Maksimalin Amalan Ini Kuy

Bulan Ramadan ialah bulan baik di mana semua perbuatan baik akan diganjar berkali lipat, di bulan Ramadan terdapat banyak karunia Allah Swt. lho. Maka inilah saatnya kita memanfaatkan momen Ramadan sebagai sarana memperbanyak pahala dengan memaksimalkan ibadah kita. Di bawah ini kami akan menjelaskan beberapa ibadah utama di bulan Ramadan:

  1. Berpuasa

Berpuasa ialah salah satu ibadah utama di bulan Ramadan. Tahukah kamu jika mulai dari sahur hingga berbuka terdapat keutamaan-keutamaan yang sayang kita lewatkan begitu saja? Berikut kami sertakan dalil yang menggambarkan keutamaan puasa Ramadan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” [HR. Muslim]

Keutamaan berpuasa di bulan Ramadan begitu besar, tidak hanya derajat takwa, pengampunan dosa dan pahala yang didapatkan, bahkan kelak kita dijanjikan bertemu Allah Swt. Hanya saja puasa tak hanya sebatas menahan nafsu, dahaga serta lapar, diperlukan tindakan lain agar pahala tetap terjaga seperti yang Rasulullah Saw.. sabdakan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’. [HR. Bukhari & Muslim]

 

  1. Salat Malam

Salat malam adalah salah satu amaliyah yang sangat ditekankan oleh Nabi Saw. terutama di bulan Ramadan. Bahkan, di luar bulan Ramadan pun ibadah ini tidak pernah dilewatkan oleh Nabi Saw.

Hal ini didasari pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA yang berkata: “Jangan tinggalkan salat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Saw. tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau salat dengan duduk.” [HR. Abu Dawud & Ahmad]

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” [QS. Al-Furqan: 63-64]

Salah satu keutamaan salat malam di bulan Ramadan yaitu itu mendapatkan pengampunan dosa-dosa yang telah dikerjakan di masa lalu. Berdasarkan hadis Nabi Saw.. yang berbunyi:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan salat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari & Muslim].

 

  1. Sedekah Ramadan

Sedekah maupun berbagi di bulan Ramadan merupakan perbuatan yang harus diperhatikan i seorang muslim. Nabi Bahkan Nabi termasuk dari orang yang paling dermawan saat bulan Ramadan. Berdasarkan hadis dari Ibn Abbas RA yang berbunyi:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (صحيح البخاري

Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi saat Ramadan, ketika dijumpai Jibril (as), yang mengunjungi beliau setiap malam dibulan Ramadan, dan mengajarkan beliau Saw. Alqur’an, maka sungguh Rasulullah Saw. lebih dermawan dalam berbuat baik daripada angin yang berhembus” [HR. Bukhari]

Ada beberapa bentuk sedekah Ramadan yang dapat Sahabat Pendidikan lakukan antara lain:

  1. memberi makan

Allah menerangkan tentang keutamaan memberi makan orang kurang mampu. Seperti yang tertulis di Surat An-Nisa yang membutuhkan berikut:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.” [QS. An-Nisa: 8-12]

  1. Memberi hidangan berbuka bagi orang berpuasa

Rasulullah Saw bersabda “Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun” [HR. Ahmad & Nasai]

 

  1. Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk ditingkatkan selama Ramadan ialah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bahkan membaca satu huruf dalam Al-Qur’an di bulan Ramadan akan diberikan sepuluh kebaikan. Seperti yang tertuang dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi]

 

  1. Duduk di Masjid hingga Matahari Terbit

Salah satu kebiasaan nabi dalam kehidupan sehari-hari yaitu duduk di masjid hingga matahari terbit. Berdasarkan hadis HR Muslim,  Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila Salat Shubuh beliau duduk di tempat salatnya hinga matahari terbit (HR. Muslim).

Keutamaan berdiam diri di masjid hingga matahari terbit berlaku pada semua hari, lalu bagaimana jika dikerjakan selama bulan Ramadan? Sudah barang tentu pahala yang didapatkan akan dilipatgandakan. Sudah selayaknya, agar kita mengoptimlkan salah satu keagungan ini dengan mengindari segala aktivitas malam yang dapat melalaikan untuk bangun di subuh hari.

 

  1. I’tikaf

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan Rasulullah Saw. selalu melaksanakan I’tikaf di masjid. Bahkan di tahun wafatnya, beliau berI’tikaf hingga dua puluh hari [HR. Bukhari & Muslim].

I’tikaf merupakan aktivitas menyendiri yang disyariatkan oleh agama, karena seorang mu’takif (orang yang berI’tikaf) “mengurung” diri dalam rangka meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt. dan melupakan sejenak  aktivitas duniawi untuk merenung, membersihkan diri, dan mengharap ridho Allah Swt.

 

  1. Menghidupkan Lailatul Qadar

Selama Ramadan Rasulullah Saw. tak pernah berhenti mencari Lailatul Qadar, bahkan ia  senantiasa membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar.

 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [QS. Al-Qdar: 1-3]

 

  1. Memperbanyak Zikir, Doa, dan Istighfar

Saat Ramadan ada waktu khusus yang mustajab untuk berdoa dalam kedaaan berikut:

  • Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
  • Sepertiga malam terkahir saat Allah Swt, turun ke langit dunia dan berfirman, “Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia.”
  • Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah Swt. firmankan, “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18).