Ilmu Dulu dan Sekarang

img-20160928-wa0006

Oleh: Syafei Al Bantanie, GM Sekolah Model

Dahulu, orang sulit mencari ilmu, tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang orang mudah mencari ilmu, tapi sulit mengamalkannya.

Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihapal, diamalkan, dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan makanan ringan.

Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gawai, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gawai rusak, hilanglah ilmu.

Dahulu, harus duduk berjam-jam dihadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Imam Malik Rahimahullah mengatakan, “Tidak akan menjadi baik umat belakangan ini kecuali apabila diperbaiki dengan cara orang-orang terdahulu”.