Mengasah Kemampuan Berdebat di Workshop Debat Forum

smart-ekselensia-3

Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar jelas dari corong masjid sekolah kami, sungguh damai dan membuai.  Seperti biasa, selepas Maghrib dan Isya aktivitas kami diisi dengan SMART Bertadarus dan juga kajian. Namun malam kemarin (17/09) ada yang berbeda, selepas Isya atau lebih tepatnya pukul 20.00 WIB kami telah duduk manis di Aula Masjid  Al-Insan untuk mengikuti “Workshop Debat Forum”.

“Workshop Debat Forum” merupakan kegiatan yang akan mengasah kemampuan kami untuk berdebat, juga salah satu cara sekolah mewadahi berbagai ide, gagasan, dan argumen kami agar sesuai pada tempatnya.   Kak Panji Laksono, Alumni SMART Angkatan 5 yang juga mantan Ketua OASE dan saat ini menjabat sebagai Ketua BEM FMIPA IPB, didapuk menjadi pemateri workshop malam itu.

Kegiatan yang diikuti oleh kelas 9, 10, dan 11 ini berlangsung dengan semarak. Kami diajari banyak seputar  debat forum mulai dari definisi, macam-macam debat yang dipakai oleh dunia internasional, dan tata cara melakukan debat forum. Ada beberapa sesi yang harus kami ikuti hingga pukul 22.00 WIB, namun agenda workshop yang padat tak membuat kami mengantuk, yang ada semakin malam semakin semangat.

Menurut kak Panji, debat yang biasa kami pakai termasuk ke dalam jenis debat Australia, di mana terdapat dua kubu yakni pro dan kontra dan setiap kelompok terdiri atas tiga orang. Kak Panji sendiri telah banyak makan asam garam di jagat debat antar kampus tingkat nasional, tak mengherankan jika ia terlihat sangat menguasai materi seputar debat forum.

Selama workshop berlangsung banyak teman kami yang bertanya seputar debat forum pada kak Panji, tapi ia tak ingin jika kami hanya bertanya tanpa aksi, maka saat itu juga ia memutuskan untuk membuat simulasi debat forum . Ia memilih enam peserta dan membaginya menjadi dua kelompok (Pro dan Kontra), tiap kelompok berisikan tiga orang. Kelompok Tim Pro terdiri dari Hizba, Rofiq, dan Rizky; kelompok Tim Kontra terdiri dari Lazuda, Restu, dan Hasyim. Dengan mosi debat “Bentuk Bumi Datar” debat malam itu menjadi debat paling greget yang pernah kami ikuti, Devon sang moderator pun sampai kewalahan, pokoknya menegangkan dan seru sekali.

Setelah perdebatan yang alot selesai, kak Panji mengumumkan The Best Speaker  jatuh pada Tim Pro. Tim Pro terlihat senang sekali karena keluar menjadi The Best Speaker malam itu. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan Tim Pro, kak Panji memberikan sebuah hadiah. Apa sih hadiahnya?  Hadiahnya berupa uang senilai 10 Dolar Singapura. Sebelum memberikan hadiahnya, kak Panji memberikan tantangan pada tim yang menang:  Para pemenang harus  bisa mengembalikan uang tersebut ke negaranya. Tim pemenang sempat kaget, namun mereka setuju melakukannya. Mungkin terlihat sadis, tapi kami yakin ia melakukan itu semata-mata agar para adik kelasnya memiliki motivasi untuk terus maju dan mau keluar dari zona nyaman untuk menjelajah dunia yang luas ini.

Sesi demi sesi telah kami lalui, banyak ilmu serta pengalaman baru kami dapatkan. Yang jelas setelah workshop ini selesai, setiap minggunya akan ada debat forum dengan grup yang sudah dijadwalkan, nanti setelah semua grup selesai tampil akan dipilih grup dengan nilai tertinggi untuk mengikuti Debate Contest di akhir semester 2. Waaah kami sudah tidak sabar.

Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik! Doakan kami ya. (AR)

 

smart-ekselensia-6 smart-ekselensia-5 smart-ekselensia-4 smart-ekselensia-2 smart-ekselensia-1 smartekselensia