Merajut Prestasi di OHARA 2016

Setelah kemarin (26/10) para peserta menghabiskan energi dan semangat berkompetisi pada hari pertama pelaksanaan OHARA 2016, pada Kamis pagi (27/10) OHARA 2016 kembali dibuka dengan berbagai penampilan pembuka yang meriah. Sejak pukul 08.00 pagi para peserta yang berasal dari seluruh penjuru nusantara mulai memadati  panggung  utama OHARA. Setelah melakukan registrasi ulang, para peserta disambut penampilan marawis SMART yang penuh semangat.

ohara

Keriuhan peserta yang hadir semakin menjadi saat tim akustik SMART membawakan jingle OHARA dan beberapa lagu wajib nasional

tampil

Puas dengan penampilan tim akustik para peserta kembali dimanjakan dengan penampilan tim Pencak Silat SMART yang mengundang decak kagum. SMART sebagai sekolah yang memelopori gelaran budaya berskala nasional tingkat sekolah menengah disinyalir mampu menggugah semangat para peserta untuk lebih baik lagi dalam menjaga budaya negerinya sendiri.

“Ini kali pertama saya melihat penampilan pencak silat secara langsung, kami sangat takjub dengan gerakan-gerakannya yang indah namun kuat. Tak salah memang jika SMART sering menjadi juara pencak silat,” komentar Ridwan, siswa SMA Al-Kahfi.

Usai mengikuti acara pembukaan, para peserta bersiap menuju arena lombanya masing-masing. Ada lima lokasi yang disiapkan panitia untuk para peserta antara lain panggung utama, ruang kelas, aula, lapangan futsal, dan Lapangan SMART. Untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kami menyiapkan ruang kelas sebagai lokasi mereka berlaga, namun LKTI telah selesai di hari pertama maka di hari kedua peserta hanya menunggu pengumuman saja. Alhamdulillah LKTI dimenangkan oleh SMAN 1 Tarakan yang diwakili Fitriani, Ayu Fitria, dan Amelia Ulva.

“Kami berharap hasil karya ilmiah kami dapat diterapkan di masyarakat secara optimal,” ujar Amelia Ulva.

lkti

Karena LKTI telah berakhir di hari pertama, sehingga menyisakan lima cabang perlombaan saja yakni Story Telling, Futsal, Lintas Nusantara (Lintara), Opera van Jampang (OVJ), dan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN)

Lomba storytelling di hari kedua dikhususkan untuk peserta tingkat SMA, sebanyak lima belas peserta bersaing untuk menjadi yang terbaik. Mereka menyampaikan kisah-kisah legenda di tanah air yang kerap dilupakan oleh sebagian masyarakat, penampilan mereka bagus-bagus sekali ditambah dengan properti yang mumpuni. Tepuk tangan meriah diberikan juri dan hadirin sebagai apresiasi kepada para peserta story telling atas penampilan terbaiknya. Diharapkan para peserta dapat mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam cerita dan berlatih sebaik mungkin dalam perlombaan story telling selanjutnya. Lalu siapa juaranya? Alhamdulillah Juara 1 Lomba Story Telling SMP dimenangkan oleh Poetry Halitzah dari PonPes Darul Quran Mulia dan Juara 1 Lomba Story Telling SMA dimenangkan oleh Hendry Rinaldi Setiawan dari SMAN 1 Lamongan.

“Saya berharap bisa mengenalkan budaya Indonesia lebih luas melalui tutur kisah,” kata Hendry ketika ditemui saat penerimaan piala.

lomba-stortel

Di Lomba Futsal Ponpes Darul Quran Mulia berhasil memboyong juara pertama.”Saya senang sekali, saya berharap lebih banyak kompetisi futsal yang diadakan SMART agar jam terbang saya dan tim makin banyak,” ucap Ridho penuh semangat.

futsal

Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh 24 peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Berbagai macam aksi dilakukan oleh para peserta dalam  memasarkan produk yang dijual, salah duanya dengan membuat stan seunik mungkin dan memberikan brosur dengan cara yang tak disangka-sangka.

fakn-lagi

Stan yang menjual makanan unik dan enak selalu dipenuhi oleh pelanggan yang rela mengantre untuk mencicipi hidangan yang mereka buat. Tak jarang banyak pembeli yang kecewa karena makanan favorit mereka habis terjual.  

fakn

Setelah menanti dan memikat pembeli dengan sabar dan penuh perjuangan di Lomba FAKN, akhirnya SMAN 3 Bantul keluar sebagai pemenangnya. Untuk kuliner terunik dimenangkan oleh SMK Putra Pelita Tenjolaya dengan produk Sha Je Gur alias sate Sukun Mochi Saus Bajigur.

“Kami bangga bisa keluar menjadi pemenang, harapan kami ke depannya pengakulturasian masakan seperti bisa terus berlanjut sehingga makanan khas Bantul dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” tutur Rista.

ovj-lomba

Panggung Opera van Jampang (OVJ) masih saja dipadati oleh mereka yang penasaran akan cerita dan penampilan unik para pesertanya, di hari kedua makin banyak peserta yang tampil dengan maksimal hingga membuat juri kebingungan karena semuanya tampil sangat bagus. Namun kompetisi tetap lah kompetisi, harus ada yang menjadi juara. Nnng terus sekolah mana yang menjadi juara? Yang menjadi juara adalaaaaaaah…. SMP Nurul Iman untuk kategori SMP dan SMAN 1 Karanganyar untuk kategori SMA. Hebaaat!

ovj-1

ovj2

Untuk Lomba Lintas Nusantara (LINTARA) di hari kedua kami mengajak peserta untuk Lintas Alam dan melakukan berbagai tantangan yang nantinya akan membawa mereka ke final, setelah melewati berbagai tantangan terpilihlah tiga sekolah untuk melaju ke babak final antara lain SMP Al-Kautsar yang diwakili dua tim dan SMPN 1 Kemang. Di final, pengetahuan peserta  diasah di Lomba Cerdas Cermat, para finalis menunjukkan wajah-wajah serius namun mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Lalu siapa yang menjadi juara LINTARA? Kami ucapkan selamat kepada tim A SMPIT Al-Kautsar Sukabumi.

lintara-1

lintara-2

lintara-3

Kami mengucapkan selamat kepada semua peserta yang berhasil menjadi jawara di OHARA 2016. Kami selaku panitia meminta maaf sebesar-besarnya kepada para peserta jika dalam pelaksanaan OHARA 2016 kami tidak maksimal memberikan yang terbaik.

ohara-lagi

Yuk sama-sama menjaga dan melestarikan budaya kita! Sampai jumpa di Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) tahun depan! (AR x SR)