Pengalaman Kak Eka Ini Pasti Menginspirasimu Sob

Oleh: Eka Anzihory
Lead of Business Intelligence & Analytics at Kitabisa.com
Alumni Beasiswa Dompet Dhuafa Pendidikan

 

Menjadi seorang nyatanya mudah-mudah sulit. Apalagi pada sebuah rintisan perusahaan (start-up) yang baru saja merintis tim data, atau bahkan baru saja menyadari pentingnya mengambil keputusan berdasarkan data itu sendiri.

 

Mesti mulai darimana ? umumnya itu pertanyaan pembuka dari sebuah perusahaan yang sedang bergerak menuju data driven. Pertanyaan yang sejujurnya sah-sah saja muncul, karena justru akan janggal jika tidak muncul. Semisal tiba-tiba saja perusahaan tersebut mengambil keputusan untuk memulai membangun tim data dengan mencari talenta data scientist terlebih dahulu, terhipnotis oleh banyaknya artikel yang membuat AI/ML dan beragam kecerdasaan buatan terlihat jauh lebih seksi, seolah dengannya akan mampu membuat perusahaan itu sukses dengan sekejap mata. Padahal ? Iya, itu sudah jelas, tapi bukan dari situ langkah pertama yang harus diambil. Maka sudah sewajarnya jika Top-Level pada sebuah perusahaan mendalami pertanyaan : “Darimana seharusnya memulai tim data yang baik?”

 

Tentu, jawaban akan relatif tergantung pengalaman dan perjalanan masing-masing. Tapi sejauh pengamatan saya pada rekam jejak beberapa start-up yang sudah melangkah di ranah Unicorn dan bahkan Decacorn, juga berdasarkan pengalaman saya sendiri di kantor mungil ini, business intelligence menjadi pasukan tempur yang harus disiapkan terlebih dahulu, atau bahkan berbarengan dengan divisi data yang lain namun tupoksi utama tetap pada si ahli.

 

Abhijeet Sarkar, sang CEO TypeSift, menuliskan artikel di mediumnya dengan judul : The Surprising Link between a Company’s Growth and its Data Analytics Strategy. Sarkar dengan rigit menjelaskan korelasi antara data pain dengan growth yang terjadi jika perusahaan memulai langkah untuk mengambil gelar data driven company.

 

Satu yang paling menarik dari tulisannya, Sarkar menyimpulkan bahwa Data Pain yang dihasilkan oleh perusahaan takkan pernah selesai jika perusahaan tersebut langsung berinvestasi pada Data Scientist, Big Data, atau seluruh teknologi mukhtahir yang pernah ada. Padahal pertumbuhan dari perusahaan tersebut tak terukur dengan jelas sedang ada pada titik dan angka berapa.

 

Secara teknis sederhana mungkin menjadi seperti ini, umumnya perusahaan yang baru “melek” data membutuhkan hal-hal dibawah ini sebagai pondasi utama :

1. Better data visualization : untuk mendapat insight yang lebih cepat dan akhirnya membuat keputusan yang lebih akurat
2. Tap into Dark Data : untuk mengungkap insight tersembunyi selama ini
3. Modelling/Warehousing : untuk membuat data lebih mudah dikonsumsi
4. Streaming/ Near real time : untuk mengambil keputusan lebih cepat
Sudah sewajarnya memang ketika perusahaan berada di awal fase pertumbuhan, maka perkembangan tim Data juga dilakukan secara berangsur-angsur. BI-lah yang paling tepat untuk menjawab kebutuhan executive ketika perusahaan sedang berada pada fase awal pertumbuhan. BI dengan segala tools dan technical skill-nya dapat mengelola data di lingkup internal perusahaan secera optimal.

 

Apalagi jika seorang BI tersebut memiliki kedalaman bisnis yang kuat, yang mana dia tahu betul apa yang dilakukan perusahaan tersebut selama ini. Sehingga hadirnya BI tersebut akan menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan bisnis, apalagi dalam bisnis digital saat ini. Hasil pengelolaan datanya akan mampu memberikan proyeksi tepat berdasarkan data historis yang dimiliki. Dalam istilah yang lebih kekinian, BI layaknya pesulap yang hadir di tengah-tengah kesunyian.

 

Menurut saya tanggung jawab seorang BI bukan cuma berinteraksi dengan data dan segala seluk-beluknya, bukan juga selalu tentang visualisasi dan dashboard-nya, tak cukup juga jika hanya menumbuhkan mindset karyawan tentang data dan pengambilan keputusannya, tapi tentang bagaimana menjaga perusahaan tetap tumbuh secara bisnis namun tetap utuh menjaga nilai-nilai yang selama ini ada dan akan terus ada,

Yah begitulah pengalaman saya menjadi BI di kitabisa.com.