Pulang Kampungnya SMART Usai. Yuk Kembali ke SMART! (Bagian 2)

Aku terbangun dari tidur pulasku di bus, ternyata antrean mobil mengular di mana-mana, ah iya sekarang kan akhir pekan tak heran jika jalanan macet sepanjang mata memandang. Aku tak mau waktuku terbuang begitu saja, maka kulahap buku SBMPTN dan UN yang telah kupersiapkan sebelumnya.

Detik berubah menit; menit berubah jam, rasanya perjalanan menuju SMART lamaaa sekali, aku menatap sekeliling tampak wajah-wajah cemas dan tak sabaran teman-temanku yang lain. Ah mungkin mereka juga merasakan yang kurasakan. Lalu aku kembali terpekur ke buku yang kubaca.

“Anak-anak, siap-siap ya sebentar lagi kita akan sampai di SMART,” ujar salah satu guru pendamping. “Alhamdulillah,” ujar kami bersamaan. Pukul 16.30 kloter pertama sampai juga di SMART, dengan tertib kami menuruni tangga bus dan mengambil barang bawaan kami yang super duper banyak layaknya pemudik.

 

1  2

3

 

Waaah senang rasanya memasuki lapangan apel yang sudah kami kenal bertahun-tahun, tiba-tiba “eh eh eh apa itu?” ujarku dalam hati, kulihat antrean mengular di depan ruang ex guru. Ooooh ternyata sedang ada pemeriksaan barang-barang yang kami bawa.

4

“Kok diperiksa sih?”

Ya jelas diperiksa, siapa yang tahu jika beberapa dari kami membawa barang yang tidak diizinkan sekolah kan? Karena lebih baik mencegah dan mengantisipasi  daripada nantinya malah membawa dampak yang tidak baik ke depannya. Selama beberapa lama menunggu (bahkan bisa disambi makan siang hihi) akhirnya pemeriksaan selesai dan tak ditemukan satu pun hal ganjil di barang bawaan kami, Alhamdulillah.

5 6

7

8

Asramaaaa kami dataaaaang!

Berbondong-bondong kami menaiki tangga asrama yang cukup curam namun ngangenin, barang bawaan kami yang berat tak menyurutkan langkah ceria kami menapaki anak tangga, riuh rendah suara kami membahana di selasar. Tanpa banyak bicara kami bersegera untuk mengeluarkan baju dalam koper dan memasukannya ke dalam lemari, membagi oleh-oleh menjadi beberapa bagian untuk warga Dompet Dhuafa Pendidikan, dan terakhir kami membersihkan kamar bersama-sama.  Senangnyaaaa.

9  10

12  13

Bebersih asrama selesai, saatnya bebersih diri karena Salat Magrib akan segera tiba. Azan berkumandang, kami menuju masjid dengan hati gembira, selepas magrib kami makan bersama di Aula Makan SMART lalu segera ke ruangan masing-masing untuk melepas kangen (kembali).

***

Pukul 19.30 rombongan kloter kedua sampai di SMART, mereka merupakan rombongan bagian Indonesia Timur, kami menyambut mereka dengan suka cita. Banyak hal kami obrolkan hingga tak terasa waktu kian larut dan kami terkejut karena rombongan kloter ketiga (kloter untuk mereka yang tinggal di Yogyakarta) akhirnya tiba, waktu saat itu menunjukan pukul 21.00. Seperti baterai yang telah diisi dayanya kami terus saja mengoceh hingga satu per satu tumbang karena kelelahan.

***

Azan Subuh memanggil kami yang terlelap dibalik hangatnya selimut, beberapa dari kami berinisiatif untuk membangunkan yang lain. Gontai kami berjalan ke arah masjid, namun semangat kami untuk menuntaskan kewajiban tetap besar. Lepas Subuh segelintir angkatan berolahraga pagi disekitaran sekolah ditemani musik penuh semangat, karena hari Minggu tersohor akan Car Free Day (CFD) rasanya tak aneh melihat manusia berjubel di jalan raya.

14

15

Ketika kembali ke asrama dikejauhan kami melihat teman-teman kami dari Solo, Surabaya, dan jabodetabek (yang merupakan kloter terakhir Pulang Kampungnya SMART) tiba dengan tampang sumringah, kami segera menghampiri untuk membantu membawakan barang bawaan mereka. Rasa lelah berolahraga hilang melihat kehadiran mereka, berarti lengkap sudah semua kloter Pulang Kampung.

16

17

Setelah ini kami akan disibukkan dengan jadwal belajar yang padat merayap. Untuk aku dan teman-teman yang saat ini duduk di kelas XII jadwal belajar kami akan sangat sesak karena kami harus fokus untuk sidang karya ilmiah, Try Out (TO), Ujian Nasional (UN), SNMPTN, dan SBMPTN. Untuk adik-adik kelas kami mereka akan disibukkan dengan banyaknya ulangan dan lainnya. Semua sibuk, semua memprioritaskan banyak hal, semua ingin meraih yang terbaik, dan kami yakin kami bisa mencapai yang ingin kami capai.

***

Satu tahun. Jelas bukanlah waktu yang sebentar, tetapi kami yakin keluarga kami di kampung halaman mengerti bahwa di perantauan kami tengah berjuang menggapai mimpi. Mimpi tinggi untuk membuat mereka bangga.

Satu hal yang pasti Pulang Kampungnya SMART tahun ini banyak hal berkesan, banyak pengalaman berharga kami petik, banyak cinta dan kasih yang diberikan orang-orang tersayang disekitar kami. Kami rindu kampung halaman, namun rasa rindu ini akan kami dekap dalam hati, jadi ketika masanya tiba semua rindu akan tercurah tanpa henti.

Pak, bu, adik, kakak, paman, bibi, nenek,kakek, kami semua di sini baik-baik saja. Mohon doanya selalu dan sampai jumpa di Pulang Kampungnya SMART tahun depan :”). (AR)