Rama Ahmad Nurfaizi: Impian Menjadi Hafizh Qur’an

IMG-20170607-WA0000

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

GM SMART Ekselensia Indonesia Islamic Leadership Boarding School

 

Rama, demikian panggilan akrab siswa yang agak pemalu ini. Pemilik nama lengkap Rama Ahmad Nurfaizi ini telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 27 juz. Rama bertekad menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz sebelum lulus dari Sekolah Pemimpin SMART Ekselensia Indonesia. Sebuah sekolah berasrama jenjang SMP dan SMA bebas biaya yang didirikan oleh Dompet Dhuafa untuk melahirkan generasi pemimpin yang bertakwa.

Kecintaan Rama pada Al-Qur’an berawal dari pesan sang Ayah ketika dirinya dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa SMART Ekselensia Indonesia. Pesan sang Ayah begitu membekas dalam hatinya, dan ketika melaksanakannya, Rama seperti merasakan kesejukan hati berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Nak, jika sewaktu-waktu kamu merasa bosan di sini, baca saja Al-Qur’an ya,” demikian pesan sang Ayah.

Rama mengaku bersyukur bisa bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia. Pertama kali Rama terkesan dengan SMART Ekselensia Indonesia ketika mengikuti tes seleksi masuk SMART Ekselensia Indonesia. Saat itu, Rama melihat siswa-siswa membawa buku-buku tebal dan asyik membacanya. Dalam pikirannya, “Wah, hebat sekali sekolah ini. Siswa-siswanya rajin membaca”.

Kesan itulah yang memotivasi Rama untuk serius mengikuti seleksi masuk SMART Ekselensia Indonesia agar berhasil lolos. Ketika dinyatakan lolos seleksi, mulai tes potensi akademik, psikotes dan wawancara, dan home visit, Rama merasa bahagia dan bersyukur. Rasa syukurnya itu diwujudkan dengan bersungguh-sungguh belajar di SMART Ekselensia Indonesia. Terutama menekuni pembelajaran Al-Qur’an.

Rama mulai menghafal Al-Qur’an ketika kelas I semester II. Ketika semester I, ia fokus memperbagus bacaan Al-Qur’an (tahsin). Ini adalah prasyarat untuk bisa memulai menghafal Al-Qur’an.

“Pertama kali mulai menghafal Al-Qur’an ketika kelas I semester II. Waktu itu, saya diajari oleh Ustaz Syahid (Guru Tahfizh) metode Quranuna untuk menghafal Al-Qur’an. Ternyata hasilnya luar biasa. Saya bisa menyelesaikan hafalan 1 juz dalam waktu 1 bulan. Sejak saat itu, saya bersemangat menghafal Al-Qur’an dan menyetorkan hafalan saya kepada Ustaz Syahid,” terang Rama saat ditanya pertama kali menghafal Al-Qur’an.

Setelah menyetorkan hafalan, bukan berarti selesai. Justru, menurut Rama, yang lebih berat lagi adalah menjaga hafalannya. Karena itulah, Rama memacu dirinya untuk muraja’ah 5 juz per hari. Konsekuensinya jelas pada pembagian waktu harian yang ketat. Maka, tak heran jika guru-guru di sekolah seringkali melihat Rama membawa Al-Qur’an ke mana-mana. Saat ada waktu luang, terutama sebakda salat, ia manfaatkan untuk muraja’ah.

“Saya berusaha muraja’ah 5 juz per hari untuk menjaga hafalan. Untuk ini, terkadang saya tidur agak larut dibandingkan teman-teman sekamar. Karena, mesti menyelesaikan muraja’ah terlebih dahulu,” paparnya.

Sementara, untuk menambah dan memperlancar hafalan, Rama melakukannya pada waktu sebakda Asar hingga menjelang Magrib. Rama ingin mempersembahkan hafalan Al-Qur’an untuk Ayah tercintanya. Ia berdoa agar hafalan Al-Qur’annya menjadi syafa’at bagi Ayah dan Ibunya.

“Ayahlah yang pertama kali menumbuhkan kecintaan saya kepada Al-Qur’an. Ketika itu, yang terpikir oleh saya adalah saya ingin menghafal Al-Qur’an untuk mengikuti keinginan Ayah dan membahagiakannya,” tutur Rama berkaca-kaca.

Doa kami bersamamu, nak. Semoga kau menjadi Hafizh Qur’an yang saleh. Beramal dan berkarya dengan kompentensi Al-Qur’an yang kau miliki untuk dakwah Islam dan kemaslahatan umat. Semoga keberkahannya mengalir kepada guru-guru, sekolah ini, dan siapapun yang terlibat dalam gerakan dakwah yang mulia ini.

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda ke: 2881 2881 26 BNI Syariah an. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.