LDKS, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Yang Mengasah Kepimpinan Dalam Jiwa Kami

Deg-degan, harap-harap cemas, pengin buang air kecil. Itu hanya sekelumit kecil keresahan yang kami rasakan ketika kami diminta untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diadakan mulai Jumat hingga Minggu (14-16/08). LDKS sendiri memang sudah tradisi dan turun temurun diadakan di tempat kami, jadi sebenarnya kami sudah tidak kaget juga. Manusiawi sih merasa deg-degan, namun kami harus singkirkan semua pikiran buruk itu hihi. Oh iya, kegiatan LDKS ini diikuti oleh kelas 2, 3, dan 4 lho, tapi khusus kelas 4 hukumnya WAJIB XD! LDKS sendiri bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) yang berjiwa pemimpin.

Jumat (14/08) sore setelah beberapa siswa terpilih selesai dengan kegiatan Sekolah Inspirasi bersama Indonesian Diaspora Network kami diminta untuk berbaris; berjejer rapi untuk pengarahan dari kak Muhib. Setelahnya kami digiring ke Aula SMART Ekselensia Indonesia untuk mendapatkan pengarahan dari kak Kabul, di sana kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Selang beberapa menit tiba-tiba kami diminta untuk menampilkan yel-yel agar kelompok kami stand out diantara kelompok yang lain, semua tim mendadak heboh. Riuh rendah suara kami membuat yel yel super seru agar tim kami menang. Keseruan memuncak ketika kami unjuk gigi menampilkan yel yel terbaik kami, gelak tawa memenuhi ruangan aula, bahagia sekali. Beranjak malam kami mengikuti materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Ustad Syafei. Lelah? Pastinya, tapi kami senang kok. Saatnya tidur untuk menyambut LDKS hari kedua.

Sabtu (15/08). Pagi-pagi kami sudah harus rapi jali karena materi seputar kepribadian, kepemimpinan, dan motivasi akan dimulai pukul 09.00 pagi. Setelah sarapan kami segera bergegas menuju Aula SMART Ekselensia Indonesia, ketika sarapan banyak yang makan terburu-buru karena takut terlambat, lucu sih tapi kasihan juga hehe. Sesampainya di Aula kami disambut senyum lebar -dan tentu saja manis- kak Yono dan kak Alfa, merekalah yang akan memberi kami beberapa materi keren hari itu dan keduanya datang dari KUBIK Leadership. Materi yang mereka bawakan sangat mengena, kak Yono memberikan semangat pada kami untuk tidak menyerah meraih mimpi yang ingin kami raih dan mengajarkan kami untuk tetap bersyukur dengan apapun yang kami miliki saat ini. Kak Yono juga menantang kami untuk membangun The Tower Project, The Tower Project gunanya untuk membangun kerjasama yang kuat dan membangkitkan kemampuan kami untuk tampil dalam sebuah tim. Sedangkan kak Alfa banyak memberikan wejangan seputar pentingnya percaya pada diri sendiri apapun kondisinya, menurutnya ada lima cara membangun kepercayaan diri antara lain:

  1. Lihat apa yang sudah kamu capai, syukuri dipunya saat ini,
  2. Pikirkan tentang kekuatan dirimu, jangan jadikan diri sebagai hambatan meraih masa depan, trust yourself,
  3. Pikirkan apa mimpi besar kita semua,
  4. Selalu berpikir positif,
  5. Berkomitmen untuk sukses.

Materi dari kak Yono dan kak Alfa akhirnya selesai. Setelah jeda Shalat Ashar, makan penganan ringan, kami masuk ke materi berikutnya yang dibawakan oleh kak Faisal. Kak Faisal ini masih kuliah lho Sobat, saat ini ia berkuliah di IPB jurusan Biokimia. Ada dua materi yang kak Faisal sampaikan kala itu yakni mengenai Organisasi dan tentang Pengendalian Diri, menurutnya organisasi ialah tentang manajemen waktu, tentang berkomunikasi, dan tentang momen. Menurutnya di dalam sebuah organisasi komitmen serta kerjasama tim sangatlah penting dan seorang organisator harus memiliki 4 modal yaitu:

  1. Mengenal diri sendiri. Kita harus mengenal diri sendiri agar mampu menempatkan diri, mempermudah ketika bergaul; berkomunikasi; dan menjadi seseorang yang mampu untuk diandalkan. Selain itu perlu juga mengenali kawan, tujuannya agar kita mampu menempatkan seseorang sesuai dengan potensi dan passion-nya, mampu mengelola tim dengan baik dan mampu menjadi orang yang nyaman untuk berbagi bagi rekan-rekan kita,
  2. Pribadi yang kuat baik secara fisik, akal, maupun hati,
  3. Tanggung jawab,
  4. Mampu mengembangkan diri dan memiliki prioritas diri. Prioritas, menurutnya, dikategorikan menjadi 4:
    • Penting, mendesak
    • Penting, tidak mendesak
    • Tidak penting, mendesak
    • Tidak penting, tidak mendesak.

Hari Sabtu hari yang penuh materi, sedikit pusing sebenarnya, tapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan pembelajaran lagi apalagi pematerinya juga anak muda hebat. Saatnya tidur karena Minggu harus melakukan tantangan fisik.

Minggu (16/08). Kembali pagi-pagi kami sudah harus siap di Aula SMART lalu menuju lapangan luas di belakang sekolah untuk melaksanakan out bond, banyak kegiatan seru menantang adrenalin yang menyambut kami. Kami kembali dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok mendapatkan tantangan yang berbeda-beda, pokoknya seru! Kegiatan out bond merupakan acara puncak LDKS, setelahnya kami harus segera bebersih karena acara penutupan akan segera dimulai.

Ah pengalaman selama LDKS tak akan kami lupakan, kami jadi makin semangat!