Puasa Sambil Diet, Bisa Gak Tuh Sob?

Oleh: Galih Nur Ardiansyah, S.Psi, Guru SMART

 

 

“Duh, berat badanku naik lagi!

“Masa sih, aku naik lagi berat badannya? 😩”

“Duh, gimana nih, aku jadi gendut lagi

“Eits, bentar lagi kan puasa, sekalian diet ah, jadi nanti lebaran udah ideal lagi badannya

Pernah tidak teman-teman punya pengalaman skenario yang sama seperti di atas? Atau mungkin punya teman yang selalu cemas jika berat badan sudah bergeser ke kanan dan memilih puasa sebagai cara diet yang praktis? Ibarat sekali mendayung dua pulau terlampaui, sekali puasa dapet pahala dan sukses diet? Eitsl, tunggu dulu, emang bisa puasa dijadikan ajang buat berdiet? Nah berhubung sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadhan yang artinya kita umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, yuk kita bahas, kira-kira bisa tidak sih puasa dijadikan sebagai ajang untuk diet dan mendapatkan kembali badan yang ideal?

 

Sebetulnya, dalam istilah medis, diet dengan berpuasa biasa disebut dengan Intermittent Fasting, tetapi tidak semudah itu teman-teman. Jadi teman-teman juga harus paham tentang konsep diet dan puasa itu sendiri. Untuk dapat menjelaskannya, pertama-tama kita perlu mengetahui pengertian dari diet dan berpuasa. Puasa sendiri diartikan sebagai menahan makan (rasa lapar) dan minum (rasa dahaga) serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Nah jadi clear  ya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, tapi juga menahan segala sesuatu yang lain yang dapat membatalkan puasa.

 

Nah, sekarang diet itu apa sih? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diet merupakan aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya (biasanya atas petunjuk dokter). Diet dalam pengertian ini mengandung makna bahwa seseorang telah memiliki kadar tertentu yang berlebih pada tubuh, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh, sehingga pola dan menu makan perlu diatur agar metabolisme menjadi kembali seimbang. Jadi apa hubungannya dengan tidak makan saat puasa dan diet?

 

Secara pengertian memang jelas berbeda ya teman-teman, dan sepintas memang tidak ada hubungannya, tetapi mari kita garis bawahi kata metabolisme tubuh. Metabolisme dalam tubuh mencakup seluruh proses kimiawi, mekanik ataupun yang mengandalkan bakteri. Biasaya proses ini mencakup pengolahan makanan seperti penguraian lemak dan karbohidrat menjadi energi, penguraian protein menjadi sel-sel baru yang dapat memperbaiki bagian tubuh yang rusak, dan pengolahan lainnya. Metabolisme tubuh yang baik dan seimbang akan membuat tubuh kita sehat dan bersih dari racun atau sampah-sampah yang dapat menimbun di dalam tubuh kita. Sebaliknya, metabolisme yang lambat dan kurang sehat menyebabkan kondisi tubuh kita menjadi kotor dalam waktu yang berkepanjangan. Nah akibatnya perut menjadi buncit, makanan sulit dicerna yang mengakibatkan adanya tumpukan lemak dalam tubuh, sehingga berat badan menjadi naik.

 

Puasa sendiri berdasarkan suatu penelitian merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh. Menurut hasil penelitian, orang yang berpuasa ternyata secara berangsur, kondisi metabolisme tubuhnya lebih bersih dan lebih seimbang. Tubuh mereka mengalami detoksifikasi atau pengeluaran zat-zat racun dalam tubuh sekaligus membersihkan usus-usus dari kotoran yang tertimbun, sehingga setelah puasa mereka merasa lebih segar dan sehat. Jadi sudah mulai terlihat ya hubungannya. Dari penjelasan ini memang ternyata dengan berpuasa kita dapat memperlancar metabolisme tubuh dan menyeimbangkan serta membersihkan organ internal tubuh kita, sehingga pencernaan menjadi lebih optimal.

 

“Saya sudah berpuasa, tetapi setelah lebaran berat saya malah bertambah banyak?”

 

Mungkin beberapa teman ada yang pernah merasakannya. Kondisi ini bisa saja terjadi kalau puasa kita tidak dibarengi dengan pengaturan pola makan yang baik. Kembali ke definisi diet ya, yaitu pengaturan makanan, jadi walaupun kita tidak makan hampir selama 12 jam, namun tetap juga kita harus mengatur pola makan. Nah biasanya orang Indonesia seringkali salah kaprah terkait puasa, jadi bukannya lebih sehat,  malah mendatangkan penyakit. Berikut adalah hal-hal yang sering salah diartikan oleh masyarakat Indonesia yang dapat menggagalkan rencana diet saat berpuasa:

  1. Sahur dengan Porsi Banyak

Saat kita kecil, orang tua seringkali memberikan pembelajaran terkait puasa dan tidak terkecuali saat sahur. Ada kalimat yang menarik perhatian saya yaitu

Makan yang banyak ya, biar tidak lemas

Well, sebenarnya lemas tidak lemas bukan tergantung dari banyaknya porsi yang kita makan teman-teman, tetapi bergantung pada apa yang kita makan. Jika teman-teman ingin memanfaatkan puasa ini sebagai ajang lebih sehat,  maka kurangilah konsumsi bahan makanan yang mengandung gula dan karbohidrat saat sahur dan perbanyak makanan yang mengandung serat dan protein. Hal ini disebabkan oleh gula dan karbohidrat adalah sumber makanan yang mudah dicerna dan diurai dalam tubuh kita, sehingga menyebabkan kita menjadi mudah lapar. Tetapi sebaliknya makanan yang kaya akan serat akan lebih bertahan lama di perut kita, begitupun protein yang memberikan efek kenyang lebih lama.

