Memanah, Jadikan Pulang Kampungnya SMART Lebih Menginspirasi

img20161227164020

Oleh: Muhammad Ikrom Azzam

Kelas XII IPS

 

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ

{ وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ }

أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (ABU DAUD – 2153)

Selasa (25/12/2016) merupakan hari spesial bagi siswa SMART Ekselensia Indonesia. Pasalnya, pada hari tersebut kegiatan kegiatan Pulang Kampung telah dimulai, kegiatan besar tahunan ini dimulai dari tanggal 25 Desember 2016 hingga 15 Januari 2017. Kegiatan Pulang Kampung adalah kegiatan yang paling dinanti oleh siswa SMART, para siswa yang berasal dari berbagai penjuru nusantara mendapat kesempatan untuk bertemu keluarga setelah belajar satu tahun dalam durasi 5 tahun yang harus ditempuh untuk mendapat gelar wisudawan. Oleh sebab itu, agenda Pulang Kampung selalu jadi agenda yang tak mungkin diabaikan begitu saja.

 

img20161227165330

Tahun ini SMART mengangkat tema “Pulang Kampung Menginspirasi” sebagai acuan para civitas SMART untuk menjadikan kegiatan Pulang Kampung sebagai ajang menebar inspirasi dan mengambil inspirasi guna mengembangkan kualitas diri untuk hidup yang lebih baik.

Hal tersebut menjadi dasar bagi saya yang tak ingin menyia-nyiakan Kegiatan Pulang Kampung, terlebih karena kegiatan Pulang Kampung yang dilaksanakan tahun ini adalah kegiatan Pulang Kampung terakhir saya dan teman-teman angkatan 9 (yang notabene telah duduk dikelas XII alias kelas tertinggi di sekolah) selama menjadi Siswa SMART yang sebentar lagi akan menuntaskan pendidikan akselerasi 5 tahun. Alhasil, sebelum pulang kampung tahun ini dilaksanakan saya sengaja membuat target harian yang harus saya lakukan selama kegiatan Pulang Kampung, salah satu targetnya adalah saya harus melakukan minimal satu sunah Nabi Muhammad saw. selama pulang kampung dan saya memilih olahraga panahan dalam merealisasikan target saya.

 

img20161227165346

Kenapa saya memilih memanah? Karena menurut saya selain menjalankan salah satu sunah Nabi Muhammad SAW tentang olahraga yang harus dikuasai umat Islam, saya juga menemukan bahwa memanah adalah kegiatan yang unik dan jarang dilakukan khlayak banyak. Selain itu, manfaat yang didapat dengan berolahraga memanah sangatlah banyak diantaranya dapat melatih kesabaran, dan konsentrasi serta memperbaiki posisi tulang punggung seseorang.

 

img20161227165123

Saya melakukan olahraga memanah bersama dengan ibu dan adik perempuan saya di sebuah Padepokan Betawi bernama  Pusat Panahan Jagakarsa. Banyak masyarakat datang ke sana untuk belajar memanah dengan dipandu para ahli panah yang bersertifikat nasional bahkan Internasional. Saya dan keluarga dilatih oleh Mr. Wisnu pelatih panah yang telah lama tinggal di Norwegia. Kami diajari memanah melalui tiga tahap, pertama sebelum memanah dengan panah asli, saya belajar memposisikan arah, kekuatan, dan sikap memanah. Jujur, tahap tersebut adalah tahap yang cukup membosankan dan melelahkan karena para pemula harus melewati berlatih dengan karet ban. Setelah selesai barulah para pemula diperbolehkan memegang panah asli dengan busur besi yang sangat tajam, cukup membahayakan namun tidak mamatahkan semangat kami berlatih dengan durasi satu jam dan melemparkan sekitar 40 busur panah ke lingkaran target. Alhasil saya berhasil membidik 4 lingkar kuning, 15 lingkar biru tanpa satu pun linkar merah, dan sisanya melesat jauh dari bidikan. Semua kami lakukan di sana begitu menarik dan menginspirasi diri saya agar selalu mempersiapkan diri dan berjuang menjalankan sunah Nabi Muhammad saw. sebagi bekal mempersiapkan diri menjadi pahlawan yang siap berjihad di jalan Allah swt.

 

#PulangKampungnyaSMART