Perayaan Hari Kemerdekaan di SMART

foto 1

 

Upacara bendera 17 Agustus merupakan hal yang baru untuk kami. Biasanya ketika Hari Kemerdekaan tiba kami hanya merayakannya dengan menggelar lomba-lomba yang mampu mempererat hubungan kekeluargaan kami di SMART. Namun tahun ini ada yang berbeda, berbeda sekali dan kami sangat senang.

 

foto 2

 

01 Agustus 2016 – “Ikutan jadi panitia acara 17 Agustusan yuk adek-adek,” ujar mbak Eni, Community Engagement Institutional Secretary Dompet Dhuafa Pendidikan kala itu. Kami yang sedang duduk-duduk di selasar hanya saling tatap, sejurus kemudian tanpa menunda nunda kami langsung menjawab “YA KAMI MAU”. “Nanti kita sebagai tim akan mengonsep untuk upacara dan lomba-lombanya juga,” tambahnya. Dan kami tak menyesal telah mengiyakan ajakan tersebut, kami merasa bangga karena bisa menyuarakan ide yang kami punya, kami bukan sekadar menjadi panitia tapi juga konseptor. Beberapa hari kemudian kami sudah dilibatkan di rapat jelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.

 

Foto 3

foto 4

foto 05

 

17 Agustus 2016 – Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Panitia sudah rapi jali, sudah teramat siap melaksanakan amanah yang diberi padahal upacara baru akan dilaksanakan pukul 09.00 pagi. Di lapangan para petugas upacara terlihat melakukan gladi bersih tambahan, padahal hari sebelumnya (16/08) mereka telah melakukan gladi bersih, ah mungkin mereka ingin memantapkan performa mereka nanti. Lalu detik berubah menit, menit berubah jam, para panitia upacara dan lomba wara wiri menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk upacara dan lomba 17-an. Beberapa nampak panik, beberapa terlihat santai namun tahu yang harus dikerjakan. Semua kompak, semua hebat.

 

Foto 6

Foto 7

Foto 8

 

Pukul 08.00 WIB para peserta upacara telah berkumpul, sayangnya bukan berkumpul di lapangan melainkan di selasar kelas, mereka berkerumun sembari tergelak bahkan berlari ke sana ke mari bak kuda kehilangan kendali. Ulah para peserta upacara ini tak ayal membuat gemas para petugas yang menjadi pemimpin barisan, satu persatu mereka memanggil para peserta untuk ke lapangan serta merapikan barisan, membuat banjar sesuai urutan kelas, dan mulai memberi aba-aba agar mereka berada dalam posisi siap.

 

Foto 9

Foto 10

foto 11

 

Setelah memastikan semua petugas dan peserta sudah pada tempatnya dan semua dirasa pas, maka Upacara Hari Kemerdekaan di SMART pun dimulai.

 

foto 12

foto 13

foto 14

 

Upacara Kemerdekaan ini dihadiri oleh seluruh siswa SMART dan juga pegawai Dompet Dhuafa Pendidikan, alumni, guru, dan para relawan Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP). Para petugas upacara pun merupakan gabungan dari para pegawai, siswa, dan juga para Guru Sekolah Indonesia (SGI), kebersamaan dan kerjasama seperti ini jarang terjadi dan membuat kami makin semangat menampilkan yang terbaik . Anak SMART kudu hebat, kudu setrong.

 

foto 15

foto 15 a

 

Prosesi demi prosesi kami lewati, mulai dari laporan pemimpin barisan pada pemimpin upacara, penghormatan pada pemimpin upacara, laporan pemimpin upacara pada pembina upacara, penghormatan pada pembina upacara, pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 oleh seluruh peserta, pembacaan teks Pancasila oleh pembina dan diikuti seluruh peserta  upacara, mengheningkan cipta, amanat pembina upacara,  pembacaan doa, hingga pembubaran peserta, semua kami lalui dengan sangat baik. Kami pikir prosesinya akan memakan waktu lama, ternyata tidak.

