Pulang Kampungnya SMART 2016, Merengkuh Asa di Kampung Halaman (Bagian 1)

1

Beberapa hari terakhir asrama dipenuhi hingar bingar dan euforia Pulang Kampung yang tak terbendung. Setelah UAS berakhir dan bagi rapor selesai dilaksanakan, pikiran kami melayang dan serasa sudah tak berada di sekolah lagi. Kami sudah membayangkan betapa menyenangkannya bisa pulang ke rumah, bertemu ayah dan ibu, saudara-saudara, dan tentu saja kembali bertemu dengan makanan lokal favorit. Membayangkannya saja sudah membuat bahagia, apalagi kalau sudah berada di sana kan?

Pulang Kampung merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya agar kami dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Seperti yang telah kamu ketahui jika kami semua berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman setelah satu tahun lamanya tak pulang demi menuntut ilmu di perantauan. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat untuk menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

***

Hari ini (25/12) kami resmi Pulang Kampung, penantian selama ini akhirnya datang jua. Kami telah berbenah dan mempersiapkan banyak hal untuk dibawa, kami sudah mencuci hingga melipat baju, menyetrika baju, membawa formulir Seleksi Nasonal Bersama (SNB) SMART 2017, sampai membeli oleh-oleh untuk sanak saudara.

 

2

3

Sedari pagi kami sibuk ke sana ke sini seperti orang kebingungan, mengemas ini itu, padahal yang kami bawa tak banyak. Beberapa dari kami izin keluar asrama untuk membeli oleh-oleh lebih banyak karena permintaan keluarga di kampung.

4

 

5

7

 

Untuk pulang kampung kali ini kami dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok mereka yang naik pesawat terbang, naik kereta, dan naik bus. Jadwal keberangkatan beserta nama ketua kelompok dan pendamping pun telah kami kantongi, hanya satu yang belum kami kantongi yakni tiket pulang. Menurut kabar yang berhembus ternyata tiket baru akan diberikan lepas Isya nanti. Lepas Isya pak Buchori, Wali Asrama SMART sekaligus Koodinator Pulang Kampung 2016, memaparkan beberapa hal terkait Pulang Kampung tahun ini termasuk jadwal keberangkatan. Beliau juga banyak menjelaskan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di kampung halaman. Sesudah memberikan pemaparan beliau membagi kami berdasar bus yang kami naiki, kembali, wali asrama sekaligus pendamping perjalanan kami menjelaskan banyak seraya memberikan “tiket emas” untuk kami. Bahagianya.

9

10

***

Pagi jadi siang, siang jadi sore, sore jadi malam. Waktu berlalu sangat cepat namun rasanya kegiatan kemas mengemas tak kunjung selesai. Asrama sudah mulai lengang, tapi masih saja ada yang masih panik mau membawa apa untuk pulang ke kampung halaman hihi. Teman-teman kami yang berdomisili di JaBoDeTaBek telah kembali sehari sebelumnya namun ada juga yang baru pulang hari ini.

 

8

Pada malam harinya (sekitar pukul 20.30 WIB) teman-teman kami yang berasal dari Papua & Jayapura, Papua, dan Timika berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya pada pukul 23.00 teman-teman kami yang tinggal di Lampung, Batam, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan lainnya juga bertolak ke bandara. Pukul 02.00 dini hari giliran teman-teman kami dari Semarang dan Surabaya pergi meninggalkan SMART menuju Stasiun Pasar Senen. Di asrama hanya tersisa mereka yang berasal dari Solo dan Jogjakarta saja. Seketika SMART yang biasanya ramai menjadi sangat sepi, sepi sekali.

 

11

12

 

13

14

15

16

17

 

Ini baru babak pertama reportase Pulang Kampung SMART 2016, nantikan reportase lanjutan tulisanya esok ya. (AR)