Ini USBN, Kawan. Mari Berjuang!

P_20170320_074423_HDR-711x400

Beberapa minggu terakhir wajah kami selalu tertutup buku, bahkan sambil berjalan kami masih membaca buku. Bukan ini bukan karena kami menyembunyikan sesuatu kok, tetapi karena kami sedang sibuk belajar untuk persiapan UN, try out, dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Nah sejak Senin (20-03) hingga hari ini kami yang duduk di Kelas XII (baik IPA maupun IPS) disibukkan dengan USBN lho.

P_20170320_073939_HDR-400x711

USBN? Apa itu? Yuk berkenalan dengan USBN.

USBN merupakan salah satu alternatif patokan kelulusan siswa, jadi saat ini UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan siswa. Jika UN dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan kisi-kisi yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), maka USBN dibuat oleh guru-guru sekolah. Para guru tersebut tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan juga Kelompok Kerja Guru (KKG). Guru dari sekolah masing-masing membuat soal dari standar kisi-kisi yang sudah disusun oleh BSNP dan juga Kemendikbud.

P_20170320_073923_HDR-711x400

Dalam konsep USBN, jenis soal terdiri dari pilihan ganda dan esai. Tak seperti UN yang seluruhnya merupakan pilihan ganda, jumlah soal pilihan ganda di USBN akan dikurangi. Hal tersebut dilakukan agar kemampuan berpikir kritis siswa semakin terasah.

Mata pelajaran yang diujikan dalam USBN 2017 ini sedikit berbeda dengan UN. Untuk bidang IPA, yang diujikan antara lain Pendidikan Agama, PKN, Sejarah, Fisika, Kimia dan Biologi. Untuk bidang IPS, mata pelajaran yang diujikan antara lain Pendidikan Agama, PKN, Sejarah, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi.
Ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti USBN, rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata karena kami memang tak memiliki gambaran pasti akan seperti apa USBN nantinya. Kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin, belajar dengan tekun, rajin mengulang pelajaran yang diujikan sehingga rasa khawatir yang menghinggapi diri dapat ditepis dengan mudah. Alhamdulillah selama mengerjakan soal USBN tidak ada kendala berarti, hanya saja di awal agak deg-degan tetapi setelah mengenal lebih dalam malah kami semakin termotivasi untuk belajar lebih baik lagi. Walaupun UN bukan satu-satunya penentu kelulusan, kami tidak boleh berpangku tangan. Kami akan terus semangat belajar dan membuktikan bahwa kami bisa dan mampu menjadi yang terbaik.

Doakan kami agar nilai USBN kami bagus dan kami bisa lulus dengan hasil membanggakan, aamiin. (AR)