Juara 2 Lomba Dai SMA, Rafah Islamic Talents 2016

IMG-20160526-WA0007

Juara 3 Pencak Silat O2SN tingkat Kabupaten

IMG-20160526-WA0003

Juara 1 Lempar Lembing O2SN tingkat Kabupaten

IMG-20160526-WA0002

Juara 3 Cerdas Cermat SMA se-Jawa Barat

IMG-20160526-WA0000

,

Basyir Sang Penghafal Quran Berprestasi

Foto Basyir

Halo Sobat SMART. Seperti yang kita tahu bukanlah hal yang mudah untuk menghafalkan Al-Quran, selalu ada tantangan tersendiri ketika mendedikasikan diri menjadi seorang penghafal Al-Quran. Namun berbeda dengan kawan kita, Ahmad Basyir Najwan, ia berkomitmen pada dirinya sendiri menjadikan Al-Quran sebagai salah satu media pembelajaran sekaligus sebagai sarana pengaktualisasian dirinya lho. Hebat kan?!

Saat ini Basyir, sapaan akrabnya, duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) SMART Ekselensia Indonesia, ia dilahirkan di Kota Banjar, Kalimantan Selatan, pada 25 Oktober 2000. Perkenalan pertamanya dengan hafalan Al-Quran datang dari sang kakak, kala itu ia bercerita mengenai kemuliaan yang akan diterima kedua orang tua mereka kelak apabila ada salah satu anggota keluarga yang berhasil menjadi seorang penghafal Al-Quran. Sejak saat itu Basyir bertekad, berniat, dan berjanji untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran.

Di usianya yang menginjak 15 tahun, Basyir sudah menghafal sebanyak 18 juz. Basyir sendiri memiliki jadwal padat dan target yang harus ia capai, satu hari ia menghafal 5 halaman, per 4 hari ia targetkan hafal 1 juz, dan per bulan ia harus bisa menghafal 7,5 juz. “Sulit”, kata pertama yang Basyir ucapkan ketika ditanya bagaimana membagi waktu antara sekolah dan menghafal Al-Quran, apalagi Basyir masih tercatat sebagai seorang pelajar SMP. Kesibukan yang padat, pekerjaan rumah yang menumpuk serta kegiatan ekstrakulikuler kadang menjadi penghambat terbesar baginya. “Kalau lagi banyak ulangan atau kegiatan di luar seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang saya ikuti di Palu beberapa bulan lalu biasanya jadwal menghafalnya diganti ke hari lain, supaya sama-sama adil,” ujarnya. Basyir mengaku mendapatkan banyak motivasi dari para guru terutama Ustadz Syahid dan juga kawan-kawannya di asrama, “Kalau lagi malas biasanya Ustadz Syahid dan teman-teman akan memotivasi saya agar bangkit lagi dan tidak malas berlarut-larut,” tambahnya. Menurut Basyir ada beberapa tips untuk menghafal dan menjaga hafalan antara lain: Buat jadwal murajaah yang detail, konsiten, jangan cepat puas dan cepat bosan, ingat motivasi di awal, dan ikuti jadwal yang sudah dibuat.

Berkat prestasinya, Basyir terpilih sebagai salah satu penerima manfaat dari Bank Danamon Syariah (BDS) berupa perjalanan Umrah ke Tanah Suci Mekah. “Perasaan saya kala itu senang dan sedih. Senang karena akhirnya bisa ke luar negeri dan ke Baitullah, sedih karena pulang kampung nanti waktunya kepotong,” tukasnya. Basyir dinilai memiliki semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu penerima manfaat BDS. “Di Baitullah nanti saya akan berdoa untuk kesehatan dan kelancaran urusan keluarga, berdoa agar hafalan bisa cepat selesai, berdoa agar nanti bisa ikutan Olimpiade Sains tingkat internasional dan menang, juga berdoa untuk kakak-kakak kelas 5 di SMART Ekselensia Indonesia agar semua lulus dan semua diterima di PTN yang mereka inginkan,” imbuhnya.

Saat ini Basyir masih giat menghafal Quran, sebelum keberangkatannya ke Tanah Suci dan kepulangannya ke kampung halaman ada target besar menanti untuk ia selesaikan, hafal 30 juz Al-Quran.