 

  1. Binge Eating saat Berbuka Puasa

Siapa yang kalau buka makanan di mejanya ada makanan satu kampung? Ya, istilah binge eating ini merupakan istilah bagi seorang yang memiliki kebiasaan untuk makan dengan porsi sangat besar setelah menahan untuk tidak makan dalam waktu yang cukup lama. Mungkin beberapa dari kalian menggunakan istilah balas dendam ya, setelah hampir 12 jam tidak makan dan minum, kemudian saat berbuka dibalas makan semua yang kita inginkan. Eits, jangan salah, kebiasaan ini justru akan membuat dietmu menjadi gagal loh teman-teman. Jadi bijak-bijaklah mengatur porsi makananmu ya saat berbuka.

 

  1. Berbukalah dengan yang manis? Serius?

Siapa sih yang tidak kenal dengan slogan ini? Mengaku ini adalah anjuran Raasulullah? Yuk coba ditelaah lagi, jangan-jangan teman-teman adalah satu dari sekian korban iklan nih. Rasulullah SAW menyontohkan berbuka dengan menggunakan kurma dan air, inget ya kurma loh bukan yang manis. Kalau yang manis itu adalah slogannya sirup m*rjan dan T*h botol kan?

Jadi kenapa ini keliru, karena kurma dengan hal-hal manis seperti es buah, kolak, dan aneka takjil lainnya adalah sangat berbeda. Dalam tubuh kita ada mekanisme yang mana akan memproduksi insulin dalam jumlah banyak apabila dipasok dengan makanan yang mengandung gula yang banyak pula. Padahal insulin ini akan memancing tubuh untuk memproduksi lemak agar proses metabolisme menjadi seimbang. Nah bayangin saja, saat perut kosong tiba-tiba dimasuki es campur 1 gelas, gorengan 5 buah dan kolak 1 mangkuk, maka insulin yang diproduksi juga akan semakin banyak, lalu lemak pun juga akan semakin banyak yang ditimbun, sehingga gagal deh dietnya.

 

  1. Biar tidak Lapar, Lebih Baik Tidur Saja

Ini sudah pasti keliru ya teman-teman. Biarpun kita berpuasa, tetap saja tubuh kita memproduksi energi yang cukup untuk beraktivitas sehari-hari, tentunya dengan menu makan yang tepat saat sahur. Nah adanya energi ini apabila tidak dilepaskan juga akan menimbunkan lemak dalam tubuh. Jadi siapa hayo yang masih suka tidur setelah sahur? Atau tidur setelah subuh hingga adzan dhuhur? Bisa-bisa gagal deh dietnya. Olah raga juga salah satu hal yang wajib dilakukan meskipun saat berpuasa, jadi ganti kebiasaan tidur kalian dengan jalan-jalan di pagi hari, atau mulai mengisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.

 

  1. Lebaran datang, Makanan pun Datang

Siapa sih yang tidak senang menyambut lebaran. Dapat THR, bertemu keluarga, dan yang pastinya sajian makanan penghancur dietmu juga tak kalah menarik loh. Biasanya, di saat lebaran, orang akan memasak masakan yang memiliki kadar lemak jahat yang banyak, misalnya opor ayam, rendang, gulai, atau sate. Nah bagi teman-teman yang merasa kalap kerena saking senangnya, lupa deh sama dietnya saat puasa, akhirnya semua serba-serbi makanan lebaran menjadi pelampiasan. Alhasil, tubuh kembali dipenuhi oleh lemak-lemak jahat yang justru akan meningkatkan berat badanmu.

 

Itu dia beberapa hal yang perlu dihindari saat manjalani ibadah puasa, agar diet yang diinginkan berhasil. Namun, terlepas dari diet atau tidak, teman-teman jangan sampai niatnya salah ya. Pertama dan paling utama niat kita berpuasa adalah karena Allah, masalah diet atau tidak anggap saja itu menjadi bonus kita ketika berhasil menjalankan puasa dengan sehat dan benar, sehingga tujuan puasa ini bisa dirasakan manfaatnya oleh teman-teman. Gak mau kan, lebaran didatangi keluarga karena sakit yang bersumber dari pola hidup yang kurang sehat saat berpuasa. Jadi mulailah untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat saat berpuasa, sehingga kita dapat menjalaninya dengan khusuk dan seluruh targetan ibadah kita dapat tercapai dengan optimal.