Negosiasi? Siapa Takut?

p_20161116_131607

Ada yang berbeda di pelajaran Bahasa Indonesia siang ini (16/10), kami yang biasanya belajar di kelas dengan teman satu jurusan (IPA dan IPS jadwalnya berbeda) sekarang tumplek blek di Aula SMART. Aula begitu padat hingga kami bingung harus duduk di mana, bagaimana tidak padat, 50 siswa disatukan untuk mengikuti kelas spesial di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kalau dengar kata spesial pasti kamu langsung terbayang hal-hal keren deh, itu juga yang kami rasakan. Jujur kali pertama mendengar akan diajarkan materi negosiasi rasanya seperti mendapat angin segar, kenapa? Karena itu artinya kami belajar hal baru yang akan mengasah kemampuan lagi. Materi negosiasi dibawakan oleh kak Dini Wikartaadmadja, ia merupakan Creative Librarian dari Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, oh iya kegiatan ini dimulai pukul 13.00 sampai jelang Asar. Kalau menurut bu Yati, Guru Bahasa Indonesia kami, pemberian materi negosiasi dilakukan agar kami tidak hanya pintar berteori namun juga pintar untuk melakukan interaksi yang bisa diaplikasikan langsung di masyarakat kelak.

p_20161116_131512

Selama materi berlangsung kami dibagi menjadi enam kelompok, sebelum materi diberikan masing-masing kelompok telah membuat kesepakatan dengan kak Dini, jika kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi nyata hmmm. Pada kesempatan kali ini kak Dini membeberkan seluk beluk negoisasi. Tahukah kamu jika negosiasi merupakan proses di mana dua pihak yang memiliki persepsi, motivasi, dan kebutuhan yang berbeda dan mencoba bersepakat demi kepentingan bersama? Nah Ada beberapa unsur negosiasi yang harus kamu ketahui nih antara lain adanya proses komunikasi, adanya perbedaan kepentingan, adanya perundingan, dan adanya kesepakatan.  Itu saja? Tentu tidak karena ternyata masih ada langkah-langkah yang harus kamu lalui seperti persiapan untuk meningkatkan target capaian dan persiapan mental, jangan lupa ada juga pembukaan yang meliputi sikap menyenangkan, tegas, dan satu lagi, senyum. Yap senyum itu penting untuk memberikan kesan baik ketika bernegosisasi.

“Kakak ingin agar kalian bisa mengetahui arti negosiasi dan menerapkan negosiasi di kehidupan nyata,” ungkap kak Dini penuh semangat.

p_20161116_131638

Setelah materi awal dipaparkan, kami langsung praktik membuat rancangan dan strategi negosiasi dengan tema yang sudah ditentukan. Kelompok 1: Penjualan, Kelompok 2: Peraturan, Kelompok 3: Perizinan, Kelompok 4: Liburan, Kelompok 5:  Tugas, Kelompok 6:  Program OSIS, semua tema harus kami ubah menjadi satu negosiasi logis yang bisa diterapkan di sekolah dan masyarakat. Beberapa dari kami nampak kesulitan, namun kak Dini dan bu Yati dengan sabar mengajarkan langkah-langkahnya dengan sangat sabar.

p_20161116_143616

Setelah semuanya selesai, strategi tiap kelompok ditempel di dinding agar kelompok yang lain bisa membaca strategi yang kami terapkan dalam bernegosiasi. Puas dengan hasil yang kami tempel, kami melanjutkan ke tahap presentasi. Di tahap ini kami banyak belajar cara berkomunikasi yang baik, baik secara verbal dan non verbal. Komunikasi yang baik sangat ditekankan karena negosiasi membutuhkan kemampuan komunikasi yang mumpuni agar tujuan tercapai, waah semua kelompok bekerja sangat keras sekali, namun sepadan dengan banyaknya pelajaran berharga yang kami peroleh.

p_20161116_131404

Materi negosiasi tak berakhir sampai sini saja, karena nanti akan ada materi selanjutnya yang melibatkan karyawan Dompet Dhuafa  Pendidikan dan juga masyarakat sekitar. Duh kami sudah sangat tidak sabar, doakan kami ya. (AR)

p_20161116_131439

p_20161116_131424