menjadi cerita tersendiri di desa saya. Betapa tidak, dalam pengumuman tersebut disampaikan pula bahwa saya beserta teman-teman yang terpilih dari Lampung akan pergi dengan menggunakan pesawat.

Sehari sebelum keberangkatan saya, tepatnya pada malam harinya, di rumah saya diadakan syukuran untuk melepas kepergian saya. Dalam acara itu pula tetangga dan kerabat menitipkan nasihat-nasihat untuk saya ketika sudah hidup negeri orang.

Di SMART kami diijinkan untuk mengikuti berbagai ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan non-akademik kami. Ekskul yang saya ikuti adalah English Club, yaitu wadah bagi para siswa SMART yang tertarik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Selain mempelajari teori-teori dalam kelas, kami juga sering mengetes kemampuan berbahasa Inggris kami dengan orang asing. Caranya? Bule hunting ke tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing.

Pengalaman bule hunting pertama yang saya ikuti bertempat di Monumen Nasional. Pada kesempatan itu, kami mencari sebanyak-banyaknya turis asing untuk diajak mengobrol. Karena kemampuan berbahasa Inggris saya saat itu tidak terlalu baik, saya lebih sering menjadi pendengar ketika teman-teman saya bertanya kepada bule-bule itu.

Selain sebagai ajang mempraktikkan secara langsung kemampuan berbahasa Inggris, bule hunting merupakan salah satu media kami untuk refreshing mencari udara segar di luar asrama. Maklum, kami hanya diizinkan keluar seminggu sekali. Walaupun begitu, kami tidak serta-merta memanfaatkan aktivitas ini untuk bersenang-senang tak bertanggung jawab karena kami diwajibkan membuat laporan kegiatan (dalam bahasa Inggris tentunya) dan menyerahkan kepada penanggung jawab ekstrakurikuler ini.

Selain bule hunting, sesekali kami menjadi narasumber di RRI Pro 2 Bogor dalam program English Service Programme yang merupakan program kerja sama dengan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa. Materi yang dibawakan tidak jauh dari kehidupan kami sebagai anak asrama, seperti suka atau duka menjadi anak asrama. Sesuai namanya, tentu saja kami harus menjawab pertanyaan pembawa acara dengan menggunakan bahasa Inggris. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan pada saat menjawab pertanyaan, kami melakukan briefing terlebih dahulu dengan pembawa acara.

Baik ketika kami mendengar program ini atau saat kami menjadi pembicaranya, kemampuan berbahasa Inggris kami sedikit demi sedikit meningkat. Seiring dengan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris kami, kami dipercaya untuk menjadi penanggung jawab dalam acara-acara berbahasa Inggris yang diadakan sekolah. Seperti pada saat penyelenggaraan Olimpiade Humaniora, saya dipercaya untuk menjadi Koordinator lomba story telling. Atau ketika rombongan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris se-Indonesia di bawah Kementerian Agama datang ke sekolah kami, saya dan teman saya di English Club dipercaya menjadi MC di hadapan orang-orang yang sudah pasti mahir berbahasa Inggris. Grogi? Pasti. Tapi kami berusaha menampilkan yang terbaik sebagai tuan rumah. Hasilnya, kami diapresiasi oleh peserta.

Hal yang paling berkesan selama saya menjadi salah satu anggota English Club adalah ketika kami kedatangan tamu dari Negeri Ginseng, Korea Selatan, tepatnya dari sekolah-sekolah di Pulau Jeju. Mereka tergabung dalam Korea Youth Volunteer Programme. Ada dua tim yang dikirim dalam program ini, satu ke Garut dan satu lagi ke Bogor atau tepatnya ke SMART. Beruntungnya, karena sudah sering diberi tanggung jawab untuk menjadi MC dalam kegiatan berbahasa Inggris, saya dan teman saya kembali diberi kepercayaan untuk menjadi MC pada pembukaan dan penutupan program ini.

Pengalaman menjadi MC pada program ini merupakan pengalaman baru bagi saya, terlebih lagi secara tidak langsung saya membawa nama negara. Untuk itu, saya membutuhkan waktu berhari-hari demi mempersiapkan diri. Mulai dari pemilihan kostum, pembuatan run down acara, bahkan kami sempat dilatih bahasa Korea demi suksesnya acara.

