SKS Mulai, Bersiaplah Bertarung

1

 

Oleh: Alfian, kelas 9 Angkatan 11

Mulai tahun ajaran baru (2016/2017), Angkatan 10 SMART Ekselensia Indonesia direncanakan menggunakan sistem kurikulum baru, yakni Sstem SKS (Sistem Kredit Semester). Pada tahun pertama, SMART mencoba menggunakan sistem ini untuk jenjang SMA terlebih dahulu.

SKS ini menggunakan kurikulum 2013 dan terbagi menjadi tiga bagian: 4 seri (2 tahun), 6 seri (3 tahun), dan 8 seri (4 tahun). SMART berencana akan mengambil 4 seri dan atau 6 seri. Oleh karena itu, siswa yang memiliki kelebihan pada suatu mapel, dia bisa lebih dulu lulus daripada teman-temannya. SKS ini digunakan untuk setiap mata pelajaran .

Sistem SKS tidak mengenal istilah kelas dalam penerapannya, karena lebih menekankan pada sistem IPK. Setiap mata pelajaran memiliki kriteria IPK masing-masing, jika siswa bisa mencapai IPK yang baik maka siswa tersebut dapat menentukan jumlah SKS mereka dikehendaki.

Manfaat dari sistem ini yaitu dapat mengakomodasi kapasitas siswa. Namun sistem ini ternyata memiliki kekurangan, oleh karenanya untuk mengantisipasi kekurangan tersebut SMART mengadakan beberapa persiapan antara lain pembagian tugas, Workshop SKS, pembuatan paket mata pelajaran, dan studi banding.

Untuk studi banding pihak SMART merencanakan berkunjung ke PB Soedirman, Jakarta dan Sekolah Insan Kamil, Bandung, Jawa Barat. Bukan tanpa alasan SMART menggunakan sistem ini, semua sudah dipikirkan masak-masak. Karena berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa sekolah penyelenggara CI (Cerdas Istimewa) wajib menggunakan sistem SKS. SMART akan dimodifikasi serupa kampus, maka para siswa harus bersiap dan bersaing untuk bisa lulus SMART lebih cepat. Semangat!