Karena Tenaga Kesehatan Memang Pahlawan!

Oleh: Muhammad Shirli Gumilang (Supervisor Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI))

Kali ini saya berkesempatan menjadi salah satu relawan tim DMC Dompet Dhuafa dalam penanganan pencegahan Covid-19 di Jakarta. Tugasnya begitu sederhana, yaitu melakukan penyemprotan ke wilayah zona merah Covid-19. Awalnya saya pikir demikian. Yah paling kalau nyemprot-nyemprot sih gampang. Tapi ternyata sungguh pengalaman yang luar biasa khususnya buat saya. Pengalaman ini membuat saya angkat topi terhadap para tenaga kesehatan kita.

 

Awalnya saya berpikir “wah kayanya sih seru nih nyemprot pakai APD”. Tapi baru selang beberapa menit saja rasanya spengap sekali. Kaca mata berembun merusak pandangan, nafas tidak teratur terhalang masker, belum lagi aroma disinfektan yang begitu menyengat. Tangan harus kuat memompa tabung cairan disinfektan supaya bisa keluar dan hasilnya menyembur sempurna.

Badan serasa berada di sauna (walaupun belum pernah masuk sauna) keringat terus bercucuran. Perut sudah mulai mual-mual karena terus mencium aroma disinfektan. Baru setelah itu saya merasa bahwa tenaga kesehatan baik perawat dan dokter yang selalu berjaga menyelamatkan jiwa manusia karena dampak Covid-19 ini sangat luar biasa. Setiap hari mereka selalu menggunakan APD Lengkap, bahkan katanya bisa sampai 3-5 kali berganti-ganti APD.

 


Kalimat yang paling cocok untuk menggambarkan tenaga kesehatan hari ini adalah “Kalian memang PAHLAWAN”.