Pada pelaksanaannya, saya tidak hanya berperan sebagai MC yang membuka dan menutup acara, tetapi ikut serta pada program kerelawanan yang mereka lakukan. Selama pelaksanaan program tersebut, kami tidak hanya memperkenalkan dan mengajarkan budaya yang ada di Indonesia, tetapi juga sharing kebudayaan Korea dan Indonesia. []

Piala Pertamaku

Siang itu, kami para siswa tangguh SMART Ekselensia Indonesia dan beberapa ustadz pergi ke Masjid Raya Kahuripan. Kami semua sangat bersemangat dalam perjalanan kali ini walaupun harus berjalan kaki dan terkadang berlari. Setelah berjalan dan berlari akhirnya berangsur-angsur kami sudah sampai ke tempat tujuan. Di sana para ustadzah yang pergi dengan naik kendaraan masing-masing sudah menunggu kedatangan kami.

Sebelum Shalat Zuhur dan makan siang, para siswa diminta ke lantai dua masjid. Inilah saat untuk asyik-asyikan. Ustadz Ahmad sudah mempersiapkan beberapa permainan yang akan kami mainkan per kelas. Kunci dari permainan-permainan ini adalah kerja sama tim yang baik. Permainan ini dimulai dari memindahkan bola kecil dengan menggunakan paha. Cara bermainnya adalah seluruh siswa duduk berjejer, lalu cara memindahkan bolanya dengan mengoperkannya dari satu paha ke paha yang lainnya.

Permainan selanjutnya tidak kalah seru, yaitu satu siswa dengan siswa yang lainnya per kelas harus menduduki paha temanya, dan temanya itu juga harus menduduki teman yang lainnya lagi. Permainan pun dimulai, kami pun saling menduduki paha teman satu dan yang lainnya. Awal-awalnya sih biasa saja. Tetapi, selang beberapa menit, rasa pegal pun mulai merambat. Satu per satu kelompok mulai berjatuhan hingga 15 menit. Akhirnya permainan pun dihentikan dan menyisakan empat kelompok sebagai pemenangnya.

Setelah semua permainan selesai, kami melaksanakan shalat berjamaah. Setelah itu kami diminta untuk mengambil nasi boks yang telah disediakan untuk makan siang. Setelah membuka boks makan, yang kulihat adalah… hati. Oh tidak! Dari kecil aku memang kurang menyukai yang namanya jeroan. Untunglah di dalam boks itu juga ada buah kesukaanku, semangka. Yes, alhamdulillah. Ternyata bukan hanya terdapat kekurangan tetapi juga ada kelebihannya.

Kami pun menunggu jemputan pulang. Sambil menunggu, aku bermain-main dengan teman-teman. Karena capek berdiri terus, aku pun duduk di teras dan kebetulan di samping kiriku ada Ustadzah Dina dan Ustadzah Iif. Di sana saya mengobrol dengan teman di samping kananku.

Beberapa saat kemudian Ustadzah Iif baru menyadari kehadiranku. “Eh ada Opick.”

“Bukannya Opick itu nama panggilan Ade Mustopic?” tanya Ustadzah Dina kepada Ustadzah Iif.

“Iya, tapi Rafi di rumahnya juga dipanggil Opick,” jawab Ustadzah Iif.

Ustadzah Dina berseru tanda paham. Kemudian mereka mengobrol, entah membicarakan apa.

Beberapa saat kemudian obrolan kedua guruku berakhir.
“Pick, siap-siap lomba ya!” Tiba-tiba Ustadzah Iif berkata padaku.
“Lomba Dzah?” Aku bertanya.
“Iya,” jawab Ustadzah Iif beberapa saat kemudian.
Aku pun berkata dalam hati, “Yes, akhirnya lomba juga!”

Aku begitu riang. Maklumlah, dari kelas 1 sampai saat itu aku belum pernah mengikuti lomba resmi.

Beberapa hari kemudian aku diberikan contoh soal Olimpiade Matematika oleh Kak Afdhal Firman. Soalnya susah-susah juga, batinku. Ternyata yang mengikuti lomba bukan hanya aku. Ada lima orang lainnya, yaitu teman seangkatanku Ade Mustopic, dan sisanya siswa Angkatan 8, yaitu Kak Fatih, KaK Afdhal, Kak Muhib, dan Kak Dion. Kami dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Kak Fatih, Kak Afdhal; sisanya tergabung dalam kelompok kedua.

Inilah hari pertama kami mengikuti Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Bogor. Sekitar pukul 06.30 kami sudah siap untuk berangkat ke MAN 2 Bogor, tempat pelaksanaan lomba. Sambil menunggu pelaksanaan dimulai, kami mengerjakan Shalat Dhuha terlebih dahulu di Masjid Raya Bogor, menyusul kemudian berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam mengikuti lomba.

