,

Ini Penantianku, Penantianku Menuju Bahagia

SMART Ekselensia Indonesia

Ini Penantianku, Penantianku Menuju Bahagia

Oleh: Ikhsan Burhanudin, Alumni SMART Angkatan X berkuliah di Universitas Padjajaran Jurusan Administrasi Publik 2018

 Nama saya Ikhsan Burhanudin, alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan X lulusan tahun 2018. Saya berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman. Sekarang saya diterima di Universitas Padjadjaran Jurusan Administrasi Negara (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) melalui jalur SBMPTN 2018. Alhamdulilah dengan capaian tersebut saya sangat bersyukur bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya juga mendaftar program  beasiswa Bidikmisi dari pemerintah.

Tidak terasa lima tahun berada di SMART Ekselensia Indonesia untuk mengenyam pendidikan SMP & SMA. Perjalanan ini saya mulai pada 11 Juli 2013, meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di kawah candradimuka SMART Ekselensia Indonesia. Di sini saya berjumpa dengan teman-teman dari Medan sampai Papua yang mempunyai kesamaan latar belakang keluarga. Di tempat ini kami ditempa untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan. Selain itu, kami juga dibina untuk disiplin, berkepribadian Islami, mandiri, serta berjiwa pemimpin.

Pada 2016 lalu saya beranjak masuk SMA dan mengambil jurusan IPS. Mulai saat itu juga saya merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Setiap siswa pasti memiliki mimpi masuk PTN dengan jurusan idaman, Alhamdulillah saya juga memiliki PTN dan jurusan yang menjadi prioritas yakni bisa masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik. Ketika SMA, kebijakan sekolah berubah dengan menetapkan KKM untuk angkatan kami dengan nilai 86. Hal ini tidak menjadi beban bagi kami.

Saya juga mempunyai impian untuk bisa masuk PTN melalui jalur SNMPTN (undangan). Jalur ini menggunakan nilai rapor dan prestasi. Nilai rapor yang digunakan mulai dari semester 2 hingga semester 5. Untuk lolos pemeringkatan SNMPTN otomatis nilai rapot di setiap semesternya harus meningkat. Saat kelas XII, SMART Ekselensia Indonesia memberikan fasilitas yaitu psikotes untuk mengetahui minat dan bakat sebelum menentukan jurusan PTN. Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan Bimbingan Konseling (BK) untuk membantu siswa dalam memilih jurusan. Saya pun memanfaatkan BK untuk membantu dan memberikan arahan dalam memilih jurusan.

Di saat saya duduk di kelas XII, guru BK memberikan jadwal konseling kepada masing-masing siswa kelas XII. Tibalah jatah konseling saya waktu itu. Ketika itu guru BK menanyakan tentang latar belakang keluarga saya dan mengenai perkuliahan. Obrolan pun berlanjut dan guru BK menanyakan kepada saya, “Ikhsan, apa kamu berkeinginan untuk SNMPTN?”. Saya pun menjawab, “inginlah, ustazah”. Kemudian guru saya tersebut memberikan daftar nilai dan ranking saya selama 5 semester serta hasil psikotes PTN. Alhamdulillah, tanpa disadari saya selalu mendapat ranking 3 dan nilai rapot rata-rata selalu meningkat. Hasil psikotes pun menunjukkan bahwa saran jurusan saya yaitu akuntansi dan manajemen kebijakan publik. Dari hasil psikotes juga menunjukkan minat kerja saya ada di bagian clerical (berhubungan dengan tugas rutin yang sistematis dan teratur), computation (berhubungan dengan angka), dan personal (berhubungan dengan pelayanan terhadap banyak orang).