,

Perjuangan dan Prestasi Wayan di Pertamina Championship 2015

Wayan Foto 1

“Kalah menang dalam pertandingan itu biasa, yang tak biasa adalah ketika kita bisa mengubah kekalahan menjadi pelajaran untuk kemenangan selanjutnya” – anonymous

Halo Sobat SMART! Pada Minggu (06/12) lalu, kawan kita, Wayan Muhammad Yusuf yang saat ini duduk di kelas 5 (setara kelas 3 SMA di sekolah lain) jurusan IPS berhasil memenangkan posisi kedua dalam kompetisi Pertamina Championship yang diselenggarakan oleh Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) bekerja sama dengan PT. Pertamina (Persero).

Turnamen pencak silat bertaraf nasional yang diikuti oleh pesilat dari berbagai propinsi ini digelar untuk memperebutkan Piala Direktur Utama Pertamina. Pertamina Championship sendiri berlangsung di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, dan diikuti oleh Kelatnas Indonesia Perisai Diri baik dari dalam maupun luar negeri. Digelar selama 4 hari (3-6 Desember 2015) ada beberapa nomor yang dipertandingkan pada kejuaraan ini, sebut saja pertarungan bebas, pertarungan serang hindar, kerapian teknik serta nomor tunggal IPSI. Nah nomor-nomor pertandingan tersebut dibagi lagi dalam beberapa kelompok seperti kategori dasar, junior dan senior serta dua tingkatan, tingkat dasar dan tingkat keluarga. Wayan termasuk ke dalam tingkat keluarga ke atas.

“Ini turnamen paling keren yang pernah diikuti, karena ini pertama kalinya saya tanding tanpa body (pelindung badan) terus lawan-lawannya luar biasa karena rata-rata atlet-atlet nasional,” ucap Wayan penuh semangat.

Wayan Foto 2

Selama bertanding ia mengaku ketar ketir dan grogi lantaran lawan yang harus ia hadapi memiliki postur tubuh lebih besar dan juga pengalaman yang lebih banyak di jagat silat. Wayan yang lahir di Desa Pegayaman, Bali, berujar jika ia berjuang mati-matian untuk lolos dari babak satu ke babak yang lain. Pada babak penyisihan ia berhadapan dengan lawan dari Padang dan di babak semi final ia berhadapan dengan lawan dari Bandung, kemenangan berturut-turut tersebut membawanya ke babak final dan ia harus berhadapan dengan kontingen silat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkenal kuat karena sudah sering menjuarai berbagai turnamen nasional. Di babak final Wayan harus mengalah karena kekuatan lawan yang besar dan ia harus berpuas diri serta bersyukur karena telah menggondol juara dua di ajang bergengsi tersebut.

“Turnamen Pertamina Championship ini merupakan turnamen terakhir yang saya ikuti. Saya sudah kelas 5 dan sudah harus fokus ke berbagai hal penting yang menyangkut kelulusan. Saya masih ingin mengharumkan nama SMART Ekselensia Indonesia dan membuat mas Haerul, guru silat saya, bangga. Saya sudah berusaha untuk menang, tapi lumayanlah dapat perak juga,” tambahnya riang.

Wayan Foto 3

Wayan baru saja menginjak usia 17 tahun dan saat ini ia tengah sibuk menyusun Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS) dan fokus pada persiapan Ujian Nasional (UN) yang akan dihelat beberapa bulan lagi. Di tengah kesibukannya, Wayan masih rutin berlatih silat dengan tekun bersama teman-teman seperguruannya di SMART EI, ia bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik untuk ekstrakulikuler silat dan tidak akan pernah berhenti untuk menyemangati junior-juniornya.

“Saya punya pesan untuk teman-teman dan adik-adik saya di ekstrakurikuler silat. Kalau tanding tak perlu takut, jangan lupa untuk latihan terus menerus dan jangan pernah bosan. Lalu jangan hanya mengandalkan guru, rutin latihan sendiri juga baik untuk mengasah kemampuan diri. Kalau bertemu lawan di turnamen apapun pelajari cara main mereka, amati, dan praktikkan pada pertandingan yang kalian ikuti,” tutupnya.

Doakan Wayan agar dapat masuk ke universitas yang ia dambakan ya Sobat SMART, doakan juga agar ekstrakulikuler silat di SMART Ekselensia Indonesia semakin banyak meraih prestasi hebat. Aamiin.

,

Keseruan Mini Soccer Madania

1

Halo Sobat SMART!

