Demonstrasi Buruh Menuntut Keadilan

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kita mengetahui bila setiap tanggal 1 mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia. Banyak buruh melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut perbaikan nasib mereka, akan tetapi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh sering kali membuat keadaan semakin memburuk. Tidak hanya bagi perusahaan, akan tetapi keadaan ini akan merugikan berbagai elemen ekonomi terutama ekonomi dalam negeri. Sayangnya banyak kalangan yang menanggapi demonstrasi ini sebagai hal yang tidak penting, seharusnya antara buruh dengan perusahaan juga harus saling bersinergi dan saling menguntungkan satu sama lain.

Kesalahpahaman tersebut terjadi karena sering terdapat kekeliruan definisi ’buruh’. Menurut anggapan kita, buruh adalah pegawai kelas rendah di perusahaan. Padahal, sekalipun kita seorang Direktur Utama sebenarnya kita juga adalah buruh seperti mereka. Bedanya, kita menduduki posisi yang tinggi, sedangkan mereka berada pada strata yang paling rendah. Paradigma ini penting, supaya kita bisa menjadikan permasalahan buruh ini pada proporsi yang tepat. Selama manajemen perusahaan belum benar-benar memandang buruh sebagai aset paling penting perusahaan, kita tidak akan pernah bisa menemukan keselarasan. Para buruh akan terus menerus melakukan cara demonstrasi untuk mengeluarkan aspirasi mereka dan perusahaan pun akan terus menerus mengalami kerugian yang sangat signifikan akibat demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh setiap tahun.

Banyak diantara perusahaan-perusahan yang mengancam akan menutup perusahaan mereka apabila para buruh selalu melakukan hal-hal seperti itu. Di sini terlihat bila hubungan antara buruh dan perusahaan-perusahaan di Indonesia belum terlepas dari masalah-masalah internal dan eksternal yang selama ini belum mendapatkan kejelasan yang pasti. Perusahaan yang menginginkan untung sebesar-besarnya dan pengeluaran yang seminim mungkin, serta para buruh yang selalu menuntut kesejahteraan bagi mereka tanpa menghiraukan kinerja mereka dalam bekerja yang masih kurang memuaskan bagi perusahaan. Berdemonstrasi itu tidak ada yang melarang karena merupakan hak setiap orang untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Tetapi kita juga harus memperhatikan orang lain yang berada di sekitar kita. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Buruh

Pengertian buruh pada saat ini di mata masyarakat awam sama saja dengan pekerja, atau tenaga kerja. Batasan istilah buruh/pekerja diatur secara jelas dalam Pasal 1 (2) UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi: “Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain”

 

Sistem Nilai yang Dipegang Perusahaan :

Ada 3 sistem nilai utama yang dipegang teguh oleh petinggi perusahaan manapun:

1) Penghematan biaya (cost effectiveness).

2) Pengoptimalan produksi (productivity).

3) Daya saing (competitiveness)

 

Sebab Terjadinya Demo Buruh

  1. Pemutusan Hubungan Kerja

Beberapa jenis PHK yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini disebabkan pailit dari perusahaan dan faktor pengurangan karyawan. Dengan ini  100 ribu buruh terancam terkena PHK. Melemahnya nilai tukar Rupiah berimbas kepada sulitnya perusahaan padat karya membeli bahan baku menggunakan mata uang dolar sehingga turut pula menjadi faktor PHK oleh perusahaan.  Apindo mencatat sebanyak 50 ribu sampai 60 ribu jumlah buruh yang ter-PHK.

  1. Kurangnya Daya Beli Bagi Buruh

Daya beli buruh yang merosot hingga 30 persen. Kemudian diperparah dengan harga bahan pokok yang tidak turun-turun. Dalam hal ini diperlukan, langkah-langkah konsolidasi dan regulasi untuk mengupayakan agar tidak ada ancaman PHK. Seperti menaikan daya beli buruh, dengan menaikan gaji mereka.

  1. Mudahnya Tenaga Kerja Asing Masuk Ke Indonesia.

Para buruh menolak kemudahan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia karena terdapat kebijakan bagi orang asing tidak wajib berbicara bahasa Indonesia

 

Akibat Yang Ditimbulkan Pasca Demonstrasi Buruh

Berikut adalah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat demo yang dilakukan oleh buruh :
1.Perjalanan menjadi terhambat

Karena demo buruh yang menutup akses jalan mengakibatkan kemacetan yang panjang bahkan total dan menyebabkan waktu pun lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan. Para buruh menutup akses jalan masuk dan keluar sehingga banyak menimbulkan kemacetan.

2. Rusaknya Fasilitas Umum

Fasilitas umum yang seharusnya di jaga dan di rawat malah di rusak begitu saja; contohnya yaitu Taman. Banyak para buruh yang demo kemudian istirahat di sekitaran rumput – rumput taman. Rumput yang tadinya terdapat bunga – bunga berwarna – warni kini menjadi hancur.

3. Sopir Penghasilannya Menurun

Sopir angkot dan taksi itu bukan buruh. Mereka juga sama punya keluarga yang butuh uang untuk membeli makanan, tetapi jika serikat buruh berdemo menutup akses jalan  masih ada orang lain di luar sana yang mencari uang di jalan.

4. Sampah

Akibat demo tersebut tidak sedikit sampah yang berserakan di jalan bahkan sampai menumpuk kemudian di tinggalkan begitu saja oleh para buruh setelah berdemo.

BAB III

PENUTUP

Simpulan

  1. Para buruh selalu melakukan aksi demonstrasi untuk mengeluarkan inspirasi mereka
  2. Para buruh melakukan demonstrasi guna meningkatkan kesejahteraan mereka
  3. Para buruh menuntut hak-hak yang semestinya mereka dapatkan
  4. Akibat dari adanya demonstrasi buruh, perusahan mengalami kerugian

 

Saran

  1. Seharusnya para buruh lebih mementingkan kebaikan bersama dalam menyampaikan aspirasi mereka, sehingga tidak mengakibatkan pihak lain merugi
  2. Seharusnya perusahaan lebih bijak dalam menyikapi aksi para demonstrasi, mendengarkan keluhan para buruh dan mengambil keputusan yang bijak demi kepentingan bersama
  3. Seharusnya antara buruh dan perusahaan juga harus saling bekerjasama secara berkesinambungan dan saling menguntungkan satu sama lain

Sumber :

 

Kelompok :

  1. Ahmad Roni Erlangga
  2. Ikhsan Burhanudin
  3. Arif Difen Saputra
  4. M. Rofiq Sidiq
  5. Syahrizal Rachim