Ramadhan Berkah di SMART Ekselensia Indonesia

Oleh: Farid Ilham.

Kelas 5 Jurusan IPA

 

DSC_0158Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, itu memang betul, ya betul karena berkahnya gak main-main. Mulai dari shalat sunat yang pahalanya seperti shalat wajib, dll. Pokoknya segala kebaikan yang dinilai Allah baik – insha Allah- pahalanya akan dilipatgandakan di bulan Ramadhan.

Sebagai siswa SMART Ekselensia Indonesia, saya bisa dibilang aktif karena mengikuti banyak ekstrakulikuler *pret! Salah duanya adalah nasyid dan Trashic alias Trash Music. Di bulan Ramadhan saya dan teman-teman  mendapatkan banyak berkah dari dua ekstrakulikuler tersebut. Seakan sudah menjadi kebiasaan  tim Trashic dan nasyid akan banyak orderan di bulan penuh berkah tersebut *asek. Begitupun dengan Ramadhan 1436 H kemarin, macam artis kami banyak penggilan ke sana dan ke sini.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan, tapi karena kayaknya kebanyakan jadi saya tulis tiga cerita saja yang menurut saya paling berkesan di dalam dompet saya, eh hati saya maksudnya, uhuk. Yang pertama adalah cerita ketika Trashic tampil di Desa Cilincing, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Indonesia, Bumi, Galaksi Bima Sakti. Nah kalau gak salah saat itu masih awal-awal bulan Ramadhan, saya dan teman-teman diundang oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa untuk menghibur masyarakat dan juga tamu yang datang. Konon katanya masjid ini lekat sekali dengan sejarah Raden Fatahillah –Kalau gak salah sih-. Yang unik dari tempat kami tampil kala itu ya lingkungannya, kami tampil di pinggir laut. Semula saya pikir akan berhadapan dengan pemandangan dan aroma laut yang khas, namun saya gak nyangka ternyata baunya semerbak sekali alias bau. Sebelum tampil saya dan teman-teman sempat berkeliling dan terkejut karena mendapati air lautnya  berwarna hitam dan sampahnya bejibun. Mungkin hal itulah yang menyebabkan timbulnya bau menyengat seperti bau ikan asin bercampur sampah yang usianya ratusan tahun, Subhanallah.  Yasudahlah, akhirnya kami memutuskan untuk kembali karena giliran kami tampil telah tiba, acara ini diisi oleh banyak pengisi acara, sayang penontonnya seperti tak antusias malah cenderung sepi. Semua berbeda ketika kami tampil, luar biasa, Allahu Akbar! Warga yang tadinya tak antusias mulai berdatangan, mulai dari yang imut-imut sampai yang gak imut, dari yang muda sampai yang gak muda lagi berkumpul membentuk kerumunan, bahkan kalau saya tak salah ingat ada yang naik sampai ke atap masjid untuk menonton kami. Bangganya kami. Setiap kali selesai bermain kami diminta main lagi, jadilah kami main sampai sebulan di sana, hehe bercanda. Tampil maksimal sudah, saatnya kami pulang, namun penonton seperti enggan melepas kami. Tapi mau bagaimana lagi kami harus pergi karena sudah semakin larut dan perjalanan menuju asrama masih panjang. Akhirnya kami berpamitan diiringi lagu Indonesia Raya, lah, tepuk tangan maksudnya.

Cerita kedua masih tentang Trashic. Ini cerita ketika saya dan tim Trashic manggung di Hotel Sultan, Jakarta. Kami jadi pengisi Ramadhan Fair, ada banyak kegiatan di acara tersebut seperti buka bersama. Karena hotelnya bukan hotel ecek-ecek maka hidangannya pun tidak main-main, pokoknya ntap! Karena jarang menyantap makanan sekelas itu kami jadi kalap dibuatnya, semua kami cicipi dari ujung ke ujung. Perut super kenyang, hati sangat senang. Di acara tersebut turut hadir mbak Terry Putri sebagai pembawa acara, ia makin cantik semenjak berhijab, jadi saja saya pengin foto bareng hehehehe. Setelah selesai tampil kami dibekali kue-kue yang banyak sekali, Alhamdulillah ada oleh-oleh untuk kawan-kawan di asrama.

Nah cerita ketiga ini tentang grup nasyid kami yang bernama Voicexelensia (ribet yah namanya hehe). Kala itu kami diminta untuk tampil di acara santunan anak yatim dan dhuafa yang diadakan MNC TV, kami tampil dihadapan ratusan tamu undangan termasuk kawan-kawan kami di SMART EI karena mereka semua diajak berpartisipasi. Awalnya kami hanya tampil untuk satu segmen, setelah selesai tiba-tiba seorang kru MNC TV memanggil kami dan kami diminta untuk tampil dihadapannya. Waw ternyata ia merupakan salah satu kru inti DMD Show yang tayang tiap Selasa-Kamis pukul 19.00 WIB, tak disangka kami disuruh tampil di acara DMD Show, kami senangnya luar biasa karena bisa tampil di teve. Saking senangnya sampai kami menelpon orang tua kami satu-satu hahahaha. Menurut kru yang bertugas kami harus tampil pukul 20.00 WIB, ternyata pukul 20.00 WIB acara DMD Show baru mengudara dan kami baru akan tampil pukul 22.00 WIB, sedaaaap sedap ngantuk. Sebelum tampil kami di-make up bak selebriti, lumayan akhirnya merasakan di-make up-in make up artist hehe. Ketika waktu tampil tiba kami deg-degan karena banyak sekali artis di sana, tapi kami cuek saja bahkan gak mikirin hasilnya bagaimana, yang penting tampil ketemu JuPe. Sudah hahahaha. Tapi karena tampilnya malam, kami yakin sebagian teman, keluarga, bahkan karyawan Dompet Dhuafa Pendidikan pasti telah terlelap, namun tak apalah. Keesokan harinya tim Nasid Voicexlensia mendadak jadi artis di lingkungan Dompet Dhuafa Pendidikan, ternyata ada karyawan yang merekam performa kami dan menyebarkannya, wah begini ya rasanya jadi artis hehe.

Dan Ramadhan 1436 H kemarin menjadi Ramadhan terakhir saya di SMART EI…

Selama di SMART EI pengalaman seperti ini akan selalu saya kenang, sebenarnya masih banyak pengalaman menyenangkan lainnya yang tak akan saya lupakan. Berada di sini bagaikan berada di rumah sendiri, saya dan kami semua diayomi dan disayang bagai adik sendiri. Sebentar lagi waktu saya akan berakhir, saya akan lulus dari SMART EI. Rasa sedih pasti akan saya rasakan, namun saya akan terus mengingat semua hal indah yang saya dapat selama di SMART EI.