Maulid Nabi Muhammad saw sebagai Ajang Mengasah Keberanian

img_2723

Pada Sabtu (17/12) kami mengadakan Maulid Nabi Muhammad saw., kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali yang dilaksanakan agar para siswa dapat memetik pelajaran berharga dari hal-hal baik yang Rasulullah ajarkan.

Hujan sempat turun kala itu, namun para siswa diharuskan segera berkumpul di Masjid Al-Insan pukul 17.00 WIB dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Oh iya sampai lupa acara ini terselenggara berkat kerjasama Kementerian SMART Islamic dan Sosial dan Kementerian SMART Dicipline Squad yang berada di bawah naungan Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) .    Ketika seluruh peserta berkumpul acara dimulai dengan menonton video menarik tentang Islam hingga Magrib menjelang. Kami Shalat Magrib dan Isya berjamaah, setelah selesai kami menonton pertandingan final AFF Cup antara Indonesia yang berhadapan dengan Thailand, nobar merupakan salah satu cara kami mendukung tim Nasional, juga salah satu syarat pemenuhan program Kementerian SMART Health, Sport dan Art. Setelah nobar selesai kami semua langsung menuju masjid untuk mendengarkan tausiyah dari Ustaz Syahid Abdul Qodir, Guru Quran kami, malam itu beliau mengambil tema perjuangan pada masa kenabian. Tausyiah selesai pada pukul 22.00 dan kami langsung turun ke Aula SMART , kecuali siswa kelas  satu. “Lho kenapa?” Karena siswa kelas satu akan melaksanaakan kegiatan lain bernama Daurah.

img_2662

img_3042 img_2799

Seluruh siswa kelas satu kami minta untuk tidur terlebih dahulu, sedangkan siswa lain kami minta untuk menuju aula karena akan ada nobar “Children of Heaven”. Hal tersebut kami lakukan agar tidak mengganggu persiapan acara Daurah yang lumayan kompleks. Waktu telah menunjukan pukul 23.30, sudah waktunya kami membangunkan siswa kelas satu. Lalu kenapa Daurah? Ehem akan kami jelaskan, Daurah sendiri berarti pelatihan mental, kami ingin agar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. kali ini tak sekadar mendengarkan tausyiah. Kami ingin sesuatu yang berbeda, maka kami memilih Daurah agar kelak para siswa kelas satu dapat seberani junjungan kita tercinta. Selain melatih mental dan keberanian, para peserta juga akan dibekali dengan ragam materi yang mengasah jiwa kepemimpinan dan solidaritas selama berada di SMART.

Ketika semuanya telah bangun dan berwudhu mereka langsung kami arahkan untuk membaca Al-Ma’tsurat bersama-sama  agar tidak terjadi sesuatu yang  tidak diinginkan. Setelah membaca Al-Ma’tsurat ada sesi bercerita tentang kejadian seram yang pernah mereka alami dan pemberian arahan tentang kegiatan juga pembagian kelompok. Kami memerhatikan beberapa siswa, ada yang penuh semangat, sedikit ketakutan, biasa saja, bahkan ada yang sampai penyakit asmanya kambuh padahalkegiatan belum dimulai. Dengan terpaksa kami tak memperbolehkannya ikut serta. Setelah pembagian kelolmpok selesai, para siswa disegerakan menuju pos-pos yang telah disiapkan. Di tiap pos diberikan maateri-materi juga permainan yang mengajarkan berbagai hal. Setiap pos berbeda pertanyaan dan permainannya, ada yang mengajarkan adab makan yang benar, sopan santun dan hal lainnya yang berhubungn tentang beriskap yang baik, seru sekali. Di setiap pos ada penjaga yang sudah didandani sedemikian rupa menyerupai makhluk seram,ketika acara berlangsung semua lampu di sekolah kami padamkan agar menambah kesan “menakutkan”.

img_2853

Para siswa kelas satu hanya dibekali sepotong lilin kecil untuk digunakan hingga kegiatan usai, tetapi beberapa siswa panik karena lilin kecil kadung padam saat berjalan ke pos pertama. Akhirnya mereka hanya berteman cahaya bulan yang temaram dan menenangkan. Kesan seram yang kami ciptakan membuat suasana kian mencekam, namun tujuan utama kami jelas bukan untuk menakut-nakuti. Kami ingin agar para siswa kelas satu tidak takut akan hal-hal yang kadng hanya ilusi dan permainan oak semata, kami juga ingin membangun rasa percaya diri serta  mental para siswa kelas satu yang baru beberapa bulan di SMART.

Daurah selesai pada pukul 03.00 dini hari,  para siswa kelas satu nampak sangat senang walau beberapa terlihat habis menangis. Setelah acara selesai semua siswa SMART (termasuk yang tak mengikuti Daurah) langsung menuju masjid untuk melaksanakan Shalat Tahajud berjamaah. Kegiatan Daurah ditutup dengan menyantap penganan ringan dan menyeduh minuman hangat. (MR x AR)