Kemudian ustazah bertanya lagi ke saya, “apa kamu yakin bisa lolos pemeringkatan SNMPTN dan seandainya kamu lolos, jurusan apa dan PTN mana yang akan kamu ambil”. Saya pun menjawab “saya sih fifty-fifty, zah. Seandainya lolos pemeringkatan saya akan ambil UGM Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik walaupun kemungkinan kecil untuk diterima. Karena orangtua menyuruh saya untuk kuliah di UGM agar dekat dengan rumah”. Ustazah pun kembali memberikan tanggapan, “jadi kamu mau misi “bunuh diri”. Karena kalau ikhsan mau ambil UGM melalui SNMPTN itu mustahil untuk lolos itu di luar region sekolah kita meskipun niai-nilaimu bagus, coba lihat kakak kelas sebelumnya dan apakah kamu yakin bisa lolos untuk SBMPTN seandainya SNMPTN-mu gagal”. “InsyaAllah saya siap untuk SBMPTN dan yakin lolos” itulah jawaban saya meskipun pada kenyataannya saat itu saya belum siap untuk SBMPTN. Pada tahun ini, pihak manajemen sekolah memasang target bisa lolos 100% siswanya ke perguruan tinggi negeri. Ini menjadi tantangan dan motivasi buat kami terlebih buat saya.

Akhirnya tibalah pengumuman pemeringkatan SNMPTN. Ketika itu saya mencoba untuk login ke akun saya dan Alhamdulillah saya lolos pemeringkatan. Setelah itu saya berdiskusi kepada orangtua, kakak pertama, dan Ustazah Amal, Guru BK. Orangtua dan kakak menyarankan saya untuk memilih UGM dengan berbagai pertimbangan salah satunya dekat dengan rumah dan biaya hidupnya. Kemudian saya konseling dengan guru BK terkait jurusan untuk SNMPTN. Guru BK pun memberikan masukan kepada saya ,”jika kamu tidak lolos SNMPTN, kamu segera move on dan kamu harus bertanggung jawab karena ini keputusanmu”. Saya pun menjawab, “Iya saya siap karena ini keputusan yang saya ambil dan saya juga tidak menyangka bisa lolos pemeringkatan”.

Pada saat finalisasi pendaftaran SNMPTN saya mengambil dua pilihan, pilihan pertama UGM Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik sedangkan pilihan kedua UNPAD Jurusan Administrasi Negara. Meskipun saya lolos pemeringkatan, saya tetap belajar untuk SBMPTN dan menguatkan doa sembari berharap lolos SNMPTN meskipun itu tidak mungkin bagi saya.

Hari pengumuman SNMPTN pun tiba, 17 April 2018 pukul 17.00. Saat itu 16 siswa dinyatakan lolos SNMPTN 2018. Akan tetapi nama saya tidak ada dalam pengumuman tersebut. Saya dinyatakan belum lolos SNMPTN dan harus berjuang di SBMPTN. Hasil tersebut tidak membuat saya patah semangat dan itu adalah keputusan yang saya ambil jadi tidak harus kecewa. Kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan dari kegagalanlah kita dapat mengambil pelajaran, itulah yang membuat saya tetap semangat untuk berusaha masuk PTN. Saya juga beranggapan Allah mempunyai jalan lain dan mampu untuk mengikuti SBMPTN hingga lolos.

Kemudian saya fokus untuk SBMPTN dengan lebih serius lagi belajar, latihan soal-soal, serta serius dalam TO. Sembari itu, saya juga berkonsultasi jurusan yang akan saya pilih untuk SBMPTN kepada orangtua, kakak, dan ustazah amal selaku guru BK. Saya berkonsultasi dengan melihat beberapa TO yang sudah dijalani dengan hasil yang belum sesuai target. Orangtua dan kakak untuk tetap mengambil UGM dipilihkan pertama dengan jurusan yang sama. Alasannya sama yaitu biayanya dan dekat dengan rumah. Kemudian pilihan kedua saya adalah UNPAD Jurusan Administrasi Negara sedangkan pilihan ketiga yaitu UNY Jurusan Administrasi Negara juga. Guru BK dan manajemen sekolah pun menyetujui pilihan SBMPTN saya. Ketika TO pun saya menggunakan pilihan tersebut. Hasil yang didapat ketika TO pun kurang memuaskan karena saya belum bisa lolos tapi hanya direkomendasikan. Hal ini karena poin atau nilai saya kurang sedikit dari target. Saya terus belajar dan latihan soal-soal.

