Piala Pertama

prestasi SMART 1

Oleh: Residen Nusantara
Kelas VIII

Pagi itu hari begitu cerah, aku dan kawan-kawan mengikuti lomba di Sekolah Dwi Warna yang berlokasi di Parung, Jawa Barat. Aku dan kawan-kawan berangkat ke sana untuk mengikuti lomba Lomba Cerdas Cermat (LCC) Matematika. Sebelum berangkat kami menyiapkan banyak hal supaya dapat mengikuti lomba dengan tenang.

Sesampainya di sana beberapa panitia keamanan bertanya pada kami: “Assalamualaikum, maaf di sini ada yang membawa benda tajam seperti pisau, pistol, gunting, dll?” seraya masuk ke dalam mobil sekolah untuk memeriksa. Akhamdulillah kami lolos dari pemeriksaan dan langsung menuju ke dalam untuk memarkir mobil, kami terperangah karena SMA Dwi Warna besar sekali. Setelah puas mengagumi besarnya sekolah ini kami bergegas mengikuti pembukaan lomba di lapangan basket.

Selama pembukaan kami dibuat takjub dengan penampilan keren dari tim paskibra, perkusi, tarian, seni dll. Setelah selesai kami langsung menuju tempat registrasi ulang yang bertempat di ruangan gymnasium. Setelah selesai registrasi, kami mendapatkan name tag dan segera menuju ruang LCC Matematika. Pada lomba ini, bahwa peserta SMP berlomba hari ini dan SMA besok hari.

Setelah selesai berlaga kami menuju masjid terdekat. Setelah selesai salat, kami menyantap makan siang dan kembali ke ruangan untuk melihat hasil babak penyisihan. Alhamdulillah semua tim SMART lolos ke semi final, tetapi di semi final yang lolos dari sekolah hanya satu tim saja yang lolos. Kami pikir final diadakan saat itu juga, ternyata final baru akan diadakan esok hari.

Keesokan harinya tim kami yang terdiri dari M. Alfianur, Mulyadi, dan saya sendiri berangkat dengan ditemani Ustaz Tegar. Di sana kami kembali diperiksa oleh panitia keamanan, setelah itu kami menuju ke ruangan lomba yang ada di Kelas XI IPA 2 untuk melaksanakan final, sedangkan tim SMA melakukan babak penyisihan. Namun karena kurangnya persiapan panitia, lomba diundur selama sejam.

Pertandingan kali ini dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak soal wajib, lempar, dan rebutan. Tim SMP bertanding melawan Sekolah Nurul Iman dan dua tim IIBS. Di babak wajib, tim kami tidak mendapat peringkat pertama, tetapi kami membalikkan keadaan di babak selanjutnya. Setelah itu ada istirahat agar kami bisa tenang kembali.

Setelah beristirahat kami semakin serius agar tidak asal untuk menjawab soal, karena jika salah maka nilai kami akan dipotong -100. Sehingga kami berhati-hati untuk menjawab soal. Tetapi kelompok lawan merasa bernafsu untuk menjawab semua pertanyaan sehingga mereka mendapatkan -300.

Alhamdulillah kami memenangkan lomba tersebut dengan hasil memuaskan dengan poin 1000 dan itu merupakan peringkat pertama. Namun tim SMA kalah pada babak penyisihan, kami pun pulang dengan merasa bangga atas kemenangan tersebut. Tetapi kami merahasiakan kemenangan kami kepada teman teman yang lain agar menjadi kejutan. (Raden)