Mau Gaul Sehat? Baca Tulisan Ini ya Sob!

Sob seperti yang kita ketahui kalau bergaul merupakan salah satu cara kita berinteraksi, pokoknya Allah tidak pernah melarang hamba-hamba-Nya untuk saling berinteraksi. Dalam Islam pergaulan sudah diatur dengan etika dan berbagai syariatnya lho, nah untuk lebih memahami pergaulan dalam Islam, yuk simak lima belas ayat Alquran tentang pergaulan dalam Islam di bawah Sob!   1. Allah menciptakan manusia beraneka ragam Allah dengan kuasa-Nya menciptakan manusia beraneka ragam, tidak ada dua orang yang mirip dalam segi apapun walaupun merupakan kakak adik atau saudara kembar. Allah menciptakan setiap hamba dengan berbagai keunikannya dengan tujuan saling mengenal, saling toleransi, menghargai, serta saling berinteraksi secara Islami.
  • QS Al Hujarat Ayat 13
“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal”.   2. Pergaulan secara syariat Islam Dalam Islam, diperbolehkan interaksi dengan cara Islami sesuai syariat yang telah diatur dalam Alquran dan Hadis, interaksi hendaknya sesuatu yang membawa kepada kebaikan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada kemungkaran.
  • QS Ali Imran Ayat 104
“Hendaklah ada diantara kami segolongan yang meneru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan munkar. Itulah orang yang paling bahagia”.    4Pergaulan dengan orang solih Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa diri kita adalah teman kita, bagaimana kebiasaan atau tingkah laku seseorang dapat dilihat dari teman-teman pergaulannya, sebab itulah dalam Islam dianjurkan bergaul dengan orang-orang saleh sehingga kita nantinya dapat mencontoh teladan kebaikannya, dapat mengambil ilmu darinya, serta dapat mencegah kita dari pergaulan yang tidak sehat (tidak sesuai syariat Islam) sehingga pergaulan tersebut berdampak positif dan menjadi sarana kita memperbaiki diri. Berikut firman-firman Allah tentang hal tersebut :
  • QS Ali Imran Ayat 101
“Bagaimana mungkin kalian menjadi kafir sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan pada kalian dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian?”. Tindakan yang paling mudah dicontoh adalah kebiasaan dari tindakan dan tutur kata, jika kita bergaul dengan orang-orang yang bertindak dan bertutur kata baik secara langsung kita akan mencontoh dan hal tersebut ikut menjadi kebiasaan baik diri kita pula.
  • QS At Taubah Ayat 119
“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”.
  • QS Asy Syu’ara Ayat 99 – 101
“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang berdosa. Maka kami tidak memberi syafaat seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab”. Jika ada seseorang yang sering mengajak kemaksiatan, ada baiknya menjauh dari orang tersebut sebab manusia bisa saja dalam kondisi iman yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau godaan syetan.
  • QS Ali Imran Ayat 118
“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang di luar kalanganmu karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu”.   5. Pergaulan untuk silaturahmi dan menjaga edamaian Pergaulan dalam Islam ditujukan untuk hal positif, untuk menjalin persaudaraan dengan bersilaturahmi dan menjaga kedamaian dengan sesama. Silaturahmi yang dilakukan dengan niat ibadah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Hukum tolong menolong dalam Islam memang sangat dianjurkan.
  • QS An Nisa Ayat 1
Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bersilaturahmi dengan jalan pergaulan yang sesuai syariat Islam, hal itu merupakan salah satu perbuatan yang disukai Allah, dengan silaturahmi, akan memperbanyak saudara dan melapangkan rejeki. “Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
  • QS An Nahl Ayat 90
Selain pergaulan dengan niat silaturahmi, tolong menolong dalam kebaikan juga dianjurkan dalam Islam, hal itu dapat memberikan kebahagiaan dan bermanfat untuk orang lain. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.   6. Pergaulan dengan niat menyebarkan ilmu Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari no 3461). Hadis tersebut merupakan salah satu dari perintah Rasulullah untuk menyampaikan sebuah ilmu (ayat Alquran dan Hadis) walaupun hanya satu ayat atau satu kata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pergaulan yang sehat dengan niat ibadahh karena Allah. Sesedikit ilmu yang disampaikan tetap akan menjadi amal jariyah bagi orang yang melakukannya.
  • QS An Nahl Ayat 44
“Dan Kami turunkan kepadamu Alquran agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya”. Dalam firman tersebut contohnya ialah pergaulan dalam sebuah majelis atau pengajian yang membahas tentang syariat agama. Hal yang demikian selain menambah saudara dan ilmu, juga mendapat pahala dari Allah.
  • QS Al Furqon Ayat 57
“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan kepatuhan orang orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya”. Dalam menyampaikan ilmu tak harus menerima upah atau imbalan, memberikan ilmu yang bermanfaat dijamin pahala kebaikannya oleh Allah.   7. Pergaulan Bukan dengan Niat Zina Contohnya yang demikian ialah pergaulan yang tidak ada batasan antar lawan jenis, misalnya pacaran, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, atau bepergian bersama dengan yang bukan mahram nya tanpa alasan sesuai syariat Islam. Hal itu tentu tidak diperbolehkan dalam Islam, sebab termasuk perbuatan yang menjurus kepada zina, sedangkan pergaulan dalam Islam boleh dilakukan dengan syarat bertujuan untuk kebaikan dan tetap enjaga diri serta kehormatan.
  • QS An Nisa Ayat 25
Wanita yang baik menurut Islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.
  • QS Al Mu’minun Ayat 7
Pergaulan yang tidak sehat seperti pacaran tentu tidak diijinkan dalam Islam, sebab termasuk perbuatan zina yang melampaui batas dan tidak di ridhoi Allah. “Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”.   8. Menjaga Diri dalam Pergaulan Di jaman yang sangat terbuka seperti saat ini dimana berbagai contoh baik dan buruk mudah sekali didapat di media baik televisi maupun internet, sebagai umat mukmin wajib menghindari segala sesuatu yang tidak sesuai syariat Islam, iman adalah yang menjadi pondasinya, dengan memiliki iman yang kuat, seseorang akan mampu membedakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hendaknya dalam pergaulan tetap disertai dengan rasa istiqomah untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.
  • QS An Nuur Ayat 31 – 32
“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam.   9. Pergaulan dengan tetap teguh pada syariat Islam Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam, berbagai agama, suku, dan status sosial. Sebagai umat mukmin kita wajib berpegang teguh pada syariat Islam dalam pergaulan kita, boleh saja memiliki tetap bebrbagai agama dan suku, tetap syariat Islam tetap yang utama, dalam contoh kehidupan sehari hari ialah misalnya kita berteman dengan orang yang beragama lain yang mereka memiliki kebiasaan merayakan hari tertentu seperti hari Natal, hari Valentine, dll yang tidak ada dengan Islam maka kita tidak seharusnya untuk ikut merayakan sebab tidak ada dalam syariat agama Islam.
  • QS Asy Syura Ayat 15
“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. Tetap berteman dengan semua orang di lingkungan kita tanpa terpengaruh hal hal yang di luar syariat Islam. Amal kita lah yang akan menjadi bekal di akherat nanti dan biar setiap hamba Allah bertaanggungjawab atas amalnya masing masing.
  • QS Al Kafirun 4 – 6
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”. Tiap agama tentu memiliki kepercayaan masing masing terhadap sesuatu yang mereka sembah. Tak perlu saling menjauhi, menghina, atau memusuhi, tetap lakukan pergaulan dengan lingkungan sekitar dan kuatkan diri dengan rasa iman.