Kami kembali ke MAN 2 Bogor untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah selesai pembukaan, para peserta pun memasuki ruangan lomba yang sudah disediakan. Ruangannya cukup sederhana dengan kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Juga ada kreasi siswa yang menghiasi dinding ruangan itu.

Para pengawas yang merupakan mahasiswa mulai membagikan soal olimpiade dan juga kertas buram untuk corat-coret. Beberapa menit kemudian kami pun mulai membuka soal dan mengisi biodata kami. Berikutnya kami mulai mengerjakan soal.

Menit demi menit berlalu. Akhirnya waktu pun habis dan kami berhasil menjawab 14 soal dari 25 soal. Setelah itu kami pun langsung keluar kelas lalu kemudian melaksanakan Shalat Zuhur. Setelah shalat kami langsung makan di rumah makan padang sebelum akhirnya kami pulang.

Beberapa saat kemudian, kami pun mendapatkan informasi bahwa kami lolos ke babak selanjutnya, yaitu olimpiade tingkat provinsi di Bandung. Alhamdulillah, kelompokku lolos, namun ternyata kelompok Ade Mustopic belum berhasil lolos.

Dalam perlombaan tingkat provinsi kami menghadapi dua sekolah yang dikenal tangguh. Kami sudah berusaha keras, dan hasilnya kami meraih juara ketiga. Meskipun belum hasil sebagai juara pertama, aku senang sekali memberikan piala untuk SMART. Itulah piala pertamaku dan piala pertama di Angkatan 9. Semoga piala tersebut bukanlah piala pertama sekaligus piala terakhirku. Semoga aku masih bisa mendapat juara lagi ke depannya.

Kontributor : M. Fatihkur Rafi

Jalan Anak Pengayuh Becak

SMART? Apa itu SMART? Aku tidak tahu SMART itu apa, selain sebuah kata dalam bahasa Inggris yang artinya cerdas atau pintar.

Hari itu, saat aku kelas 6 SD, tepatnya pada semester 2, aku mendengar kata “SMART Ekselensia” dari guruku. Guruku bertanya padaku, “Apakah Satrio mau sekolah di SMART Ekselensia?” Dalam hati aku malah bertanya, “SMART itu sekolah seperti apa?” Sebelum aku mengutarakannya, guruku langsung menjelaskan hal-hal terkait SMART Ekselensia. Guruku sepertinya sudah tahu kebingunganku.

Setelah mendengar semua penjelasannya, aku pun tahu bahwa SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah berasrama yang didirikanuntuk anak berprestasi namun orangtuanya kurang dalam finansial, dibangun oleh lembaga amil zakat nasional bernama Dompet Dhuafa, dananya berasal dari zakat, sedekah, infak, dan lain-lain.
“Ini kesempatan untukku,” kataku dalam hati dengan sedikit merenung.
“Gimana Satrio?” tanya guruku.
“ Oh iya, Bu, saya sih mau, tapi belum tentu dengan orangtua saya.”
“Ya sudah, ini formulir pendaftarannya. Jika ayahmu setuju, bilang pada Ibu.”

Waktu terasa sangat lama hari itu. Padahal, aku ingin segera memberitahukannya kepada Ayah. Aku terus melihat jam sekolah yang putarannya terasa lama. Tapi, aku baru ingat kalau Ayah sedang bekerja dan biasanya pulang pada waktu maghrib.

Di rumah, setelah pulang sekolah aku memutuskan untuk tidur siang, agar tidak terasa lama menunggu Ayah datang. Kebetulan hari itu aku tidak ada jadwal mengaji, jadi aku bisa tidur.

Akhirnya, setelah lama menunggu, Ayah datang juga. Wajar saja aku sangat ingin memberitahukan hal itu pada Ayah. Pasalnya, aku dan Ibu sudah tak serumah lagi. Aku tinggal bersama Ayah. Ayah dan Ibu sedang mengurus perceraian mereka. Aku sangat sedih melihat keadaan keluargaku, melihat keduanya bertengkar. Aku sering menangis saat berdoa karena memikirkan keadaan keluargaku.

Setelah Ayah selesai mandi dan shalat, aku langsung mengatakan informasi di sekolah tadi.
“Yah, Ayah setuju tidak kalau Rio sekolah di SMART Ekselensia di Bogor?”
“Sekolahnya jelas atau tidak ?” Ayah langsung bertanya.
“Rio juga kurang tahu, coba Ayah telepon guru Rio.”