Hingga akhirnya pendaftaran SBMPTN tiba. Sesuai dengan persetujuan manajemen sekolah dan guru BK, saya mendaftarkan tiga jurusan tadi. Pilihan pertama saya SBMPTN yaitu UGM Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, pilihan kedua UNPAD Jurusan Administrasi Negara, dan pilihan ketiga UNY Jurusan Ilmu Administrasi Negara. SBMPTN dilaksanakan pada 8 Mei 2018 dan saya mendapatkan lokasi di SMA Tunas Harapan Bogor. Dalam masa penantian ujian SBMPTN ini, saya dan teman-teman Angkatan X SMART Ekselensia Indonesia melaksanakan wisuda terlebih dahulu pada Sabtu, 5 Mei 2018.

Hari yang ditunggu tiba, Selasa 8 Mei 2018, saya dan teman-teman Angkatan X berjuang untuk mengikuti ujian tulis SBMPTN. Dengan penuh ketenangan, ketelitian, serta keseriusan saya menjawab soal-soal SBMPTN. Tak terasa ujian SBMPTN selesai dan hasilnya baru akan diumumkan pada 3 Juli 2018.

Dalam menanti pengumuman SBMPTN, tak lupa saya terus memanjatkan doa agar diberikan yang terbaik supaya tembus di salah satu PTN pilihan. Terlebih lagi waktu itu masuk Bulan Ramadan, waktu di mana doa setiap hamba-Nya dikabulkan. Saya terus memanjatkan doa dan tak lupa melakukan amalan sunah seperti Salat Tahajjud dan Duha. Tak lupa pula saya meminta doa kepada orangtua serta saudara-saudara agar lolos SBMPTN. Sambil menunggu pengumuman, saya pergi berlibur ke beberapa tempat untuk melepas penat dan membuang beban.

Tak terasa waktu pun berlalu dan sampailah pada hari pengumuman. Pengumuman dilaksanakan pada pukul 15.00 dan di akses di web SBMPTN. Waktu itu saya deg-degan, maka saya perbanyak beristigfar dan mencoba login ke laman SBMPTN. Kemudian saya masukkan nomor peserta dan tanggal lahir saya. Setelah itu saya enter dan muncul tulisan nomor peserta, nama, dan tanggal lahir saya serta muncul tulisan selamat anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN 2018 di PTN Universitas Padjadjaran program studi Ilmu Administrasi Negara. Setelah itu saya dan keluarga bersyukur, Alhamdulillah lulus SBMPTN dan bisa masuk PTN. Alhamdulillah ternyata pilihan kedua yang lolos, karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Mungkin ini salah satu jalan saya menuju puncak kesuksesan.

Semoga ketika kuliah nanti saya bisa berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar. Saya dapat aktif dan berkontribusi dalam setiap organisasi kampus serta dapat membanggakan almamater. Selain itu bisa membahagiakan dan membanggakan orangtua dan kakak-kakak saya serta keluarga besar SMART Ekselensia Indonesia, Dompet Dhuafa, dan para donatur. Tak lupa selalu bersyukur kepada Allah Swt., Dialah yang memberikan semua ini. Karena motivasi saya ialah Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada SMART Ekselensia Indonesia terutama dompet dhuafa dan para donatur yang telah memberikan saya beasiswa pendidikan selama 5 tahun di kawah candradimuka. Terima kasih saya ucapkan kepada ustaz dan ustadzah yang telah memberikan segenap ilmu serta seluruh civitas yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.