Manajemen Sekolah Kelas Dunia

SMART Ekselensia Indonesia

Dalam perjalanan mewujudkan visi sebagai Sekolah Kelas Dunia, SMART Ekselensia Indonesia membuat sistem manajemen profesional pengelolaan sekolah. Upaya ini juga untuk mematahkan stigma buruk bahwa manajemen sekolah bagi kaum papa selalu dikelola seadanya.

SMART menolak stigma itu. Tidak cukup siswa marjinal sekadar bisa bersekolah, lebih dari itu mereka diharapkan menghadirkan kemampuan berprestasinya. Untuk itulah, input, proses, dan output yang terlibat dalam SMART harus berkualitas. Dari input (siswa dan guru) yang berkualitas, dan proses (kurikulum, metode pembelajaran, infrastruktur) yang berkualitas pula, diharapkan hadir output yang berkualitas. Dengan hadirnya output berkualitas, terputus pula rantai kemiskinan yang ada di tengah masyarakat.

Sri Nurhidayah dalam kertas ilmiahnya yang berjudul

“Intelligence Optimalization for Marjinal Student; Case Study on Students of SMART Ekselensia Indonesia”, menyebutkan bahwa optimalisasi inteligensi siswa yang berasal dari keluarga miskin adalah sebuah proses yang melibatkan banyak pihak, termasuk lingkungan pendidikan. Modifikasi lingkungan dan fungsi guru (sekolah dan asrama) menjadi sebuah keharusan.

Pendidik Visioner

SMART memiliki guru-guru tetap dengan latar belakang pendidikan minimal S-1 dari berbagai kampus terkemuka di Indonesia, seperti UI, ITB, UGM, dan IPB. Keteladanan adalah hal yang selalu dibuktikan oleh para guru ke dalam gerak-gerik keseharian mengingat SMART menghendaki mereka menjadi model bagi para peserta didik. SMART memberikan ruang kepada guru-guru untuk tidak sekadar mengajar, namun juga memberikan arti lebih dalam dari sebuah makna mendidik. Guru-guru SMART tidak hanya memberikan pelajaran di kelas, namun juga memberikan pendidikan moral dan karakter di luar kelas. Dengan demikian, guru-guru SMART memiliki karakter sebagai pendidik yang patut digugu dan ditiru oleh siswanya.

Sebagai sekolah model bagi anak-anak marjinal, tentu memiliki tantangan tersendiri bagi setiap guru SMART. Oleh karena itu, setiap guru SMART dilatih dan dikondisikan untuk menjadi figur yang bersikap optimis, bersemangat, dan penuh kerja keras.

Dalam pertemuan rutin pun, guru senantiasa diingatkan tentang visi dan misi SMART. Demikian pula dalam pelbagai training pengembangan SDM SMART, guru selalu diingatkan tentang tugas dan tanggung jawabnya bagi anak-anak Indonesia yang kelak menjadi pemimpin- pemimpin bangsa. Jadi, selain menjadikan para siswa sebagai manusia unggul dan berkarakter, SMART pun menghendaki para guru sebagai manusia visioner.

Anak-anak Cerdas

Peserta didik di SMART adalah anak-anak cerdas yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia dengan latar belakang adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda. Dengan latar belakang keluarga marjinal, siswa SMART mempunyai tekad yang kuat untuk belajar. Kondisi yang jauh dari keluarga menjadikan siswa SMART terlatih untuk mandiri dan gigih
belajar. Dalam kesehariannya, siswa SMART terbiasa untuk saling menyemangati satu sama lain, baik dalam kehidupan akademis ataupun non-akademis. Mereka berupaya untuk berprestasi bersama-sama; bukan melangkah maju seorang diri. Hasilnya, siswa SMART mampu mencapai kelulusan Ujian Nasional tanpa meninggalkan satu orang pun rekan mereka yang gagal. Demikian pula saat mereka bersama-sama berhasil meraih kursi PTN favorit.

Stimulasi Potensi

Infrastruktur disediakan untuk menstimulasi potensi dan kreativitas semua warga SMART. Untuk memenuhi kebutuhan kognitif siswa, SMART memberikan dukungan penuh dengan menyediakan sistem Moving Class, Ceruk Ilmu, dan fasilitas buku yang lengkap di Pusat Sumber Belajar Untuk memberikan ruang yang luas bagi kebutuhan psikomotorik siswa, SMART menyediakan laboratorium kom puter dan laboratorium MIPA. Adapun untuk memenuhi kebugaran fisik serta kebutuhan kreativitas dan afektif siswa, SMART memiliki sendiri lapangan olahraga (sepak bola, futsal, basket) dan peralatan musik (gitar, organ, biola, arumba, trash music).