,

Perjuangan dan Prestasi Wayan di Pertamina Championship 2015

Wayan Foto 1

“Kalah menang dalam pertandingan itu biasa, yang tak biasa adalah ketika kita bisa mengubah kekalahan menjadi pelajaran untuk kemenangan selanjutnya” – anonymous

Halo Sobat SMART! Pada Minggu (06/12) lalu, kawan kita, Wayan Muhammad Yusuf yang saat ini duduk di kelas 5 (setara kelas 3 SMA di sekolah lain) jurusan IPS berhasil memenangkan posisi kedua dalam kompetisi Pertamina Championship yang diselenggarakan oleh Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) bekerja sama dengan PT. Pertamina (Persero).

Turnamen pencak silat bertaraf nasional yang diikuti oleh pesilat dari berbagai propinsi ini digelar untuk memperebutkan Piala Direktur Utama Pertamina. Pertamina Championship sendiri berlangsung di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, dan diikuti oleh Kelatnas Indonesia Perisai Diri baik dari dalam maupun luar negeri. Digelar selama 4 hari (3-6 Desember 2015) ada beberapa nomor yang dipertandingkan pada kejuaraan ini, sebut saja pertarungan bebas, pertarungan serang hindar, kerapian teknik serta nomor tunggal IPSI. Nah nomor-nomor pertandingan tersebut dibagi lagi dalam beberapa kelompok seperti kategori dasar, junior dan senior serta dua tingkatan, tingkat dasar dan tingkat keluarga. Wayan termasuk ke dalam tingkat keluarga ke atas.

“Ini turnamen paling keren yang pernah diikuti, karena ini pertama kalinya saya tanding tanpa body (pelindung badan) terus lawan-lawannya luar biasa karena rata-rata atlet-atlet nasional,” ucap Wayan penuh semangat.

Wayan Foto 2

Selama bertanding ia mengaku ketar ketir dan grogi lantaran lawan yang harus ia hadapi memiliki postur tubuh lebih besar dan juga pengalaman yang lebih banyak di jagat silat. Wayan yang lahir di Desa Pegayaman, Bali, berujar jika ia berjuang mati-matian untuk lolos dari babak satu ke babak yang lain. Pada babak penyisihan ia berhadapan dengan lawan dari Padang dan di babak semi final ia berhadapan dengan lawan dari Bandung, kemenangan berturut-turut tersebut membawanya ke babak final dan ia harus berhadapan dengan kontingen silat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkenal kuat karena sudah sering menjuarai berbagai turnamen nasional. Di babak final Wayan harus mengalah karena kekuatan lawan yang besar dan ia harus berpuas diri serta bersyukur karena telah menggondol juara dua di ajang bergengsi tersebut.

“Turnamen Pertamina Championship ini merupakan turnamen terakhir yang saya ikuti. Saya sudah kelas 5 dan sudah harus fokus ke berbagai hal penting yang menyangkut kelulusan. Saya masih ingin mengharumkan nama SMART Ekselensia Indonesia dan membuat mas Haerul, guru silat saya, bangga. Saya sudah berusaha untuk menang, tapi lumayanlah dapat perak juga,” tambahnya riang.

Wayan Foto 3

Wayan baru saja menginjak usia 17 tahun dan saat ini ia tengah sibuk menyusun Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS) dan fokus pada persiapan Ujian Nasional (UN) yang akan dihelat beberapa bulan lagi. Di tengah kesibukannya, Wayan masih rutin berlatih silat dengan tekun bersama teman-teman seperguruannya di SMART EI, ia bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik untuk ekstrakulikuler silat dan tidak akan pernah berhenti untuk menyemangati junior-juniornya.

“Saya punya pesan untuk teman-teman dan adik-adik saya di ekstrakurikuler silat. Kalau tanding tak perlu takut, jangan lupa untuk latihan terus menerus dan jangan pernah bosan. Lalu jangan hanya mengandalkan guru, rutin latihan sendiri juga baik untuk mengasah kemampuan diri. Kalau bertemu lawan di turnamen apapun pelajari cara main mereka, amati, dan praktikkan pada pertandingan yang kalian ikuti,” tutupnya.

Doakan Wayan agar dapat masuk ke universitas yang ia dambakan ya Sobat SMART, doakan juga agar ekstrakulikuler silat di SMART Ekselensia Indonesia semakin banyak meraih prestasi hebat. Aamiin.

1 reply
  1. Budi Palupi
    Budi Palupi says:

    Assalamu’alaikum wr wb,

    Wayan,
    Alhamdulillah..Selamat ya atas pencapaian Wayan dalam Pertamina Tournament Championship!
    Bunda bangga dan ikut merasakan kegembiraan yang dirasakan oleh Wayan dan SMART.

    Do’a bunda Wayan tetap soleh, berprestasi, bisa meraih cita2nya dan menjadi kebanggaan Keluarga dan Bangsa Indonesia. Aamiin.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.