Mencari Kembali Semangat Perjuangan Dengan Media Sosial

_20161005_212523

 

Oleh : Syahrizal Rachim
Kelas XI-IPS

Sejarah merupakan hal yang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibicarakan hingga saat ini. Bagaimana tidak? Setiap harinya seluruh manusia di mana pun dan kapan pun melakukan segala macam kegiatan untuk melanjutkan kehidupan. Tidak terkecuali di Indonesia. Akan tetapi, sebuah kegiatan dapat dikatakan sebagai sejarah jika berdampak besar dan nyata untuk kehidupan manusia.

Bangsa kita tercinta, Indonesia, memiliki banyak sekali catatan sejarah dari waktu ke waktu. Sebagian besar masyarakat Indonesia pun mengetahui bahwa awal pergerakan perjuangan bangsa kita berada di masa penjajahan bangsa Eropa. Walaupun terdapat berbagai bukti yang menunjukan telah ada perjuangan pergerakan bangsa sebelum masa penjajahan Eropa. Tetapi, perjuangan tersebut dilakukan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan semata. Para pemimpin seakan-akan menutup mata terhadap perjuangan kemerdekaan dan hanya bertujuan untuk memperluas wilayah kekuasaannya.

Perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan baru terasa pada awal abad ke-20. Belanda sebagai penjajah pun menyadari betapa pentingnya mendapat simpati rakyat di tengah pesatnya perkembangan dunia pada saat itu. Rakyat Indonesia pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menyatukan semangat mengusir penjajah dari bumi nusantara. Aksi-aksi nyata untuk merealisasikan gagasan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dimulai. Banyak organisasi -kepemudaan- yang bertujuan menyatukan perjuangan rakyat.

Penjajah pun tidak tinggal diam. Mereka melakukan perlawanan kepada rakyat yang tidak sesuai dengan tujuan dan kehendaknya. Sehingga, banyak sekali rakyat yang harus melakukan pengorbanan yang lebih, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.

Hingga akhirnya, rakyat Indonesia mendapatkan sebuah momen untuk mengukuhkan diri sebagai bangsa yang bebas dan merdeka. 17 Agustus 1945 merupakan aksi nyata Bangsa Indonesia mendeklarasikan hasil segenap perjuangan dan tumpah darah dalam memperoleh kemerdekaan hakiki.

Akan tetapi, para generasi muda saat ini telah banyak kehilangan aksi nyata memperjuangkan kemerdekaan pada masa modern. Kita—generasi muda—terlalu banyak melupakan potensi-potensi negeri yang sebenarnya dapat dikembangkan menjadi kekuatan luar biasa. Banyak remaja yang hanya sibuk dengan gawai dan menggunakannya sebagai sarana aktualisasi diri. Lalu apa hubungannya aktualisasi diri dengan makna kemerdekaan bagi remaja di zaman penuh teknologi saat ini? Saat ini sangat banyak media sosial yang bertebaran di mana-mana. Ada media sosial yang khusus untuk mengepos foto, video, dan artikel serta kondisi riil yang terjadi saat ini. Pengguna media sosial di Indonesia pun mencapai 80 juta orang pada tahun 2013 saja, sehingga potensi untuk menggunakan media sosial sangatlah besar saat ini.

Aksi nyata mencari semangat perjuangan dapat dimulai dengan menyebarkan semangat-semangat positif perjuangan bangsa. Kegiatan ini tentu saja dapat menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana ampuh untuk menyebarkan semangat perjuangan di era digital ini. Mengapa? Para pengguna media sosial biasanya membaca suatu posan menarik, jika hal tersebut menjadi tren maka akan ia publikasikan pada relasi terdekatnya, biasanya akan ditambah dengan kalimat yang menggugah hati sehingga semakin viral. Isi dari suatu posan pu beraneka ragam, kita bisa memulainya dari aktivitas sehari-hari. Misalnya, upacara bendera, mengamalkan nilai-nilai bangsa atau mengahargai warisan budaya. Tentu saja kita harus mengemas berbagai momen tersebut agar pesan meningkatkan semangat perjuangan bisa tersampaikan dengan baik dan optimal. Diharapkan virus-virus kebaikan akan tersebar ke seluruh penjuru negeri.