Merajut Prestasi di OHARA 2017

IMG_3686-864x576

Setelah kemarin (25-10) para peserta menghabiskan energi dan semangat berkompetisi pada hari pertama pelaksanaan OHARA 2017, pada Kamis pagi (26-10) OHARA 2017 kembali dibuka dengan berbagai penampilan pembuka yang meriah. Sejak pukul 08.00 pagi para peserta yang berasal dari seluruh penjuru nusantara mulai memadati panggung utama OHARA. Setelah melakukan registrasi ulang, para peserta disambut penampilan antimainstream dari tim silat yang penuh semangat. Keriuhan peserta yang hadir semakin menjadi saat tim marawis SMART menampilkan penampilan unik dengan memadukan salawat dan gerakan dinamis

Puas dengan penampilan Tim Marawis para peserta kembali dimanjakan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fauzan dan Alfian, penampilan keduanya mengundang decak kagum. SMART sebagai sekolah yang memelopori gelaran budaya berskala nasional tingkat sekolah menengah disinyalir mampu menggugah semangat para peserta untuk lebih baik lagi dalam menjaga budaya negerinya sendiri.
“Ini kali pertama saya melihat pembacaan ayat suci Al-Quran, saya sangat takjub dengan lantunan indahnya,” komentar Sarah, siswa SMA ICBS Sentul.

Usai mengikuti acara pembukaan, para peserta bersiap menuju arena lombanya masing-masing. Ada enam lokasi yang disiapkan panitia untuk para peserta antara lain panggung utama, ruang kelas, aula, lapangan futsal, dan lapangan SMART. Untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kami menyiapkan ruang kelas sebagai lokasi mereka berlaga, namun LKTI telah selesai di hari pertama maka di hari kedua peserta hanya menunggu pengumuman saja.
Karena LKTI telah berakhir di hari pertama, sehingga menyisakan enam cabang perlombaan saja yakni Story Telling, Social Experiment, Esai, Lintas Nusantara (Lintara), Opera van Jampang (OVJ), dan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN)

Lomba storytelling di hari kedua dikhususkan untuk peserta tingkat SMA, sebanyak sepuluh peserta bersaing menjadi yang terbaik. Mereka menyampaikan kisah-kisah perjuangan para pahlawan yang kerap dilupakan oleh sebagian masyarakat, penampilan mereka bagus-bagus sekali ditambah dengan properti yang mumpuni. Tepuk tangan meriah diberikan juri dan hadirin sebagai apresiasi kepada para peserta story telling atas penampilan terbaiknya. Diharapkan para peserta dapat mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam cerita.

Di Lomba Social Experiment, para peserta kembali unjuk kebolehan dalam mempresentasikan karya social experiment-nya SMAN 2. ”Saya senang sekali, video peserta lainnya bagus-bagus berharap tahun depan Social Experiment diadakan kembali,” ucap Fauzan siswa SMAN 2 Tasikmalaya penuh semangat.
Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh empat belas peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Berbagai macam aksi dilakukan oleh para peserta dalam memasarkan produk yang dijual, salah duanya dengan membuat stan seunik mungkin dan memberikan brosur dengan cara yang tak disangka-sangka.

Stan yang menjual makanan sungguh unik dan enak selalu dipenuhi oleh pelanggan yang rela mengantre untuk mencicipi hidangan yang mereka buat. Tak jarang banyak pembeli yang kecewa karena makanan favorit mereka habis terjual.

IMG_3709-864x576

Hingga sore tadi panggung Opera van Jampang (OVJ) masih saja dipadati oleh mereka yang penasaran akan cerita dan penampilan unik para pesertanya, di hari kedua makin banyak peserta yang tampil dengan maksimal hingga membuat juri kebingungan karena semuanya tampil sangat bagus. Namun kompetisi tetap lah kompetisi, harus ada yang menjadi juara.

Untuk Lomba Lintas Nusantara (LINTARA) di hari kedua kami mengajak peserta untuk Lintas Alam dan melakukan berbagai tantangan yang nantinya akan membawa mereka ke final, setelah melewati berbagai tantangan terpilihlah tiga sekolah untuk melaju ke babak final. Di final, pengetahuan peserta diasah di Lomba Cerdas Cermat para finalis menunjukkan wajah-wajah serius namun mampu menjawab pertanyaan dengan baik.
Kami mengucapkan selamat kepada para Pejuang Budaya yang berhasil menjadi jawara di OHARA 2017. Kami selaku panitia memohon maaf sebesar-besarnya kepada para peserta jika dalam pelaksanaan OHARA 2017 kami tidak maksimal memberikan yang terbaik.
Yuk sama-sama kita tebar indahnya budaya Indonesia! Sampai jumpa di Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) tahun depan! (AR)