Laporan In House Training (IHT) II, Antara Loyalitas, Diversitas, dan Kreativitas

Oleh: J. Firman Sofyan, Guru Bahasa Indonesia SMART Ekselensia Indonesia

 img-20161024-wa0005

Jalan Raya Parung tidak seramai biasanya. Kendaraan roda dua, empat, atau lebih, dipacu dalam kecepatan yang sedang-sedang saja. Ini tidak aneh, janggal, atau ganjil sesungguhnya. Yang tidak lazim adalah perjalanan saya. Ini adalah hari Sabtu, orang bilang mah weekend, saatnya berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi, saya dan guru-guru lain, dengan loyalitas yang ada, harus bangkit guna meningkatkan kapabilitas keilmuan kami di aula SMART Ekselensia Indonesia.

Senyum khas Pak Sahat kali ini tidak terlihat di pintu aula. Tidak ada pula kertas putih mulus yang harus kami tanda tangani di meja kayu berkaki baja. Kursi dan meja tertata rapi, diam seribu bahasa. Pukul 07.27, baru tujuh guru yang telah bersedia. Tiga menit lagi acara akan dimulai, nyaris telat saya.

img-20161024-wa0004

July Siswanto, S.Ag., kepala SMA SMART Ekselensia Indonesia, baru membuka acara pukul 07.45. Sejatinya beliau telah tiba di ruangan sebelum para guru tiba. Namun, pembukaan terlambat karena melihat kondisi para peserta yang belum paripurna. Kepala sekolah kami tidak kecewa. Beliau memang sangat bijaksana, sangat memahami kondisi para peserta yang mungkin belum tiba karena berbagai alasan yang masuk akal tentunya. Selain menyampaikan salam, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan loyalitas para guru SMART.

Kegiatan pertama pada IHT II ini dimoderatori oleh Mulyadi Saputra, S.E., wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Humoris, rapi, dan enerjik, itulah ciri khasnya. Beliau akan memandu acara dari pagi hingga siang tiba. Sebelum memanggil pembica pertama, beliau menyampaikan satu informasi yang sangat menggembirakan. Beliau menyampaikan bahwa SMART Ekselensia Indonesia sudah mendapatkan SK penyelenggaraan sekolah sistem kredit semester (SKS) hingga tahun 2018. Ini sangat membanggakan karena di Jawa Barat hanya ada delapan sekolah yang mendapatkan SK serupa.

Acara pertama yang akan dipandu oleh Pak Mulyadi adalah penyampaian materi yang akan dibawakan oleh Rudy Purwanto, M.Pd., Instruktur Kabupaten berikutnya. Pak Rudy menyampaikan tiga materi: Analisis keterkaitan SKL, KI, KD, Model-model Pembelajaran, dan Penyusunan RPP. Yel-yel dan batiknya antik, unik, dan nyentrik. Slide presentasinya sangat banyak dan membuat mata bengkak. Akan tetapi, cara penyampaiannya sangat atraktif. Gerakannya efektif dan mampu membuat peserta kooperatif. Perjalanan dari pukul 08.00 hingga 10.30 kami nikmati dengan nikmat dan cermat. Materi-materi yang sebelumnya menurut kami sangat sulit dan rumit kini terasa sangat mudah. Sungguh guru hebat!

Kudapan yang tersedia di meja panjang saying untuk dilewatkan. Mereka seolah memanggil kami untuk segera dinikmati. Kopi yang masih tersimpan rapi di dalam wadahnya seakan telah mengeluarkan aura nikmatnya. Secara teratur dalam antrean, kami sejenak mengisi relung-relung lakuna tubuh kami yang mulai lapar. Beberapa guru memanfaatkan waktu 15 menit dari pukul 09.30 tersebut dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

img-20161024-wa0003

Selepas rehat, para guru melanjutkan safari dengan cara berkolaborasi bersama para mahasiswa Sekolah Guru Indonesia (SGI). Selain guru-guru SMART, IHT II ini memang lebih spesial karena dihadiri para mahasiswa istimewa yang akan mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa.

Kami berkolaborasi menyusun RPP sesuai dengan rumpun mata pelajaran masing-masing. Hal yang memang nisbi untuk dilakukan karena diveritas diantara kami. Rumpun mata pelajaran bahasa diketuai oleh bu Lisa. Rumpun mata pelajaran PKn, Quran, PJOK, dan PAI dikomando oleh Ustaz Yasyfi. Pak Agus Suherman mengepalai mata pelajaran Rumpun Sains. Ketua Rumpun Prakarya adalah pak Ari Kholis, sang wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMP. Adapun Rumpun Sosial dipimpin oleh bu Syahtriyah.

Dalam diskusi tersebut, kami dituntut untuk menunjukkan kreativitas masing-masing. Meski ini adalah kolaborasi pertama antara guru SMART dengan mahasiswa SGI, namun dengan kapabilitas yang kami miliki, kegiatan ini bukanlah hal yang sulit dilakukan. Kolaborasi berlangsung dengan baik, tanpa hambatan, tak ada seorang pun yang sungkan.

Kolaborasi formal kami memang menyenangkan, namun ada kolaborasi informasl yang justru sayang kalau tidak dituliskan. Sepanjang pelatihan, tidak jarang terjadi umpatan-umpatan yang ditujukan kepada salah satu guru pria SMART yang belum menikah, yaitu pak Mulyadi. Umpatan-umpatan tersebut bertujuan untuk memotivasi beliau agar berkenalan dengan para mahasiswi SGI yang juga masih belum memiliki “teman”.

Pemateri berikutnya tidak kalah berkualitas. Beliau adalah dra. Nurhayati. Materi yang beliau sampaikan pada hari kedua ini tentu saja tidak sama dengan materi pada hari pertama. Sabtu ini, beliau menyampaikan materi Analisis Penilaian Hasil Belajar. Agresivitasnya masih sama dengan hari pertama. Mobilitasnya tidak berkurang selama pelatihan, bergerak dari sudut satu ke sudut-sudut berikutnya. Kreativitas slide presentasi yang beliau tunjukkan keren-keren, penuh warna.

Dengan segala kapabilitasnya, tidak salah kalau beliau meraih banyak sekali prestasi, termasuk mendapatkan gelar Instruktur Kabupaten. Mari kita doakan agar beliau meraih prestasi-prestasi berikutnya, termasuk gelar Instruktur Provinsi bahkan Instruktur Nasional. Gelar terakhir merupakan gelar yang sangat prestise bagi seluruh guru di Indonesia, meski jika mendengar frasa tersebut, memori saya teringat akan seseorang. Ah, sudahlah, ia sudah senang. Mengenangnya hanya membuat air mata berlinang.

Adzan Dzhuhur sudah berkumandang, saatnya kami mengakhiri kolaborasi nan menyenangkan. Loyalitas kami terhadap sekolah tidak perlu dipertanyakan, namun waktu bersama keluarga di hari libur adalah sebuah keniscayaan. Terima kasih kami ucapkan atas semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan selama dua hari dengan sangat signifikan. Selain ilmu, kami kini bertambah teman, mahasiswa SGI yang mampu berkolaborasi dengan kami tanpa perasaan sungkan. Semoga ilmu yang sudah didapatkan bisa kami praktikkan.

img-20161024-wa0002