Kurangi Polusi, Selamatkan Bumi!

13901329_833637113439013_5197398070375806368_n

 

Oleh: Insan Maulana, Kelas XII IPA

 

Global Warming, sebuah kata yang muncul mengikuti pesatnya perkembangan zaman. Global Warming berarti pemanasan suhu permukaan Bumi, akibatnya suhu permukaan Bumi terus naik. Hal ini  karena jumlah gas (contohnya gas karbon monoksida dan karbondioksida) yang dapat merusak atmosfer Bumi sudah melebihi batas sehingga berlubanglah lapisan ozon. Gas-gas itu menimbulkan peristiwa yang disebut efek rumah kaca yaitu panas Matahari yang seharusnya keluar dari Bumi memantul kembali ke Bumi karena terhalang oleh gas polusi itu.  Pada dasarnya, dunia sedang memasuki rezim baru, yang normal akan terus mengalami perubahan dan perubahan ini berada pada tingkat proses alam yang tidak mampu diimbangi lagi.

Rendahnya tingkat kepedulian manusia terhadap lingkungan menjadi sumber utama global warming seperti pembalakan hutan secara liar, merokok, asap pabrik yang berwarna hitam pekat tidak disaring dahulu sebelum dibuang, dan masih banyak lagi perbuatan manusia lain penyebab polusi.

Oleh karena itu, pemerintah harus gencar dalam menyiapkan program-program yang dapat menyelamatkan Bumi dari kerusakan. Menurut saya, cara pertama merupakan cara yang sudah biasa, tetapi tidak boleh ditinggalkan yaitu menanam sebanyak mungkin pohon dan melakukan tebang pilih tidak asal tebang. Menurut saya program yang tepat yaitu one human one tree, jadi setiap orang harus menanam tanaman minimal 1 pohon.

Untuk mengatasi polusi udara, kita jangan hanya mengurangi polusinya saja, tetapi juga mengurangi sumber polusinya, maka cara berikutnya yang tepat kita harus sedikit meniru salah satu negara maju yang terkenal dengan sebutan Negeri Matahari Terbit, yaitu Jepang. Kita tentu mengenal Jepang yang mayoritas penduduknya bepergian memakai sepeda atau berjalan kaki daripada kendaraan bermotor . Di sana, pajak kendaraan bermotor itu sangat tinggi sehingga hanya orang-orang yang benar-benar berdompet tebal saja yang mampu memiliki atau membeli kendaraan bermotor. Pajak yang mahal itu berimbas pada kondisi masyarakatnya yang sehat dan pemerintahnya juga tenang karena aman dari polusi udara dan juga aman dari kemacetan di jalan. Selain itu masyarakat di sana menjaga kebersihan dan lengkaplah sudah keindahan jalan, sehingga tingkat polusi di Jepang relatif rendah.

Bandingkan dengan Indonesia. Negara yang terkenal dengan jalanannya yang macet karena jalan sudah tidak dapat lagi menampung banyaknya kendaraan bermotor yang melintas. Akibatnya, tingkat polusi udara tinggi sehingga udaranya tidak enak dihirup. Jika Indonesia mengikuti cara  Jepang dengan membuat pajak kendaraan bermotor mahal, maka pasti banyak orang yang akan berpikir berkali-kali jika mereka ingin membeli kendaraan bermotor.  Dengan harga DP (Down Payment) rendah dan pajak murah, tentu semakin banyak orang yang tertarik membeli kendaraan bermotor. Apalagi saya pernah melihat promosi bahwa untuk membawa pulang sebuah sepeda motor hanya memperlihatkan KTP sebagai pengganti uang muka.

Jika kita memperhatikan mobil karya orang Indonesia yaitu mobil listrik yang ramah lingkungan. Hasilnya pun membanggakan seperti mobil listrik bernama Selo yang dibuat oleh Rizky Elson, pria asal Padang yang mengenyam pendidikan di Jepang dan berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Ricky yang sedang bekerja di Jepang dipanggil oleh Dahlan Iskan untuk kembali ke Indonesia supaya membuat mobil listrik nasional. Ia pun pulang dan mengerjakan mobil Selo. Mobil Selo ini hampir seluruh bagian mobilnya asli Indonesia.

Namun, setelah lebih dari setahun, Ricky belum juga mendapatkan dukungan dari pemerintah seperti proses izin yang sangat rumit, padahal jika dipermudah Indonesia pasti bisa memproduksi mobil  Selo ini. Berkat keberhasilan Ricky Elson, Jepang sempat menawarkan untuk membeli mobil Selo yang diciptakannya, namun karena ia masih memiliki jiwa nasionalisme tinggi, ia menolak tawaran Jepang dan bersabar menunggu dukungan pemerintah Indonesia. Bayangkan jika pemerintah mendukung dan memproduksi mobil yang ramah lingkungan ini, lalu menjualnya dengan harga lebih murah dari mobil yang menggunakan energi bahan bakar fosil tentu banyak orang yang terterik membeli sehingga tingginya angka polusi dapat ditekan.

Jadi, untuk mengurangi polusi itu berawal dari kesadaran dan kepeduliaan kita sendiri kepada lingkungan dan tentunya didukung oleh pemerintah karena tanpa pemerintah, jika masyarakat saja yang bergerak dan pemerintah tidak mendukung atau pemerintah saja yang sadar masyarakatnya tidak bergerak maka akan sulit untuk mencapai visi yang diinginkan.

Ayo, kurangi polusi selamatkan Bumi.