Gedung dari Sampah

14045985_836601633142561_357657456421895700_n

Oleh: M. Zikrur Rahman, Kelas XII IPS

Kini makanan selalu dibungkus dengan “sampah”, terutama makanan instan yang biasanya tergolong junk food. Bagaimana tidak, bungkus-bungkus makanan yang telah tandas dilahap isinya bungkusnya tidak digunakan sama sekali. Bungkus dibuang begitu saja tanpa ada pemanfaatan. Akibatnya, sampah menjadi penyebab utama berbagai masalah lainnya, seperti sumber penyakit, meluapnya air karena tersumbat oleh sampah, polusi akibat dari pembakaran sampah, penguraian yang lama jika ditimbun dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur, dan lainnya.

Layaknya banjir, sumber utama banjir bukanlah disebabkan karena tempat aliran air yang kurang ataupun hujan yang terjadi terus-terusan. Melainkan, banjir di sebabkan oleh sampah yang menumpuk yang dibuang ke tempat aliran air hingga tersumbat dan membuat air meluap hingga ke jalan dan pemukiman warga. Di sini timbul pertanyaan. Banjir disebabkan siapa?, Warga. Warga yang bagaimana? Warga yang membuang sampah sembarangan ke tempat aliran air. Sampah apa? Sampah kemasan biasanya. Kenapa warga membuang sampah tersebut? Karena tidak bisa digunakan lagi. Sampah kemasan dapat di daur ulang, namun itu harus diolah terlebih dahulu, dan tidak semua warga mau mengolahnya.

Nah, di sini diketahui penyebab utama banjir yaitu sampah yang tidak bisa digunakan lagi. Kesadaran masyarakat memanglah perlu ditingkatkan untuk tidak membuang sampah ke aliran air sehingga membuat air meluap. Namun, bagaimana lagi, sampah selalu menumpuk dan bertambah.

Penulis beranggapan sampah adalah faktor penyebab dari dampak yang ditimbulkan. Jadi untuk mengurangi masalah yang disebabkan oleh sampah, maka harus adanya upaya yang nyata. Upaya ini memang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk tidak   membuang sampah sembarangan. Namun, bisa juga dengan pembuatan kemasan yang berguna setelah fungsi utamanya. Maksud dari pembuatan kemasan yang lebih berguna ini adalah seperti pembuatan kemasan berbentuk kaleng yang bisa digunakan untuk tempat alat tulis, kemasan berbentuk tas untuk penyimpanan alat-alat, membentuk kemasan yang bisa dijadikan untuk pajangan bahkan suvenir, dan membuat kemasan lainnya yang berguna setelah fungsi utamanya sehingga kemasan bisa di manfaatkan tanpa harus diolah terlebih dahulu.

Hal ini pun tentu takkan dapat dilakukan jika tanpa dukungan dari pihak perusahaan yang membuat produk. Karena sepenuhnya lah hal ini dapat dilakukan dengan dukungan dari setiap perusahaan. Namun, mungkin ini tentu belum menyelesaikan masalah sampah yang menumpuk. Karenanya harus ada cara ampuh selanjutnya, seperti dengan cara adanya  perlombaan atau kompetisi untuk mengolah sampah bahkan eksis dengan sampah di jejaring sosial. Jadi, masyarakat akan berlomba-lomba untuk mengurangi dan memanfaatkan sampah.

Masyarakat mungkin saja bisa berpikiran untuk membuat sampah tidak hanya untuk sekadar pajangan ataupun suvenir. Karena manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang mereka hasilkan sehingga bisa saja ada yang berpikiran untuk membuat rumah dari sampah, bahkan gedung dari sampah. Tentu ini akan menjadi maha karya yang luar biasa. Apalagi dengan kecanggihan teknologi zaman kini, tentunya perubahan ini akan menjadi perbincangan dunia. Tetapi saat ini kalau dipikir secara realistis setidaknya  perusahaan harus memiliki program penanggulangan cara pemanfaatan sampah, pembuatan kemasan yang bisa digunakan lagi untuk mengemas makanan yang sama dengan cara pengumpulan sampah kemasan dengan merek yang sama di setiap rumah, atau membuat kemasan yang bisa dihancurkan dengan mudah tanpa harus membuat polusi atau kerusakan lainnya.

Sehingga alam tetap terjaga keasrian dan keindahannya. Kita nyaman, alam tenang dan kita pun selalu sehat dilingkungan yang sehat pula.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa sampah kini telah menjadi penyebab masalah-masalah lainnya dan Karena itu dibutuhkan pencegahan dengan cara membuat sampah menjadi berguna di samping fungsi utamanya sendiri sehingga alam tetap terjaga keseimbangan dan kelestariannya. Semua itu dapat dilakukan dengan cara membuat kemasan seperti kemasan berbentuk kaleng yang bisa digunakan untuk tempat alat tulis, kemasan berbentuk tas untuk penyimpanan alat-alat, membentuk kemasan yang bisa dijadikan untuk pajangan bahkan suvenir, dan membuat kemasan lainnya. Juga, diadakannya perlombaan atau kompetisi untuk mengolah sampah bahkan eksis dengan sampah di jejaring sosial.

Nah, karenanya mari kita saling peduli. karena dengan adanya kesadaran masyarakat dan dukungan dari setiap perusahaan hal ini dapat terjadi. Penulis menyarankan  untuk saling dukung mendukung satu dengan yang lainnya karena cara-cara diatas ini hanyalah segelintir dari cara-cara efektif lainnya,dan masih banyak cara lainnya untuk mengurangi sampah yang merajalela.