Pesantren Dayah Jeumala Amal jadikan SMART Ekselensia Indonesia sebagai Percontohan

img-20161025-wa0009

Parung, Bogor. Bertempat di Kawasan Zona Madina Selasa, (25/10) SMART Ekselensia Indonesia menerima 6 orang tamu dari Aceh. Keenam tamu tersebut merupakan pengelola Dayah Jeumala Amal dari Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim. Kunjungan kali ini merupakan rangkaian acara tahunan dari Dayah Jeumala Amal yaitu mengunjungi beberapa tempat di Jakarta – Bandung untuk bersilaturahimi. Yayasan ini pertama kali mengunjungi SMART Ekselensia Indonesia pada tahun 2013.

Menurut Tengku Anwar Yusuf, Wakil Direktur bidang Pendidikan, tujuan kedatangan mereka ke SMART untuk bersilaturahmi ke Dompet Dhuafa Pendidikan berbagi ilmu dan wawasan seputar pengelolaan sekolah.

Kedatangan Tengku Anwar beserta tim disambut dengan tarian tradisional Aceh yaitu Tari Saman oleh siswa SMART.

“Tarian ini asli dari Aceh tapi dipentaskan di tanah Sunda, kami sangat senang disambut seperti ini,” ujar Anwar.

Dalam sambutanya Anwar kemudian menjelaskan tentang asal muasal penggunaan kata Dayah, kata ini merupakan sebutan untuk pesantren di Aceh. Dayah merupakan rumah untuk belajar agama. Dayah Jeumala Amal, saat ini membina 1200 santri putra dan putri tingkat SMP dan SMA.

Jumlah murid yang dibina akan terus bertambah sehingga diperlukan pengelolaan lembaga yang baik dan profesional. Pola pembinaan murid dan guru-guru harus dikelola dengan baik agar menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dayah Jeumala Amal menjadikan SMART Ekselensia Indonesia sebagai salah satu rujukan dan percontohan dalam pengelolaan sekolah.

Sementara itu, General Manager Sekolah Model, Syafei El Bantani mengatakan bahwa hasil yang diperoleh SMART Ekselensia Indonesia merupakan hasil perpaduan kurikulum tiga belas dan pola-pola pembinaan siswa khas SMART berdasar visi dan misi SMART.

“Misi terpendek SMART adalah memutus rantai kemiskinan keluarga dengan visi SMART secara garis besar merangkum pembentukan hamba yang taat dan khalifah,” jelas Syafiie.

“SMART Ekselensia Indonesia saat ini sedang memulai melakukan transformasi menuju sekolah yang memfokuskan diri pada pembinaan kepemimpinan,” ujar Syafie menutup sambutanya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan agenda keliling Zona Madina untuk melihat dampak luar biasa zakat jika di kelola dengan profesional.

img-20161025-wa0008