Oleh: Khadijah Jimran

 

Selamat datang di sekolah kami, SMART Ekselensia Indonesia. Ustaz dan Ustazahnya ramah penuh SPIRIT (Synergy, Persistent, Innovative, Care, Improvement, dan Trustworty) dan para siswa yang selalu Senyum Salam Sopan karena setiap hari mereka menikmati JUS SEDAP (Jujur, Santun, Sungguh-sungguh, Disiplin, dan Peduli). SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah berasrama namun bukan posantren tapi aura posanternnya kuat banget. Para pendidik dipanggil ustaz dan ustazzah bukan ibu dan bapak guru, anak didiknya wajib menghafal minimal lima Juz Al-Qur’an sebagai syarat lulus dari SMART. Untuk itu, sebelum memulai KBM, semua siswa wajib melaksanakan salat Duha kemudian mengaji serta setor hafalan.

 

Siswa SMART berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan seluruhnya adalah laki-laki. Jadi apabila anda adalah pengajar wanita seperti saya, anda akan menjadi makhluk tercantik dalam kelas. Mereka berasal dari Sumatera hingga Papua, bahkan ada yang berasal dari Malaysia namun wajib berstatus warga negara Indonesia. Mereka direkrut dengan berbagai tes dan rentetan proses yang super ketat. Untuk mendapatkan siswa-siswa hebat ini, membutuhkan lebih dari satu semester masa perekrutan. Mereka wajib berasal dari keluarga kurang mampu namun kemampuan akademik harus kuat karena mereka akan menempuh masa pendidikan selama 5 tahun. 3 tahun di tingkat SMP dan 2 tahun di tingkat SMA. Yang artinya ada system kredit di tingkat SMA.

 

Adalah spesial sekolah ini bagi saya. Bagaimana tidak, setiap hari saya harus mengajar di sepuluh provinsi, Ups…. Jangan kaget dulu. Maksudnya, dalam setiap kelas ada anak-anak yang berasal dari sepuluh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari pulau besar, sedang hingga pulau kecil yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Sehingga, dalam setiap kelas ada dialek dari berbagai suku. Ada dialek Medan, Melayu, Padang, Betawi, Sunda, Jawa, Bali, NTB dan Bugis Makassar. Dari nada yang lembut sampai yang kencang. Bhineka Tunggal Ika sekali. Ada siswa pernah berkata. “Saya bisa naik pesawat karena saya sekolah di SMART, gratis pula”. Iya, seluruh kebutuhan siswa selama lima tahun ditanggung termasuk ongkos pulang kampung.

 

Berikut ini saya akan menceritakan hal-hal seru dan unik mengenai siswa di SMART  yang belum pernah saya alami di tempat mengajar sebelumnya.

 

Pertama, Siswa akan mengucapkan salam setiap kali bertemu dengan ustaz dan ustazah sambil mengangkat kedua tangan ke depan dada posisi salam dengan menundukkan sedikit kepala sambil tersenyum manis, dan mengucapkan Assalamualaikum Ustaz/Ustazah. Dalam keadaan apapun mereka. Apakah sedang berkumpul bercengkrama, membaca buku atau sedang mengerjakan tugas apa lagi yang di koridor sekolah. Pasti mereka akan menyapa. Jadi kalau dihitung dalam sehari, seorang siswa berpapasan dengan setiap Uztaz dan Ustazahnya, mereka mengucapkan salam berapa banyak kali yah?. Dapat amal berapa banyak dalam sehari. Jadi, ketika saya sedang berjalan menyusuri koridor dengan wajah serius dengan fokus apa yang ada dalam pikiran saya, langsung buyar ketika disapa oleh siswa. “ Assalamualaikum Zah “

 

 

Kedua, Kaca mata bergagang satu. Siswa yang berkacamata, kebanyakan kacamata mereka hanya memiliki satu gagang. Ini bukan berarti disengaja. Ini efek dari kalau mereka membaca buku. Siswa SMART memiliki minat baca buku yang sangat tinggi. Mereka sering membaca buku hingga tertidur. Apakah itu di asrama, masjid dan di kelas. Pas bangun, didapatinyalah salah satu gagang kaca mata yang patah, bisa jadi gagang yang di sebelah kanan atau kiri tergantung posisi tidur sang siswa.

 

Ketiga, Tertidur saat ulangan. Jangan heran ketika sedang mengawas siswa SMART saat ulangan. Sekitar tiga puluh menit mengerjakan soal ulangan mereka akan tertidur dengan posisi kedua tangan di atas meja sebagai bantal kepala. Ini karena mereka sudah selesai mengerjakan soal. Jadi yang mengawas heran dan kaget melihat situasi dalam kelas. Hal ini sering terjadi ketika saya mengawas ulangan. Pernah sekali saya mengawas dan belum lima belas menit ada anak yang saya dapati tertidur. Saya membangunkan dan memeriksa lembar jawabannya. Ya . . . apa boleh buat, memang anaknya sudah selesai mengerjakan soal ulangannya. Pikir pikir iya sih memang wajar cepat selesainya. Mereka adalah anak pilihan dari daerah masing-masing. Mengertikan maksud saya?

