KAISS “Sang Penentu”

2015-07-04-22-16-37_deco-01

Oleh: Muhibuddin

Kelas 5 Jurusan IPA Angkatan 8

 

Yang namanya tugas akhir pasti selalu diidentikkan dengan skripsi atau tesis dan biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan sarjana atau masternya. Tapi kalau di SMART Ekselensia Indonesia jelas berbeda, tugas akhir  berlaku untuk para siswa kelas 5 (setara kelas 3 SMA di sekolah lain) yang akan menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas mereka di sini. Memang tak serupa skripsi atau tesis sih melainkan lebih kepada karya ilmiah yang biasa kami sebut Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS). Mungkin ini hanya karya ilmiah, tetapi harga yang harus dibayar setara dengan skripsi dan tesis, yakni kelulusan.

Sayang, tidak semua siswa menganggap serius KAISS sejak awal, ada yang masih bercanda dan santai-santai. Sedangkan siswa yang serius menganggap KAISS harus diselesaikan segera; mereka mulai mengajukan judul, bimbingan dan lain-lain. Tidak semua berjalan sesuai yang diharapkan, ada yang tidak diterima judulnya, ada yang kebingungan harus mulai dari mana, bahkan ada yang harus berganti judul di tengah jalan karena ada beberapa masalah.

Saya Muhib, salah satu siswa yang baru saja menyelesaikan hal  mengerikan di atas. Mengerikan? Ya, memang mengerikan. Untuk mengajukan judul saja banyak pertimbangan, harus ini lah harus itu lah, katanya sih kalau sudah bisa membuat KAISS nanti ketika berkuliah akan mudah membuat karya ilmiah. Saya akui memang tidak mudah menyelesaikan KAISS, banyak keterbatasan karena di sini kami berasrama dan fasilitas terbatas, oh iya juga sering tersandung karena keterbatasan dana. Ada yang menikmati dan ada juga yang terus mengeluh mengerjakan ini semua, kalau saya happy happy saja. Ketika sidang KAISS berlangsung ada yang berjalan lancar, ada juga yang melalui banyak hambatan di sana sini, tapi Alhamdulillah kalau saya termasuk yang dimudahkan.

Pesan saya untuk adik-adik kelas, ada baiknya semua yang kalian ingin teliti dikonsep dari sekarang dan jangan menunda-nunda. Kumpulkan data sebaik-baiknya, jangan hanya terpaku pada informasi daring di laman web karena referensi dari buku lebih menunjang untuk sebuah karya tulis karena dapat dipertanggungjawabkan. Satu hal yang pasti, nikmati saja semua prosesnya. Jatuh bangun ketika membuat KAISS anggap saja sebagai bumbu penyedap, kalau jatuh ya bangun lagi, tak perlu takut.