Oleh: M. Syafi’ie el-Bantanie

Satu masa, Madinah pernah mengalami masa paceklik. Kemarau panjang melanda. Kebun-kebun gagal panen. Akibatnya, bahan pangan langka. Ketika itu, karavan dagang Sayidina Usman bin Affan kembali dari negeri Syam yang subur membawa bahan pokok dan pangan dalam jumlah besar.

 

Mendengar kabar itu, para pedagang bergegas menemui Sayidina Usman untuk membeli bahan pokok tersebut.

“Berapa kalian berani memberi keuntungan kepadaku?” tanya Sayidina Usman.

“Dua kali lipat keuntungan dari yang kau dapat,” sahut para pedagang.

“Sudah ada yang membelinya dengan memberikan keuntungan 10 kali lipat, bahkan 700 kali lipat,” tegas Usman.

“Siapa yang berani memberi keuntungan sebesar itu?”

“Allah Subhanahu Wata’ala,” tegas Sayidina Usman.

“Saksikanlah bahwa semua bahan pokok dan pangan yang saya miliki ini, saya sedekahkan untuk umat muslim Madinah yang sedang kekurangan bahan pangan,” ujar Sayidina Usman.

 

Semoga kita semua dititipi oleh Allah harta berkah dan berlimpah seperti karunia yang diberikan kepada Sayidina Usman.