 

foto 17

foto 18

foto 19

foto 20

foto 21 a

 

Ada yang menarik ketika upacara berlangsung. Bu Rina Fatimah, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, nampak bersemangat sekali ketika menjadi dirigen. Bak dirigen pro beliau siap memandu grup paduan suara agar tampil maksimal, keren. Sama kerennya ketika melihat pak Agung Pardini, pembina upacara kami, memaparkan betapa pentingnya pendidikan di era modern seperti sekarang ini. Banyak hal kami pelajari dari amanat pembina upacara. Semoga kelak kami bisa menjadi orang hebat dengan cara kami sendiri, aamiin.

 

foto 21

 

Upacaranya terlihat lancar sekali ya? Padahal kenyataannya tidak juga lho. Ada saja peserta yang mengeluh begini, mengeluh begitu, nyatanya mereka baik-baik saja dan menjadikan lelah; sakit; sampai panas sebagai alasan dan tameng agar tidak ikut upacara hehe.

 

foto 22

foto 23

foto 24

 

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar kuat ketika mengikuti Upacara 17-an nih, dibaca baik-baik ya:

  1. Jangan lupa untuk sarapan. Kalau kamu tak sarapan dijamin akan lemas dan tak akan kuat mengikuti jalannya upacara
  2. Niat itu penting, karena tanpanya kamu pasti malas-malasan menuju lapangan
  3. Minum air yang banyak. Kenapa? Agar cairan di dalam tubuh tercukupi dan kamu bisa terhindar dari pingsan
  4. Nurut sama guru. Guru itu pengganti orang tua kita kalau di luar sekolah, jadi kamu harus nurut sama mereka. Kalau gurumu berkata baris yang rapi, maka barislah yang rapi. Udah gitu aja hihi

Nah kira-kira seperti itu tips supaya kamu kuat mengikuti upacara. Semoga bermanfaat. Iya sama-sama kembali kasih :D.

 

foto 24a

 

Setelah sukses menggelar Upacara 17-an pertama di SMART, kami semua berkumpul dan diberi pujian atas performa kami untuk kegiatan ini. Alhamdulillah bahagia rasanya, semoga kami bisa lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Panitia upacara resmi dibubarkan maka kami masuk pada agenda kedua kami yakni Lomba 17-an.

Ada lima lomba yang kami adakan di perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini, sebut saja Lomba Makan Kerupuk, Dorong Tambang, Geboin Paku, Memasukan Benang  ke Dalam Jarum, dan Lomba Balap Karung. Supaya kamu tak bingung maka akan kami jelaskan satu-satu ya.

  1. Lomba Makan Kerupuk. Kalau kamu pikir lomba ini kurang greget, coba dipikir ulang. Di lomba makan kerupuk yang kami buat, kami melumuri kerupuk yang gurih dengan campuran kecap manis dan garam yang rasanya hmmmm…. Nah kebayang dong seperti apa rasanya? Dan peserta harus saling gendong untuk memakannya

 

foto 26

foto 27

  1. Dorong Tambang. Tarik tambang mah biasa, kalau dorong tambang jelas tak biasa. Pada dasarnya lomba ini sama seperti tarik tambang, namun posisinya kami balik, taraa jadilah dorong tambang. Lomba dorong tambang juga diikuti para guru dari Sekolah Guru Indonesia lho, seruuuu

 

foto 28

foto 29

foto 30

 

  1. Geboin Paku. Bukan, ini bukan paku temannya palu. Paku di sini merupakan tumbuhan kecil yang kami jadikan alat adu cepat. Kamu bisa lihat di video yang kami sertakan ya

  1. Memasukan Benang ke Dalam Jarum. Kalau kamu tak tahu caranya kebangetan hihihi

 

foto 31

 

  1. Lomba Balap Karung. Bagaimana membuat lomba ini greget? Buat saja para peserta berlomba menghadap arah sebaliknya, jika biasanya mereka melompat maju, kami balik jadi melompat mundur. Wooow banyak yang jatuh XD.

 

foto 32

foto 33

 

Lomba-lomba di atas tak hanya diperuntukkan untuk kami lho, karena pegawai DD Pendidikan juga boleh ikutan. Eits jangan lupa, ada hadiah keren menanti para jawara. Aaah pokoknya hari ini menjadi hari yang membahagiakan untuk kami, kami bisa bebas bersenang-senang

 

foto 34

foto 35

 

Walau lelah tak terperi, namun semua terbayar karena kami bisa melihat teman-teman kami tersenyum lebar.  Sampai jumpa di Hari kemerdekaan selanjutnya! (AR)