Ilmu Istimewa untuk Guru Adiguna

img_20161119_0933541

Laporan Pelaihan Pengembangan Butir Soal dengan High Order Thinking Skill (HOTS)

Oleh: J. Firman Sofyan, Guru Bahasa Indonesia SMART

Para siswa, dengan berseragam Pramuka, menyambut kami di pos sekuriti. Seperti biasa, kami memarkirkan kendaraan di tempat yang seharusnya untuk kemudian menuju aula. Yang naik kendaraan umum, tentu harus ikut serta. Ikut dalam pelatihan yang diadakan oleh Litbang Sekolah Model yang diadakan di akhir pekan (lagi). Demi ilmu baru, kami tidak bimbang, apalagi ragu, akan mengerahkan jiwa, raga, harta (ongkos maksudnya), untuk menerima ilmu meski akhir pekan.

Pukul 07.55, di aula SMART Ekselensia Indonesia, telah siap sedia lima orang guru dengan gaya berbusana beda-beda, tentu saja. Para guru disiplin tersebut adalah Ust. Gani, Ust. Mulyadi, Ustz. Eka, Ustz. Novi, dan Ustz. Retno. Saya menjadi peserta keenam. Alhamdulillah, masih sepuluh besar.

Satu per satu, guru lain pun mulai memasuki aula. Ada yang datang dengan senyuman. Ada yang menunjukkan muka masam. Beberapa menunjukkan ekspresi datar tak terdefinisikan. Namun, insya Allah semuanya mengucap salam. Kemudian, semua memilih kursi dan duduk dengan nyaman.

img_20161119_0933321

Telah berbagai tema kami obrolkan saat tiga puluh menit berlalu dari pukul delapan. Yang belum sempat sarapan bahkan bisa menyempatkan untuk jajan. Guru-guru paling alim tidak lupa mengambil wudu untuk kemudian mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Aktivitas-aktivitas tersebut kami lakukan seraya menunggu pembicara yang belum tiba karena pasti ada sebuah alasan.

Ustaz Abdul Gani, Koordinator Litbang SMART Ekselensia Indonesia, akhirnya kembali memasuki ruangan tepat pukul 08.45 ditemani dua orang berpenampilan rapi, bersih, dan cerdas. Seorang lelaki dan seorang wanita. Coba menerka usia mereka, tampaknya hampir berkepala empat atau mungkin lebih. Sang pembicara utama, Deni Hadiana, peneliti Indonesia Bermutu, Puspendik, Balitbang Kemdikbud, langsung menyampaikan sebuah pertanyaan setelah dipersilakan oleh moderator, Ustaz Abdul Gani. Wanita yang datang bersama Bapak Deni ternyata tidak turut serta menjadi pembicara. Beliau ikut memilih kursi untuk berdampingan dengan para peserta, yaitu guru-guru SMART Ekselensia Indonesia.

“Apa yang teman-teman bayangkan jika mendengar kata penilaian?” itulah kalimat pembuka yang disampaikan Pak Deni. Beberapa peserta berinisiatif menjawab stimulus tersebut. Jawaban yang diberikan pun sangat variatif dan berkelas, menunjukkan betapa hebatnya kapasitas dan kapabilitas para pendidik siswa-siswa di SMART Ekselensia Indonesia.

Setelah itu, penjelasan dan pemaparan Pak Deni pun mengalir begitu indah. Penjelasannya mudah dipahami. Salindia (slide) presentasinya cukup aktual. Interaksi dengan para peserta sangat baik. Logat Sundanya memang masih agak kental, namun itu tidak menutupi kecerdasannya. Tutur katanya logis dan sistematis. Pokoknya pambicara kali ini top abiiz!

Pada sesi pertama, Pak Deni menyampaikan beberapa konsep pembuatan bank soal dan kriteria pemilihan materi untuk pembuatan soal. Salah satu hal penting dan baru dari materi pertama ini adalah empat kriteria pemilihan materi yang meliputi urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian. Aktivitas pada sesi pertama ini diisi pula dengan presentasi oleh tiga guru tentang pembuatan indikator pembuatan soal. Tiga guru beruntung tersebut adalah Ust. Mulyadi, Ustz. Dina, dan saya sendiri.

img_20161119_0906581

Tidak terasa, kini sudah saatnya kami rehat sejenak untuk menikmati dua jenis kudapan yang terlihat istimewa. Tidak lupa juga disediakan kopi bagi yang sering dijadikan sebagai sugesti penghilang rasa kantuk oleh beberapa insan. Ada pula teh celup didampingi gula di dalam stoples kecil dan bening. Namun, bagi saya, minuman terbaik adalah air bening (air mineral).

Seperempat jam sudah cukup bagi kami untuk sejenak mengisi perut yang mulai menipis dan kempis. Cukup untuk meningkatkan kembali gairah dan semangat kami dalam berpetualang menikmati setiap untaian kalimat yang disampaikan sang pembicara. Sesi berikutnya, tepat pukul 11.00, kami melanjutkan presentasi pembuatan soal sesuai dengan indiator yang telah dibuat. Empat guru pemberani pada sesi kedua adalah Ustz. Lisa, Ustz. Ulfi, dan Ustz. Dede. Presentasi berjalan interaktif karena soal-soal yang dibuat para presentator sangat baik dan kreatif.

Pukul 11.45 kami akhiri sementara kegiatan menyenangkan dan mengeyangkan (ilmu) ini. Saatnya kami bergegas menuju seruan azan untuk segera melaksanakan kewajiban.

Setelah kebutuhan rohani dan jasmani tuntas didapatkan, pukul 12.50 kami kembali menyiapkan fisik dan pikiran untuk menyerap ilmu berikutnya dari Pak Deni. Bukan ilmu menghilang apalagi ilmu menggandakan uang pastinya. Ini adalah ilmu yang sangat istimewa. Ilmu yang akan membuat guru menjadi lebih adiguna. Ilmu ini adalah Pengembangan Butir Soal dengan High Order Thinking Skill (HOTS). Ini adalah materi pelatihan yang betul-betul saya harapkan sejak tahun ajaran 2015-2016. Alhamdulillah, sekolah bisa menghadirkan pembicara yang berkualitas sehingga kini kami pun insya Allah bisa  membuat soal-soal dengan tepat, baik, dan komprensif.

img_20161119_0905271

Bukti bahwa ilmu yang disampaikan aplikatif bagi kami adalah presentasi oleh salah satu guru paling cerdas yang dimiliki SMART Ekselensia Indonesia: Ust. Mulyadi. Dan, hasilnya sungguh puspawarna.

Satu per satu aktivitas telah kami lewati. Jujur kami sangat senang hati karena di akhir pekan kemarin mendapatkan ilmu yang penuh arti. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan pelatihan ini, terutama kepada sang pemateri Bapak Deni. Semoga ilmu yang Bapak berikan bisa kami aplikasikan bukan hanya hari ini, melainkan sepanjang hayat kami. Pukul 14.15 kami pulang menuju keluarga yang telah menanti.