My Journey

fttt

Oleh: Muhammad Mezi
Kelas IX

Alarm tubuhku membangunkanku seperti biasa. Aku segera mengucapkan doa bangun tidur dan bergegas mandi, menyikat gigi, dan berwudhu. Kemudian dengan badan nan segar aku segera membangunkan teman-teman ;ainnya. Satu-dua orang kelihatan tengah bermesraan dengan gulingnya masing-masing. Setelah itu aku mengingatkan kepada seluruh adik kelasku yang akan mengikuti lomba di Al-Kausar, Sukabumi agar bersiap-siap untuk berangkat karena kami akan memulai perjalanan pukul 05.00 WIB.

Azan berkumandang dengan khidmat di masjid, pertanda waktu salat telah tiba. Seluruh siswa bergegas menuju masjid dan langsung salat sunnah qobliyah. Tak lama kemudian iqamah pun dikumandangkan dan salat dimulai.

Setelah Salat Subuh, Aku (Mezi), Mulyadi, Fashan, Aldo, dan Jaisy diminta oleh Ustaz Jamal untuk segera menuju lapangan apel untuk berangkat. Pukul 05.00 WIB waktunya mobil hitam lembaga meninggalkan SMART Ekselensia Indonesia. Aku lebih banyak diam di mobil dan membaca materi yang akan dilombakan. Kemudian aku pun terlelap di mobil bersama teman-temanku yang mengikuti lomba beserta Ustaz Jamal yang bertugas sebagai pembimbing.

Matahari dengan malu-malu mulai terbit dari timur, kami terjebak di tengah kerumunan manusia yang akan berangkat bekerja. Pukul 07.45 WIB kami akhirnya tiba di Sekolah Insan Cendikia Al-Kausar Islamic Boarding School dan langsung melakukan registrasi ulang. Aku, Mulyadi, dan Fashan segera menuju ke ruangan lomba OSMAHA “Olimpiade Sains Matematika dan Humaniora”. Sedangkan Aldo dan Jaisy menunggu di masjid untuk menunggu jadwal lomba mereka, yaitu lomba MHQ.

Lomba pun dimulai, panitia membacakan seluruh peraturan lomba dan tata tertib ruangan. Peraturan yang paling aku ingat adalah boleh berdiskusi dengan timnya masing-masing. Kami memanfaatkan peraturan tersebut dengan baik. Namun, alangkah kecewanya kami saat melihat  ada dua sekolah yang mengirimkan dua tim yang menyebabkan kedua tim itu saling berdiskusi saat lomba dimulai. Saat itu kami bingung hendak melakukan apa. Ingin rasanya kami melaporkan perbuatan tersebut ke panitia. Namun kami merasa kasihan dan memutuskan untuk diam saja dan melanjutkan menjawab soal-soal yang ada. Tim kami adalah tim yang pertama menyelesaikan soal yang diberikan lalu disusul oleh tim lain.

Usai menghadapi soal-soal yang membuat kepala pecah. Kami pun memutuskan untuk melaksanakan Salat Dhuha dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik dari-Nya. Pengumuman hasil lomba OSMAHA akan diumumkan ba’da Salat Zuhur, itu berarti masih ada waktu bagi kami untuk berkeliling melihat-lihat Sekolah Insan Cendikia Al-Kausar Islamic Boarding School.

Pengumuman pun tiba, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Dan benar jika pepatah mengatakan jika hasil tidak akan mengkhianati usaha, tim kami pun berhasil mendapatkan peringkat ke-4, sedangkan peringkat ke-1, ke-2, dan ke-3 berhasil ditempati oleh dua sekolah lainnya yang salah satunya adalah sekolah yang mengirim dua tim sebelumnya, dan kenyataan pahit dari semua ini adalah  hanya tiga tim yang berhasil mendapatkan peringkat terataslah yang boleh masuk ke babak final, dan Itu berarti tim kami tidak dapat melanjutkan pertandingan ke babak selanjutnya. Tapi tidak masalah, hal yang paling penting dari semua ini adalah kami telah  berusaha semaksimal yang kami bisa.

Setelah melihat hasil OSMAHA, kami memutuskan untuk pergi ke masjid guna melihat Aldo dan Jaisy yang tengah mengikuti lomba MHQ.Usai lomba, kami pun segera kembali ke mobil untuk pulang ke Sekolah SMART Ekselensia Indonesia yang kami cintai. Ustaz Jamal pun tidak lupa untuk mengambil sertifikat lomba yang telah kami laksanakan dan meminta uang WO dan segera bergegas kembali ke mobil.

Seperti sebelumnya, tidak banyak yang kami lakukan di mobil selain tidur karena kelelahan sehabis mengikuti perlombaan tadi. Akhirnya kami pun sampai di sekolah kami. Sekolah yang tiada duanya bagiku, yang mengajarkanku pentingnya sebuah kejujuran, dan yang menciptakan generasi penerus bangsa berdaya guna dan berkepribadian islami serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat.(MEZI)