Kurang lebih 2 minggu yang lalu dari sekarang, kami Tim Mini Soccer SMART Ekselensia Indonesia memulai pertandingan di Madania. Sebelumnya kami hanya berlatih kurang lebih 1 minggu, mungkin waktu yang kami miliki sangatlah kurang namun waktu sudah sangat mepet jadi yang kami bisa lakukan ya jalani sajalah. Awalnya kami memulai pertandingan dengan sistem penyelisihan grup. Pada pertandingan pertama kami harus berhadapan dengan tuan rumah, oh iya kami tergabung dalam tim U-16 yang artinya di bawah umur 16 tahun (Under 16), namun kami harus puas dengan hasil pertandingan dengan skor 0-0 alias seri. Setelah bertanding dengan kami, tim Madania diadu lagi dengan tim Al-Bayan dan Madania kalah dengan skor 2-1. Setelah Madania dan AL-Bayan selesai bertanding, kini giliran kami bermain melawan Al-Bayan dan Alhamdulillah kami menang dengan skor 2-0, terima kasih Satrio untuk gol fantastisnya (ia menendang bola dari jarak yang sangat jauh) dan terima kasih juga untuk Gilang Arisandi yang telah menyumbangkan banyak gol hingga masuk ke Buku Top Scorer (Gilang juga hebat karena ia mampu membuat gol dengan menendang bola yang melambung dan menuju kearah pojok gawang). Dari hasil ini kami menduduki puncak klasemen dengan 4 poin dan berhak maju ke babak selanjutnya dengan tim Al-Bayan yang mewakili Plot A.

Di semifinal kami bertemu dengan tim dari Masudirini. Lawan kami ternyata postur badannya besar-besar, namun bukan berarti kami takut, yang ada kami tambah semangat hingga akhirnya menang dengan skor 3-0. Kami sangat sangat bangga karena bisa masuk final. Pada pertandingan kala itu Ringga menjadi bintang lapangan dan berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Kira-kira seperti ini kronologi pertandingannya, Ringga mendapatkan umpan manis dari Syahreza dengan hasil kerjasama yang gemilang dengan Mukhlisin dan Gilang. Mukhlisin merebut bola lalu Reza menyundul bola tersebut ke Gilang lalu ia mengontrol bola tersebut dengan dada dan mengoper balik ke Reza yang mengumpan bola agak datar ke Ringga. Ringga memperlihatkan aksi gemilangnya dengan menendang gunting bola dan menghasilkan gol. Gol kedua dicetak oleh Syahreza yang memanfaatkan kelengahan lawan, pada saat lawan fokus pada kami yang menyerang dia langsung menendang bola ke pojok bawah gawang yang tidak bisa dijangkau oleh kiper. Gol terakhir didapatkan melalui tendangan pojok yang diambil oleh Azmy, pada saat Azmy mengambil bola pojok dan menendangnya ke gawang ternyata kiper malah blunder, dia ingin memukul bola agar menjauh namun yang terjadi bola malah m,asuk ke gawangnya sendiri. Begitu hehe.

Pada babak final kami melawan tim yang sama yakni Al- Bayan pada saat penyisihan grup, kami hanya bisa banyak berdoa. Pada pertandingan kala itu kami kewalahan karena hujan turun dan membuat kondisi lapangan seperti sawah habis di bajak. Sungguh pun kami cukup merasa lega, tak dinyana tim lawan ternyata merasakan kewalahan yang kami rasakan. Mereka melawan kami dengan kondisi babak belur penuh lumpur, kami juga sama sih. Di akhir paruh waktu pertandingan skor akhir 0-0 dan terpaksa harus dilakukan adu penalti.

3 orang yang ditunjuk oleh pelatih untuk adu penalti antara lain Azmy, Mukhlis, dan Gilang. Tendangan pertama yang diambil oleh Azmy tidak membawakan hasil karena bola berhasil mengenai ujung jari kiper dan memantul ke mistar gawang. Tendangan kedua juga gagal karena bola melambung ke atas. Pada tendangan ketiga kami juga gagal mencetak skor. Karena tim kami dan tim lawan sama-sama tidak mencetak skor maka wasit melakukan kebijakan koin. Bagi siapa saja (tim kami atau tim lawan) yang dapat memasukkan bola ke gawang maka merekalah yang menang. Kami berusaha sebaik mungkin karena kesempatan hanya sekali dan tak boleh disa-siakan, namun sayang tendangan yang dilancarkan Satrio meleset.

Kami harus puas karena hanya mengantongi Juara Kedua. Walaupun hanya mendapatkan Juara Kedua kami masih bersyukur diberi kesempatan memberi yang terbaik untuk SMART Ekselensia Indonesia. Doakan kami ya Sobat SMART semoga di pertandingan berikutnya kami akan mendapatkan gelar juara, aamiin.

 

2 3 4 5 6 7 8 9 10