Ayah langsung menelepon guruku. Setelah selesai berbincang, Ayah berkata padaku, “Rio, kalau tekadmu sudah kuat, silakan kamu sekolah di sana, kalau urusan seleksi Ayah yakin kamu pasti lulus.”

Mendengar perkataan tersebut, jantungku langsung berdegup kencang dan mataku berair. Perasaanku antara senang dan sedih, aku tidak menyangka Ayah akan berkata seperti itu.

Bila benar aku diterima, aku sedih karena akan berjauhan dengan keluarga dan teman-teman. Tapi, di sisi lain, hati kecilku berkata bahwa aku tenang dan jauh dari kesedihan yang dialami keluargaku yang mulai hancur. Dengan pergi ke Bogor, aku akan jauh dari masalah dan juga perceraian orangtuaku. Saat itu aku benar-benar sangat sedih. Sebisa mungkin aku ingin pergi jauh dari rumah.

Menyiapkan Masuk Seleksi

Hari demi hari berlalu aku lewati dengan perkataan Ayah yang selalu teringat di benakku. Sampai-sampai aku berpikir, apakah ini jalan yang terbaik untukku? Saat aku memikirkannya, aku dengan segera menepis jauh pemikiran galau itu.

Detik, menit, dan jam terus berganti, dan saat itu yang aku lakukan hanyalah persiapan untuk seleksi masuk SMART.

Mulai dari menambah jam belajar, berdoa, hingga ikhtiar penunjang. Semunya aku lakukan agar aku bisa mengerjakan soal saat tes nanti. Setelah aku sangat lama menunggu hingga berganti bulan, akhirnya hari untuk seleksi pun tiba. Seleksi pertama adalah tes tulis. Pesertanya telah dilihat nilai rapornya terlebih dahulu; jika nilainya di atas rata-rata, ia pantas untuk tes tulis.

Tes Tulis, UJian Pertamaku

Tes tulis itu diadakan di tempat yang cukup jauh dari rumahku. Jadi, aku bersiap pergi ke sana setelah Shalat Subuh. Aku berangkat bersama Ayah mengendarai becak. Ayah memang penarik becak. Walaupun begitu, aku tidak pernah malu, bahkan aku selalu bersyukur.

Setelah cukup lama berkendaraan, akhirnya kami sampai juga. Tempat tesnya sebuah kampus. Aku bersegera masuk ke ruangan tes dan langsung duduk. Aku juga sempat belajar sebelum tes dimulai.
“Tes akan segera dimulai !” Ucap seorang panitia.

Tes yang pertama adalah pelajaran kesukaanku, matematika. Soalnya cukup banyak dan ada gambar pizza di salah satu soal. Aku tak menemui banyak kesulitan pada soal-soalnya karena aku sangat suka matematika, dan soal-soalnya pun sudah pernah kupelajari.

Tes yang kedua adalah bahasa Indonesia. Kali ini tugasnya adalah mengarang dengan tema “Sekolahku Masa Depanku” sebanyak satu halaman kertas dobel folio. Aduh, aku belum ada inspirasi saat mengarang. Akhirnya aku memutuskan untuk meletakkan pulpen di atas meja dan duduk bersandar sambil mencari inspirasi. Alhamdulillah, inspirasiku datang pada saat 30 menit sebelum tes usai. Jadi, aku memutuskan untuk menulis dengan secepat-cepatnya. Aku pun selesai tepat waktu dengan karanganku yang bejudul “Dengan Sekolah Masa Depanku Terbentuk.”

Tes yang terakhir adalah pelajaran Pendidikan Agama Islam. Soalnya tidak susah dan bisa kujawab dengan baik walaupun aku belum belajar.
Akhirnya tes tulis usai, aku pun bergegas pulang. Aku tidak menaiki becak Ayah seperti saat aku pergi namun menaiki angkot. Di perjalanan ada beberapa orang yang menertawaiku karena aku memakai seragam sekolah di hari Minggu.

Sekitar 2 minggu kemudian, aku pun mendapat informasi bahwa aku lulus tes tulis. Aku pun cukup senang dan bersyukur. Sebelumnya aku sudah yakin bahwa aku akan lulus tes tahap satu ini. Beberapa hari setelah pengumuman itu, aku harus tes lagi. Tapi kali ini berupa psikotes. Aku tak tahu apa-apa mengenai psikotes, jadi aku memutuskan untuk tidak belajar apa pun.