 

Keempat, Kritis tingkat dewa namun tetap santun. “Kok penjelasan Ustazah begitu?. Kenapa bisa? Yang selama ini saya lihat dan baca begini!. Kata teman saya juga sama dengan saya!”. Hummmm . . . sebagai guru di SMART harus siap di kritik oleh siswa apakah itu tentang penjelasan mengenai mata pelajaran, tingkah laku, dan kata-kata yang diucapkan. Saya pernah dikritik oleh siswa karena tata bahasa Indonesia saya kurang tepat pada saat memberikan instruksi sisa waktu mengerjakan tugas. “Lagi sepuluh menit“ kata saya. “zah, sepuluh menit lagi” kata siswa tersebut. Di daerah asal saya, Makassar, saat mengucapkan sisa waktu, kami mengucapakan kata “lagi” kemudian menyusul nama angka. Sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih ke siswa, saya memperbaiki kalimat saya dan berseru kembali “sepuluh menit lagi”.

 

Kelima. Never give up. Minggu keempat masa karantina siswa dan ustaz/ustazah WFH. Ada seorang siswa yang mengumpulkan tugas yang dibalik lembar jawabannya itu ada surat yang berbalut isolasi lengkap dengan petunjuk cara membuka surat tersebut. Begini kata petunjuknya “If you want to know, cut using a cutter to the purple line”.“ Hobi saya adalah melakukan penelitian, Lomba yang diadakan LIPI adalah kesempatan emas bagi saya dalam berkarya karena saya bercita-cita untuk menjadi seorang Penelitian. Saya butuh bantuan dan doanya”. Begitu inti isi surat tersebut yang full English. Yang maksudnya adalah dia meminta bantuan untuk kiranya bisa diberi fasilitas dalam mendukung penelitiannya mengikuti Lomba yang diadakan oleh LIPI, deadline tanggal 1 Mei 2020. Memang sekitar 3 minggu sebelunya siswa tersebut pernah datang ke saya dan mengutarakan tentang mengikuti lomba tersebut tapi saya tidak merespon dengan baik karena isu corona. Yang menurut saya, LIPI membatalkan kompetisi tersebut. Tapi ternyata tidak dan betul siswa tersebut “Never Give Up”. Alhamdulillah sekolah merespon dengan cepat dan memberi fasilitas yang mereka butuhkan. Mohon doanya siswa kami berhasil di kompetisi ini. Anak SMART hobi melakukan penelitian? Seingat saya waktu SMA dulu kalau ditanya hobinya apa, saya palingan menjawab baca buku dan mendengarkan musik.

Keenam. The best actor. Please jangan kaitkan siswa SMART yang jago akting dengan para artis sinetron!. Di LPI (Lembaga Pengembangan Insani) Dompet Dhuafa adalah letak sekolah kami. Terdapat berbagai divisi. Sering diadakan pengambilan gambar dan video oleh lembaga sebagai pendukung program. Tidak jarang siswa SMART adalah aktor utamanya. Tim akan datang minta izin untuk pengambilan gambar dan video di kelas. Cukup arahan singkat, Para siswa langsung tahu apa yang akan mereka lakukan. Seperti, wajah yang diserius-seriusin, dagu diangguk-anggukin, body language yang di cool-coolin, serta perhatian ke guru tambah difokus-fokusin.

 

Ketujuh. Masih kelas 1 SMP sudah menjadi panitia acara tingkat nasional. OHARA (Olimpiade Humaniora Nusantara) adalah program tahunan yang diadakan oleh SMART. Sebuah acara kebanggan siswa, guru, dan lembaga pastinya. Seluruh siswa dan ustaz dan ustazahnya akan bekerja sama menjadi tim yang solid. Di program ini bertujuan untuk melatih siswa bagaimana bekerja tim yang baik untuk membangun jiwa leadership mereka. Bagaimana tidak, peserta lomba datang dari berbagai penjuru Indonesia. Berkumpul di sekolah kami untuk mengikuti lomba. Lomba yang diadakan sangat banyak. Ada Opera Van Jampang, story telling, LINTARA (Lintas Nusantara), lomba memasak, cerdas cermat dan beberapa cabang olahraga.

 

Tujuh hal unik yang saya bagikan selama tiga belas bulan mengajar di SMART adalah masih sebagian kecil. Apa lagi para ustaz/ustazahnya yang sudah berpuluh tahun mengajar di SMART. Pasti mereka memiliki segudang cerita tentang SMART. Kalau saya tulis semua terlalu banyak. Bagaimana kalau langsung berkunjung ke sekolah kami. Anda akan disambut oleh anak-anak hebat yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

 

Nah . . .  Fenomena ini cuma ada di SMART