Menyemai Impian ke Negeri Sakura Bersama Uka-san

Hari ini (19/10) kami kedatangan tamu dari Jepang. Panggil saja ia Uka-san, saat ini Uka-san sedang melaksanakan program magang di Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa selama beberapa bulan untuk mempelajari Organic Farming.

1

Kedatangannya ke SMART merupakan salah satu agenda kerjasama antara Kelas Bahasa Jepang dan KMM, Uka-san sendiri merupakan mahasiswa dari Kagawa University jurusan Agrikultur. Ia berbagi pengalaman terkait kehidupan di Jepang dan juga pendidikan di sana. Lalu kenapa Uka-san memilih SMART?

2

Menurutnya ia ingin agar pengalaman yang ia bagi akan membuat kami makin semangat mengejar dan menyemai mimpi sampai ke Negeri Sakura, ia juga merasa kalau sesi berbagi seperti ini akan membantu kami yang sebentar lagi memasuki jenjang kuliah.

“Indonesian people is very kind, ujar Uka –san disela-sela materi yang ia sampaikan. Uka-san sangat terkesan dengan pembawaan orang Indonesia yang sangat supel, ia berkisah jika beberapa hari yang lalu ia pergi  naik kereta dari Cianjur ke Bogor dan tiba-tiba ada yang mengajaknya mengobrol sambil membantu menunjukan rute-rute angkutan mana saja yang bisa ia gunakan.  Ia takjub dengan semua perhatian tersebut, karena ternyata  di Jepang kultur masyarakatnya tidak seperti itu.  Selain belajar Organic Farming ia juga harus terjun langsung ke masyarakat agar bisa belajar lebih banyak seputar kultur masyarakat Indonesia dan kebiasaannya.

3

Dalam kesempatan sore tadi ia bertanya kepada kami perihal ketertarikan kami belajar di Jepang. Beberapa dari kami menjawab jika belajar di Jepang pasti menyenangkan karena banyak teknologi keren yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang studi. Setelah mengungkapkan ketertarikan kami, Uka-san mengajak kami berdiskusi seputar positif dan negatifnya tinggal dan bersekolah di Jepang. Ia menambahkan jika banyak perusahaan yang akan membantu studi ke Jepang secara cuma-cuma. Maka tugas kami lah yang harus mencari tahu perusahaan mana saja yang memiliki program keren tersebut, karena ketika aplikasi sudah disetujui maka akan memudahkan ketika melanjutkan studi ke Jepang. Tentu saja dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung perusahaan bersangkutan.

Ia juga memberi banyak tips seputar hidup di Jepang, dan ia menyarankan kami untuk berkunjung ke Kyoto. Bukan tanpa alasan ia menyarankan Kyoto sebagai tujuan destinasi kami, kenapa? Karena di Kyoto banyak sekali kuil kuno bersejarah dan objek cantik lainnya.

Puas berdiskusi, bercerita, dan bertukar pikiran selama 2 jam akhirnya Uka-san harus berpamitan karena ada agenda lain yang akan dilaksanakan dibeberapa lokasi. “Cita-cita merupakan bahan bakar paling ampuh agar diri kita selalu semangat untuk menaklukkan ketakutan dalam diri kita,” tutupnya. Sebagai tanda terima kasih, kami memberikan kenang-kenangan kepada Uka-san, lalu kami semua berfoto.

4

5

 

Arigatou Uka-san, sampai berjumpa lagi! ありがとう

***

Kelas Bahasa Jepang merupakan salah satu program mengasah kemampuan berbahasa siswa SMART. Kelas ini sudah berjalan sejak 2015 digawangi oleh mentor yang “didatangkan” dari Jepang. Setiap seminggu sekali kami bertemu dengan Toko Sensei via Skype. Kenapa Skype? Karena Toko Sensei tinggal di Nagoya. (AR & AGFM)