Ujian Psikotest

Aku pergi bersama Ayah menaiki becak. Hari itu aku memakai baju seragam SD, tapi aku yakin takkan ada yang menertawaiku karena hari itu bukan Minggu. Setelah perjalanan yang cukup jauh dan lama, akhirnya kami pun sampai. Aku pun langsung memasuki ruang tes. Ternyata sisa peserta hanya tinggal tiga anak, salah satunya selain aku adalah siswa bernama Helmi (satu siswa lagi aku lupa namanya). Kami pun memulai tes tersebut. Tesnya cukup mudah karena seperti tebak-tebakan dan menguji kreativitas. Ada soal yang mengharuskanku untuk menggambar dan menghitung.

Setelah tes tersebut selesai, ada satu lagi yang harus kuikuti, yaitu wawancara. Mungkin wawancara ini salah satu bagian dari psikotes. Ketika giliranku diwawancarai, aku ditanya tentang latar belakang diriku

Sampailah pada pertanyaan yang membuatku sedih.
“Hal apa yang paling membuat kamu sedih?” Tanya si pewawancara.
“Perceraian kedua orangtuaku,” jawabku dengan suara terisak.
Aku pun tak bisa membendung air mata. Aku menangis dan menaruh kepala di atas meja. Aku terus menangis tanpa henti. Aku merasa itulah kejadian yang paling membuatku sedih dan tak bisa kulupakan selamanya.
“Sudah jangan nangis lagi, sabar aja ya.” Pewawancara itu menenangkanku.

Beberapa menit kemudian, wawancara pun selesai. Pulangnya aku diantar oleh Helmi dan ayahnya. Ternyata orangtua Helmi dan orangtuaku teman dekat. Di perjalanan mataku masih saja sembab karena aku menangis saat tes.

Aku lega karena rangkaian tes telah selesai. Hanya ada satu tahap lagi, yaitu home visit. Tapi, home visit tidak begitu melibatkan diriku. Benar saja, beberapa hari kemudian kunjungan ke rumahku dilaksanakan saat aku berada di sekolah.

Sekitar dua pekan setelah home visit dilaksanakan, aku mendapat SMS dari Ayah saat ia sedang bekerja.
“Kamu lulus ke SMART Ekselensia.”

Alhamdulillah, ucapku dalam hati. Tidak lama kemudian, aku pun langsung sujud syukur atas kelulusanku.

Kontributor : Rizky Dwi Satrio

Pengumuman Hasil Seleksi SNB SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia 2019

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi SNB SMART Ekselensia 2019
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi SNB SMART Ekselensia 2019

Selamat kepada 521 siswa yang lulus tahap seleksi adminstrasi & berhak mengikuti tes akademik SMART Ekselensia Indonesia pada tanggal 16/17 Februari 2019

(List daftar dalam tabel pdf)

Bagi wilayah Jabodetabek tes dilaksanakan di Bumi pengembangan insani DD Pendidikan jl. Raya parung km.42 Desa Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor pada tanggal 17 Februari dan untuk selain Jabodetabek dilaksanakan di Panitia daerah masing-masing pada tanggal 16/17 Februari 2019 (Alamat di sertakan)

Tes akademik :
SMP : Matematika, B.Indonesia dan Pendidikan Agama Islam

SMA : Matematika, B.Indonesia Pendidikan Agama Islam, B. Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pelaksanaan Tes Seleksi SMART

  1. Sumatra Utara : 16 Februari 2019
  2. Sumatra Barat : 16 Februari 2019
  3. Riau : 17 Februari 2019
  4. Kepri Batam : 16 Februari 2019
  5. Jambi : 17 Februari 2019
  6. Sumatra Selatan : 17 Februari 2019
  7. Bangka Belitung : 16 Februari 2019
  8. Lampung : 17 Februari 2019
  9. Banten : 16 Februari 2019
  10. Jabodetabek : 17 Februari 2019
  11. Jawa Barat : 16 Februari 2019
  12. Jawa Tengah – Semarang : 16 Februari 2019
  13. Jateng Purwokerto : 16 Februari 2019
  14. Yogyakarta : 16 Februari 2019
  15. Malang : 17 Februari 2019
  16. Bali : 17 Februari 2019
  17. Kalbar : 16 Februari 2019
  18. Kalimantan Selatan : 17 Februari 2019
  19. Sulawesi Selatan : 16 Februari 2019
  20. Sulawesi Tenggara : 17 Februari 2019
  21. Sulawesi Tengah : 16/17 Februari 2019
  22. Nusa Tenggara Barat : 17 Februari 2019
  23. Nusa Tenggara Timur : 16 Februari 2019