Mengasah Kepemimpinan Dengan Mempelajari Sejarah di Pelatihan Dasar Kepemimpinan (PDK) 1 SMART Ekselensia Indonesia

IMG-20180228-WA0005

Oleh: Asep Rogia
Kesiswaan SMART Ekselensia Indonesia

Pelajar adalah generasi muda yang akan menjadi pemimpin pada masa mendatang. Para calon pemimpin tentu harus dibekali dengan kecerdasan, wawasan, semangat juang dan rasa cinta tanah air. Dengan kemampuan tersebut, akan lahir para pemimpin bangsa yang handal dan mumpuni, cerdas, berwawasan luas, memiliki semangat juang yang tinggi untuk dan cinta akan tanah airnya.

WhatsApp Image 2018-02-28 at 13.47.14

Salah satu kegiatan untuk membina karakter tersebut adalah melakukan kunjungan dan pengamatan terhadap obyek wisata sejarah. Dari tempat itu seorang pelajar mampu menggali informasi dan nilai-nilai kehidupan dari narasumber dan situs sejarah. Sebuah nilai yang saat ini telah memudar dikarenakan pengaruh globalisasi dan budaya dari luar Indonesia. Dengan kegiatan wisata sejarah diharapkan siswa semakin menghargai perjuangan leluhurnya, menggali potensi kearifan lokal dan mampu memperkuat jati dirinya sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh gempuran budaya dari luar.

IMG-20180228-WA0008

Daerah Bogor dan sekitarnya merupakan tempat yang baik untuk dikunjungi dan diamati. Mengingat daerah tersebut terdapat banyak situs maupun prasasti sejarah, salah satunya yakni Kampung Adat Sindang Barang. Kampung Sindang Barang merupakan kampung tertua di wilayah Bogor, peninggalan sejarah purbakala yang termahsyur adalah Taman Sri Bagenda di Sindang Barang, sebuah taman berupa kolam dengan panjang 15 x 45 meter dan 33 buah titik punden berundak.

Melalui kokolot serta penduduk asli kampung tersebut diharapkan siswa mampu menggali nilai-nilai kearifan lokal dan mengimplementasikannya kembali di kehidupan sehari-hari.

WhatsApp Image 2018-02-28 at 13.47.13

Pelajar saat ini dituntut untuk mampu bersaing dengan gejolak zaman yang semakin cepat roda putarnya. Persaingan ini bukan berarti mereka meninggalkan ke-khasannya, tetapi dengan prinsip yang telah diajarkan yakni “al-muhafadzoh ‘ala qodim al-shalih,wa al-akhdzu bi al-jadid al-aslah” dengan tetap mempertahankan nilai-nilai baku yang baik dan mengambil langkah baru yang dinilai lebih baik.