Pesta Demokrasi Bernama PEMIRA: Sebuah Catatan Harian KPUR SMART (Bagian 2)

20 September 2016

hari-kedua

PEMIRA hari kedua akhirnya datang juga, kami dari Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) merasa senang dengan progres yang dicapai tiga partai yang mengikuti PEMIRA tahun ini.

Pagi itu para kandidat  telah bersiap diri di tempatnya masing-masing, namun mereka tidak sendirian, kali ini mereka ditemani para Juru Kampanye (JurKam). JurKam yang diusung tiga partai ini merupakan guru terpilih yang akan membantu mereka mendapatkan hati warga SMART.

hari-kedua-2

Satu per satu perwakilan partai maju untuk menjabarkan kembali visi, misi, dan program kerja mereka. Setelah dirasa cukup akhirnya tiba giliran para JurKam unjuk gigi, Jurkam tiap partai antara lain:

  • Partai Ainurrofiq dengan JurKam pak Ahmad Sucipto
  • Partai Quratta Ayun dengan JurKam pak Mulyadi
  • Partai Izzatul Islam dengan JurKam pak Yasfi

Para JurKam membeberkan fakta-fakta tentang calon yang mereka bela, fakta-fakta tersebut meliputi sikap kandidat, pengalaman kandidat, prestasi, dan ketaatan kandidat pada peraturan yang berlaku di SMART. Dengan iring-iringan Trashic,akustik, dan marawis, penampilan para JurKam semakin menggelora.

hari-kedua-3

“Sebuah kebangkitan berawal dari kepemimpinan,” ujar pak Ahmad Sucipto JurKam Partai Ainurrofiq penuh semangat. Ia menambahkan jika dalam shalat setiap muslim pasti mengakhirinya dengan Tahiyatul Akhir dan menunjuk dengan jari telunjuk kanan, maka setiap akhir shalat kita hanya mengeluarkan satu jari yakni telunjuk kanan, oleh karenanya kalau mau memilih pilihan nomor satu pastilah yang terbaik. Kalimat pamungkas pak Cipto disambut dengan tepukan tangan meriah.

Tak mau kalah dengan Partai Ainurrofiq, Partai Quratta Ayun yang diwakili pak Mulyadi mengajak seluruh warga SMART untuk memilih partai nomor dua tersebut. Alasannya karena kedua calon merupakan siswa berprestasi di bidang akademik dan juga non akademik, keduanya diproklamirkan mampu membawa OASE dan SMART ke arah yang lebih baik lagi.  Tak ayal ucapan pak Mul disambut gemuruh “VIKTORIA” dari para simpatisan Partai Quratta Ayun.

hari-kedua-empat

Jika dua Jurkam partai sebelumnya memilih untuk memulai orasi dengan penuh semangat, maka berbeda dengan pak Yasfi dari Partai Izzatul Islam. Ia memulai dengan pembuka penuh canda, “Coba lihat capres kita, Hafiz, apakah ia punya tampang? Ganteng? Gagah? Keren?” tanya pak Yasfi kepada para siswa SMART di lapangan apel. “Tidaaak,” ucap semuanya bersamaan. “Makanya ketika memilih jangan karena melihat kegantengan, ketampanan, kegagahan atau kerennya, tapi kalian memilih yang bisa membawa OASE menjadi lebih baik. Maka pilihlah Hafizh dan Syarief!” terang pak Yasfi yang disambut tawa dan anggukan setuju para siswa.

Walaupun para JurKam menjagokan kandidatnya masing-masing, namun tak satupun terlihat saling serang dengan menjelek-jelekkan kandidat yang lain. Sebuah contoh baik untuk kami agar bisa berkompetisi sehat.

PEMIRA hari kedua ditutup dengan penampilan TRASHIC yang menghentak penuh semangat.

hari-kedua-5

 

21 September 2016

1

Setelah melewati PEMIRA hari kedua yang menyenangkan, pagi ini kembali digelar PEMIRA hari ketiga. Agenda hari ini dipenuhi dengan penampilan para kandidat beserta pendukung mereka lho. Ada enam kandidat dari tiga partai yang akan mencoba merebut kembali hati para siswa SMART beserta jajaran guru melalui unjuk bakat. Oh iya sekadar  informasi untuk kalian, kegiatan kampanye ini kami laksanakan di waktu apel pagi, jadi tidak ada pelajaran terganggu atau kami lewati.

2

Oke kembali ke kegiatan PEMIRA hari ini ya. Sebelum para kandidat tampil beberapa calon Presiden OASE saling timpal kata. “Yah, kalau boleh jujur, semalam saya tidur, lalu gak jadi latihan buat tampil pagi ini deh. Sudah, partai yang lain saja, silakan partai berikutnya!” ujar Hafizh, kandidat dari Partai Izzatul Islam. Setelah itu, kami menunjuk dan mempersilakan Partai Ainurrofiq untuk menampilkan performance terbaik mereka, namun kami malah mendapat jawaban serupa. Giliran selanjutnya jatuh pada partai terakhir, Partai Quratta Ayun, tanpa basa basi capres dari partai ini mengambil microphone sambil berkata “Ah, bagaimana sih kalian? Masa tak ada satupun yang bisa tampil? Tapi sebenarnya saya juga belum siap. Kalau begitu bagaimana kalau kita performance bersama-sama saja?!” tanya capres dari Partai Quratta Ayun tersebut.

3

Dengan tedeng aling-aling para kandidat pergi begitu saja. Sejurus kemudian tanpa kami sangka-sangka mereka sudah ada di ruang kelas dan membuka semua jendela yang mengarah ke lapangan apel dengan memutar lagu-lagu berirama cepat. Kami sempat kaget, namun menikmati penampilan semua kandidat yang penuh semangat. Ah sungguh pun kami senang melihat spontanitas yang mereka lakukan, kami jadi tidak sabar menanti hari pemilihan tiba. (AR & NA)

4