Karena Pemimpin Berkarakter Ciri Anak Kekinian

Karena Pemimpin Berkarakter Ciri Anak Kekinian

Oleh: Aziz dan Zaky

“Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq”. Hadis yang disabdakan ini menunjukan bahwa Nabi Muhammad Saw. diutus oleh Allah Swt. bukan untuk “mengganti” akhlak, akan tetapi “memperbaiki” akhlak yang sudah ada. Hal ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad menghargai usaha kemanusiaan sejak beribu tahun dahulu daripadanya.

Dalam literatur sejarah kita bisa melihat dan mengetahui bahwa dengan budi pekerti (Al-Qur’an), bangsa Arab Jahiliyah bertransisi menjadi sebuah bangsa yang besar yang peradabannya diakui sebagai salah satu rantai emas yang gilang gemilang dalam sejarah kemanusiaan.

Datangnya Zaman Renaisans di Benua Biru, Eropa, sejak dari kebangkitan Luther dan Calvin  hingga Revolusi Prancis, membuat Eropa mendapat jiwa yang baru, teknik yang modern dan organisasi yang teratur. Semuanya berawal dari kebangkitan budi pekerti Islam zaman dulu  yang mereka contoh dan terapkan dalam kehidupan sedang pada saat itu negeri Timur hanya diselimuti oleh budi yang telah mati.

Budi pekerti atau karakter menjadi salah satu dasar untuk meraih kesuksesan yang hakiki. Tanpa budi pekerti, sepandai apapun manusia tidak ada harganya. Tanpa budi pekerti, sekaya apapun manusia tidaklah bernilai dibandingkan dengan kekayaan yang ia miliki.

Menurut  para ahli timbulnya kebobrokan karakter manusia adalah  lantaran sempitnya tempat manusia untuk tegak di dalam hidupnya. Orang yang sempit hidupnya kurang peduli pada keadaan orang lain dan hanya mementingkan keadaan dirinya saja. Orang-orang yang demikian dinamakan manusia yang lemah pikirannya dalam membedakan mudharat dan manfaat. Ia tidak mengetahui dan pura-pura mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya akan merugikan orang lain.

Dalam proses pembinaan karakter, kita bisa mencontoh proses pembinaan  karakter anak muda di Korea Selatan. Setiap pemuda yang menjadi warga negara Korea Selatan diwajibkan untuk mengikuti Wajib Militer (WaMil). Kita tahu bahwa pola pelatihan militer yang terkesan keras itu bertujuan membentuk kecakapan fisik dan mental serta salah satu proses pembentukan karakter kedisiplinan.

Selain itu, kita bisa melihat proses pembinaan karakter budi pekerti di dalam sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam membawa pengaruh yang signifikan dalam pembinaan karakter anak bangsa. Bahkan, banyak tokoh-tokoh bangsa yang berpengaruh di Indonesia  adalah alumni  dari sistem pendidikan ini.

Dalam sistem pendidikan Islam, untuk melatih kedisiplinan, pembiasaan shalat Qiyamul Lail menjadi salah satu instrumen yang penting dilaksanakan, tak hanya untuk melatih kedisiplinan, shalat Qiyamul Lail juga membiasakan diri untuk tunduk  dan merendah di hadapan Maha Kuasa.

Dalam melatih kesabaran, puasa sunnah adalah instrumen yang tak ketinggalan, bersabar dalam menahan lapar dan hawa nafsu berperan besar dalam pendidikan karakter.

Dewasa ini, sistem pendidikan di Indonesia telah mengacu dan mengutamakan kurikulum pendidikan karakter budi pekerti dalam sistem pembelajaran kurikulum 2013. Pembinaan karakter siswa menjadi salah satu prioritas utama. Sudah sepantasnya pendidikan karakter ditingkatkan di negeri ini, negeri yang sedikit demi sedikit  moral dan karakternya mulai binasa, kriminalitas mulai menjadi hal yang biasa, korupsi telah jadi budaya, serta diskriminasi politik dan agama bukan lagi peristiwa yang langka.

Berpikir untuk kemajuan bangsa harus kita canangkan dari jauh-jauh hari. Tentu saja untuk memajukan suatu bangsa, terlebih dahulu kita harus memperbaiki budi pekerti diri kita sendiri. SMART Ekselensia Indonesia, sekolah kami, sebagai sekolah yang memiliki visi “membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin”, tentu menjadikan pendidikan karakter sebagai kurikulum dalam sistem pendidikannya. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus memaksimalkan kesempatan untuk perbaikan karakter di SMART ini untuk memajukan bangsa Indonesia.