Jangan Menyerah Gapai Mimpi, Kawan!

Siang ini matahari bersinar sangat terik, namun hebatnya tak membuat kami lunglai walau keringat sebesar bulir jagung membasahi badan dan baju kami. Tiba-tiba di kejauhan terdengar pengumuman: “ Teng nong neng nong. Kepada seluruh kelas XII diharapkan segera ke Ruang Audio Visual (AVI) Pusat Sumber Belajar (PSB) lantai 2, sekarang, terima kasih”.  

 

1

Sambil bercengkrama kami berbondong-bondong menuju Ruang AVI PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang terletak di lantai 2, langkah kami lebar-lebar agar segera sampai di tujuan.  Setibanya di sana kami disambut kakak-kakak markom Dompet Dhuafa Pendidikan, mereka mempersilakan kami duduk dan mengarahkan kami untuk memenuhi tempat yang telah disediakan.

2

3

4

 

Ah iya sampai lupa menginformasikan, siang ini kami yang duduk di Kelas XII (alias kelas tertinggi dan terakhir) diminta untuk mengikuti kegiatan “Ruang Inspirasi”.

 

4a

Ruang Inspirasi merupakan kegiatan bulanan dan dihelat oleh Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP), setiap bulannya kami disuguhkan beragam tema menarik serta inspiratif. ‘Hobi Jadi Profesi’ menjadi tema besar kegiatan Ruang Inspirasi bulan Januari, diharapkan kegiatan ini mampu menginspirasi kami agar kelak kami mampu menggapai cita yang diinginkan .

 

5

6

Kegiatan yang dihadiri 40 siswa dari kelas IPA dan IPS ini membuat ruang AVI kian sesak saja, lalu mata ini menangkap sosok perempuan di depan kami. Panggil saja ia kak Rani, ia merupakan “guru” kami  siang ini. Walau masih muda, namun kak Rani telah memiliki bisnis travel bernama  Rani Jouney sejak 2011. Selain berbagi pengalaman selama menjelajah berbagai destinasi indah di Indonesia, kak Rani juga menyampaikan berbagai tips dan trik berbisnis dengan cara yang menyenangkan. Menurutnya travellling merupakan salah satu cara yang baik untuk mengaktualisasikan diri serta dijamin mampu menambah banyak relasi. “Selagi travelling, kuliah tidak boleh menganggu hobi,” ujar kak Rani. Sontak pernyataannya membuat kami takjub, “tapiiiii kalian jangan sampai  melupakan kuliah karena kuliah juga penting,” tambahnya dengan senyuman lebar.

 

7

Travelling bagi kak Rani membuka jalan ke cita yang ia impikan. Sepulangnya dari Amerika untuk pertukaran pelajar ia mulai mengembangkan bakat bisnisnya, setelah berkuliah di London School of  Public Relation (LSPR) ia semakin tergila-gila untuk berbisnis khususnya di bidang travelling, bidang yang sangat ia gemari. Ia memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil  anak muda kreatif dengan ide hebat, para anak muda ini  berpikir untuk tidak bekerja atau bergantung pada institusi atau perusahaan tertentu dan mulai membuat usaha sendiri untuk membantu hidup orang lain. Sayangnya tak banyak anak muda menggeluti bidang wirausaha, dari seluruh populasi anak muda di Indonesia hanya 2% saja yang semangat berwirausaha. Kami manggut-manggut.

Ia turut mengisahkan awal mula membangun bisnis Rani Journey, kehadiran Rani Journey berawal dari hobi travelling kak Rani dan semangatnya untuk memfasilitasi para traveler yang ingin melihat keindahan alam di berbagai penjuru Indonesia. Setelah sekian lama berdiri lalu muncul kegundahan dalam diri kak Rani, karena ia merasa seharusnya ia bisa melakukan sesuatu dari keuntungan bisnis yang ia kembangkan saat ini. Maka segera saja ia memutar otak dan menghubungi Dompet Dhuafa (sebab ia tahu lembaga ini terbukti trusted dan kredibel), setelah berdiskus lama akhirnya ia memutuskan memilih SMART Ekselensia Indonesia sebagai pilihan tepat mem-branding program trip dan charity yang digadang Rani Journey. Rani Journey termasuk pelopor trip agency di Indonesia lho, saat ini mereka tak sekadar mengajak peserta trip untuk membuat cerita seru di setiap perjalanan, tetapi juga mengajak setiap peserta trip untuk berdonasi melalui Dompet Dhuafa dan mendukung program SMART Ekselensia Indonesia. Alasan kak Rani memilih SMART sangat sederhana, karena SMART merupakan sekolah dengan siswa dari berbagai daerah di Indonesia yang mencirikan persatuan budaya serta intelejensia khas anak-anak Indonesia.

“Nahkoda yang handal tidak datang dari lautan yang tenang. Kalau kalian mau menjadi seorang yang sukses tapi tidak memiliki bakat, tenang saja, suatu hari nanti di titik tertentu kalian akan menemukan satu hal yang kalian suka. Kalau sudah ketemu perdalam, fokus, kejar terus dan jangan menyerah,” pesan kak Rani mengakhiri sesi “Ruang Inspirasi “ siang ini. Kami semua memberikan tepuk tangan meriah untuknya. Menutup seluruh rangkaian acara kak Rani menyerahkan donasi sebesar Rp 40.425.000 pada SMART Ekselensia Indonesia. Terima kasih kak, semoga Allah membalas semua kebaikan kakak aamiin.

 

foto 8 juga Cover

***

 

Aaah semua pelajaran berharga yang kak Rani sampaikan hari ini akan kami patri, semangat kami untuk maju kian tinggi dan tak terbendung lagi, hilang sudah semua gundah dalam diri karena sekarang kami tahu harus berbuat apa ketika lulus dari SMART tercinta ini. (AR)